Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MELATIH SCIENTIFIC REASONING SISWA Shofiyah, Noly; Wulandari, Fitria Eka
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v3n1.p33-38

Abstract

Scientific reasoning merupakan salah satu hasil belajar yang seharusnya dilatihkan kepada siswa karena penalaran ilmiah yang tinggi akan mempengaruhi siswa dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Dibutuhkan keseriusan dalam melatihkan keterampilan scientific reasoning. Sehingga guru harus memilih pedekatan pembelajaran yang sesuai. Artikel ini mendiskusiskan tentang model problem based learning yang merupakan model pembelajaran berbasis inkuiri, dimana pembelajarannya dimulai dengan memberikan masalah. Pembahasan kedua, diperkenalkan pola-pola penalaran ilmiah yang bisa dilatihkan pada siswa baik yang berada pada tahap opersional konkrit maupun formal. Pada akhir pembahasan, akan diuraikan bagaimana model PBL mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan penalaran ilmiah.Kata Kunci: Problem Based Learning and Scientific Reasoning
Media Visual untuk Membelajarkan Menggambar Bentuk pada Siswa Tuna Rungu Wati, Tri Linggo; Wulandari, Fitria Eka; Meisa, Rugaya; Ikawati, Ikawati
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.4655

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penerapan media visual untuk membelajarkan menggambar bentuk siswa tuna rungu, tempat penelitiannya dilakukan di Sekolah Dasar Luar Biasa di Sidoarjo. Jumlah nara sumber dari penelitian ini adalah 3 orang siswa tuna rungu kelas 1. Melalui media visual yang sudah diterapkan guru tersebut terbukti dapat membantu siswa dalam melakukan kegiatan menggambar bentuk, dan siswa tetap dapat berimajinasi karena di akhir kegiatan guru mengguankan cara evaluasi dengan meminta siswa merangkai gambar-gambar yang sudah di tutorialkan sesuai dengan imajinasi siswa. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori tentang pemanfaatan media sebagai fasilitas belajar, yang dapat membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga hasil menggaambar bentuk siswa tampak perubahannya dari tahapan-ke tahapan berikutnya.Kata Kunci: Media Visual, Menggambar Bentuk, Tuna RunguAbstract: This study is a qualitative phenomenological research, the purpose of this study is to describe the application of visual media to teach drawing the shape of deaf students, where the research was conducted at the Extraordinary Elementary School in Sidoarjo. The number of resource persons from this study was 3 deaf students in grade 1. Through the visual media that has been appliedthe teacher is proven to be able to assist students in doing shape drawing activities, and students can still imagine because at the end of the activity the teacher uses an evaluation method by asking students to compile the pictures that have been tutorials are in accordance with the imagination of students. The results of this study are in accordance with the theory of the use of media as a learning facility, which can help students and teachers in the learning process, so that the results of drawing the shape of students appear to change from stage to the next stage.Keywords: Visual Media, Drawing Shapes, Deaf
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MELATIH SCIENTIFIC REASONING SISWA Shofiyah, Noly; Wulandari, Fitria Eka
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v3n1.p33-38

Abstract

Scientific reasoning merupakan salah satu hasil belajar yang seharusnya dilatihkan kepada siswa karena penalaran ilmiah yang tinggi akan mempengaruhi siswa dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Dibutuhkan keseriusan dalam melatihkan keterampilan scientific reasoning. Sehingga guru harus memilih pedekatan pembelajaran yang sesuai. Artikel ini mendiskusiskan tentang model problem based learning yang merupakan model pembelajaran berbasis inkuiri, dimana pembelajarannya dimulai dengan memberikan masalah. Pembahasan kedua, diperkenalkan pola-pola penalaran ilmiah yang bisa dilatihkan pada siswa baik yang berada pada tahap opersional konkrit maupun formal. Pada akhir pembahasan, akan diuraikan bagaimana model PBL mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan penalaran ilmiah.Kata Kunci: Problem Based Learning and Scientific Reasoning
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) PADA BERBAGAI PELARUT EKSTRAKSI Jamilatur Rohmah; Chylen Setiyo Rini; Fitria Eka Wulandari
Jurnal Kimia Riset Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.517 KB) | DOI: 10.20473/jkr.v4i1.13066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50dari ekstrak selada merah (Lactuca sativa var.Crispa) pada berbagai pelarut. Sampel selada merah yang digunakan didapatkan dari desa Turirejo kecamatan Lawang-Malang. Simplisia selada merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut etanol, metanol, etil asetat, dan n-heksana selama 24 jam. Hasil maserasi dipekatkan dengan alat rotary vacuum evaporator. Kemudian dilakukan uji skrining fitokimia serta KLT untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam sampel. Pengujian aktivitas sitotoksik dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil ekstraksi didapatkan ekstrak kental etanol, metanol, etil asetat, dan n-heksana secara berturut-turut sebesar 17,30 g; 12,32 g; 25,61 g; dan 3,76 g. Dan hasil dari uji fitokimia menunjukkan ekstrak etanol selada merah mengandung flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, steroid dan alkaloid. Sedangkan ekstrak metanol selada merah mengandung alkaloid, saponin, dan tanin. Pada ekstrak etil asetat selada merah mengandung alkalid, saponin, steroid, dan tanin. Dan pada ekstrak n-heksana selada merah mengandung alkaloid, steroid, triterpenoid, dan tanin. Hasil aktivitas sitotoksik ekstrak metanol memiliki bioaktivitas tertinggi terhadap Artemia salina Leach. dibandingkan dengan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana. Nilai LC50ekstrak etanol, metanol, etil asetat, dan n-heksana secara berturut-turut adalah 322,288 ppm; 68,632 ppm; 1934,287 ppm; dan 170,115 ppm.Kata kunci: Selada merah (Lactuca sativa var. Crispa), sitotoksik, Artemia salina Leach, BSLT.   
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL BERDASARKAN PRESTASI SISWA Luluk Rachmatul Yasiro; Fitria Eka Wulandari; Fahmi Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 2: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.565 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i2.11

Abstract

The ability to think creatively is an ability that students must have to find or create new things that are useful for student in the learning process. Students with high achievement do not necessarily have high creativity either. This study aims to reveal students creative thinking skills in global warming material based on student achievement. This research method uses qualitative methods with a phenomenological approach. The research location was conducted at SMP Negeri 1 Jabon, Dukuh Sari Jabon Sidoarjo. Data collection techniques used are tests dan interviews. The subjects in this study were 3 outstanding students in class VIII with ratings 1-3. The results showed that students in rank 1 were creative, students in rank 2 were quite creative, and students in rank 3 were very creative.Keywords: creative thinking ability, global warming material, achievementAbstrakKemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa untuk menemukan atau menciptakan hal baru yang berguna baginya dalam proses belajar. Siswa dengan prestasi yang tinggi belum tentu memiliki kreatifitas yang tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pemanasan global berdasarkan prestasi siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jabon, Dukuh Sari Jabon Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa berprestasi di kelas VIII dengan peringkat 1-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa peringkat 1 kreatif, siswa peringkat 2 cukup kreatif, dan siswa peringkat 3 sangat kreatif.Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif, materi pemanasan global, prestasi
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DIPADU DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH PADA KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA Berliana Putri Santoso; Fitria Eka Wulandari
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 1: 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.517 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i1.3

Abstract

Abstrak: Keterampilanberpikir kreatif menjadi capaian utama lulusan pendidikan di era industry 4.0, namun masih kurang dilatihkan di sekolah. Oleh karena itu, tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek dipadu metode pemecahan masalah terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 6 Krian. Sampel diambil dengan teknik sampling purposive sehingga diperoleh 54 siswa di kelas IX C dan IX D. Instrumen yang digunakaan adalah tes berpikir kreatif dengan indikator kelancaran, fleksibilitas, orisinilitas, dan elaborasi. Analisis data yang digunakan adalah uji independent simple T test dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan setiap indikator berpikir kritis pada sebelum dan setelah diterapkan pembelajaran berbasis proyek dipadu eksperimen. Nilai post-test keterampilanberpikir kreatif pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen. Selain itu, hasil uji t diperoleh nilai signifikan (2 - tailed) 0,05. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek dipadu dengan metode pemecahan masalah dapat berpengaruh signifikan pada keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran IPA. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Pemecahan Masalah, Keterampilan Berpikir Kreatif
Development of Web-Based Science Learning Module in Improving the Students’ Understanding of Eco-Literacy Amalia Firdausi; Fitria Eka Wulandari
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 5 No. 3: November 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/esaintika.v5i3.426

