Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perencanaan dan Perancangan Pusat Wisata Budidaya Madu Kele-Kele Di Desa Bongkasa Pertiwi: Bahasa Indonesia Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama; I Wayan Widanan; I Wayan Parwata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12153.72-80

Abstract

Desa Bongkasa Pertiwi di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi alam yang mendukung pengembangan ekowisata, termasuk budidaya madu kele-kele oleh lebah Trigona sp.. Wisata ini telah menarik banyak pengunjung, namun masih terbatas pada rumah pembudidaya, menyebabkan keterbatasan kapasitas. Pengembangan pusat wisata budidaya madu kele-kele menjadi skala yang lebih besar sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tampung, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat keterkaitan antarobjek wisata di desa ini. Pengembangan ini diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi, sekaligus mempromosikan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Badung.
Perencanaan dan Perancangan Pengembangan Pelabuhan Laut Melalui Extending Tradition di Toya Pakeh, Nusa Penida: Bahasa Indonesia Ni Putu Mei Lestari; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Widanan; I Wayan Parwata
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12292.43-52

Abstract

Banjar Nyuh, Desa Ped yang menjadi pintu gerbang utama bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Pelabuhan laut Toya Pakeh, Nusa Penida yang terletak di Banjar Nyuh menjadi salah satu titik penting bagi konektivitas antara Pulau Nusa Penida dan wilayah sekitarnya, termasuk Bali. Dengan peningkatan jumlah penumpang pelabuhan menimbulkan kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang memadai, terutama pelabuhan laut yang mampu mengakomodasi arus perjalanan dengan baik. Berbeda halnya dengan kondisi eksisting memprihatinkan yang dimiliki Pelabuhan Toya Pakeh ini menimbulkan berbagai hambatan operasional pelabuhan. Selain itu, Nusa Penida memiliki warisan tradisi budaya lokal yang saat ini mulai ditinggalkan karena ketiadaan wadah khusus dalam mempromosikan warisan budaya lokal ini. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk merencanakan dan merancang pengembangan Pelabuhan Laut Toya Pakeh di Banjar Nyuh yang mampu menjadi sarana transportasi yang nyaman dan layak bagi para pengguna dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna pelabuhan melalui penyediaan fasilitas – fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi permasalahan melalui pengumpulan, penyajian dan analisis data. Hasil penelitian dimaksudkan untuk memperoleh spesifikasi arsitektural dan gagasan / ide arsitektural dari Pengembangan Pelabuhan Toya Pakeh ini yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi yang nyaman, layak dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga sebagai representasi dan perpanjangan dari warisan budaya lokal melalui extending tradition promosi kain khas yang merupakan kreatifitas masyarakat lokal di Nusa Penida yang dituangkan dalam suatu desain.
Penyusunan Paket – Paket Wisata Melalui Pendekatan Eko Arsitektur di Desa Wisata Nyambu, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali I Gede Surya Darmawan; I Wayan Wirya Sastrawan; I Wayan Widanan
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Nyambu merupakan salah satu dari 38 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Tabanan yang diresmikan tahun 2016 dan diharapkan menjadi salah satu desa wisata unggulan di Tabanan. Desa Wisata Nyambu (DWN) memiliki potensi wisata berbasis alam yakni : persawahan, memiliki 22 mata air/pancoran dan 67 Pura yang saling terkait dengan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha. DWN juga memiliki potensi budaya asli masyarakat pedesaan yaitu pembuatan sarana upacara keagamaan, kuliner, jajanan khas Tabanan serta terdapatnya seniman-seniman tari, tabuh dan lukis. Namun pertumbuhan tingkat kunjungan wisatawan ke DWN agak meningkat namun tidak terlalu signifikan yaitu 450 – 610 orang/ tahun atau 40 orang wisatawan setiap bulannya. Pemanfaatan potensi alam dan budaya DWN masih belum maksimal sehingga kurang dikenal luasnya DWN yang lebih memilih mengunjungi obyek wisata yang lebih terkenal disana yaitu Tanah Lot. Berdasarkan penelusuran di lapangan, terdapat permasalahan utama yang akan dicarikan solusi oleh tim PKM yaitu belum tersusunnya dengan baik dan terintegrasi potensi-potensi alam dan budaya dari DWN. Dari Tim PKM menawarkan solusi pembuatan paket-paket wisata yang saling bersinergi dengan pendekatan eko arsitektur yang menitik beratkan pada desain yang ramah lingkungan dan menghargai alam dan budaya setempat dengan tetap bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di DWN. Paket wisata tersebut terdiri dari : susur sawah, susur budaya, susur sepeda, susur sungai serta pemanfaatan rumah tinggal masyarakat untuk dijadikan homestay.
Perencanaan Masterplan Pura Petasikan Desa Adat Sesetan I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Wayan Widanan
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.24-31

