Claim Missing Document
Check
Articles

Stabilitas pH Antosianin Terhadap Profil Fingerprint Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea BatatasL.) Dewi, L. P. M. K.; Sumawirawan, K. D.; Jawi, I. M.; Wirasuta, I. M. A. G.; Sugosha, M. J.; Guna, I. M. A. W.; Sukawati, C. B. A. C; Sari, P. M. N. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.591 KB)

Abstract

Umbi ubi jalar ungu diketahui memiliki kandungan antosianin yang cukup tinggi, yakni sekitar 110-210 mg per 100 gram umbi. Kandungan antosianin tersebut menyebabkan umbi ubi jalar ungu memiliki beberapa efek farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, dan hepatoprotektif. Antosianin merupakan senyawa flavonoid yang tidak stabil. Stabilitas antosianin sangat dipengaruhi oleh pH larutannya. Antosianin lebih stabil pada pH asam dari pada dalam suasana basa ataupun netral. Stabilitas antosianin yang rendah ini dapat menyebabkan perbedaan pada suatu ekstrak dan berujung pada perbedaan aktivitas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stabil dilakukannya kromatografi fingerprint pada ubi jalar ungu. Sampel serbuk umbi ubi jalar ungu diekstraksi menggunakan larutan metanol yang memiliki pH bervariasi (1, 3, 5, dan 7). Ekstrak dianalisis menggunakan metode KLT-Spektrofotodensitometri dengan fase diam berupa silika gel 60 F 254 dan fase gerak n-butanol : asam asetat glacial : air (4:1:2 v/v) dalam penelitian ini. Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan analisis fungsi kosinus. Hasil penelitian menunjukkan sampel yang diekstraksi dengan metanol pH 1 merupakan pH stabil dilakukannya analisis kromatografi fingerprint, karena ekstrak pada pH 1 mempunyai warna antosianin yang stabil, yakni warna merah. Pada fingerprint ekstrak pH 1 juga memiliki tambahan puncak pada Rf 0,23 yang diduga merupakan antosianin dalam bentuk kation flavilium yang stabil di pH sangat asam.
PEMISAHAN RIFAMPISIN, ISONIAZID, DAN PIRAZINAMIDA DENGAN KLT TERIMPREGNASI PARAFIN Prawiranata I.P.H.; Widhiartini I.A.A.; Cahyadi K.D.; Wirasuta I.M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.754 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengembangan metode kromatografi untuk pemisahan rifampisin, isoniazid, dan pirazinamida menggunakan pelat KLT terimpregnasi parafin. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pemisahan rifampisin, isoniazid, dan pirazinamida secara simultan. KLT silika gel 60 GF254 diimpregnasi menggunakan parafin 10% (v/v) dalam dietil eter. Beberapa variasi fase gerak yang dioptimasi mengacu pada campuran etanol : air (70:30 v/v) + 5% asam asetat glasial + 1% amonia 37%. Parameter kromatografi terbaik diperoleh dari pemisahan menggunakan fase gerak campuran etanol : air (95:5 v/v) + 5% asam asetat glasial + 1% dietilamin. Fase gerak ini juga memberikan pemisahan terbaik untuk ketiga senyawa dengan Rs > 1 dan ? > 1. Pelat dipindai pada panjang gelombang 335 nm untuk analisis rifampisin dan 275 nm untuk analisis isoniazid dan pirazinamida menggunakan KLT-spektrofotodensitometer. Metode yang dikembangkan dapat digunakan sebagai acuan untuk pemisahan rifampisin, isoniazid, dan pirazinamida pada sampel obat ataupun sampel biologis.
UJI SIFAT FISIK COLD CREAM KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.), DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA), HERBA PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) SEBAGAI ANTILUKA BAKAR Swastini D.A; Yanti, N.L.G.T; Udayana, N.K; Desta, I.G.A.G.P.C; Arisanti, C.I.S; Wirasuta, I M. A.G
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.134 KB)

