Claim Missing Document
Check
Articles

Pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan ikan layang (Decapterus spp) di perairan Laut Flores Sulawesi Selatan Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.47-54

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) adalah salah satu jenis sumberdaya perikanan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan Laut Flores sehingga selalu menjadi tujuan penangkapan nelayan di Sulawesi Selatan khususnya pada kabupaten Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Berdasarkan hasil pendugaan stok dengan metode produksi surplus menggunakan data statistik perikanan tangkap periode 1999-2007, didapatkan nilai potensi lestari (MSY) sebesar 10.456 ton/tahun dengan upaya tangkap optimum (fopt) sebanyak 467.022 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sebesar 76,60% dan tingkat pengupayaan sebesar 83,15%. Status pemanfaatan sumberdaya ikan layang di perairan Laut Flores-Sulawesi Selatan sudah dikategorikan padat eksploitasi dengan tingkat pengupayan yang tinggi. Meskipun belum melewati nilai MSY dan Fopt namun perlu kehati-hatian dalam pemanfataannya sehingga dapat dimanfaatakan secara maksimal dan berkelanjutan.
Struktur Komunitas Ikan Padang Lamun Di Perairan Pantai Wael Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat Husain Latuconsina; Madehusen Sangadji; La Sarfan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.24-32

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem laut yang memiliki produktivitas primer tinggi sehingga berperan penting bagi komunitas ikan untuk mencari makan, areal pembesaran maupun alur ruaya antar habitat terdekat. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Wael-Teluk Kotania, Seram Bagian Barat. Data komunitas ikan dikoleksi dengan menggunakan Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) dengan ukuran mata jaring 1,5 inchi yang diletakkan sejajar garis pantai pada hamparan padang lamun. Pengamatan dilakukan sebanyak 10 kali (masing-masing 5 kali mewakili siang dan malam hari) yang dilakukan selama pasang bergerak surut. Ikan yang tertangkap berjumlah 290 individu dari 44 spesies 28 famili. Struktur komunitas ikan berfluktuasi pada siang dan malam hari. Hasil penelitian juga menemukan keragaman dan komposisi jenis sangat komunitas ikan padang lamun dipengaruhi kehadiran ikan-ikan yang berasal dari ekosistem mangrove dan terumbu karang.
Identifikasi alat penangkapan ikan ramah lingkungan di kawasan konservasi laut Pulau Pombo Provinsi Maluku Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.23-30

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2007 di Dusun Wainuru dan Batu dua, Desa Waai Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah yang berbatasan langsung dan masyarakatnya selalu melakukan penangkapan ikan di kawasan konservasi pulau Pombo. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman jenis alat tangkap ikan berdasarkan indikator ramah lingkungan. Penelitian menggunakan metode survai dengan pendekatan studi kasus, melalui penentuan responden secara purposive dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 8 jenis alat tangkap, termasuk dalam 4 kategori,yaitu; (1) Sangat Ramah Lingkungan (pancing), (2) Ramah lingkungan (bubu, jaring insang permukaan), (3) merusak (Jala, jaring insang dasar), dan (4) sangat merusak (bom, bius dan bameti).
Iktiofauna di padang lamun Pulau Tatumbu Teluk Kotania, Seram Barat–Maluku Husain Latuconsina; Anita Padang; Aris M. Ena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.936 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.93-104

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem khas perairan pantai sebagai habitat penting bagi iktiofauna. Salah satu kawasan pulau-pulau kecil dengan potensi padang lamun yang didukung keberadaan ekosistem mangrove dan terumbu karang adalah perairan pulau Tatumbu – Teluk Kotania, Seram Barat, Maluku. Penelitian bertujuan untuk melihat distribusi spasial-temporal dan struktur komunitas iktiofauna pada ekosistem padang lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2015 selama periode siang dan malam hari di ekosistem padang lamun dengan karakteristik habitat berbeda. Koleksi iktiofauna menggunakan jaring insang dasar, dan pengukuran parameter oseanografi meliputi kecepatan arus, suhu, salinitas, dan pH. Total jumlah iktiofauna terkoleksi sebanyak 296 individu, 35 spesies, 23 genera dari 21 famili yang tergolong ke dalam tujuh ordo. Secara temporal, biodiversitas, kelimpahan dan struktur komunitas iktiofauna dipengaruhi oleh sifat diurnal dan nokturnal, sedangkan secara spasial dipengaruhi oleh karaktersitik habitat lamun dan kedekatannya dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Sehingga diperlukan pengelolaan ketiga ekosistem secara utuh untuk mendukung kehidupan iktiofauna dan pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis ekosistem.
Telaah ekologi komunitas lamun (seagrass) perairan Pulau Osi Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat Husain Latuconsina; La Dawar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.12-19

