Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Level of Understanding of the Binjai City Public Towards the Use of Non-Cash Payments Seprianti, Viola Ditya; Lubis, Irsad
Neraca Keuangan : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/neraca.v20i2.18230

Abstract

Along with the rapid development of technology, the transformation of the payment system is also growing, especially in terms of non-cash payment systems. Considering that this payment system is one of the important components in the world economy and is also a work program of Bank Indonesia in order to improve the non-cash payment system to achieve better economic growth. This study aims to determine the level of understanding and benefits of non-cash payments on the use of non-cash payments in Binjai City. This study uses primary data obtained by distributing questionnaires and interviews. This study is a descriptive statistical study with a sample of 100 respondents in Binjai City. The results of the study Understanding of non-cash payments from respondents in the study have an effect on the use of non-cash payments such as electronic money or APMK in Binjai City. The benefits of non-cash payments from respondents in the study have an effect on the use of non-cash payments such as electronic money or APMK in Binjai City.
The Role of Government Expenditure and Household Expenditure in Increasing Economic Growth in North Sumatra Province Berutu, Saiful Ragatna; Lubis, Irsad
Neraca Keuangan : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/neraca.v20i2.18364

Abstract

The economic growth of North Sumatra Province in 2023 was 5.01%. This growth is still below the average Indonesian economic growth of 5.05%. This study aims to analyze the role of government spending and household spending in increasing economic growth in North Sumatra Province. Researchers used panel data regression with government expenditure and household expenditure as the main independent variables and supplemented with the human development index and the average Bank Indonesia interest rate to obtain a more accurate regression equation in explaining economic growth in North Sumatra Province. Government expenditure consists of two variables, namely local government capital expenditure and central government capital expenditure. Meanwhile, household expenditure consists of two variables, namely household expenditure on food and household expenditure on non-food. The data covers 33 districts/cities over the period 2017-2022. The results of the analysis show that local government capital expenditure, central government capital expenditure, and household expenditure on food consumption have a positive and significant effect on economic growth. While household expenditure on non-food has a negative and significant effect on economic growth. For this reason, the government should allocate additional capital expenditure budgets each year and create programs to maintain people's purchasing power.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Impor Beras Di Indonesia Pendekatan Partial Adjustment Model (PAM) Syafina Rambe, Dhea Nita; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.984-990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang  mempengaruhi impor beras di Indonesia pada tahun 1985-2018. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah Impor Beras sebagai variabel dependen sedangkan Produksi Padi, Konsumsi Beras, Harga Beras, Luas Lahan Sawah, dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai variabel independen. Data yang digunakan adalah data sekunder mulai tahun 1985 sampai 2018. Alat analisis yang digunakan adalah regresi dinamik yaitu Partial Adjustment Model (PAM). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh hasil penelitian bahwa Produksi Padi,dan Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh negatif signifikan, Harga beras berpengaruh positif signifikan, Konsumsi beras berpengaruh positif tidak signifikan, dan Luas Lahan Sawah berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap impor beras di Indonesia.Kata kunci: Impor Beras, Harga Beras, Lahan Sawah, PDB, Produksi Padi.
Analisis Pengaruh Program Keluarga Harapan (PKH) Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Kuta Rakyat Kabupaten Karo Putri Br Sijabat, Lastri; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1077-1083

Abstract

Sarana dan prasarana pertanian di Desa Kuta Rakyat masih sangat sederhana sehingga mengakibatkan produktivitas pertaniannya rendah, dan ditambah lagi harga pertanian yang semakin menurun yang mengakibatkan pendapatan semakin sedikit, yang mengakibatkan tingkat kesejahteran menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor manakah (PKH, kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, tanggungan keluarga dan konsumsi) berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Kuta Rakyat, Kabupaten Karo. Hal yang diteliti apakah  faktor (PKH, kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, tanggungan keluarga dan konsumsi) berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Kuta Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dengan jumlah sampel 200 responden, yang dikumpulkan dengan menyebarkan angket dan pengelolahan data menggunakan Confirmatory factor analysis (CFA) dan Regresi Linear Berganda. Berdasarkan hasil pengujian Confirmatory Factor Analysis (CFA) pada tabel KMO and Bartlett's test menunjukkan faktor pendidikan, pengangguran dan kemiskinan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Kuta Rakyat, sedangkan faktor PKH, kesehatan, tanggungan keluarga, dan konsumsi berpengaruh negative signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Kuta Rakyat. Dan hasil pengujian regresi linear berganda menunjukkan hasil uji hipotesis simultan pendidikan, pengangguran dan kemiskinan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Kuta Rakyat, Kabupaten Karo.Kata kunci:  Program Keluarga Harapan, Peningkatan Kesejahteraan
Model Stabilitas Harapan Adaptif Dalam Pengendalian Inflasi Dan Penangguran Di Negara Heaven Earth Yusmansyah Permadi, Mei; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1084-1089