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan masterplan Pura Petasikan desa adat Sesetan. Penelitian ini dilakukan dengan obsevasi lapangan untuk memperoleh data lengkap dilapangan. Data yang dikumpulakan berupa foto-foto eksisting, dimensi site dan bangunan eksisting Pura Petasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan Master Plan Pura Petasikan yang direncanakan akan menyesuaikan dengan kondisi fisik eksisting untuk dikembangkan, kemudian berubah menjadi Perencanaan MasterPlan Pura Petasikan yang murni dari awal sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari Pengempon Pura. 2) Perencanaan Pura Petasikan ini menerapkan tata nilai sesuai peruntuknnya yaitu pura sendiri yang dimulai dari tata nilai kerungan hingga ke bangunannya. Maka dari itu perencanaan Master Plan Pura Petasikan tidak terlepas dari pakem-pakem Arsitektur Tradisional Bali yaitu Asta Kosala Kosali, mulai dari penerapan konsep Hulu Teben, Tri Mandala, Tri Angga, dan lainnya. 3) Perencanaan fisik estetika dan ornament bangunan pura menggunakan gaya pepalihan bebadungan dengan pemanfaatan material batu selem karangasem yang dikombinasi dengan struktur bangun kayu.
Perancangan Arsitektur dalam Mewujudkan TPS 3R Banjar Adat Mambal Kajanan, Desa Mambal, Kabupaten Badung, Bali I Wayan Widanan; Made Suryanatha Prabawa
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Activity aims to provide science and technology services for the community, especially architectural design science and technology. Partners namely Banjar Adat Mambal Kajanan represented by Kelian Adat Mr. Ir. I Wayan Suamba needs the help of a team of architectural design experts to create an Integrated Waste Management Center that can be used to solve the waste problem at the Mambal Market. The service process begins with an initial Focus Group Discussion (FGD) which discusses the need for space and land location, then proceeds with a survey of land conditions, drawing the Waste Management Center building, and ends with an Architectural Design FGD with the Banjar Adat Mambal Kajanan and the Environment and Hygiene Service. (DLHK) Badung Regency.
Jelajah Ruang Desa Berbasis Virtual Reality Di Desa Sembiran Gde Bagus Andhika Wicaksana; I Wayan Widanan; Ni Made Widya Pratiwi
Jurnal Sutramas Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata pedesaan merupakan sebuah bentuk adanya integrasi di antara komponen pariwisata yang diwujudkan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang memiliki tata cara dan tradisi tertentu. Desa Sembiran yang sedang secara serius mengembangkan dirinya sebagai desa wisata Bali Aga, dalam memperkenalkan dirinya sebagai salah satu wujud tujuan wisata, senantiasa masih mempertahankan tradisinya. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologii, Desa Sembiran tentunya ingin dikenal dan dijangkau oleh khalayak luas. Salah satu solusi terkini untuk mempromosikan desa atau lokasi Desa Sembiran adalah dengan menggunakan Virtual Tour. Promosi desa secara virtual tour memberikan kemudahan dalam proses branding atau pencitraan suatu objek yang ingin di promosikan Dengan perkembangan teknologi saat ini virtual tour dapat dimanfaatkan sebagai media promosi suatu daerah tujuan wisata. Promosi desa secara virtual tour memberikan kemudahan dalam proses branding atau pencitraan suatu objek yang ingin di promosikan. Masyarakat Desa Sembiran masih mengharapkan kegiatan promosi desa sebagai tempat wisata yang unik kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, pembuatan Virtual Tour diberikan sebagai solusi bagi Desa Sembiran untuk mempromosikan Potensi Desa secara kekinian dan tetap mampu melakukan kegiatan promosi yang efektif