Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Selai Berbahan Buah Sawo Udayana, I Gede; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.806

Abstract

Selain berfungsi sebagai pelengkap roti, selai umumnya digunakan sebagai isian kue kering dan komponen tambahan pada berbagai produk makanan. Terdapat juga perubahan tren dalam pola makan masyarakat, terutama dalam pilihan sarapan. Secara umum, selai yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari berbagai jenis buah yang memiliki rasa dan warna yang menarik, seperti stroberi, nanas, srikaya, blueberry, dan cokelat. Karena alasan ini, terdapat upaya untuk menemukan alternatif bahan utama dalam pembuatan selai, yang mengarah pada pemanfaatan buah sawo. Ini disebabkan oleh fakta bahwa sawo belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam berbagai olahan makanan. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Selai yang terbuat dari Buah Sawo dalam aspek rasa, tekstur, aroma, dan warna. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi daya tahan Selai Buah Sawo pada suhu ruangan dan menghitung biaya produksi untuk satu resep Selai Buah Sawo dengan berat 100gr . Penelitian ini melibatkan populasi peneliti di tempat kerja, yang ahli dibidangmya dan masyarakat sekitar, dengan sampel terdiri dari 20 panelis yang terdiri dari 15 panelis ahli dan 5 panelis non-ahli. Namun, daya tahan produk ini terbatas hingga 7 hari pada suhu ruangan, dan harga jual untuk 1 resep Selai Buah Sawo adalah Rp 6.740 dengan isi 100 gr per piece selai. Jam is usually used as a complement to bread, pastries and an additional ingredient in other food products. In addition, there has been a change in people's habits, especially the choice of food at breakfast. In general, the jams on the market are jams made from fruits that have interesting flavors and colors, for example: strawberries, pineapple, srikaya, blueberries, and chocolate. Therefore, to try to find other alternatives to the main ingredients in making jam in terms of the main ingredient is to use sapodilla fruit, because not much has been processed into food preparations. This experiment was carried out using research methods and data collection. This study aims to evaluate the quality of jam made from sapodilla fruit in terms of taste, texture, aroma and color . In addition, this research will also evaluate the durability of Sapodilla Fruit Jam at room temperature and calculate production costs for one recipe of Sapodilla Fruit Jam weighing 100 grams. This study involved a population of researchers at work, who are experts in their field and the surrounding community, with a sample consisting of 20 panelists consisting of 15 expert panelists and 5 non-expert panelists. However, the shelf life of this product is limited to 7 days at room temperature, and the selling price for 1 recipe for Sapodilla Fruit Jam is IDR 6,740 containing 100 grams per piece of jam.
Pendampingan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Tani dan Ternak di Teba Majalangu Lestari, Denok; Widnyana, I Ketut; Ekasani, Kadek Ayu; Wardana, Miko Andi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i3.1833

Abstract

Limbah organik yang berasal dari pertanian dan peternakan dengan jumlah yang banyak dapat memberikan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan alam serta menimbulkan penyakit apabila tidak diolah dengan cara yang tepat. Limbah pertanian dan peternakan ini dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Pendampingan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari bahan limbah pertanian dan peternakan kepada para petani di TeBA Majalangu, Desa Kesiman Kertalangu dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pentingnya pengolahan limbah pertanian dan peternakan sehingga selain dapat membantu kesuburan tanah dan peningkatan usaha pertanian, juga dapat membantu perekonomian para peserta. Pendampingan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu tahap penyuluhan dan tahap pelatihan. Selama melakukan kegiatan, baik penyuluhan dan pelatihan para peserta kegiatan memberikan respon yang baik terhadap materi yang diberikan dan ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam proses pembuatan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, dan tanaman.
The subak lexicon based on local wisdom as the development of educational tourism promotion in the Subak Teba Majalangu, Kesiman Kertalangu Village, Bali Ekasani, Kadek Ayu; Lestari, Denok; Sudarsana, Cokorda Istri Sri Apriyani; Mirayanti, Ni Luh Diah
Journal of Applied Studies in Language Vol. 6 No. 2 (2022): Dec. 2022
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasl.v6i2.563

