Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Identifikasi Pola Komunikasi Dalam Keluarga Broken Home Yulianti Yulianti; Melisa Tria Rosantika; Marselina Susanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1132

Abstract

keluarga broken home adalah keluarga yang dapat dikatakan tidak harmonis dikarenakan perceraian ataupun hal lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pola komunikasi dalam keluarga broken home. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menggunakan sumber dari artikel jurnal yang relevan dengan topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam keluarga broken home cenderung sulit dan rumit karena adanya perubahan dalam struktur dan dinamika keluarga. Dalam keluarga broken home, anak-anak seringkali mengalami perasaan kebingungan dan kesulitan untuk berkomunikasi dengan kedua orang tua mereka. Selain itu, pola komunikasi dalam keluarga broken home seringkali diwarnai oleh perasaan cemas, takut, dan kesepian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa memahami pola komunikasi dalam keluarga broken home adalah penting untuk membantu anggota keluarga dalam mengatasi masalah yang terkait dengan perceraian atau perpisahan orang tua mereka. Dalam upaya untuk membantu keluarga broken home, perlu diberikan dukungan dan sumber daya yang tepat untuk meningkatkan pola komunikasi yang sehat dan positif antara anggota keluarga.
Komunikasi Dalam Keluarga Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Anak Yulianti Yulianti; Rizka Fitriani; Halifah Khairunisa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1218

Abstract

Komunikasi dalam keluarga merupakan hal penting dalam membentuk karakter anak. Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dan efektif antara anggota keluarga dapat membantu anak dalam berperilaku dan mengembangkan keterampilan sosial, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis. Komunikasi dalam keluarga juga dapat membantu anak untuk memahami nilai-nilai penting, norma, dan perilaku yang diharapkan dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan dan meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga sebagai sarana pembentukan karakter anak yang baik.
Studi Kasus Dampak Pengaruh Gadget Terhadap Komunikasi Dalam Keluarga Yulianti Yulianti; Tiara Dila Safitri; Daniel Ade K.; Muhammad Rai Farhan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 9, No 1 (2023): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v9i1.11207

Abstract

One of the negative impacts of increasing gadget users for mankind is the impact of gadgets on household communication patterns. Therefore, this study aims to find out what are the influences of gadgets on communication in the family using qualitative methods, namely by using interviews and observations. The results of this study show the influence of the use of gadgets in communication in the family is the deterioration of communication and relationships in the family, loss of empathy and concern for the outside environment and children feel foreign and parents lose their roles. The influence of the use of gadgets in family communication can occur due to excessive use of gadgets so that it can have a negative impact on parent-child communication in the family. The intensity of direct communication between parents and children becomes reduced because they are too engrossed in using gadgets, interaction and communication with the outside environment is also lacking which makes it difficult for children to empathize and care and parents who are addicted to gadgets will be more negligent with responsibilities at home so as to make children feel foreign because of lack of affection. From this study, it is hoped that future research can examine more deeply the influence of gadgets that can be caused by family communication and can make this research a reference in knowing what are the effects of gagdet on family communication. _____________________________________________________________ Salah satu pengaruh negatif meningkatnya pengguna gadget bagi umat manusia adalah pengaruh gadget terhadap pola komunikasi rumah tangga. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja pengaruh yang ditimbulkan gadget terhadap komunikasi dalam keluarga dengan menggunakan metode kualititatif, yaitu dengan menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh dari penggunaan gadget dalam komunikasi dalam keluarga adalah memburuknya komunikasi dan hubungan dalam keluarga, hilangnya rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan luar dan anak merasa asing serta orang tua kehilangan perannya. Pengaruh penggunaan gadget dalam komunikasi keluarga dapat terjadi dikarenakan penggunaan gadget yang berlebihan sehingga dapat berdampak negatif pada komunikasi orangtua-anak dalam keluarga. Intensitas komunikasi langsung antara orang tua dan anak menjadi berkurang karena terlalu asyik menggunakan gadget, interaksi dan komunikasi dengan lingkungan luar juga kurang yang menimbulkan anak susah berempati dan peduli, orang tua yang kecanduan gadget akan semakin lalai dengan tanggung jawab dirumah sehingga membuat anak merasa asing karna kurang kasih sayang. Dari penelitian ini diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam pengaruh gadget yang dapat ditimbulkan terhadap komunikasi keluarga dan bisa menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengetahui apa saja pengaruh gagdet terhadap komunikasi keluarga.
PENGARUH PERHATIAN ORANGTUA TUNGGAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 11 KOTA JAMBI Sanny Grace Sinambela; Yulianti Yulianti; Nelyahardi Gutji
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bibliocouns.v6i2.14846