Abstract

Model Stabilitas Expectation Adaptif dalam Pengendalian Inflasi dan Pengangguran di Negara Heaven Earth, yang berfungsi untuk melihat gambaran kondisi Inflasi dan Pengangguran pada tahun berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Produk Domestik Bruto, Suku Bunga, dan Jumlah Uang Beredar yang mempengaruhi Inflasi dan Pengangguran dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, serta Menganalisis perbedaan Inflasi dan Pengangguran sebelum dan pada masa pandemi COVID-19 di Heaven Earth. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data time series tahun 2006 sampai dengan tahun 2021 (time series) dan cross-section yang diperoleh dari Bank Dunia dan BPS. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode VAR. Hasil Analisis Hasil analisis VAR menunjukkan bahwa variabel-variabel masa lalu (t-1, t-2) mempunyai kontribusi terhadap variabel-variabel saat ini, baik terhadap variabel itu sendiri maupun variabel lain dalam jangka menengah dan panjang. Dalam penelitian ini untuk menstabilkan inflasi dan tingkat pengangguran diperlukan kebijakan pemerintah berupa kenaikan suku bunga yang berdampak pada penurunan tingkat inflasi dari penurunan tingkat inflasi juga berdampak pada stimulasi dimana ketika inflasi turun maka banyak sektor industri yang memerlukan lebih banyak pekerja. Untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal, yang tentunya akan mengurangi angka pengangguran.Kata kunci:  Inflasi, Pengangguran, Covid 19, Heaven Earth
Pengaruh Belanja Daerah Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi Sumatera Utara Amadeus Sitompul, Gabriel; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.975-983

Abstract

Kesejahteraan merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan. Merujuk pada arti kesejahteraan secara umum, kesejahteraan mengacu pada suatu kondisi yang baik, suatu kondisi manusia dimana manusia dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Kesejahteraan menjadi tolak ukur apakah suatu masyarakat dalam kondisi sejahtera atau tidak. Tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara diketahui masih rendah dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah rendahnya pemanfaatan APBD untuk tingkat kesejahteraan masyarakat. Maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh APBD terhadap tingkat pendidikan, kesehatan, PDRB, pengangguran, dan kemiskinan pada tahun 2017-2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan periode 2017-2021. Analisis data menggunakan pendekatan BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) dengan menggunakan alat analisis Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APBD berpengaruh positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara yang meliputi tingkat pendidikan, kesehatan, PDRB, pengangguran dan kemiskinan pada tahun 2017-2021Kata kunci: APBD, Tingkat Pendidikan, Kesehatan, Pengangguran, Kesejahteraan Masyarakat
Analisis Sistem Keuangan Internasional Pada Saat Covid-19 Indonesia, Singapura, Malaysia Doharni Harahap, Misna; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1090-1098

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh simultan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan melalui Inflasi dan Nilai Tukar. Penelitian dilakukan di tiga negara, Indonesia, Singapura, dan Malaysia, dan berlangsung selama tujuh belas bulan dari tahun 2019 hingga 2020. Metode yang digunakan adalah metode simultanitas. Hasil penelitian menunjukkan pada Persamaan I bahwa Suku Bunga, Konsumsi dan Nilai Tukar secara simultan berpengaruh terhadap Inflasi, namun jumlah uang beredar tidak. Kemudian, hasil pada Persamaan II menunjukkan bahwa Cadangan Devisa dan Inflasi secara simultan berpengaruh terhadap Nilai Tukar, namun Ekspor tidak berpengaruh terhadap Nilai Tukar. Oleh karena itu, dalam pengendalian stabilitas sistem keuangan, Bank Sentral atau  Bank Indonesia harus memantau variabel konsumsi, suku bunga, dan nilai tukar untuk mengendalikan Inflasi agar stabilitas sistem keuangan tetap stabil, serta memantau cadangan devisa dan Inflasi agar nilai tukar di Indonesia, Singapura dan Malaysia dipertahankan.Kata kunci:  Cadangan Devisa, Ekspor, Inflasi, Nilai Tukar, Konsumsi, Suku Bunga
Mekanisme Pengendalian Moneter Terhadap Perekonomian Terbuka di Singapura, Indonesia, Amerika Serikat, Australia Wahyu Shihab, Muhammad; Lubis, Irsad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i3.2024.1099-1105

