Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan dan Pengembangan Tanaman Obat Keluarga dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Asmawati, Asmawati; Salasa, Alfrida Monica; Ratnah, St.; Stevani, Hendra; Dewi, Ratnasari; Abdullah, Tajuddin
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v5i1.3440

Abstract

The Utilization and Development of Family Medicinal Plants In An Effort To Improve Public Health Based On Local Wisdom In Kapasa District, Tamalanrea District, Makassar CityBackground: Community empowerment in the Kapasa village, Tamalanrea sub-district, Makassar city in the utilization and development of family medicinal plants to empower and improve the degree of public health based on local wisdom can be used to support the existence of the Kapasa village in the region. The aim of this activity: (1). Increase community knowledge, especially housewives, about the scientific uses of family medicinal plants, (2). Increase community knowledge, especially housewives, about the types and methods of planting medicinal plants, (3). Empowering and improving skills to utilize medicinal plants to the community, especially in Kapasa village, Tamalanrea sub-district, Makassar city. Methods: The implementation of community service is carried out by counselling, training and practice. Counseling and training to introduce the types and uses of family medicinal plants scientifically, cultivation, and utilization of family medicinal plants and practice processing family medicinal plants as raw herbal medicines. Outputs are scientific articles, community service modules Conclusion: After carrying out community service activities, it can be concluded as follows: Community service activities are one of the tri darma of higher education which is beneficial to the community, especially to residents of the Kapasa sub-district, Tamalanrea sub-district, Makassar city. The level of knowledge and understanding of medicinal plants before community service activities were carried out was still relatively low, namely around 10 people (28%), after the education was carried out there was an increase of 35 people (100%) in the level of knowledge and understanding of herbal plants.Keywords: Empowerment, Community, Toga, local wisdom.Latar Belakang: Pemberdayaan masyarakat di kelurahan Kapasa, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar dalam pemanfaatan dan pengembangan tanaman obat keluarga dalam usaha Pemberdayaan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berbasis kearifan lokal dapat digunakan untuk mendukung keberadaan kelurahan Kapasa dalam wilayah tersebut. Untuk itu dilakukan pengabdian masyarakat dengan Tujuan Kegiatan: (1). Menambah ilmu masyarakat khususnya ibu rumah tangga mengenai kegunaan tanaman obat keluarga secara ilmiah, (2). Menambah pengetahuan Masyarakat Khususnya ibu rumah tangga tentang jenis-jenis serta cara menanam tanaman obat, (3). Memberdayakan dan Meningkatkan keterampilan untuk memanfaatkan Tanaman obat kepada masyarakat khususnya di kelurahan Kapasa, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar. Metode Kegiatan: Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan penyuluhan, Pelatihan dan praktik. Penyuluhan dan pelatihan untuk memperkenalkan jenis – jenis dan kegunaan tanaman obat keluarga secara ilmiah, pembudidayaan, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga serta praktik mengolah tanaman obat keluarga sebagai baku obat herbal. Capaian Luaran adalah artikel ilmiah, modul pengabdian masyarakat Kesimpulan: Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu tri darma perguruan tinggi yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya kepada warga kelurahan Kapasa kecamatan Tamalanrea kota Makassar. Tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman obat sebelum dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih tergolong rendah yaitu sekitar 10 orang (28%), setelah dilakukan edukasi ternyata terjadi peningkatan sebesar 35 orang (100%) tingkat pengetahuan dan pemahaman tentang tanaman herbal.Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat, Toga, kearifan lokal.
Penyuluhan Dan Pelatihan Racikan Herbal Untuk Pencegahan Dan Pengobatan Common Cold Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar Pakadang, Sesilia Rante; Karim, Djuniasti; Ratnah, St; Salasa, Alfrida Monica
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v4i2.3415