Abstract

Pengobatatan luka bakar menggunakan tanaman herbal telah banyak dikembangkan, seperti menggunakan tanaman kulit buah manggis, binahong dan pegagan.Kulit buah manggis memiliki derivat xanton yaitu ?-mangostin yang terkandung daam kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba yang paling besar.Daun binahong juga memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan serta ekstrak etanol daun binahong memiliki aktivitas antiluka bakar secara visual dan secara histopatologi mampu menurunkan infiltrasi sel radang, meningkatkan granulasi jaringan dan kepadatan kolagen.Kemudian herba pegagan juga mempunyai kandungan utama asiatikosida yang termasuk golongan flavonoid dapat memfasilitasi penyembuhan luka dengan mempercepat epitelisasi. Berdasarkan hal tersebut maka akan dibuat sediaan topikal yaitu cold cream untuk mempermudah pengaplikasian dari kedua ekstrak tersebut untuk mengobati luka bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik yang paling baik dalam formula sediaan cold cream kombinasi ekstrak kulit buah manggis,daun binahong, dan herba pegagan. Pengujian sifat fisik meliputi Uji sifat fisik meliputi Uji homogenitas, Uji Ph, Uji viskositas, Uji daya lekat, Uji daya sebar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cold cream kombinasi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.), daun binahong (Anredera cordifolia), dan herba pegagan (Centella asiatica) memiliki sifat fisik yang baik dengan cold cream homogen tipe M/A, daya lekat sebesar 13,88 ± 3,6 g.cm/det, daya sebar 5,15 ± 0,82 pada beban 150 gram, pH 6,29 dan tipe aliran tiksotropik.
UJI PEMISAHAN SIANIDIN DAN PEONIDIN DARI EKSTRAK UMBI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) DENGAN METODE HPTLC SPEKTROFOTODENSITOMETRI C-18 Susanti N.M.P.; Primadewi C.; Dewi, A.A.R.P.; Wirasuta I. M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.19 KB)

Abstract

Umbi ubi jalar ungu memiliki kandungan senyawa aktif antioksidan antosianin. Antosianin dalam umbi ubi jalar ungu terdiri atas dua, yaitu sianidin dan peonidin. Pemisahan kedua jenis antosianidin dalam ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) perlu dilakukan karena adanya perbedaan potensi aktivitas antioksidan dari kedua antosianidin tersebut. Sampel yang digunakan adalah ekstrak etanol kasar ubi jalar ungu. Pemisahan diakukan dengan metode HPTLC spektrofotodensitometri C-18 menggunakan fase diam Silika Gel RP-18 F254 dan fase gerak n-butanol : asam asetat : air atau BAW (4 : 1 : 5 v/v). Hasil pemisahan menunjukkan bahwa terdapat empat buah noda yang berhasil terpisah, yang kemudian teridentifikasi sebagai 1 senyawa peonidin dan 3 senyawa sianidin. Noda senyawa peonidin berada nilai Rf 0,10, sedangkan ketiga senyawa sianidin berada pada nilai Rf berturut-turut 0,40; 0,58 dan 0,66.
UJI IDENTIFIKASI IBUPROFEN PADA OBAT HERBAL DENGAN KLT-SPEKTROFOTODENSITOMETRI I G.D.B. Temaja; I N.K. Widjaja; K.D. Cahyadi; I M.A.G. Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.042 KB)

