Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIIT PADA LANSIA HIPERTENSI Lestari, Ratna
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2024): JURNAL ILMU-ILMU KESEHATAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v10i2.106

Abstract

Background: Hypertension is a condition of a person's blood pressure is higher than 140 mmHg for systolic and 90 mmHg for diastolic. One of the strategies to manage hypertension is an adequate diet. However, the level of obedience on the hypertension diet is influenced by the level of knowledge. Purpose: This study aimed to determine the correlation between the level of knowledge with hypertension dietary compliance in elderly at Puskesmas Kalasan Area. Methods: This study used cross sectional design with proportional random sampling. This study involved 93 elderly with hypertension as respondents. The level of knowledge and compliance are collected by adopted questionnaire, while the statistical test used is Gamma Somer's D. Result: The result shows p-value 0.000 (<0.05) and the correlation coefficient r 0.815 in a positive direction. Conclusion: These means that there is correlation between knowledge and behavior compliance of hypertension diet. Elderly need accomplishment from family and health worker through education or other action in order to stay healthy with hypertension.Keywords : Knowledge, Compliance, Hypertension Diet, Elderly
Pengembangan Instrumen Tes IPA Berbasis Kearifan Lokal Blitar pada Siswa Sekolah Dasar Lestari, Ratna; Surayanah, Surayanah; Bintartik, Lilik
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Seminar Nasional dan Prosiding PGSD FIP UM 2024 "Transformasi Paradigma Pendidikan Dasar: Pelu
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran IPA telah mengimplementasikan kearifan lokal, akan tetapi dalam belum menggunakan soal berbasis kearifan lokal. Hasil tes siwa juga belum dilakukan analisis. Hal tersebut menjadi latar belakang penelitian ini, yaitu mengembangkan instrumen tes berbasis kearifan lokal yang valid menurut ahli materi dan evaluasi, berkualitas dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan kualitas pengecoh, praktis menurut guru dan siswa serta efektif. Metode penelitian yaitu pengembangan R&D model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 8 tahapan. Hasil validasi ahli materi 100% (sangat valid), ahli evaluasi 83,3% (valid). Pada uji skala kecil diperoleh hasil 27 soal dikatakan valid dan 13 butir tidak valid, 40 soal dikatakan reliabel dengan ri = 0, 95, indeks tingkat kesukaran butir tes sebesar 0,68 kategori sedang, daya pembeda dengan indeks sebesar 0,60 kategori baik. Persentase kepraktisan menurut guru adalah 100% dan menurut siswa 93%. Hasil efektivitas sebesar 66,7% dengan kategori baik. Pada uji skala besar, 19 soal dikatakan valid dan 8 butir tidak valid, 27 soal dikatakan reliabel dengan ri = 0,75, indeks tingkat kesukaran butir tes sebesar 0,70 kategori sedang, daya pembeda mendapatkan nilai indeks sebesar 0,41 dalam kategori baik. Kepraktisan menurut siswa sebesar 95,9% dan hasil efektivitas mendapat nilai 73,9% dalam kategori “baik”.
Pemberdayaan Kader Remaja Parikesit dalam Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Remaja Fajriyati Nur Azizah; Lestari, Ratna; Suwarno
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.682

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis mengalami perubahan dalam kehidupannya. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental, sosial, dan emosional. WHO tahun 2018 menyebutkan prevalensi penderita gangguan mental emosional di dunia usia 10-19 tahun, 16%nya mencakup dalam beban penyakit dan cedera global. Setengah dari semua kondisi kesehatan mental dimulai pada usia 14 tahun, tetapi kasus tidak terdeteksi dan tidak diobati karena sejumlah alasan. Riskesdas tahun 2018 mencatat masalah mental emosional penduduk Indonesia usia >15 tahun di Yogyakarta mencapai 10,1%. Tingginya prevalensi gangguan mental emosional pada remaja menunjukkan perlunya implementasi nyata untuk mengatasi dan mengantisipasi peningkatan angka kejadian gangguan mental emosional di kalangan remaja. Pembentukan kader kesehatan remaja merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan untuk membantu mengoptimalkan peran remaja dalam upaya meningkatkan keterampilannya melakukan deteksi dini kesehatan jiwa. Universitas Jenderal Achmad Yani bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta dan Puskesmas Kalasan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memfasilitasi pemahaman kader remaja Parikesit tentang kesehatan jiwa remaja dan meningkatkan keterampilan remaja dalam melakukan deteksi dini kesehatan jiwa remaja. Untuk mengukur tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini kesehatan jiwa dilakukan pre dan posttest. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan kader dalam melakukan pengkajian dengan kuesioner SDQ dan PSC diukur dengan lembar observasi pengkajian. Hasil yang didapatkan, sebagian besar pengetahuan dan keterampilan kader tentang kesehatan jiwa remaja sebelum dilatih berada pada katagori berpengetahuan baik yaitu sebanyak 59%, katagori cukup 35%, dan katagori kurang 6%. Setelah dilakukan pelatihan didapatkan peningkatan persentase pengetahuan kader remaja yang masuk katagori pengetahuan baik menjadi 82%, dan tidak ada kader yang pengetahuannya dalam katagori rendah. Sedangkan kemampuan kader dalam melakukan pengkajian setelah dilatih didapatkan hasil 100% kader memiliki keterampilan cukup dalam mengkaji kesehatan mental dengan menggunakan kuesioner SDQ dan PSC.
Cegah Komplikasi Gangguan Muskuloskeletal Dengan Balut Bidai Melalui Posyandu Remaja Parikesit Darussalam, Miftafu; Lestari, Ratna; Ferianto; Threes Harjanti, Dini
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.731