Abstract

Common Cold disease is a disease that attacks the upper respiratory tract with the manifestation of coughs and colds and the main cause is a virus. Common colds can infect a person more than once a year, so body immunity is an effective means of prevention. One way to increase immunity is by consuming herbs. This activity aims to increase participant's knowledge and provide training on mixing herbs to prevent Common colds. The activity method used is counseling and training. The target audience is the sub-district team and PKK cadres from Maccini Sombala Village, totaling 30 people—evaluation of extension activities based on pre- and post-extension questionnaires. Training activities are evaluated based on participants' skills in preparing herbal concoctions for Common Cold. The results of the activities obtained were an increase in participants' knowledge after counseling by 60% and an increase in skills based on the results of participants' practice. Outcomes in the form of mandatory community service include increasing knowledge, articles in pharmaceutical service media, training manuals, mini videos of activities, and publications in print media/online newspapers. Additional outputs include book copyrights and training products so from this activity, it can be concluded that there has been an increase in participants' knowledge and skills.Keywords: herbal concoction, Common Cold, training, counseling Penyakit Common Cold adalah penyakit yang menyerang saluran napas bagian atas dengan manifestasi batuk pilek  dengan penyebab utama adalah virus. Common Cold dapat menginfeksi seseorang lebih dari sekali setahun, sehingga imunitas tubuh merupakan cara pencegahan yang efektif. Salah satu cara meningkatkan imunitas adalah dengan konsumsi herbal. Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan pelatihan meracik herbal untuk mencegah Common Cold. Metode Kegiatan yang digunakan adalah Penyuluhan dan pelatihan. Khalayak sasaran adalah tim kelurahan dan kader PKK Kelurahan Maccini Sombala berjumlah 30 orang. Evaluasi kegiatan penyuluhan berdasarkan kuesioner pre dan post penyuluhan. Kegiatan pelatihan dievaluasi berdasarkan keterampilan peserta menyiapkan racikan herbal untuk Common Cold. Hasil Kegiatan yang diperoleh adalah Peningkatan pengetahuan peserta setelah penyuluhan sebesar 60% dan terjadi peningkatan keterampilan berdasarkan hasil praktik peserta. Capaian luaran berupa wajib yaitu peningkatan pengetahuan, artikel pada media pengabdian kefarmasian, buku panduan pelatihan, video mini kegiatan, publikasi pada media cetak/koran Online. Luaran tambahan berupa hak cipta buku dan produk hasil pelatihan sehingga dari kegiatan ini dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.Kata kunci : racikan herbal, Common Cold , pelatihan, penyuluhan
Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Permen Jelly Daun Pegagan Dan Kayu Secang Untuk Kesehatan Pencernaan Anak Di Kelurahan Maccini Sombala Kota Makassar Ratnah, St; Salasa, Alfrida Monica; Pakadang, Sesilia Rante; Daswi, Dwi Rachmawaty; Arisanty, Arisanty; Asmawati, Asmawati; Dewi, Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v5i1.3446