Abstract

Belakangan ini, terjadi peningkatan tren penggunaan obat herbal di masyarakat. Melihat kecenderungan tersebut, beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkannya sebagai peluang untuk meraih keuntungan yaitu dengan menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam produk obat herbal untuk meningkatkan efek obat tersebut. Ibuprofen adalah salah satu BKO yang sering ditambahkan secara illegal ke dalam obat herbal. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji identifikasi ibuprofen pada obat herbal untuk mengontrol kualitas obat herbal dan menjamin perlindungan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode KLT-Spektrofotodensitometri untuk identifikasi senyawa ibuprofen pada obat herbal. Ekstraksi sampel dilakukan dengan menggunakan kolom SPE C8-Cation Exchange dan fraksinya dipisahkan menggunakan 2 sistem KLT yang berbeda yaitu sistem TE dan TF. Kemudian, plat KLT dipindai pada panjang gelombang 210 nm menggunakan TLC Scanner 3 (Camag-Mutenz-Switzerland) untuk dibuat kromatogramnya. Spektrum masing-masing puncak dibaca pada rentang panjang gelombang 190 – 400 nm. Identifikasi senyawa dilakukan berdasarkan nilai hRfc dan korelasi spektrum in situ-nya dengan spektrum standar pada library Camag WinCats. Hasil uji identifikasi menunjukkan bahwa fraksi yang didapatkan mengandung ibuprofen. Validasi metode mencakup spesifisitas dengan kemurnian spektrum puncak > 0,99958, presisi (hRf dan Area Under Curve (AUC)) dengan koefisien variansi (KV) < 2%, linearitas dengan r > 0,99907 dan sdv < 5%, serta Limit of Detection (LOD) 21,22ng.
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP RENDEMEN ANDROGRAFOLID DARI HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) Susanti, N. M. P.; Warditiani, N. K.; Laksmiani, N. P. L.; Widjaja, I. N. K.; Rismayanti, A. A. M. I.; Wirasuta, I M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.516 KB)

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) merupakan tanaman dengan kandungan kimia utamanya adalah andrografolid. Salah satu metode ekstraksi yang paling umum dan sering digunakan untuk menyari kandungan kimia dari suatu tanaman adalah maserasi. Namun teknik maserasi kurang efisien karena membutuhkan waktu cukup lama dalam pengerjaannya dan hanya dilakukan perendaman tanpa bantuan gaya lain. Metode ekstraksi lainnya seperti refluks diharapkan mampu menghasilkan rendemen yang tinggi serta waktu yang lebih singkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui rendemen andrografolid yang diperoleh dari ekstraksi menggunakan metode maserasi dan refluks. Penentuan rendemen dilakukan dengan mengitung jumlah andrografolid yang diperoleh berbanding dengan konsentrasi andrografolid yang ditotolkan. Penentuan jumlah andrografolid dilakukan dengan menghitung kadar andrografolid menggunakan metode KLT-spektrofotodensitometri. Digunakan fase diam silika gel 60 GF254 kemudian dielusi dengan campuran pelarut kloroform dan metanol (9:1) v/v. Plat dipindai dengan TLC Scanner 3 (CAMAG) pada panjang gelombang 230 nm. Rendemen amdrografolid yang diperoleh dengan metode refluks sebesar 0,72%b/b dan rendemen menggunakan metode maserasi sebesar 0,62%b/b. Rendemen yang diperoleh dengan menggunakan metode refluks lebih tinggi dibandingkan maserasi. Hal ini dapat disebabkan tidak adanya bantuan gaya lain pada maserasi yang hanya dilakukan perendaman sehingga osmosis pelarut ke dalam padatan berlangsung statis meskipun telah dilakukan pergantian pelarut dengan metode remaserasi sedangkan pada metode refluks, adanya penambahan panas dapat membantu meningkatkan proses ekstraksi.
UJI KEMURNIAN ISOLAT ANDROGRAFOLID DENGAN HPLC FASE TERBALIK Wirasuta I.M.A.G.; Astuti N.M.W.; Dharmapradnyawati N.N.P.; Wiputri N.M.C.A.; Warditiani N.K.; Indriani N. P. W.; Widjaja I.N.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.531 KB)