Abstract

The Subak Teba Majalangu Kesiman Kertalangu Village is intended for the community and introduces nature-based education. The concept of educational tourism itself is focused on nature tourism, namely agriculture where the activities will be more emphasized how to plow, hoe, make seeds, plant rice, fertilize, harvest, and other agricultural activities. The purpose of this study was to create a mapping of the lexicon containing local wisdom in the Subak Teba Majalangu. This research has an urgency to support the preservation of regional culture, as well as preserve regional languages as the cultural wealth of the archipelago. The qualitative method with an anthropological approach was used in this research. The data will be collected through interviews with selected informants, do observation, then make an analysis based on domains, and present using tables and images. The result of this research is there are five groups of Subak, which are the group of tillage tools, weed controller, various kinds of sickles, treating and monitoring tools, and harvest tools. Those tools have their functions and purposes to help farmers starting from tilling the land, planting, and tending until harvesting. Although some of the tools are no longer used by the farmer, this research can be used to preserve the Balinese culture especially the lexicon of Subak, the Balinese traditional irrigation system
Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di aston canggu beach resort: The effect of motivation and work environment on employee performance at aston canggu beach resort Darmayanti, Ni Komang Ari; lestari, Denok; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v1i11.223

Abstract

Motivasi dan Lingkungan Kerja merupakan faktor yang mempengaruhi Kinerja Karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Motivasi dan Lingkungan terhadap Kinerja Karyawan. Penelitian ini dilakukan di Aston Canggu Beach Resort, yaitu pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2021.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Motivasi dan Lingkungan terhadap Kinerja di Aston Canggu Beach Resort, dengan penyebaran kuesioner kepada 112 karyawansebagai sampel,dan teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik sampling jenuh. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan SPSS 25.0.Hasil penelitian ini menunjukkan Variabel Motivasi berpengaruh signifikanterhadap Kinerja Karyawan. Variabel Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Varibel Motivasi dan Lingkungan Kerja bersama -sama berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Berdasarkan hasil analisis tersebut disarankan agar manajemen lebih memperhatikan pemberian Motivasi dan Lingkungan Kerja.
Pengaruh motivasi dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan pada era new normal Arta, I Ketut Yoga Arshana; Lestari, Denok; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v1i12.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan di hotel Bali Tropic Resort & SPA pada era new normal secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengolahan data primer melalui kuesioner yang diberikan kepada karyawan di hotel Bali Tropic Resort & SPA. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah 57 responden dari 160 karyawan di hotel Bali Tropic Resort & SPA. Analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan motivasi dan pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dimana hasil nilai uji F didapatkan dengan Fhitung = 34,457 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Secara parsial motivasi berpengaruh positif dan signifikan (0,003 < 0,05) terhadap kinerja karyawan dengan t hitung = 3.091, pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan (0,000 < 0,05) terhadap kinerja karyawan dengan t hitung = 4.445. This study aims to determine the effect of motivation and job training on employee performance at the Bali Tropic Resort & SPA hotel in the new normal era simultaneously and partially. This study uses quantitative methods with primary data processing through questionnaires given to employees at the Bali Tropic Resort & SPA hotel. The sampling technique used is simple random sampling. The sample used was 57 respondents from 160 employees at the Bali Tropic Resort & SPA hotel. The data analysis used is the classical assumption test and multiple linear regression. The results showed that simultaneously motivation and job training had a positive and significant effect on employee performance, where the results of the F test value were obtained with Fcount = 34,457 and a significant value of 0.000 <0.05. Partially, motivation has a positive and significant effect (0.003 < 0.05) on employee performance with t count = 3.091, job training has a positive and significant effect (0.000 < 0.05) on employee performance with t count = 4.445.
Pengaruh Lokasi dan Motivasi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Domestik ke Mata Air Tembeling, Nusa Penida Damayanti, Elfira; Lestari, Denok; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.343