Abstract

Lamun (seagrass) merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (angiospermae) yang mampu hidup dan berkembang dengan baik dalam keadaan tergenang air laut dan dapat tumbuh subur pada daerah pasang surut di perairan pantai  dengan subtrat berupa lumpur, pasir, kerikil dan patahan karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan struktur komunitas vegetasi lamun pada karaktersitik fisik habitat yang berbeda di perairan Pulau Osi, Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Pengamatan kerapatan dan struktur komunitas lamun menggunakan metode sistematik sampling dengan bantuan transek dan kuadran yang diletakkan tegak lurus garis pantai. Hasil penelitian menemukan 4 jenis lamun yang tersebar cukup merata pada 3 stasiun pengamatan yaitu : Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Thalasia hemprichii, dan Cymodocea rotundata, dengan komposisi dan kerapatan jenis tertinggi adalah Thalasia hemprichii dan terendah adalah Halophila ovalis. Namun demikian terdapat komposisi dan kerapatan jenis yang cukup berbeda pada masing-masing jenis lamun di setiap stasiun pengmatan, diduga berkaitan dengan karaktersitik substrat dasar perairan. Sementara nilai struktur komunitas lamun meliputi indeks dominansi masuk kategori rendah, keanekaragaman masuk kategori sedang, dam indeks keseragaman masuk kategori stabil. Hasil ini menunjukan bahwa secara ekologi tidak terdapat spesies yang sangat mendominasi dalam struktur komunitas lamun di perairan pulau Osi. 
Composition and Density of Gastropode in Mangrove Habitat of Banyuurip, Ujung Pangkah - Gresik Eka Nur Arifianti; Husain Latuconsina; Hasan Zayadi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.65-72

Abstract

Gastropods are one of the biota that live in association with mangrove habitat. This study aims to compare the species composition and structure of the gastropod community in different mangrove habitats. This research was conducted in Banyuurip Mangrove Center (BMC), Ujung Pangkah-Gresik during July-August 2020. Determination of the observation station purposively based on physical differences in mangrove habitat. Estimation of mangrove and gastrode density by systematic sampling method using belt transects. There were 12 mangrove species with the highest number of species in the coastal mangrove habitat, with the highest species composition and density of Avicennia marina. The highest mangrove density was found in coastal mangrove habitats for all criteria. The number of gastropods found were 2,171 specimens belonging to 15 species, 5 families and 5 orders. The highest number of species, families and orders in coastal mangrove habitat were 1,191 specimens, 11 species from 5 families and 5 orders, the lowest was in estuarine mangrove habitat as many as 980 specimens from 9 species, 2 families and 2 orders. Densities of gastropods differ between mangrove habitats, with the highest density in coastal mangrove habitats and the lowest in estuarine mangrove habitats. The composition and density of the highest gastropods species in the estuary mangrove habitat is Cassidula aurisfelis and in the coastal mangrove habitat is Pirenella cingulata. The importance of conservation and rehabilitation efforts for mangroves that have been degraded to support the gastropods associated in it.
Komposisi jenis dan struktur komunitas ikan padang lamun di perairan Pantai Lateri Teluk Ambon Dalam Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.30-36

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2011 di perairan pantai Lateri Teluk Ambon Bagian Dalam (TAD), yang bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan struktur komunitas ikan pada ekosistem padang lamun. Dalam penelitian ini terkoleksi sebanyak 288 individu dari 31 jenis dan 19 famili. Kenyataan ini menunjukkan bahwa ekosistem padang lamun TAD memiliki potensi sumberdaya hayati ikan yang tinggi. Dengan komposisi jenis tertinggi dari jenis Syngnathoides biaculeatus yang dikenal sebagai ikan penetap atau ikan khas padang lamun. Nilai Indeks Dominansi 0,11 dan Indeks Keanekaragaman dengan kriteria sedang yaitu 2,59 serta Indeks Keseragaman 0,76 menunjukkan bahwa secara ekologi tidak terdapat spesies yang mendominasi dan struktur komunitas dalam kondisi stabil. Sehingga diperlukan upaya pengelolaan dan konservasi untuk mempertahankan kestabilan komunitas ikan beserta peranan ekologi ekosistem padang lamun sebagai tempat mencari makan, memijah, dan pembesaran bagi komunitas ikan.
Community structure of the Fiddler Crab (Uca spp.) at Bahak Indah Beach, Tongas, Probolinggo – East Java Nur Malichatin; Husain Latuconsina; Hasan Zayadi
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.6.2.135-140