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees) telah dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat. Andrografolid yang diisolasi dari herba sambiloto memiliki beberapa aktivitas farmakologi. Standarisasi isolat andrografolid penting dilakukan untuk kontrol kualitas. Profil sidik jari sebagai standar utama dari bahan baku obat herbal atau produk herbal menunjukkan kandungan kimia yang utuh dari bahan baku obat herbal maupun produk herbal. Dengan demikian, uji kemurnian isolat andrografolid perlu dilakukan bertujuan untuk mengetahui profil sidik jari isolat andrografolid sehingga dapat dijadikan kontrol kualitas terhadap isolat andrografolid. Metode HPLC dengan kolom Luna 5u C18 (150 x 4,6 mm i.d, 5?m) dan detektor diode array (DAD) dimanfaatkan memperoleh profil sidik jari sebagai identitas isolat andrografolid. Pemisahan isolat andrografolid dengan sistem HPLC fase gerak asetonitril 28% dalam air dan fase gerak campuran asetonitril 15% dan metanol-air (60:40) 85% memberikan masing-masing enam puncak kromatogram. Berdasarkan parameter kromatogram, uji kemurnian isolat andrografolid untuk profil sidik jari memberikan hasil yang terbaik pada panjang gelombang 230 nm dengan sistem kromatografi menggunakan fase gerak asetonitril 28% dalam air. Sistem ini sangat baik digunakan untuk uji deteksi sidik jari kandungan andrografolid dalam isolat.
Uji Aktivitas Mengkelat Logam dari Ekstrak Etanol Bekatul Beras Hitam dengan Metode Ferrous Ion Chelating (FIC) Coky N. W. C.; Diarini A. S.; Adiluhur M. A.; Oka M.; Dewantari A. A. I. S. H; Laksmiani N. P. L.; Leliqia N. P. E; Paramita N. L. P. V.; Wirasuta I. M. A. G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.804 KB)

Abstract

Bekatul beras hitam merupakan salah satu bahan tanaman yang kaya akan flavonoid berupa antosianin. Senyawa flavonoid memiliki kemampuan yang baik dalam mengkelat logam Fe2+. Besi, tembaga dan logam transisi lainnya berperan dalam reaksi fenton yang menghasilkan radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi yang dimiliki bekatul beras hitam dalam mengkelat logam. Uji kemampuan mengkelat logam dari ekstrak etanol bekatul beras hitam dilakukan dengan Ferrous Ion Chelating (FIC). Metode ini mengukur kemampuan suatu senyawa untuk bersaing dengan ferrozine dalam mengkelat ion besi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol bekatul beras hitam pada konsentrasi 18,33-50 ppm memberikan nilai kemampuan mengkelat logam yang lemah sebesar 32,962-39,726 %.
Fortifikasi Antioksidan Beras Analog Kombinasi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dan Kelor (Moringa oleifera) sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Penderita Diabetes Melitus I Made Arie Dharma Putra Nugraha; I Made Sasmita Dwidhananta; Ni Kadek Diah Parwati Dewi; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 10, No 1, Tahun 2021
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2021.v10.i01.p08

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus (DM) is classified as a silent killer in society. Insulin therapy is generally the management of DM, morever there is a side effect of weight gain from hypoglicemic effects. Another solution is a low glycemic index food diet in analogue rice form. The materials constructed as analogue rice are sweet potato tubers (Ipomoea batatas L.), with high dietary fiber and low glycemic index, as well as antioxidant fortification of Moringa oleifera leaves. Objectives: Updating the latest knowledge on the chemical composition of raw materials and health benefits for people with diabetes, along with analogue rice making technology in order to get the best results. Methods: This study was conducted with a literature review method which is classified as a systematic qualitative descriptive study. Results: Various studies have shown that both raw materials are reported to have various chemical compounds and nutritional components, low glycemic index, antioxidant activity, and anti-DM. Hot extrusion technology provides the best results in making analogue rice. Conclusion: The analogue rice production made from sweet potato tubers and antioxidant fortification of moringa leaves by hot extrusion are used to produce functional herbal products as a result to diversify the food for DM sufferers. Keywords: Ipomoea batatas L., Moringa oleifera, analog rice, fortification, and diabetes mellitus
OPTIMASI PEMBACAAN SPEKTRUM RAMAN PORTABEL UNTUK PEMBACAAN SPEKTRUM RAMAN PREPARATHISTOLOGI JARINGANBPH (BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA) Wirasuta, I.M.A.G; Arimbawa I.B.S.; Yudiastra, I.K.; Rashid, M.A.P.P; Purnama, I.G.P.P; Winarti, N.W.; Laksmiani N.P.L.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.7 KB)