Abstract

Lokasi dan motivasi wisata mampu memberikan pengaruh terhadap tingkat keputusan berkunjung wisatawan ke Mata Air Tembeling. Penelitian tersebut dilakukan untuk menganalisis : 1) pengaruh lokasi terhadap.keputusan.berkunjung.wisatawan.domestik.ke Mata Air Tembeling, 2) pengaruh motivasi wisata terhadap keputusan berkunjung wisatawan domestik ke Mata Air Tembeling, 3) pengaruh lokasi dan motivasi wisata terhadap keputusan wisatawan domestik ke Mata Air Tembeling. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif sedangkan teknik penetuan sampel.yang digunakan yaitu purposive sampling. Kriteria responden adalah yang sudah pernah berkunjung maupun yang sedang berkunjung ke Mata Air Tembeling. Penelitian ini mengambil 100 responden dengan cara memperoleh data melalui penyebaran kuesioner dan studi literatur. Sementara pengujian instrumen dilakukan dengan uji.validitas dan uji.reliabilitas, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Lokasi bernilai positif dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan domestik ke Mata Air Tembeling, 2) Motivasi wisata bernilai positif dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan domestik ke Mata Air Tembeling, 3) lokasi dan motivasi wisata berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan domestik ke Mata Air Tembeling. Berdasarkan analisis data, lokasi memberikan pengaruh sebesar 3,69%, dan motivasi wisata berpengaruh sebesar 7,19%. Dapat dikatakan motivasi wisatawan berpengaruh dominan terhadap keputusan berkunjung. keduanya memberikan pengaruh sebesar 66,9% serta sisanya dipengaruhi variabel lainnya. The decision level of visitors visiting Tembeling Springs may be influenced by the location and purpose of tourism. The study was conducted to analyze: 1) The effect of location on the decision of domestic tourists to visit Tembeling Springs, 2) the impact of tourist motivation on the decision of domestic tourists to visit Tembel Springs 3) The impact of geography and tourism motivation on domestic tourists' decision to visit Tembeling Springs. This study is quantitatively descriptive, and the sample strategy employed is purposive sampling. Those who have visited or are currently visiting Tembel Springs qualify as respondents. This study collected data from 100 participants via questionnaires and a review of the relevant literature. In the meantime, the testing of the instruments was undertaken using the validity and reliability tests, whereas the data analysis technique employed the classical assumption test, multiple linear regression analysis, and descriptive statistics. The findings indicated that : 1) The location of Tembeling Springs has a good impact on the decision of domestic tourists to visit the destination, 2) Positive tourism motivation has a substantial impact on the decision of domestic tourists to visit Tembeling Springs, 3) The decision of domestic tourists to visit Tembeling Springs is heavily influenced by geography and tourist motive. Location has an effect of 3.69 percent, whereas tourism motive has an effect of 7.29 percent, according to data research. It might be claimed that tourist motive has the greatest impact on visitation choices. Both have a 66.9% impact, while the remainder is impacted by other variables.
Persepsi Wisatawan Domestik terhadap Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis Chse pada Era New Normal Sari, Wulan; Astina, Made Arya; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.703

Abstract

Demi meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan akibat pandemi COVID-19, Protokol Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability (CHSE) disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI) di sektor pariwisata. Salah satu objek wisata yang sudah mendapatkan sertifikasi CHSE yaitu Pura Luhur Uluwatu. Studi ini memiliki tujuan dalam mengetahui bagaimanakah protokol kesehatan berbasis CHSE yang terdapat di objek wisata Pura Luhur Uluwatu dan bagaimanakah persepsi wisatawan domestik terhadap penerapan CHSE di objek wisata tersebut. Metode penelitian yaitu mix method (kuantitatif dan kualitatif) dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, kuesioner, studi kepustakaan dan dokumentasi. Kuesioner dilakukan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan pada segi cleanliness adanya imbauan mengenai kebersihan, ketersediaan sarana cuci tangan dan hand sanitzer, kamar mandi yang bersih dan pemantauan dan evaluasi penerapan aturan kebersihan. Segi health yaitu aturan suhu tubuh bagi wisatawan untuk masuk, sirkulasi udara yang baik, penggunaan APD petugas,pelayanan reservasi daring maupun pembayaran non tunai. Segi safety adanya informasi mengenai mekanisme keselamatan diri dari bencana alam, peta titik kumpul, rute evakuasi, ketersediaan kotak P3K, alat pemadam kebakaran dan lainnya. Segi environmental sustainability adanya aturan pemilahan sampah, efesiensi pemanfaatan air, perlengkapan ramah lingkungan dan kondisi lingkungan yang asri dan nyaman. Selanjutnya persepsi wisatawan domestic terhadap penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE di objek wisata Pura Luhur Uluwatu pada era new normal sudah termasuk sangat baik. Diketahui bahwa persepsi yang paling baik adalah persepsi terhadap environmental sustainability (kelestarian lingkungan). Selanjutnya adalah persepsi terhadap cleanlines(kebersihan). Pada urutan ketiga adalah persepsi terhadap safety (keamanan) dan yang terakhir adalah persepsi terhadap health (kesehatan). In order to regain tourist’s trust caused by the COVID-19 pandemic, the Ministry of Tourism and Creative Economy has organize a Cleanliness, Health, Safety and Envionrmental Sustainability (CHSE) Protocol in tourism sector. This research wanted to find out how the CHSE based health protocol contained and how the perception of tourists domestic to the implementation of CHSE in Uluwatu temple in the new normal era. The research method is a mix method (quantitative and qualitative) with observation, interviews, questionnaires, literature study and docummentation. The questionnaire conducted using accidental sampling technique. The results showed that in terms of cleanliness there were reminder regarding cleanliness, hand washing facilities and hand sanitzers, clean bathrooms and monitoring, evaluation of the hygiene rules. In terms of health, body temperature rules for tourists to enter, good air circulation, use of PPE by officers, online reservation services and non-cash payments. In terms of safety, information on the mechanism of self-rescue from natural disasters, maps of gathering point locations, evacuation routes, availability of first aid kits, fire extinguishers and others. In terms of environmental sustainability, segregating waste, efficient use of water, environmentally friendly equipment and comfortable environmental conditions. Furthermore, the perception of domestic tourists towards the application of CHSE-based health protocols in Uluwatu temple in the new normal era are very good. The best perception is the perception of environmental sustainability. Next is the perception of cleanlines. Next is the perception of safety and the last is the perception of health.
Inovasi Pengolahan Abon Berbahan Dasar Jantung Pisang Sukreni, Gusti Ayu Dwi; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.805