Abstract

Counseling And Training On Making Jelly Candy From Potato Leaves And Secang Wood For Children's Digestive Health In Maccini Sombala Village, Makassar CityBackground: Children are the future of the nation, so they need to be looked after, this age is a period of activity and growth, so they are very susceptible to diseases such as diarrhea. Children's habits that do not adopt a clean and healthy lifestyle and an unsupportive environment can cause diarrhea in children. Maccini Sombala Village, Tamalate District, Makassar City is a densely populated area located in a coastal area. Coastal areas are areas that are vulnerable to disease transmission, so we need ways to maintain health, especially children's health, one of which is herbal Jelly candy. Community service activities in 2023 regarding training in making Jelly candy for children's digestive health. The herbs used are Gotu Kola leaves and Secang wood which have been proven to have antioxidant and antimicrobial activity. The aim of this activity is to increase partners' knowledge about the benefits of Gotu Kola Leaves and Secang Wood for Health and how to process them into simplicia and improve partners' skills in processing Gotu Kola Leaves and Secang Wood simplicia as Jelly candy. Methods of Extension and training activities. The implementing partner is the head of Maccini Sombala subdistrict, and the target partner is PKK cadres of Maccini Sombala subdistrict, Tamalate subdistrict, Makassar City. The output of the activity is scientific articles, videos of community service activities, video tutorials on making Jelly candy and training modules. The results obtained were an increase in target partners' knowledge regarding the benefits of Gotu Kola Leaves and Secang Wood for Health as well as how to process simplicia, and there was an increase in skills in making Jelly candy.Keywords: Jelly Candy, Gotu Kola Leaves, Secang WoodLatar Belakang: Anak-anak adalah masa depan bangsa sehingga perlu dijaga, diusia tersebut merupakan masa aktif dan pertumbuhan sehingga sangat rentan terkena penyakit seperti diare. Kebiasaan anak yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta lingkungan yang tidak mendukung dapat menyebabkan diare pada anak. Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar merupakan wilayah padat penduduk yang terletak di daerah pantai. Daerah pantai merupakan daerah yang rentan dengan penularan penyakit sehingga diperlukan cara untuk menjaga Kesehatan terutama Kesehatan anak, salah satunya adalah dengan permen Jelly herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2023 mengenai pelatihan pembuatan permen Jelly untuk Kesehatan pencernaan anak. Herbal yang digunakan adalah Daun Pegagan dan Kayu Secang yang sudah terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan mitra tentang manfaat Daun Pegagan dan Kayu Secang untuk Kesehatan serta cara pengolahannya menjadi simplisia, dan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah simplisia Daun Pegagan dan Kayu Secang sebagai permen Jelly. Metode kegiatan Penyuluhan dan pelatihan. Mitra pelaksana adalah lurah Maccini Sombala dan mitra sasaran adalah kader PKK Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Capaian luaran adalah artikel ilmiah, video kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, video tutorial pembuatan permen Jelly dan modul pelatihan. Kesimpulan yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan mitra sasaran mengenai manfaat Daun Pegagan dan Kayu Secang untuk Kesehatan serta cara pengolahan simplisia, dan terjadi peningkatan keterampilan dalam pembuatan permen Jelly.Kata Kunci: Permen Jelly, Daun Pegagan, Kayu Secang
Skrining Fitokimia dan Potensi Antimikroba Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) Terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Candida albicans Anggraini, Putri Ayu; Ratnah, St.; Dewi, Sesilia TR
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 2, No 2 (2022): August 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v2i2.423

Abstract

Ocimum spp. merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional, karena memiliki senyawa antioksidan, antikanker dan antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa fitokimia dan potensi antimikroba ekstrak Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Candida albicans berdasarkan zona hambat. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Metode kerja yang digunakan yaitu pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, pengujian aktivitas antimikroba dengan metode disc diffusion. maka diperoleh rata-rata zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 2% b/v sebesar 11,3 mm, 4% b/v sebesar 14,3mm, 8% b/v sebesar 17,6 mm, kontrol positif (clindamycin) sebesar 26 mm dan kontrol negatif 0 mm. Pada bakteri Salmonella typhi konsentrasi 2% b/v sebesar 12,6 mm, 4% b/v sebesar 15,6 mm, 8% b/v sebesar 19,3 mm, kontrol positif (ciprofloxacin) sebesar 29,3 mm dan kontrol negatif 0 mm. Pada Candida albicans konsentrasi 2% b/v sebesar 0 mm, 4% b/v sebesar 6,6 mm, 8% b/v sebesar 8,3 mm, kontrol positif (nystatin) sebesar 12,3 mm dan kontrol negatif 0 mm.Ocimum spp. is one of the plants used as ingredients in traditional medicine, because it has antioxidant, anticancer and antimicrobial compounds. The purpose of this study was to determine the phytochemical compounds and antimicrobial potential of the Herba Basil extract ( Ocimum americanum L.) against Staphylococcus aureus , Salmonella typhi and Candida albicans based on the zone of inhibition. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol. The working method used is the manufacture of simplicia, extraction, phytochemical screening, antimicrobial activity testing with the disc diffusion method . the average inhibition zone of Staphylococcus aureus was 11.3 mm, 4% w/v was 14.3 mm, 8% w/v was 17.6 mm, positive control (clindamycin) was 26 mm and 0 mm negative control. In Salmonella typhi the concentration of 2% w/v was 12.6 mm, 4% w/v was 15.6 mm, 8% w/v was 19.3 mm, positive control (ciprofloxacin) was 29.3 mm and control negative 0 mm. In Candida albicans the concentration of 2% w/v was 0 mm, 4% w/v was 6.6 mm , 8% w/v was 8.3 mm, positive control (nystatin) was 12.3 mm and negative control was 0 mm.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KOPASANDA (Chromolaena odorata L) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus Nurhanifah; St. Ratnah; Rante Pakadang, Sesilia
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.132

