Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter dan Perilaku Agresif pada Remaja Maryam; Retno Sulistiyaningsih
Flourishing Journal Vol. 3 No. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i92023p380-391

Abstract

Aggressive behavior in adolescents is a quite serious phenomenon because various aggressive behaviors tend to be hurtful, dangerous, and disturbing to other people. One of the reasons for the tendency of teenagers to have aggressive behavior is due to their parenting style at home. One f parenting style that risks causing teenagers to engage in aggressive behavior is authoritarian parenting. This research was conducted to examine the relationship between authoritarian parenting and aggressive behavior in adolescents. The research uses a quantitative approach with a correlational design. Participants in this research were 150 respondents aged 15-19 years. Sampling was carried out using a non-probability sampling technique. The instrument used in this research was an adaptation of the theory of aggressive behavior by Buss & Perry and a modification of the theory of authoritarian parenting by Baumrind. Data analysis uses correlation, namely product moment. It was found that there was a significant relationship between the two research variables (rxy = 0.481, p<0.000). The results of this research show that the higher the level of authoritarian parenting, the higher the level of aggressive behavior. AbstrakPerilaku agresif pada remaja merupakan fenomena yang cukup serius dikarenakan berbagai perilaku agresif cenderung bersifat menyakiti, berbahaya, dan mengganggu orang lain. Kecenderungan remaja dengan perilaku agresif salah satunya ialah karena pola asuh orang tua di rumah. Salah satu pola asuh yang berisiko menyebabkan remaja terlibat dalam perilaku agresif ialah pola asuh otoriter. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara pola asuh otoriter dan perilaku agresif pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan pada penelitian ini sejumlah 150 responden yang berusia 15-19 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil adaptasi dari teori perilaku agresif oleh Buss & Perry dan hasil modifikasi teori pola asuh otoriter oleh Baumrind. Analisis data menggunakan korelasi yakni, product moment. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel penelitian (rxy = 0,481, p<0,000). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter maka akan semakin tinggi tingkat perilaku agresif.
Hubungan Father Involvement dengan Self-control pada Mahasiswa yang Mengonsumsi Alkohol di Kota Malang Nike Arum Maulida; Retno Sulistiyaningsih
Flourishing Journal Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i102023p406-420

Abstract

Students who experience unfavorable psychosocial development tend to be vulnerable to social influences and are more easily involved in unhealthy behavior, such as consuming alcohol. The cause of alcohol consumption is weak self-control. Currently, not everyone has an ideal family, there are also families that experience incompleteness within them. One of the causes is the absence of a father's role or figure. The presence of a father has an important role in the development of children's self-control abilities, where children can model self-control from those closest to them as role models. The aim of this research is to test empirically whether there is a relationship between father involvement and self-control in students who consume alcohol. The hypothesis in the research is that there is a relationship between father involvement and self-control. The research is quantitative research with a correlational descriptive design on students who have consumed or are currently consuming alcohol. The sample used was 152 respondents aged 17-20 years using convenience sampling techniques. The measuring instrument used is a modification of the father involvement scale by Lamb (2000) and an adaptation of the self-control scale by Tangney (2004). The data analysis used in this research is descriptive and correlational analysis. An analysis test was carried out using Kolmogrov Smirnov and the results showed that there was a relationship between father involvement and self-control (p < .05). AbstrakMahasiswa yang mengalami perkembangan psikososial yang tidak menguntungkan cenderung rentan terhadap pengaruh pergaulan dan lebih mudah terlibat dalam perilaku yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi alkohol. Penyebab terjadinya konsumsi alkohol dikarenakan lemahnya self-control. Saat ini tidak semua orang mempunyai keluarga yang ideal, ada pula keluarga yang mengalami ketidakutuhan didalamnya. Salah satu penyebab yaitu tidak adanya peran ataupun figur seorang ayah. Kehadiran seorang ayah memiliki peranan penting dalam perkembangan kemampuan self-control anak, dimana anak dapat mencontoh mengendalikan dirinya dari orang-orang terdekat sebagai model keteladanan. Tujuan penelitian ini untuk menguji secara empirik apakah terdapat hubungan father involvement dengan self-control pada mahasiswa yang mengkonsumsi alkohol. Hipotesis dalam penelitian adalah terdapat hubungan antara father involvement dan self-control. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional pada mahasiswa yang pernah atau sedang mengkonsumsi alkohol. Sampel yang digunakan berjumlah 152 responden dengan usia 17-20 tahun dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan merupakan modifikasi dari skala father involvement oleh Lamb (2000) serta adaptasi skala self-control oleh Tangney (2004). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasional. Dilakukan uji analisis menggunakan Kolmogrov Smirnov dan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara father involvement dengan self-control (p < .05).
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Fear of Failure pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Negeri Malang Najmil ‘Ulumiyah; Retno Sulistiyaningsih
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p315-325

Abstract

Fear of failure is a common experience among final-year students. This condition can be attributed to low self-efficacy, or an individual's belief in their own ability. The purpose of this study was to determine the influence of self-efficacy on fear of failure among final-year students at Universitas Negeri Malang. The researcher employed a quantitative method using a correlational design. The participants in this study were 130 final-year students at Universitas Negeri Malang. The instruments used in this study were: (1) A self-efficacy scale, constructed based on Bandura's theory (1997), consisting of 15 items with a reliability of 0.857. (2) The Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) to measure students' fear of failure. This scale was adapted by Martin and Yunanto (2023) and modified by the researcher, consisting of 22 items with a reliability of 0.920. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results showed that self-efficacy contributed 41% to fear of failure, with a negative direction of influence (ρ < 0.000). AbstrakFear of failure (ketakutan akan kegagalan) merupakan kondisi yang cenderung dialami oleh tiap mahasiswa tingkat akhir.. Hal ini dapat diakibatkan karena rendahnya kepercayaan diri individu terhadap kemampuannya (self-efficacy). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang sejumlah 130 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Skala self-efficacy, menggunakan metode konstruk dengan mengembangkan teori dari Bandura (1997) yang terdiri dari 15 item dengan reliabilitas 0,857. (2) Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure mahasiswa. Skala ini telah diadaptasi oleh Martin dan Yunanto (2023) dan dimodifikasi oleh peneliti, yang terdiri dari 22 item dengan reliabilitas 0,920. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, dengan hasil bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 41% terhadap fear of failure dengan arah pengaruh negatif (ρ < 0,000).