Abstract

Tujuan dari penelitian Pengolahan Abon Berbahan Jantung Pisang dan Manfaatnya Sebagai Pencegah Kanker ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas abon berbahan dasar jantung pisang kepok dari segi aroma, rasa, tekstur, dan warna, kemudian untuk mengetahui daya tahan serta menganalisis seberapa besar biaya yang diperlukan dalam pembuatan abon dengan bahan dasar jantung pisang kepok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini digunakan dengan membuat olahan abon berbahan dasar jantung pisang, kemudian diuji oleh 30 panelis dengan tes Organoleptik, observasi, dan analisis biaya produksi. Hasil penelitian ini berupa kualitas abon berbahan jantung pisang adalah enak dari segi rasa, beraroma sedap seperti abon pada umumnya, tekstur yang renyah dan kering serta memiliki warna yang menarik. Dari hasil uji daya tahan abon berbahan jantung pisang, mampu bertahan selama kurang dari satu bulan. Hasil analisis biaya produksi abon berbahan jantung pisang yaitu Rp 8.900,00 per unit. The purpose of this research on Processing of Shredded Banana Hearts and Its Benefits as a Cancer Prevention is to find out how the quality of shredded banana heart-based kepok is in terms of aroma, taste, texture, and color, then to determine its durability and analyze how much it costs to make shredded with the basic ingredients of kepok banana heart. The research approach used was experimental research, this experimental research was used by making processed floss made from banana blossoms, then tested by 30 panelists with organoleptic tests, observations, and production cost analysis. The results of this study are that the quality of shredded banana heart is delicious in terms of taste, smells good like shredded in general, has a crunchy and dry texture and has anattractive color. From the test results for the durability of shredded banana flower, it can last for less than one month. The results of the analysis of the production cost of floss made from banana blossoms are Rp. 8,900.00 per unit.
Pembuatan Selai Berbahan Buah Sawo Udayana, I Gede; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.806