Abstract

Optimasi pembacaan spektrum Raman preparat jaringan menggunakan Raman portablediperlukan menghindari hasil spektrum yang bias dan mendapatkan spektrum serapan raman sampel biologis yang terbebas dari noise pembacaan, yang berakibat pada kesalahan interpretasi pembacaan data serapan/vibrasional gugus-gugus fungi senyawa kimia penyusun sampel biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode optimasi pembacaan spektrum raman preparat jaringan yang valid dengan menggunakan Raman portable. Tahapan penelitian meliputi optimasi pengaruh background,pengaruh stabilitas penempatan preparat jaringan pada Raman portabel,pengaruh variasititik pengukuran, pengaruh variasi exposure time, pengaruh variasi laser power, dan pengaruh laser focal probe tip. Masing –masing spektrum Raman hasil optimasi metode dianalisis dengan metode HCA (Hierarchical Cluster Analysis). Hasil penelitian menunjukan metode pembacaan spektrum preparat jaringan dengan menggunakan Raman portabel yang optimal adalah dengan koreksi background, pembacaan preparat jaringan sampel dalam kondisi statis, pembacaan dilakukan pada satu titik pengukuran, penggunaan exposure time tertinggi yang sama pada setiap pembacaan, penggunaan laser power dengan nilai tertinggi yang sama setiap pembacaan, dan penggunaan nilai laser focal probe tip yang sama pada setiap pembacaan serta sampel harus berada menempel didepan probe tip.
Co-Authors A.A Wahyudhie A.A.Diah Widya Lestari A.A.G.R.Y. Putra Adiluhur M. A. Anak Agung Febi Danuswari Angga Cahyadi Arie Dharma Putra Nugraha Arimbawa I.B.S. Astiti, I.A.G. Astrini, Ni Nyoman Yuni Astuti N.M.W. Atika Saraswati Ni Made Ayu Charina Mahayuni TK. Bagus Nyoman Sugiastana Budiningrum, N.W. C.I.T.R. Dewi Cahyadi K.D. Cahyadi, Maria Fiani Cokorda Istri Sri Arisanti Cokorda Istri Tirta Rusmala Dewi Coky N. W. C. Danuswari, Anak Agung Febi Deddi Prima Putra Desta, I.G.A.G.P.C Deviyanthi, Kadek Sintia Dewa Ayu Sri Kusuma Dewi Dewa Ayu Swastini Dewantari A. A. I. S. H Dewi L. R. Dewi, A.A.R.P. Dewi, Cokorda Istri Tirta Rusmala Dewi, L. P. M. K. Dewi, N.P.A.K. Dharmapradnyawati N.N.P. Diantari, N.M.D Diarini A. S. Dyah Aryani Sartika Eka Indra Setyawan Emmy Sahara Fauna Herawati Fiorenza Jocelyn Thelmalina G.D. Pranawa Guna, I. M. A. W. H. Kijewski H.-J. Duchstein Harlina Setiawati Manurung I G.A.A. Trisnadewi I G.D.B. Temaja I G.L.B. Wirajaya I Gede Budiartawan I Gusti Ayu Made Srinadi I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia I Ketut Adnyana I Made Ari Anata I Made Arie Dharma Putra Nugraha I Made Jawi I Made Sasmita Dwidhananta I Made Sasmita Dwidhananta I N.K. Widjaja I Nengah Sujaya I Nengah Wirajana I Nyoman Arsana I Nyoman Kadjeng Widjaja I Putu Hengky Prawiranata I Putu Krisnantara