Abstract

ABSTRAK Fraktur merupakan terputusnya kontuinitas tulang yang dapat menimbulkan gejala yang umum seperti nyeri atau rasa sakit, pembengkakan dan kelainan bentuk tubuh. Fraktur atau patah tulang harus ditangani dengan cepat, tepat dan harus sesuai dengan prosedur pelaksanaan. Menurut WHO 70% kecelakaan lalu lintas dialami oleh pelajar atau remaja. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional melaporkan bahwa kasus fraktur pada tahun 2017 secara Nasional mengalami peningkatan sebesar 27,7%. Kecelakaan pada sistem musculoskeletal harus ditangani dengan cepat dan tepat. Apabila tidak dilakukan akan menimbulkan cidera yang semakin parah dan dapat memicu terjadinya perdarahan. Dampak lain yang terjadi dapat mengakibatkan kelainan bentuk tulang, kecacatan dan sampai kematian. Untuk mencegah terjadinya cidera pada sistem muskuloskeletal dibutuhkan pertolongan balut bidai. Balut bidai merupakan tindakan memfiksasi atau mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera yang menggunakan benda yang bersifat kaku maupun fleksibel sebagai fiksator. Pertolongan balut bidai dapat dilakukan oleh semua orang awam yang terlatih. Salah satu orang awam yang terlatih disekolah yaitu siswa yang telah mendapatkan pendidikan dasar kegawatdaruratan melalui kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR), dan seharusnya pendidikan dasar kegawatdaruratan tidak hanya diberikan kepada anggota PMR tetapi juga semua siswa disekolah atau remaja di lingkungan desa. Pengabdian masyarakat yang dilakukan di Kelurahan Tamanmartani ini diikuti oleh 21 kader remaja Parikesit. Metode yang digunakan dengan pemberian materi secara online pada hari pertama dan praktik secara langsung di hari kedua. Pengetahuan kader remaja sebelum dan setelah edukasi pembalutan dan pembidaian ada peningkatan pengetahuan dengan mean nilai pretest adalah 62,38 dan mean nilai posttest adalah 95,24. Jadi ada peningkatan sebesar 32,86. Kader sebelum pelatihan yang tidak terampil menjadi terampil sebanyak 12 (57%) kader, sedangkan 4 (19%) kader masih belum terampil. Dibutuhkan pendampingan dari pihak puskesmas Kalasan agar kader remaja Parikesit dapat mengaplikasi ilmu yang telah didapatkan untuk pencegahan komplikasi akibat gangguan fraktur. KATA KUNCI: Posyandu Remaja; Fraktur; Kader Remaja ABSTRACT A fracture is a break in the continuity of the bone that can cause general symptoms such as pain or tenderness, swelling and deformity of the body. Fractures or fractures must be treated quickly, accurately and follow the implementation procedure. According to WHO 70% of traffic accidents are experienced by students or teenagers. Based on the National Health Survey reports, fracture cases in 2017 increased by 27.7% nationally. Accidents to the musculoskeletal system must be treated quickly and appropriately. Failure to do so will result in more severe injury and lead to bleeding. Other impacts can result in bone deformities, disability and even death. To prevent injury to the musculoskeletal system, splints are needed. A splint is an act of fixing or immobilizing the injured body part using a rigid or flexible object as a fixator. Splint dressing can be performed by all trained laypeople. One of the laypeople who are trained in school is a student who has received basic emergency education through extracurricular activities of the Palang Merah Remaja (PMR), and basic emergency education should not only be given to PMR members but also all students in schools or youth in the village environment. The community service carried out in Tamanmartani Village was attended by 21 Parikesit youth cadres. The method used is giving the material online on the first day and hands-on practice on the second day. There was an increase in knowledge of adolescent cadres before and after education on bandages and splints, with the mean pretest value being 62.38 and the posttest mean value being 95.24. So there is an increase of 32.86. There were 12 (57%) cadres before training who were unskilled, while 4 (19%) cadres were still unskilled. Assistance is needed from the Kalasan Public Health Center so that the Parikesit youth cadres can apply the knowledge obtained to prevent complications due to fracture disorders. KEYWORDS: Posyandu Remaja; Fracture; Youth Cadre
Pelatihan Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik Ecotower Pada Lahan Terbatas Fitriani, Fitriani; Mardina, Vivi; Rahmawati, Rahmawati; Fadhly, T. Andi; Gustia Wibowo, Sara; Zulfan Arico; Beni Al Fajar; Lestari, Ratna; Fadhliani, Fadhliani; Ennymirfa, Ennymirfa
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): MEI-AGUSTUS
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i2.3322

