Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Abon Vegetarian Berbahan Dasar Bonggol Pisang Klutuk Dewi , Ida Ayu Ari Chandra; Lestari , Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.482

Abstract

Abon merupakan makanan yang tidak asing lagi dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas abon vegetarian berbahan dasar bonggol pisang klutuk melalui eksperimen uji organoleptik dari segi rasa, warna, tekstur dan aroma, kemudian untuk mengetahui daya tahan , minat konsumen serta untuk mengetahui biaya produksi dari produk abon vegetarian berbahan dasar bonggol pisang klutuk. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini berdasarkan uji organoleptik yang dilakukan oleh 20 panelis memperoleh hasil enak dari segi rasa, menarik dari segi warna, kering dari segi tekstur dan sangat harum dari segi aroma. Dari uji daya tahan abon vegetarian berbahan dasar bonggol pisang klutuk, mampu bertahan selama 7 hari. Hasil survey minat konsumen menunjukkan masyarakat tertarik dengan inovasi produk abon ini. Hasil analisis biaya satu kali produksi abon adalah Rp 32.575,- serta biaya untuk satuan produk dengan berat 100 gram/ bungkus adalah Rp 16.300. Abon or Floss is a food that is familiar consumed by the people of Indonesia. The purpose of this study was to determine the quality of vegetarian floss klutuk banana hump through organoleptic testing in terms of taste, color, texture and aroma, then to determine durability, consumer interest and to determine the production cost of vegetarian floss made of klutuk banana hump. The research method used in this study is an experimental research method with data collection techniques using quantitative and qualitative. The results of this study based on organoleptic tests conducted by 20 panellists obtained good results in terms of taste, attractive in terms of colour, dry in terms of texture and very fragrant in terms of scent. From the resistance test the vegetarian floss klutuk banana hump was able to last for 7 days. The results of the consumer interest survey show that people are interested in this floss product innovation. The result of the one-time cost analysis is Rp 32.575, - and the unit price with a weight of 100 grams/pack is Rp 16,300.
Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Labu Kuning Shinta , Syahrifah; Lestari , Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.521

Abstract

Cookies adalah kue kering yang bertekstur renyah, berbentuk pipih dan biasanya berbentuk kecil. Pada umumnya cookies berbahan tepung terigu. Namun kalori yang terkandung dalam tepung terigu sangatlah tinggi. Dalam hal ini peneliti ingin mengurangi ketergantungan penggunaan tepung terigu dengan salah satu jenis buah yang dimana masyarakat masih awam dalam pengolahannya, yaitu buah labu kuning, yang dapat ditemukan dengan sangat mudah dipasaran. Peneliti ingin membuat inovasi baru yaitu produk cookies berbahan campuran tepung labu kuning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas, daya tahan produk, serta biaya pembuatan produk. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data. Percobaan ini menggunakan tiga formulasi dengan rasio: P1 = 25% tepung labu kuning dan 75% tepung terigu, P2 = 50% tepung labu kuning dan 50% tepung terigu, P3 = 75% tepung labu kuning dan 25% tepung terigu. Berdasarkan hasil uji organoleptik yang diujikan kepada 20 panelis ahli, cookies (P2) mendapatkan nilai terbaik dengan skor 316. Dalam kurun waktu 7 hari, produk cookies tidak mengalami penurunan kualitas. Total biaya yang diperlukan adalah Rp. 42.650,- sedangkan dengan per satu piece cookies dengan berat 25 gram sebesar Rp. 2000.- Cookies are pastries that are crunchy in texture, flat in shape and usually small in shape. In general, cookies are made from wheat flour. However, the calories contained in wheat flour are very high. In this case the researcher wants to reduce the dependence on the use of wheat flour with one type of fruit that is still foreign in its processing, namely pumpkin which is very easy to find in the market. Researchers want to make a new innovation, namely a pastry product made from a mixture of pumpkin flour. The purpose of this research is to find out how the quality, durability of the product, and the cost of making the product are. This experiment was conducted using research methods and data collection. This experiment used three formulations with ratios: P1 = 25% pumpkin flour and 75% wheat flour, P2 = 50% pumpkin flour and 50% wheat flour, P3 = 75% pumpkin flour and 25% wheat flour. Based on the results of organoleptic tests tested on 20 expert panelists, cookies (P2) got the best score with a score of 316. Within 7 days, the cookie product did not experience any quality degradation. degradation. The total cost required is Rp. 42,650, - while one piece of pastries weighing 25 grams is Rp. 2000.-
Kualitas Cookies Kastengel dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau Nuryanti , Ni Luh Gede; Lestari , Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.599