Abstract

Mekanisme pengendalian moneter pada model perekonomian terbuka berfungsi sebagai sistem kerja keuangan untuk menjaga nilai tukar di pasar internasional agar nilai tukar tidak turun atau stabil. Studi ini melihat indikator-indikator utama di berbagai negara (Singapura, Indonesia, Amerika Serikat, Australia). Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan data sekunder tahun 2006 hingga 2020 (time series) dan data cross-sectional yang diperoleh dari Bank Dunia. Teknik analisis data yang digunakan adalah Metode Panel ARDL. Hasil Panel ARDL menunjukkan bahwa negara-negara yang dapat menjadi indikator utama stabilitas nilai tukar adalah Singapura, Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Seluruh variabel atau indikator dalam penelitian negara tersebut berpengaruh signifikan terhadap stabilitas nilai tukar. Saran dalam penelitian ini yaitu untuk menstabilkan tingkat inflasi di negara (Singapura, Indonesia, Amerika Serikat, Australia) seperti Indonesia, Bank Indonesia dapat melakukan kebijakan seperti menstabilkan nilai tukar, meningkatkan kinerja ekspor, dan membatasi jumlah uang beredar sehingga dapat menekan laju inflasi.Kata kunci:  Nilai Tukar, Ekspor, Impor, Kebijakan Moneter
Dynamics of Provincial Per Capita GNP in Indonesia Modeling with GMM Dynamic Panel Econometric Approach Reavindo, Quarthano; Pratomo, Wahyu Ario; Lubis, Irsad
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i3.8410

Abstract

This research aims to analyze determinants factors of economic growth among provinces in Indonesia during the period of 2016–2022 using a dynamic panel data approach. Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita serves as the main indicator of regional economic performance. The independent variables include road length, number of schools, average length of schooling, life expectancy, labor force participation rate (TPAK), skilled labor, and the Information and Communication Technology Development Index (ICT-DI). The estimation results show that human capital variables, especially average length of schooling and life expectancy, have a positive and significant effect on increasing GRDP per capita. The TPAK variable also shows a significant contribution in driving economic growth. On the other hand, physical infrastructure variables such as road length and number of schools have a significant negative effect, indicating that infrastructure development is not effective enough if it is not accompanied by an increase in quality and utilization. The skilled labor and ICT-DI variables do not show a statistically significant effect, indicating that there is still a gap between technological capacity and workforce skills. In addition, this research finds a process of economic convergence among provinces, with a convergence speed of 0.5094, which means around 50% of the gap in GRDP per capita can be corrected within one year. This finding emphasizes the importance of a development strategy that balances physical investment and strengthens the quality of human resources and digital transformation to support sustainable and inclusive regional economic growth.
Analysis of Factors Affecting Poverty in Indonesia Zendrato, Feronika; Hidayat, Paidi; Lubis, Irsad
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i3.8412

Abstract

This study aims to examine the influence of health, per capita expenditure, population density, labor force, communication expenditure, and inflation on poverty across 34 provinces in Indonesia. The research employs a dynamic panel data method using the Generalized Method of Moments (GMM). The type of data used is secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (Badan Pusat Statistik/BPS) and Bank Indonesia (BI). The independent variables in this study include health, per capita expenditure, population density, labor force, communication expenditure, and inflation, while the dependent variable is poverty. The results indicate that health, per capita expenditure, labor force, and communication expenditure have a negative and significant effect on poverty. Conversely, population density, inflation, and the lag of poverty have a positive and significant effect on poverty in Indonesia.