Abstract

Pendidikan adalah usaha yang dilakukan oleh guru terhadap siswa untuk mewujudkan tercapainya perubahan sikap, kemampuan, kebiasaan, emosional, dan spiritual. Manusia akan memperoleh informasi melalui pendidikan, sehingga dapat mengenali dan memaksimalkan potensi dirinya. Keterlibatan orang tua meningkatkan hasil belajar anak sangatlah penting, tanpa dukungan dan stimulasi orang tua, hasil belajar anak akan menemui kesulitan dan memburuk. Jenis penelitian ini merupakan analisis regresi yang berarti penelitian untuk menghitung besaran pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 11 Kota Jambi yang memiliki keluarga orang tua tunggal dan memiliki nilai belajar yang rendah yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Perhatian Orangtua Tunggal didapatkan persentase secara keseluruhan yaitu sebesar 59% dengan hasil tersebut menggambarkan bahwa kualitas perhatian orangtua tunggal pada siswa kelas X dan kelas XI di SMA Negeri 11 Kota Jambi sedang. Hasil belajar 27 responden, didapatkan bahwa hasil belajar memiliki nilai persentase sebesar 80,14% dengan kriteria tafsiran persentase berada pada kualitas baik. Hasil dari pengolahan SPSS 23 diperoleh nilai signifikansi 0,000 0,005 maka dapat disimpulkan variabel perhatian orangtua tunggal (X) mempunyai pengaruh terhadap variabel hasil belajar (Y). Kemudian nilai pengaruh diperoleh melalui nilai R Square sebesar 0,204 yang dipersentasikan menjadi 20,4%1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas Perhatian Orangtua Tunggal berada pada kualitas “Sedang” dengan persentase sebesar 59 2. Kualitas Hasil Belajar berada pada klasifikasi “Baik” dengan persentase sebesar 80,14%. 3. Koefisien determinasi yang dimiliki oleh variabel X terhadap variabel Y yaitu sebesar 0,204 dengan tafsiran pengaruh parsial mengunakan determinasi berada pada kriteria “Cukup Kuat”. Dengan demikian, variabel X mempengaruhi variabel Y sebesar 0,204 atau dengan persentasi 20,4 %.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP INTENSITAS PPENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA SISWA DI SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Rosita Dewi; Yulianti Yulianti; K.A Rahman Rahman
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bibliocouns.v6i2.14925

Abstract

Teknologi merupakan sarana untuk menyediakan hal-hal yang diperlukan untuk mempertahankan hidup manusia. Media sosial merupakan media yang berbasis online yang dapat digunakan untuk berpartisipasi, berbagi serta dapat berkomunikasi dengan sesama pengguna lainnya. Salah satu media sosial yang sangat populer yang digemari semua kalangan dari anak-anak hingga orang tua ialah media sosial Tiktok. Tiktok merupakan aplikasi buatan China yang dibuat oleh perusahaan ByteDance yang diluncurkan pada bulan September 2016. Remaja yang terlalu intens dalam penggunaan media sosial tiktok dapat membawa dampak buruk pada kehidupan sehari-harinya dari cara berpikirnya maupun tingkah lakunya serta kepribadian anak tersebut.Jenis penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menekan pada aspek secara objektif terhadap fenomena sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Expost-facto. Pada penelitian ini data yang terkumpul merupakan data dari siswa kelas VIII yang memenuhi kriteria yang sudah dijelaskan sebelumnya sehingga sampel sebanyak 85 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kontrol diri yang diberikan dengan presentase 58,44% yang berada pada klasifikasi tingkat sedang, tingkat intensitas penggunaan media sosial tiktok pada siswa di SMP Negeri 7 Muaro Jambi berada pada tingkat sedang dengan presentase 51,69% hal ini perlu diwaspadai, determinasi berada pada angka 0,227 atau 22,7%. Kriteria menemukan pengaruh determinasi 0,227 atau 22,7 % berada pada kategori cukup kuat (0,17 – 0,49) maka penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kontrol diri (X) terhadap variabel intensitas penggunaan media sosial tiktok (Y). Kata Kunci : Intensitas penggunaan Tiktok, pengendalian diri, remaja
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SMA N 10 KOTA JAMBI Akbir Wira Yudha; Yulianti Yulianti; Nelyahardi Gutji
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bibliocouns.v6i2.14877