Abstract

Selain berfungsi sebagai pelengkap roti, selai umumnya digunakan sebagai isian kue kering dan komponen tambahan pada berbagai produk makanan. Terdapat juga perubahan tren dalam pola makan masyarakat, terutama dalam pilihan sarapan. Secara umum, selai yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari berbagai jenis buah yang memiliki rasa dan warna yang menarik, seperti stroberi, nanas, srikaya, blueberry, dan cokelat. Karena alasan ini, terdapat upaya untuk menemukan alternatif bahan utama dalam pembuatan selai, yang mengarah pada pemanfaatan buah sawo. Ini disebabkan oleh fakta bahwa sawo belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam berbagai olahan makanan. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Selai yang terbuat dari Buah Sawo dalam aspek rasa, tekstur, aroma, dan warna. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi daya tahan Selai Buah Sawo pada suhu ruangan dan menghitung biaya produksi untuk satu resep Selai Buah Sawo dengan berat 100gr . Penelitian ini melibatkan populasi peneliti di tempat kerja, yang ahli dibidangmya dan masyarakat sekitar, dengan sampel terdiri dari 20 panelis yang terdiri dari 15 panelis ahli dan 5 panelis non-ahli. Namun, daya tahan produk ini terbatas hingga 7 hari pada suhu ruangan, dan harga jual untuk 1 resep Selai Buah Sawo adalah Rp 6.740 dengan isi 100 gr per piece selai. Jam is usually used as a complement to bread, pastries and an additional ingredient in other food products. In addition, there has been a change in people's habits, especially the choice of food at breakfast. In general, the jams on the market are jams made from fruits that have interesting flavors and colors, for example: strawberries, pineapple, srikaya, blueberries, and chocolate. Therefore, to try to find other alternatives to the main ingredients in making jam in terms of the main ingredient is to use sapodilla fruit, because not much has been processed into food preparations. This experiment was carried out using research methods and data collection. This study aims to evaluate the quality of jam made from sapodilla fruit in terms of taste, texture, aroma and color . In addition, this research will also evaluate the durability of Sapodilla Fruit Jam at room temperature and calculate production costs for one recipe of Sapodilla Fruit Jam weighing 100 grams. This study involved a population of researchers at work, who are experts in their field and the surrounding community, with a sample consisting of 20 panelists consisting of 15 expert panelists and 5 non-expert panelists. However, the shelf life of this product is limited to 7 days at room temperature, and the selling price for 1 recipe for Sapodilla Fruit Jam is IDR 6,740 containing 100 grams per piece of jam.
Pengaruh Performance Appraisal dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Putri, Ni Made Dian Windari; Pantiyasa, I Wayan; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i9.883

Abstract

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah faktor yang sangat penting dalam pengelolaan suatu perusahaan serta mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan. Hal ini berkaitan dengan cara pemeliharaan perusahaan terhadap kinerja karyawan untuk mengoptimalkan karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan. Kinerja karyawan adalah hasil atau prestasi kerja karyawan yang dinilai dari segi kualitas ataupun kuantitas yang didasari dari standar kerja yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. Kinerja karyawan adalah salah satu modal bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya, sehingga kinerja karyawan adalah hal yang patut dipertimbangkan dan ditingkatkan oleh pemimpin perusahaan. Dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan perlu melakukan evaluasi kinerja dengan menggunakan sistem penilaian kinerja sebagai bentuk controlling terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh performance appraisal dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Residences. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan alat penelitian berupa kuesioner dengan teknik sampling Simple Random Sampling. Data diolah dari jawaban lengkap 115 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan performance appraisal dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai F-hitung = 18,149 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara parsial, performance appraisal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai T-hitung = 4,304 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai T-hitung = 4,853 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Human Resource Management is a crucial factor in the management of a company and plays a primary role in every company activity. It involves how the company maintains employee performance to optimize their execution of assigned tasks and responsibilities. Employee performance is the result or achievement of work assessed in terms of quality or quantity, based on the work standards set by the company. Employee performance is a key asset for a company in achieving its goals, so it is something that company leaders should consider and enhance. To improve employee performance, companies need to conduct performance evaluations using performance appraisal systems as a form of control over employee performance. This study aims to analyze the impact of performance appraisal and work motivation on the performance of employees at Novotel Bali Nusa Dua Hotel & Residences. The research method used is a quantitative approach with data collection through questionnaires and Simple Random Sampling. Data were analyzed from complete responses of 115 respondents using multiple linear regression analysis. The results show that, simultaneously, performance appraisal and work motivation have a positive and significant effect on employee performance, with an F-value of 18.149 and a significance value of 0.000 < 0.05. Partially, performance appraisal has a positive and significant effect on employee performance, with a T-value of 4.304 and a significance value of 0.000 < 0.05. Work motivation also has a positive and significant effect on employee performance, with a T-value of 4.853 and a significance value of 0.000 < 0.05.