Wijaya Putra I Putu Sudiartawan I Wayan Martadi Santika I. N. K. Widjaja I.A.A. Widhiartini I.M.S. Sapanca I.Y.J. Wage Icwari N.P.W.P Ida Bagus Putra Suta Ida Bagus Wiryanatha Indrani, A.A.I. S. Indriani N. P. W. Jaya M.K.A Jessica Lianty K. G. Gityarani K.D. Cahyadi Kadek Hendra Kadek Sintia Deviyanthi Ketut Widyani Astuti Khairul Mahfuz Khatija Taher Ali Kosasih, Diah Ayu Nirmala Kusuma Hidayatullah L. P. M. K. Dewi Laksmi Dewi Luh Putu Febryana Larasanty Luh Putu Mirah Kusuma Dewi Luh Rai Maduretno Asvinigita M. A. Ningtyas M. Primantara M.A. Wiradarma Made Ayu Hita Pretiwi Suryadhi Made Gede Praditya Putra Mahardika I G.A.P.D. Maria Fiani Cahyadi Meilinayanti, Ni Made L. Milawati Milawati Mirayanti, Ni Putu Dinda N T. Suryadhi N. G. Indriyaningsih N. L. P. V. Paramita N. T. Suryadhi N.K.A. Julianty N.L.P.P. Ardiyanti N.M.D. Diantari N.M.N.P. Dewi N.M.P. Dwijayanti N.M.P. Susanti N.M.P. Susanti N.M.W. Astuti N.P. Widiastuti N.P.C. Pratiwi N.P.R.D. Putri Nachia S.R. Ni Kadek Diah Parwati Dewi Ni Kadek Warditian Ni Kadek Warditiani Ni Ketut Sutiari Ni Komang Dewi Triastuti Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Putu Lestari Dewi Ni Made Ari Ginarsih Ni Made Ary Sarasmita Ni Made Ayu Wistari Ni Made Irma Febby Prasasti Dewi Ni Made L. Meilinayanti Ni Made Listiari Ni Made P. Susanti Ni Made Pitri Susanti Ni Made Rai Sudarni Ni Made Suaniti Ni Made Utami Dwipayanti Ni Made Widi Astuti Ni Made Widiastuti Ni Nyoman Abigail Triastuti Ni Nyoman Della Yanti Ni Nyoman Putri Dharmapradnyawati Ni Nyoman Yuni Astrini Ni Putu Citra Anggryni Sugitha Ni Putu Eka Leliqia Ni Putu Linda Laksmiani Ni Wayan Wirayanti Nugraha, I.S. Oka M. P.P.K. Vedawati P.R. Satriari Pande Made Nova Armita Pande Made Nova Armita Sari Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Pinangkaan, C. Pratiwi Diva Yanti Luh Prawiranata I.P.H. Primadewi C. Purnama, I.G.P.P Putra, I.M.K. Putri I G.A.A.R.C. Putu Dyah Utari Putu Lakustini Cahyaningrum Putu Nandya Nandita Putu Oka Samirana Rashid, M.A.P.P Rasmita, L.D. Rismayanti, A. A. M. I. Roedy Aris Tavip Sari, D. R. A. P. Sari, N. A. P. P. Sari, Ni Putu Latsartika Sari, P. M. N. A. Sartika, Dyah Aryani Shelia Deviana Suastika, I.G.A. Suastini I G.A.N. Sudarni, Ni Made Rai Sugosha, M. J. Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukawati, C. B. A. C Sumawirawan, K. D. Suryani N.K.A. Suryani, N.M. Susanti N.M.P Susanti, I.M.P. Susanti, N.M.P Swasti, I.A.S. Triastuti, Ni Komang Dewi Trisna Damayanti Udayana, N.K Utami N.P.P. Utari, Putu Dyah Widhiastuti, K.A.P. Widjaja I.N.K. Widjaja, I. N. K. Winarti, N.W. Wintari L.K.S. Wiputri N.M.C.A. Wistari, Ni Made Ayu Wulansari, I. A. R. Yanti, N.L.G.T Yudiastra, I.K. Yustiantara, Putu Sanna Yustiantara, Putu Sanna