Abstract

The students (santri) at Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah have been practicing conventional vegetable cultivation, which requires large areas of land, inefficient fertilization, and is highly susceptible to pests and diseases. To address these issues, training on plant cultivation using the hydroponic eco tower system was conducted to enhance the students' skills. This community service (PkM) activity aimed to improve the knowledge and skills of the students in cultivating plants using the hydroponic eco tower system, thereby potentially enhancing their economic well-being. The methods involved include location surveys, socialization of the PkM activities, implementation of the PkM program, mentoring and monitoring, as well as evaluation after the program's execution. Data were analyzed using both descriptive qualitative and quantitative approaches. The training results showed an increase in learning interest by 87.17%, participant knowledge by 94.85%, and skills by 96.73%, which have the potential to improve the students’ economy and foster independence. Thus, this activity has had a positive impact in minimizing and overcoming the limitations of agricultural land use.
EDUKASI MENGENAI PEMILAHAN SAMPAH PADA SISWA SDN 31 VII KOTO SUNGAI SARIAK, KAB. PADANG PARIAMAN Lestari, Ratna; Ilman Navia, Zidni; Fitriani; Gustia Wibowo, Sara; Sasmita, Putri; Chandra Dewi, Septiani; Epan, Asep
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v2i4.12215

Abstract

Masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Padang Pariaman masih menjadi isu serius, termasuk di lingkungan sekolah dasar, yang ditandai dengan rendahnya kesadaran siswa dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap pentingnya pemilahan sampah sejak dini melalui sosialisasi yang bersifat edukatif dan interaktif. Sosialisasi dilaksanakan di SDN 31 VII Koto Sungai Sariak. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, simulasi pemilahan sampah, pembagian leaflet edukatif, dan kuis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap jenis sampah organik dan anorganik Kegiatan ini terbukti efektif sebagai langkah awal pendidikan lingkungan dan Melalui kegiatan ini, siswa paham bahaya yang ditimbulkan oleh sampah serta pentingnya pemilahan dan pemanfaatan sampah sebagai upaya mengurangi penumpukan sampah.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Napza Pada Kader Remaja Parikesit Ferianto, Ferianto; Lestari, Ratna; Utami, Khristina Dias; Hutasoit, Masta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Philanthropy, July 2023
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v1i2.115

Abstract

This community service aims to assist Puksemas in creating a drug-free society through the revitalization of the Parikesit Posyandu program. The method of activity carried out is with assistance and technical guidance through health education, lectures and discussions, as well as monitoring program evaluation. The target for this community service is all youth in Tirtomartani Village, especially the management of Parikesit Posyandu cadres. The activities were carried out starting from preparation to evaluation, which were carried out on November 10-30 2021. Assistance activities began with coordinating program implementation, counseling activities and assisting in the evaluation of the programs being carried out. The final assistance aims to increase knowledge about drugs for adolescents in Tirtomartani Village. The community service which was carried out in the Tirtomartani Village was attended by 21 Parikesit youth cadres. Knowledge of youth cadres before and after drug education increased knowledge with a mean pretest score of 62.38 and a mean posttest score of 95.24. So there is an increase of 32.86. Based on the Paired T-Test statistical test, there is a significant difference between knowledge before and after being given counseling about drugs with a p value of 0.000. Assistance is needed from the Kalasan health center so that Parikesit youth cadres can apply the knowledge they have gained so that they can assist the Puskesmas in carrying out drug prevention and control in adolescents.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI JETIS WETAN GUNUNGKIDUL Lestari, Ratna; Permata Sari, Indah
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.277