Abstract

The fiddler crab (Uca spp.) is a type of animal belonging to the crustacean group that lives on the coast of Bahak Indah, Tongas, Probolinggo. The high level of anthropogenic activity on the beach of Bahak Indah makes the fiddler crab community increasingly depressed and its habitat decreasing. The purpose of this study was to compare the community structure of fiddler crabs at Bahak Beach, Tongas, Probolinggo. The study was conducted in January – February 2022. The determination of observation stations was purposive based on the consideration of the presence and absence of mangrove vegetation. Sampling of fiddler crabs used a systematic sampling method using transects and plots. Community structure data analysis includes diversity, uniformity, and dominance indices displayed in graphical form. Based on the results of the study found 4 types of fiddler crabs in Bahak Indah Beach, namely Uca cryptica, Uca perplexa, Uca coarctata, and Uca dussumieri. The value of diversity on the beach with mangrove habitat is in the medium category, while on the beach habitat without mangrove vegetation it is in the low category. The uniformity value obtained in mangrove habitats is in the high category, while in coastal habitats without mangrove vegetation it is found in the medium category. On the other hand, the dominance index value is in the low category in coastal habitats with mangrove vegetation, and the moderate category in coastal habitats without mangrove vegetation. The relationship between the Diversity (H') of the fiddler crab and the environmental conditions of the Bahak Indah Beach waters is that it has a positive correlation with water pH parameters with sufficient correlation and soil pH with a strong correlation. While the correlation with temperature parameters is strong but negative. Likewise, salinity is quite strong but negative.
Community structure of the Fiddler Crab (Uca spp.) at Bahak Indah Beach, Tongas, Probolinggo – East Java Nur Malichatin; Husain Latuconsina; Hasan Zayadi
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.6.2.135-140

Abstract

The fiddler crab (Uca spp.) is a type of animal belonging to the crustacean group that lives on the coast of Bahak Indah, Tongas, Probolinggo. The high level of anthropogenic activity on the beach of Bahak Indah makes the fiddler crab community increasingly depressed and its habitat decreasing. The purpose of this study was to compare the community structure of fiddler crabs at Bahak Beach, Tongas, Probolinggo. The study was conducted in January – February 2022. The determination of observation stations was purposive based on the consideration of the presence and absence of mangrove vegetation. Sampling of fiddler crabs used a systematic sampling method using transects and plots. Community structure data analysis includes diversity, uniformity, and dominance indices displayed in graphical form. Based on the results of the study found 4 types of fiddler crabs in Bahak Indah Beach, namely Uca cryptica, Uca perplexa, Uca coarctata, and Uca dussumieri. The value of diversity on the beach with mangrove habitat is in the medium category, while on the beach habitat without mangrove vegetation it is in the low category. The uniformity value obtained in mangrove habitats is in the high category, while in coastal habitats without mangrove vegetation it is found in the medium category. On the other hand, the dominance index value is in the low category in coastal habitats with mangrove vegetation, and the moderate category in coastal habitats without mangrove vegetation. The relationship between the Diversity (H') of the fiddler crab and the environmental conditions of the Bahak Indah Beach waters is that it has a positive correlation with water pH parameters with sufficient correlation and soil pH with a strong correlation. While the correlation with temperature parameters is strong but negative. Likewise, salinity is quite strong but negative.
Dampak pemanasan global terhadap ekosistem pesisir dan lautan Husain Latuconsina
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.30-37