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kualitas cookies kastengel dengan substitusi tepung kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan menggunakan 3 formulasi tepung kacang hijau yaitu P1 (10%), P2 (25%) dan P3 (50%). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi pengamatan dan kuisioner uji organoleptik. Penelis yang digunakan sebanyak 20 orang yang terdiri dari panelis ahli, mahasiswa dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi cookies P2 (25% tepung kacang hijau, 75% tepung terigu) mendapatkan skor uji organoleptik tertinggi dengan 361 skor. Dari segi rasa mendapatkan kriteria sangat enak, warna terang, aroma sangat harum dan tekstur sangat renyah. Hasil uji daya tahan menunjukkan bahwa cookies kastengel dengan substitusi tepung kacang hijau dapat bertahan selama 7 hari kedepan di dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Hasil analisis biaya produksi sebesar Rp 54.337-, dengan harga satuan cookies sebesar Rp 2.000-, dengan berat 15 gram/pcs. This research is an experimental study that aims to determine the quality of kastengel cookies with mung bean flour substitution. This study used an experimental research method using 3 formulations of mung bean flour, such as P1 (10%), P2 (25%) and P3 (50%). The data analysis technique used descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. The collection of data techniques are observation and organoleptic test questionnaires. The researchers used were 20 people consisting of expert panelists, students and the community. The results showed that the P2 cookies formulation (25% mung bean flour, 75% wheat flour) got the highest organoleptic test with 361 scores. In terms of taste the criteria very good, bright color, very fragrant smell and very crunchy texture. The power test results showed that kastengel cookies with mung bean flour substitution could last for the next 7 days in an airtight container at room temperature. The results of the analysis of production costs are Rp 54.337-, with a unit price of cookies Rp 2.000-, with a weight 15 grams/pcs.
Persepsi Wisatawan Domestik terhadap Penerapan Protokol Kesehatan Berbasis Chse pada Era New Normal Sari, Wulan; Astina, Made Arya; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.703

Abstract

Inovasi Pengolahan Abon Berbahan Dasar Jantung Pisang Sukreni, Gusti Ayu Dwi; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.805

Abstract

Tujuan dari penelitian Pengolahan Abon Berbahan Jantung Pisang dan Manfaatnya Sebagai Pencegah Kanker ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas abon berbahan dasar jantung pisang kepok dari segi aroma, rasa, tekstur, dan warna, kemudian untuk mengetahui daya tahan serta menganalisis seberapa besar biaya yang diperlukan dalam pembuatan abon dengan bahan dasar jantung pisang kepok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini digunakan dengan membuat olahan abon berbahan dasar jantung pisang, kemudian diuji oleh 30 panelis dengan tes Organoleptik, observasi, dan analisis biaya produksi. Hasil penelitian ini berupa kualitas abon berbahan jantung pisang adalah enak dari segi rasa, beraroma sedap seperti abon pada umumnya, tekstur yang renyah dan kering serta memiliki warna yang menarik. Dari hasil uji daya tahan abon berbahan jantung pisang, mampu bertahan selama kurang dari satu bulan. Hasil analisis biaya produksi abon berbahan jantung pisang yaitu Rp 8.900,00 per unit. The purpose of this research on Processing of Shredded Banana Hearts and Its Benefits as a Cancer Prevention is to find out how the quality of shredded banana heart-based kepok is in terms of aroma, taste, texture, and color, then to determine its durability and analyze how much it costs to make shredded with the basic ingredients of kepok banana heart. The research approach used was experimental research, this experimental research was used by making processed floss made from banana blossoms, then tested by 30 panelists with organoleptic tests, observations, and production cost analysis. The results of this study are that the quality of shredded banana heart is delicious in terms of taste, smells good like shredded in general, has a crunchy and dry texture and has anattractive color. From the test results for the durability of shredded banana flower, it can last for less than one month. The results of the analysis of the production cost of floss made from banana blossoms are Rp. 8,900.00 per unit.
Pembuatan Selai Berbahan Buah Sawo Udayana, I Gede; Lestari, Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.806

Abstract

Selain berfungsi sebagai pelengkap roti, selai umumnya digunakan sebagai isian kue kering dan komponen tambahan pada berbagai produk makanan. Terdapat juga perubahan tren dalam pola makan masyarakat, terutama dalam pilihan sarapan. Secara umum, selai yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari berbagai jenis buah yang memiliki rasa dan warna yang menarik, seperti stroberi, nanas, srikaya, blueberry, dan cokelat. Karena alasan ini, terdapat upaya untuk menemukan alternatif bahan utama dalam pembuatan selai, yang mengarah pada pemanfaatan buah sawo. Ini disebabkan oleh fakta bahwa sawo belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam berbagai olahan makanan. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Selai yang terbuat dari Buah Sawo dalam aspek rasa, tekstur, aroma, dan warna. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi daya tahan Selai Buah Sawo pada suhu ruangan dan menghitung biaya produksi untuk satu resep Selai Buah Sawo dengan berat 100gr . Penelitian ini melibatkan populasi peneliti di tempat kerja, yang ahli dibidangmya dan masyarakat sekitar, dengan sampel terdiri dari 20 panelis yang terdiri dari 15 panelis ahli dan 5 panelis non-ahli. Namun, daya tahan produk ini terbatas hingga 7 hari pada suhu ruangan, dan harga jual untuk 1 resep Selai Buah Sawo adalah Rp 6.740 dengan isi 100 gr per piece selai. Jam is usually used as a complement to bread, pastries and an additional ingredient in other food products. In addition, there has been a change in people's habits, especially the choice of food at breakfast. In general, the jams on the market are jams made from fruits that have interesting flavors and colors, for example: strawberries, pineapple, srikaya, blueberries, and chocolate. Therefore, to try to find other alternatives to the main ingredients in making jam in terms of the main ingredient is to use sapodilla fruit, because not much has been processed into food preparations. This experiment was carried out using research methods and data collection. This study aims to evaluate the quality of jam made from sapodilla fruit in terms of taste, texture, aroma and color . In addition, this research will also evaluate the durability of Sapodilla Fruit Jam at room temperature and calculate production costs for one recipe of Sapodilla Fruit Jam weighing 100 grams. This study involved a population of researchers at work, who are experts in their field and the surrounding community, with a sample consisting of 20 panelists consisting of 15 expert panelists and 5 non-expert panelists. However, the shelf life of this product is limited to 7 days at room temperature, and the selling price for 1 recipe for Sapodilla Fruit Jam is IDR 6,740 containing 100 grams per piece of jam.
DIRECTIVE SPEECH OF BALINESE WOMEN: A STUDY OF SOCIOLINGUISTICS Denok Lestari
Journal of Language and Applied Linguistics Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Language and Applied Linguistics
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.733 KB)

Abstract

This paper studies speech act phenomena in Denpasar area during Piodalan – temple ceremony which takes place every 210 days.  Balinese people, mostly women, work together hand in hand to get the offerrings and all equipments ready for the ceremony. During the preparation, Balinese people maintain the use of Basa Bali as their media of communication. From their conversation, it can be observed that the use of directive speech occurs more frequent than the use of other speech act functions, i.e. assertive, commissive, expressive, and declarative.  Directive speech is aimed to produce an effect in the form of the action of the hearer. It can be used in the form of imperative, interrogative, statement, or simply by giving hints. It is important to discuss the use of directive speech in order to gain the real message within the utterances which occur during the ritual.
Pendampingan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Tani dan Ternak di Teba Majalangu Lestari, Denok; Widnyana, I Ketut; Ekasani, Kadek Ayu; Wardana, Miko Andi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i3.1833

Abstract

Limbah organik yang berasal dari pertanian dan peternakan dengan jumlah yang banyak dapat memberikan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, kerusakan alam serta menimbulkan penyakit apabila tidak diolah dengan cara yang tepat. Limbah pertanian dan peternakan ini dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Pendampingan pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari bahan limbah pertanian dan peternakan kepada para petani di TeBA Majalangu, Desa Kesiman Kertalangu dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta tentang pentingnya pengolahan limbah pertanian dan peternakan sehingga selain dapat membantu kesuburan tanah dan peningkatan usaha pertanian, juga dapat membantu perekonomian para peserta. Pendampingan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu tahap penyuluhan dan tahap pelatihan. Selama melakukan kegiatan, baik penyuluhan dan pelatihan para peserta kegiatan memberikan respon yang baik terhadap materi yang diberikan dan ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam proses pembuatan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, dan tanaman.
The subak lexicon based on local wisdom as the development of educational tourism promotion in the Subak Teba Majalangu, Kesiman Kertalangu Village, Bali Ekasani, Kadek Ayu; Lestari, Denok; Sudarsana, Cokorda Istri Sri Apriyani; Mirayanti, Ni Luh Diah
Journal of Applied Studies in Language Vol. 6 No. 2 (2022): Dec. 2022
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasl.v6i2.563

Abstract

The Subak Teba Majalangu Kesiman Kertalangu Village is intended for the community and introduces nature-based education. The concept of educational tourism itself is focused on nature tourism, namely agriculture where the activities will be more emphasized how to plow, hoe, make seeds, plant rice, fertilize, harvest, and other agricultural activities. The purpose of this study was to create a mapping of the lexicon containing local wisdom in the Subak Teba Majalangu. This research has an urgency to support the preservation of regional culture, as well as preserve regional languages as the cultural wealth of the archipelago. The qualitative method with an anthropological approach was used in this research. The data will be collected through interviews with selected informants, do observation, then make an analysis based on domains, and present using tables and images. The result of this research is there are five groups of Subak, which are the group of tillage tools, weed controller, various kinds of sickles, treating and monitoring tools, and harvest tools. Those tools have their functions and purposes to help farmers starting from tilling the land, planting, and tending until harvesting. Although some of the tools are no longer used by the farmer, this research can be used to preserve the Balinese culture especially the lexicon of Subak, the Balinese traditional irrigation system
Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di aston canggu beach resort: The effect of motivation and work environment on employee performance at aston canggu beach resort Darmayanti, Ni Komang Ari; lestari, Denok; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v1i11.223

Abstract

Motivasi dan Lingkungan Kerja merupakan faktor yang mempengaruhi Kinerja Karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Motivasi dan Lingkungan terhadap Kinerja Karyawan. Penelitian ini dilakukan di Aston Canggu Beach Resort, yaitu pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2021.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Motivasi dan Lingkungan terhadap Kinerja di Aston Canggu Beach Resort, dengan penyebaran kuesioner kepada 112 karyawansebagai sampel,dan teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik sampling jenuh. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan SPSS 25.0.Hasil penelitian ini menunjukkan Variabel Motivasi berpengaruh signifikanterhadap Kinerja Karyawan. Variabel Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Varibel Motivasi dan Lingkungan Kerja bersama -sama berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Berdasarkan hasil analisis tersebut disarankan agar manajemen lebih memperhatikan pemberian Motivasi dan Lingkungan Kerja.
Co-Authors Anak Agung Istri Putera Widiastiti Anak Agung Istri Putera Widiastiti Ananda, I Made Aryanta Ariwidana, I Putu Eka Nova Arta, I Ketut Yoga Arshana Astina, Made Arya Aswirna, Aurelia Aurelia Aswirna Ayu , Kadek Mirah Maharani Astika Bagus Putu Wahyu Nirmala Charisa Angelina Lenau Pelaun Cokorda Istri Sri Apriyani Sudarsana Damayanti, Elfira Darmayanti, Ni Komang Ari Dewi , Ida Ayu Ari Chandra Ento , Felicia Meydina Febianti , Febianti Febrawan, Agung Rizky Fedora Gede Karisma Wibawa Gede Yoga Kharisma Pradana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Ketut Suarja I Ketut Widnyana I Made Bagus Cara Aditya I Made Budiarsa I Made Suastra I Nyoman Sedeng I Nyoman Sudiarta I Putu Edy Suardiyana Putra I Wayan Eka Mahendra I WAYAN PASTIKA I Wayan Sukanadi I Wayan Sukanadi Ida Ayu Gayatri IDA BAGUS GDE PRANATAYANA Jesy Valenia Panggabean Kadek Ayu Ekasani Komalasari, Kadek Indah Komang Trisna Pratiwi Arcana Luh Eka Susanti Lulu Debi Lusia Lusia, Lulu Debi Mirayanti, Ni Luh Diah Moh Agus Sutiarso Muhamad Nova Muliadiasa, I Ketut Naniana Nimrod Benu Nararya Narottama Ni Kadek Andina Julian Ni Komang Ayu Mega Antari Ni Luh Diah Mirayanti Ni Luh Supartini Ni Made Ayu Natih Widhiarini NI MADE AYU SULASMINI . Ni Made Ayuning Pramesti Nirmala, Bagus Wahyu Nuryanti , Ni Luh Gede Nyoman Surya Wijaya Pangestu, Prayoga Pantiyasa, I Wayan Paramita, Putu Dian Yuliani Parwati, Komang Shanty Muni Putra, I Putu Edy Suardiyana Putri, Ni Made Dian Windari Putu Eka Wirawan Rinayanthi, Ni Made Semara, I Made Trisna Shinta , Syahrifah Sudarsana, Cokorda Istri Sri Apriyani Sukaarnawa , I Gusti Made Sukreni, Gusti Ayu Dwi Susanti, Putu Herny Suwintari, I Gusti Ayu Eka Titing Koerniawaty, Francisca Tunjungsari, Komang Ratih Udayana, I Gede Wardana, Miko Andi Wulan Sari, Wulan Yang En Siem Evelyn Yasa, A.A Kompiang Agus Nuarta Yulianto , Fredy Seravino