Abstract

Infectious disease is a human health problem that will develop from time to time. Skin infections can be caused by bacteria. Kopasanda Leaf Extract contains secondary metabolite compounds that act as antibacterial agents. The purpose of this study was to determine the class of chemical compounds and the antibacterial activity of Kopasanda leaf extract (Chromolaena odorata L) against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus based on the diameter of the inhibition zone. The working method used is the manufacture of simplicia, extraction, phytochemical screening, antibacterial activity testing with the disc diffusion method. Based on the results of the study, the average inhibition zone on Pseudomonas aeruginosa 2% was 11.3 mm, 4% concentration was 13.3 mm, 8% concentration was 19.3 mm and the positive control was 16.6 mm and the negative control was obtained. 0 mm. While the results of the measurement of the diameter of the inhibition zone on Staphylococcus aureus with a concentration of 2% of 12.6 mm, 4% concentration of 15.6 mm, 8% concentration of 18.6 mm, and 16.3 mm in positive control and 0 mm in negative control. which means it has no inhibition zone. The conclusion of this study was that all concentrations of kopasanda leaf extract used had antibacterial potential against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kesambi Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus Febriani, Rezki; Salasa, Alfrida Monica; Ratnah, St.
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16422

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit dengan pravalensi tinggi di Indonesia. Bakteri merupakan penyebab infeksi kulit. Ekstrak daun kesambi mengandung metabolit sekunder sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kesambi (Schleicher aoleosa) terhadap pertumbuhan bakteri P. aeruginosa dan S. aureus berdasarkan zona hambat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan daun kesambi yang diproses dengan cara maserasi kemudian dilanjutkan dengan uji fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi yaitu 5%, 10%, dan 15% untuk mengetahui zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata zona hambat P.  aeruginosa adalah 13,3 mm pada konsentrasi 5%, 15,3 mm pada konsentrasi 10%, dan 17,3 mm pada konsentrasi 15%, hasil kontrol positif 38,3 mm, dan kontrol negatif diperoleh 0 mm. S. aureus pada konsentrasi 5% adalah 10,6 mm, konsentrasi 10% yaitu 12 mm, dan pada konsentrasi 15% yaitu 25 mm, kontrol positif 25 mm, dan pada kontrol negatif didapatkan 0 mm, yang berarti tidak memiliki zona hambatan. Konsentrasi 15% merupakan konsentrasi yang memiliki daya hambat terbesar dalam menghambat pertumbuhan P. aeruginosa dan S. aureus (p=0,046 <0,05). Kata Kunci: Zona hambat, Uji fitokimia, Bakteri, Maserasi, Schleicheraoleos  Infectious disease is a disease with high prevalence in Indonesia. Bacteria are the cause of skin infections. Kesambi leaf extract contains secondary metabolites as antibacterial agents. This study aims to determine the antibacterial activity of kesambi leaf extract (Schleichera oleosa) on the growth of P. aeruginosa and S. aureus bacteria based on the inhibition zone. This research was conducted using an experimental method using kesambi leaves which were processed by maceration and then followed by phytochemical tests. Antibacterial activity test was carried out by disc diffusion method with various concentrations, namely 5%, 10%, and 15% to determine the inhibition zone. The results showed that the average inhibition zone of P. aeruginosa was 13.3 mm at a concentration of 5%, 15.3 mm at a concentration of 10%, and 17.3 mm at a concentration of 15%, a positive control result was 38.3 mm, and the control negative is obtained 0 mm. S. aureus at a concentration of 5% is 10.6 mm, at a concentration of 10% is 12 mm, and at a concentration of 15% is 25 mm, the positive control is 25 mm, and the negative control is 0 mm, which means it has no inhibition zone. The concentration of 15% was the concentration that had the greatest inhibition in inhibiting the growth of P. aeruginosa and S. aureus (p=0.046 <0.05).
Penggunaan Pati Biji Mangga Harum Manis (Mangifera Indica L.) Sebagai Bahan Penghancur Terhadap Sifat Fisik Tablet Parasetamol Dengan Menggunakan Metode Granulasi Basah Wulan Sri Rahayu Ningsih; Santi Sinala; St. Ratnah
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i1.1001