Abstract

This study aims to determine the feasibility of the module in improving students' understanding of eco-literacy. This research is development research using the 4D development model with ten students as research participants. The learning module developed is validated by two competent validators from internal and external campuses. The feasibility of the module includes the validity and reliability of the module as measured by the validation questionnaire sheet. The validation results show that the module obtained an average score of 3.66 (very valid category), with the reliability score of 0.83 (real category). The research data were analyzed descriptively and quantitatively. Students' understanding was measured on the competency test in the module on the pretest and posttest after giving the treatment. The results of the module trial calculated using the N-gain formula indicate that the effectiveness was under the high category with a score of 0.703 with an average pretest and posttest values of 43.7 and 83.49, respectively. Based on the study results, it can be concluded that the web-based science learning module developed is valid, reliable, and effective in improving students' understanding of eco-literacy.
Training of Natural Science Learning based Ethno-STEM for Teacher of Muhammadiyah Secondary School in Sidoarjo Septi Budi Sartika; Fitria Eka Wulandari; Luluk Iffatur Rocmah; Nur Efendi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.84 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1155

Abstract

Local wisdom that was raised as a model to understand the concept of natural science has been done in various regions and improved good results. In the current condition of the covid-19 pandemic, natural science teachers need effective learning strategies in conveying concepts, through natural science learning based ethno-STEM this can be answered. The community servicer was gathered natural science teachers of SMP Muhammadiyah throughout Sidoarjo regency to develop natural science learning based ethno-STEM what material and instruments through training. This activity was attended by 21 natural science teachers, representing of ten SMP Muhammadiyah throughout Sidoarjo regency. The activity lasted for 4 days from December 30, 2020 to January 2, 2021, which produced natural science learning based ethno-STEM what material and instruments for secondary school grade VII, VIII, and IX even semester. These learning material and instruments have also been studied by experts so that the results of improvements will improve the validity of the devices and instruments in question. The resulting devices and instruments will be compiled and made into practical books teaching natural science based ethno-STEM. This book is then registered in the Library of The Republic of Indonesia and registered in the Intellectual Property Rights. Advice for further community service activities so that devices and instruments can be implemented in students so that their practicality and effectiveness are tested.
Students' Creative Thinking Skills in the Implementation of Problem Based Learning (PBL) integrated Brainstrorming Method Nur Amila Fatmawati; Fitria Eka Wulandari
SEJ (Science Education Journal) Vol 4 No 1 (2020): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/sej.v4i1.749

Abstract

This research aims to examine the effect of problem-based learning (PBL) integrated brainstorming learning method on students' creative thinking skill. The method used in this research is Quasi-Experimental with - test and Post- test Control Group design. The sampling in this research is sampling namely 23 students in IX A and 23 in IX D. The instrument applied in this study is a creative thinking test that is made in accordance with the indicators of creative thinking based on . To data, the researcher uses independent sample T-test. The research result showed that there is a significant difference of problem based learning (PBL) integrated brainstorming learning method for students' creative thinking skill.
Penggunaan Buku Ajar Pembelajaran IPA I Untuk Melatih Kecakapan Mengajar Mahasiswa Fitria Eka Wulandari; Noly Shofiyah
SEJ (Science Education Journal) Vol 2 No 1 (2018): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/sej.v2i1.2194

Abstract

At this time, there is no textbook for the Science Learning I courses at th Science Education Study Program and the way to teach students is still based on the power point used by the lecturer. As consequences, the student learning process was to be less than optimal in getting learning references. The purpose of this study was to describe the teaching skills of students after the implementation of the Science Learning Textbook I. This study used one shot case study design. The results showed that the use of Science Learning Textbook I could train students' teaching skills. The average student teaching skills were 3.45 with a percentage of 78 categorized Good.