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjangkiti masyarakat di wilayah tropis dan subtropis. DBD bukanlah penyakit baru dan prevalensinya cukup tinggi dengan adanya perubahan musim. Penyebaran DBD dipengaruhi oleh perilaku pencegahan yang tepat. Keberhasilan dalam mencegah DBD berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman tentang upaya pencegahan di lingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang demam berdarah dengue (DBD) dengan perilaku pencegahan DBD pada Ibu rumah tangga (IRT) di Jetis Wetan Gunungkidul. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan crossectional. 74 ibu rumah tangga terlibat dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability Sampling. Pengambilan data dilakukan selama 8 hari pada bulan April 2022. Penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang DBD dan perilaku pencegahan DBD. Analisis bivariat menggunakan Uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan IRT dalam kategori kurang sebanyak 38 orang 51,4%, mayoritas IRT kurang baik dalam mencegah DBD di lingkungannya sebanyak 65 orang 87,8%, nilai p= 0,004 (p < 0,05), yang bermakna bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan dengan pencegahan DBD dimana nilai koefisien korelasi sebesar 0,268. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meneliti lebih lanjut faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan DBD sehingga dapat mencegah kejadian DBD di masyarakat.
Diversity of Endophytic Fungi in The Twigs and Roots of Baccaurea brevipes Hook.f. in Langsa Protected Forest, Aceh, Indonesia Wibowo, Sara Gustia; Navia, Zidni Ilman; Harmawan, Tisna; Dwitya, Yonadiah; Lestari, Ratna; Fadhliani, Fadhliani
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 7 No 1 (2025): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v7i1.10991

Abstract

The Baccaurea brevipes Hook.F. plant has been studied in the past and has the potential to be a therapeutic herb. The Tampoi plant (B. brevipes) has been used as a medication by the Acehnese to regulate menstruation and make urinating easier. In nature, endophytic fungi are widespread and can be easily found in plant tissue. Without infecting the host plant, the endophytes colonize the inter and intracellular spaces of the tissue. Endophytic fungi can create bioactive chemicals that may be similar to or distinct from those of their host plants and have pharmacological effects. However, no studies have been done on its endophytic fungus as a potential source for novel medication development. This study was done to look into endophytic fungi in Baccaurea's twigs and roots. The techniques employed in this study were endophytic fungi purification, identification of macroscopic and microscopic endophytic fungi, and endophytic fungi isolation. Five isolates were identified as a result of isolation and purification; they were designated as isolates BVA1, BVA2, BVA3, BVR1 and BVR2. The genera Neofusicocum sp., Colletotrichum sp., Mucor sp., Fusarium sp. and Schizophyllum sp. are assumed to be the kind of endophytic fungal isolates BVA1, BVA2, BVA3, BVR1 and BVR2.
PENGARUH RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Yusriana, Yusriana; Kontesa, Meria; Afrizal, Afrizal; Lestari, Ratna
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i3.470

Abstract

Tekanan darah lansia cenderung tinggi sehingga lansia lebih besar beresiko terkena hipertensi. Hasil Riskesdas (2018) jumlah kasus hipertensi di Indonesia 63.309.620, Sumatera Barat 25,16% dan Kota Padang 44.330. Angka hipertensi pada lansia terdapat di Puskesmas Andalas Kota Padang urutan pertama 14.161 dan lansia yang mendapat pelayanan Kesehatan terbanyak 2.947 pada tahun 2023. Relaksasi autogenik merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasakan bebas mental dan fisik dari ketegangan serta stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan One-Group Pretest-Posttest design untuk mengetahui tekanan darah sebelum dan sesudah melakukan relaksasi autogenik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023- Agustus 2024, dengan pengambilan data dilakukan pada 1-6 Agustus 2024. Populasi penelitian adalah 92 orang lansia yang mengalami hipertensi di Kelurahan Andalas. Sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang di tetapkan sebanyak 11 sampel. Hasil penelitian diperoleh tekanan darah MAP (Mean Arterial Pressure) sebelum diberikan relaksasi autogenik 117,73 (SD=5,533), sesudah diberikan relaksasi autogenik 101,55 (SD=2,162). Uji T-Test menunjukan p value=0,000, yang mengidentifikasikan adanya pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di RW.05 Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di RW.05 Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Diharapkan bagi Kelurahan Andalas dalam pemberian pelayanan kesehatan, khususnya penanganan hipertensi pada lansia, relaksasi autogenik dapat dijadikan pengobatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah