Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ANGGARAN KESEHATAN DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP ANGKA KEMATIAN IBU DI INDONESIA Musthafa, Iffan; Lubis, Irsad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.291-300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh anggaran kesehatan dan tingkat kemiskinan terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi berganda. Penelitian ini menggunakan data panel dari 28 provinsi di Indonesia untuk periode 2016-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel anggaran kesehatan dan tingkat kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap angka kematian ibu di Indonesia. Hubungan positif antara realisasi belanja kesehatan dan angka kematian ibu menggambarkan teori yang paradoksal. Diduga hal ini terjadi karena pemerintah belum efisien dalam mengalokasikan belanja kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah lebih efisien dalam mengalokasikan anggaran kesehatan dan terus berupaya mengurangi kemiskinan yang pada gilirannya dapat menurunkan angka kematian ibu di Indonesia.
ANALISIS TEORI PERMINTAAN DALAM STUDI EMPIRIS PADA PENETAPAN HARGA DAN KUANTITAS PRODUK DI PASAR INDONESIA Handayani, Utami; Lubis, Irsad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.365-373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GNI (Pendapatan Nasional Bruto), IHK (Indeks Harga Konsumen), dan POPULASI terhadap jumlah produk (JLH_PRODUK) di Indonesia menggunakan model regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa GNI memiliki hubungan yang signifikan dan positif dengan jumlah produk, menandakan bahwa peningkatan pendapatan nasional dapat mendorong peningkatan produksi di pasar. Sementara itu, IHK dan populasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produk, meskipun keduanya menunjukkan arah koefisien yang positif. Model regresi linier yang digunakan memiliki kesesuaian yang sangat baik dengan data, dengan nilai R-squared yang tinggi, yang menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan sebagian besar variasi dalam jumlah produk. Namun penelitian ini juga memiliki keterbatasan, termasuk asumsi linearitas dan potensi multikolinearitas antarvariabel independen yang dapat mempengaruhi stabilitas hasil. Temuan ini memberikan kontribusi bagi literatur ekonomi dengan menunjukkan peran penting GNI dalam produksi, serta menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut dengan metode yang lebih kompleks dan sampel lebih lanjut yang lebih besar untuk meningkatkan validitas hasil.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU DAYA TARIK INVESTASI DAN HUBUNGANNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL DI INDONESIA Yamani, Raisa; Lubis, Irsad; Tanjung , Ahmad Albar
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (In Progres)
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v14i04.50209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu daya tarik investasi dan hubungannya terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Indonesia. Variabel yang diteliti meliputi infrastruktur, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, inflasi, dan kriminalitas sebagai variabel independen; investasi sebagai variabel intervening; serta pertumbuhan ekonomi regional sebagai variabel dependen. Data penelitian menggunakan data panel yang terdiri dari data cross-section provinsi di Indonesia dan data time-series periode 2018–2023. Penelitian ini menggunakan analisis dengan metode path analysis melalui pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi, sementara kriminalitas berpengaruh negatif signifikan. Selain itu, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan kriminalitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional, akan tetapi inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Sedangkan infrastruktur berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Secara tidak langsung, infrastruktur, tenaga kerja, pengeluaran pemerintah, dan inflasi mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional melalui peningkatan investasi, sedangkan kriminalitas menurunkan pertumbuhan ekonomi regional melalui jalur yang sama. Temuan ini sejalan dengan teori Harrod-Domar dan Teori Pertumbuhan Endogen yang menekankan peran investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan kapasitas tenaga kerja, peningkatan efektivitas belanja pemerintah, pengendalian inflasi, serta penurunan tingkat kriminalitas untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dan pelaku investasi dalam memperkuat daya tarik investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.