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda memulai atau mengentaskan kegiatan dalam lingkungan akademik. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya perilaku prokrastinasi akademik, salah satunya adalah penggunaan media sosial. Penggunaan media sosial merupakan suatu bentuk ketergantungan atau keterikatan dalam menggunakan media sosial. Media sosial yang dibahas pada penelitian ini dibatasi pada media sosial tiktok. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat dan pengaruh penggunaan media sosial tiktok terhadap prokrastinasi akademik siswa di SMA N 10 Kota Jambi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Fase F SMA Negeri 10 Kota Jambi sebanyak 274 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 53 orang siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan expost facto. Instrumen atau alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket penggunaan media sosial tiktok dan angket prokrastinasi akademik. Data dianalisis menggunakan perhitungan persentase formula C, uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi sederhana, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kecanduan gadget siswa berada pada tingkat sedang dengan persentase sebesar 59,27%, dan prokrastinasi akademik berada pada tingkat tinggi dengan persentase sebesar 68,13%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui nilai signifikansi 0,025 0,05 dan nilai thitung ttabel atau 2,316 1,674 yang berarti hipotesis penelitian terbukti kebenarannya yaitu terdapat pengaruh penggunaan media sosial tiktok terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA Negeri 10 Kota Jambi.
LITERATURE REVIEW: PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI MASALAH BELAJAR SISWA Yulianti Yulianti; Sinta Nurzulina Putri; Nuramita Nuramita; Nurul Husna
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i3.12802

Abstract

This article contains the role of guidance and counseling teachers in overcoming student learning problems. In this article the author explains starting from the meaning of learning, understanding learning problems and forms of learning problems, what factors cause children to experience learning problems and also what is the role of guidance and counseling teachers in overcoming them. This article was created using the library study method, namely where the reference sources for this article come from reading sources such as articles and books related to the title that has been taken. The role of guidance and counseling teachers is very necessary in overcoming student learning problems, but it is not only guidance and counseling teachers but it is also the responsibility of teachers and school leaders.
PENGARUH POLA ASUH OTORITER TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI PADA REMAJA Yulianti Yulianti; Nurnilamsari Nurnilamsari; Restu Amanda; Inda Novita Sari
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i3.12836

Abstract

Peran pola asuh sangat signifikan dalam proses merawat dan membimbing anak, mencakup beragam model dan sistem pengasuhan. Dalam situasi pola asuh otoriter, orang tua cenderung menerapkan hukuman fisik sebagai konsekuensi dari pelanggaran aturan anak. Dampaknya mencakup kesulitan adaptasi, perilaku agresif, kurangnya kreativitas, dan pembatasan dalam keterampilan sosial. Pola asuh otoriter juga dapat mempengaruhi tingkat ketidakbahagiaan, ketakutan, kesulitan memulai aktivitas, dan komunikasi yang kurang efektif, terutama pada anak perempuan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai dampak pola asuh otoriter memiliki relevansi yang penting untuk merancang strategi pendidikan dan pengasuhan yang lebih efektif demi perkembangan optimal anak. 
FAKTOR-FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN MENTAL REMAJA Yulianti Yulianti; Novela Hayati; Lisna Wati; Muthia Fauziyyah Andini; Wafa'urrahmah Tugiartono; Dwi Indah Ramadhani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.13121

Abstract

Indonesia faces serious challenges in terms of mental health, ranking fourth in mental health disorders and fifth in anxiety worldwide, according to the 2014 WHO report. This article highlights several factors that cause mental health disorders in teenagers in Indonesia.  Firstly, parenting styles play an important role, with democratic parenting that supports children's freedom, harsh authoritarian parenting, and permissive parenting that lacks care, all having different impacts on adolescent development.  Conflict and negative parenting styles are associated with an increased risk of depression.  Second, inadequate living environments, such as densely populated areas and damaged houses, can affect adolescents' mental health.  Third, socio-economic factors such as financial stability and demands for achievement also have a significant impact on the psychological well-being of adolescents.  This means that a deep understanding of these factors is very important in efforts to improve the mental health of teenagers in Indonesia.
PERAN LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA Yulianti Yulianti; Nur Fadila; Chairrun Nisa; Indah Multia Cahyani; Sri Chantika putri Zalianti; Dhetalia Okta Riyani; Dila Puspita Sari
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i1.13153

Abstract

Mental health is a state of well-being in which a person is able to endure the rest of life, work well, and affect society. Mental health does not only mean the absence of mental disorders, but also includes a person's ability to manage their emotions, social and interpersonal relationships, and adapt to change. Conflict in the family can affect children's behavior and mental health, because the family is the closest place for a child. What children see and hear often runs in the family. Therefore, it is a good thing that family activities and the child's personality, behavior and health are influenced by what their parents see and hear. Mental disorders are still common in Indonesia, and it needs to be addressed more, because it is the young generation who will be the children and grandchildren of the country one day. If a teenager has a mental health problem and is left untreated, the child's mental health problem will persist and hinder their development. The purpose of this research is to find out the prevalence of mental health problems among teenagers today, the factors that affect them, and how the family can affect the mental health of teenagers in Indonesia. As you said, the role of the family in supporting children's mental health is very important, because parents are the main source of income for children. They can provide emotional support, create a safe environment, and help children develop problem-solving and social skills. By understanding the role of the family environment, we can better understand how to improve the mental health of the younger generation.