Abstract

Telah dilakukannpenelitian tentang PenggunaannPati Biji Mangga Harum Manis (Mangifera indica L.) SebagainBahan Penghancur TerhadapnSifat Fisik Tablet ParasetamolnSecara Granulasi Basah. Tujuannpenelitian ini adalahnuntuk mengetahui patinbiji mangga harumnmanis dapat dijadikan sebagainbahan penghancurnpada tablet dengan menggunkannberbagai konsentrasi. Pada penelitian inindigunakan metodeneksperimen. Formulasi tabletnparasetamol dengan variasinkonsentrasi pati biji mangganharum manis yang digunakannyaitu FormulanI (konsentrasi 5%), FormulanII (konsentrasi 7,5%) dan FormulanIII (konsentrasi 20%). Hasil penelitiannmenunjukkan bahwanformula I, II, III telah memenuhi persyaratannpengujian granul. Padanpengujian tablet diperolehnhasil kekerasan, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kerapuhan yang memenuhi syarat untuk semua formula. Namun pada uji waktu hancur formula I tidak memenuhi syarat dengan nilai 21,75 menit,sementara formula II dan III telah memenuhi syarat.
Difusi Total Polifenol Dari Krim Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dengan Peningkat Penetrasi Polietilen Glikol (Peg) Asfar, Arfandi; Arisanty; St. Ratnah
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1046

Abstract

Sediaan topikal adalah sediaan yang kegunaannya pada kulit untuk menghasilkan efek lokal seperti sediaan topikal krim. Salah satu bahan yang digunakan dalam sediaan krim adalah daun kelor yang diketahui memiliki kandungan polifenol alami yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Polietilen Glikol (PEG) sebagai bahan peningkat penetrasi terhadap penetrasi krim daun kelor. Krim dibuat dalam 4 formula yang memiliki variasi konsentrasi PEG 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Pengujian penetrasi krim daun kelor menggunakan sel Difusi Franz dan membrane selofan sebagai membrane difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 dengan konsentrasi PEG 2,5% sediaan krim Ekstrak Daun Kelor (Moringae oleifera) memiliki jumlah senyawa polifenol yang terdifusi paling tinggi yaitu, 3,7399 mgGAE/g dengan lama difusi 240 menit. Dari hasil analisis statistic menggunakan One Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dari konsentrasi Polietilen Glikol (PEG) setiap formula.
Aktivitas Vermisida Ekstrak Daun Miana Terhadap Ascaris Lumbricoides dengan Metode Real Time Pakadang, Sesilia Rante; Ratnah, St.; Salasa, Alfrida Monica; Karim, Djuniasti
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi Edisi Oktober 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.168