Abstract

Fenomena pemanasan global dan menipisnya lapisan Ozon akibat peningkatan emisi gas rumah kaca secara berlebihan di atmosfer melalui penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi dan aktivitas manusia lainnya, telah berdampak negatif bagi keberlanjutan ekosistem pesisir dan lautan, diantaranya; (i) komunitas terumbu karang mengalami pemutihan (coral bleaching) sehingga menurunkan produksi perikanan karang (ii) meningkatnya radiasi ultraviolet-B yang masuk ke perairan sehingga menghambat proses fotosintesis dan pertumbuhan fitoplankton sebagai produsen primer dan penyerap CO2 terbesar di perairan laut, (iii) terancamnya hewan laut dari kepunahan akibat meningkatnya suhu dan penurunan salinitas perairan laut, dan (iv) naiknya permukaan laut akibat mencairnya es di kawasan kutub bumi dapat merendam kawasan pesisir dan menenggelamkan pulau-pulau kecil. Semuanya berpotensi mengancam keberlangsungan eksositem pesisir dan lautan sebagai penyangga kehidupan manusia. Untuk itu upaya menekan laju pemanasan global dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengurangi tingginya tingkat deforestasi serta minimalisasi aktivitas lainnya yang menghasilkan emisi gas rumah kaca secara berlebihan merupakan tindakan nyata yang harus segera dilakukan sebelum semuanya terlambat.
Co-Authors Aditya, Lisa Ayu Afifa Muning Saputry Afifa Muning Saputry agustina, imelda Ahmad Ilham Farabi Ahmad Isomudin Ahmad Syaifudin Ahmad Syauqi Ainayah Alfatihah Ainayah Alfatihah Ainul Yaqin Al Isna, Nadia Alfatihah, Ainayah Andaresta, Olivia Andini, Saskia Ade Hutami Fery Anita Padang Anita Puspa Widiyana Apria Ningsih Arifianti, Eka Nur Aris M. Ena Asmiyati Sahbudin Athiyyah, Ismah Ummi Bahrudin, Nadriani Choirunnisa, Saraskia Mei Damayanti, Dienda Happy Dhiyaurroham, Muh Dzikriatu Nurlailah Eka Intan Kumala Putri Eka Nur Arifianti Ena, Aris M. Erlangga, Mohamad Erik Erna Sulistyowati Eva Seda Gadi Evatu Silviana Caesari Putri Fatimatus Sa'adah Fatimatus Saadah Fendri Yuwasahin Firli Handika Firman Robbani Hamdani Dwi Prasetyo Handika, Firli Hari Santoso hari santoso Hari Santoso Hari Santoso Hasan Zayadi Heikal M. Zakaria Heksni Laksa Berlian Ikbal, Mohammad Ikhfini Munawaroh Ikhsan, Miftakhul Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Iman Rohmada, M. Sahubaqul Indrawati, Rinda Intan Trixzi Fradina Intan Trixzi Fradina Izajati, Mustafidah Nur Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Pitono Karim, Ghomamul Kurniawati, Fanny Maulida La Dawar La Sarfan Lailatul Maghfirah Lestaluhu, Rospita Luthfiana, Mauludiya M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis M. Natsir Nessa M. Sahubaqul Iman Rohmada Madehusen Sangadji Maghfirah, Lailatul Maghfiriadi, Furqan Majida Ramadhan Marasabessy, Wardi Mardhia, Dwi Marsela Masitoh, Liza Khoidiyah Masykuri, Ahmad Amirudin Maulidhya, Shania Miftakhul Ikhsan Muh Dhiyaurroham Muhammad Alhayyu Infant Muhammad Fahmi Hidayatullah Munawaroh, Ikhfini Munawaroh, Tanwirul Mustafidah Nur Izajati Muzayid, Ahmad Nadriani Bahrudin Nazilatul Ula, Nova Septi Neri Kautsari Nopiana, Medi Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Nur Malichatin Nur, Firman M. Nuresa, Rosi Nurlailah, Dzikriatu Nurlisa Alias Butet Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarakati Nurul Jadid Mubarokati Panggitawati, Nadia Dara Prasetyo, Hamdani Putri Nur Azizah Putri, Dewi Aurina Sukirno Ramadhan, Majida Ratna Djuniwati Lisminingsih RIDWAN AFFANDI Rizki Qorin Nabila Robbani, Firman Rohani Ambo Rappe Rohmawati, Vivi Dwi Rohmi Romdana Rumasoreng, Risman Rumkel, Rasul Hamidi Sahbudin, Asmiyati Saimul Laili Saputry, Afifa Muning Sholikha, Lailatuz Zakiah Sholikha, Lailatuz Zakiatus Siti Aminah Siti Yuli Nuril Hidayah Siti Zulaikha Siti Zulaikha Sukirno Putri, Dewi Aurina Sulis Setiawati Syamsul Arifin Syamsul Bachri Tri Adi Handoyo Putra Ula, Linda Zahrotul Umbu Nay, Shinta Indriani Vara Arsyilia Fitriani Vikriansyah, Muchammad Faruq Vina Fitria Wulandari Vivi Dwi Rohmawati Wildhatu Dzati Fiqhul Khuluqiyyah Yudi Ahdiansyah, Yudi Yudi Purnomo Yunani, Silvi Zahid Ubaidillah