Abstract

Soiled Transmitted Helminth (STH) is an infectious disease caused by earthworms. The type of worm identified as the cause of STH is dominated by Ascaris lumbricoides and 3 other types. Many studies have been carried out to monitor the results of worm death. This study aimed to determine the profile of vermicides including onset of action, duration, and effectiveness of miana leaf extract compared to the drug pyrantel pamoat. The research method is to gradually start preparing miana leaf extract using a maceration process with continuous stirring, preparing the extract, and treating worms. The worms are placed in a sterile cup, then the test material is added and observed every hour. Worm death profiles such as paralysis, death, and life were observed for each worm subject. The results showed the death profile of worms after administration of miana leaf extract concentrations of 10, 20, and 40 mg/ml and pyrantel pamoat 2.5 mg/ml gave onset of action data for 4, 3, 2, and 1 hour respectively. The working duration of the test material is 5, 5, 3, and 1 hour respectively.  The effective dose is generated by a concentration of 40 mg/ml which can kill worms starting 2 hours after administration of the test material, with a duration of 1 hour  Soiled Transmitted Helminth (STH) adalah salah satu penyakit infeksi akibat cacing tanah. Jenis cacing yang teridentifikasi sebagai penyebab STH didominasi oleh Ascaris lumbricoides dan 3 jenis lainnya, penelitian telah banyak dilakukan dengan memantau hasil akhir kematian cacing. Tujuan penelitian ini mengetahui profil vermisida meliputi onset of action, durasi dan efektivitas ekstrak daun miana yang dibandingkan dengan obat pyrantel pamoat. Metode penelitian secara bertahap mulai penyiapan ekstrak daun miana dengan proses maserasi dengan pengadukan kontinu, penyiapan ekstrak dan perlakuan terhadap cacing. Cacing dimasukkan dalam cawan steril, kemudian ditambahkan bahan uji dan diamati setiap jam. Profil kematian cacing seperti paralisis, mati dan hidup diamati setiap subyek cacing. Hasil penelitian menunjukkan profil kematian cacing setelah pemberian ekstrak daun miana konsentrasi 10, 20 dan 40 mg/ml dan pyrantel pamoat 2,5 mg/ml memberikan data onset of action berturut 4, 3, 2 dan 1 jam. Durasi kerja bahan uji berturut 5, 5, 3 dan 1 jam. Dosis efektif dihasilkan oleh konsentrasi 40 mg/ml yang dapat mematikan cacing mulai 2 jam setelah pemberian bahan uji, durasi 1 jam.
Penyuluhan Kesehatan Remaja: Langkah-Langkah Pencegahan Anemia Di Kalangan Siswa SMP Negeri 3 Makassar Ratnah, St
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v15i2.3459

Abstract

Teenager Health Counseling: Measures to Prevent Anemia Among Students of SMP Negeri 3 MakassarAnemia, particularly among adolescents, is a significant public health issue in Indonesia. Adolescent girls are more vulnerable to anemia due to menstruation and unbalanced diets. In South Sulawesi, the prevalence of anemia among adolescent girls reaches 33.7%, highlighting the need for preventive measures. Considering its impact on quality of life and academic performance, it is crucial to provide education on anemia prevention to adolescents, especially in schools. Activity Objective: The primary goal of this activity is to increase students' knowledge about anemia by providing comprehensive information to 9th-grade students. This includes covering the causes, symptoms, and prevention of anemia. It is expected that students will gain a better understanding of blood health and the role of iron in preventing anemia. Additionally, the activity aims to raise awareness about the importance of a healthy diet through educating students on the role of balanced nutrition, particularly iron intake, in maintaining good health and preventing anemia. Methodology: The method used in this outreach is a health counseling session, designed to present clear and easily understandable information about anemia prevention through educational and interactive materials. The activity was conducted in collaboration with the principal of SMP Negeri 3 Makassar, while the target participants were 9th-grade students at the school in Makassar. The expected output of this activity is a scientific article. Conclusion: The activity resulted in a 77.14% increase in the target group's knowledge regarding anemia and its prevention. Anemia, terutama di kalangan remaja, merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Remaja putri lebih rentan terhadap anemia akibat menstruasi dan pola makan yang kurang seimbang. Di Sulawesi Selatan, angka prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 33,7%, yang menunjukkan perlunya langkah-langkah pencegahan. Mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup dan prestasi akademik, penting untuk memberikan edukasi tentang pencegahan anemia kepada remaja, terutama di sekolah-sekolah. Tujuan Kegiatan: meningkatkan pengetahuan siswa tentang anemia dengan memberikan informasi yang komprehensif kepada siswa, khususnya kelas IX, mengenai anemia, termasuk penyebab, gejala, serta cara pencegahannya. Diharapkan siswa akan lebih memahami pentingnya kesehatan darah dan peran zat besi dalam mencegah anemia. Serta membangun kesadaran akan pentingnya pola makan sehat  melalui edukasi siswa mengenai pentingnya gizi seimbang, terutama asupan zat besi, dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah anemia. Metode kegiatan Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah penyuluhan, yang dirancang untuk memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang pencegahan anemia melalui materi edukatif dan interaktif.. Mitra pelaksana adalah Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Makassar dan mitra sasaran adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Makassar, Kota Makassar. Capaian luaran adalah artikel ilmiah. Kesimpulan yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan mitra sasaran mengenai anemia dan cara pencegahannya sebesar 77,14%.