Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Kerentanan Sosial Dan Ekonomi Terhadap Bencana Banjir (Studi Kasus: Wilayah Pesisir Kota Pekalongan) Arsiadi Wisnu Hapsoro; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.732 KB)

Abstract

Penelitian ini diangkat dari latar belakang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang rentan terhadap bencana banjir di wilayah pesisir Kota Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat melalui pemodelan  untuk mengetahui tingkat kerentanan masyarakat dengan bantuan alat Sistem Informasi Geografis.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dengan metode analisis data berupa scoring analysis, deskriptif kuantitatif dan analisis spasial.Kerentanan sosial yang merupakan kajian dalam penelitian ini diukur dengan kepadatan penduduk, penduduk usia tua dan balita, penduduk wanita dan pemahaman masyarakat terhadap bencana. Sedangkan kerentanan ekonomi diukur dari persentase tingkat kemiskinan.Dari hasil penelitian, 272,9  ha wilayah pesisir Kota Pekalongan atau sekitar 6% dari luas total Kota Pekalongan tergenang air laut pada tahun 2029. Tingkat kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Kota Pekalongan terkategorikan kedalam tiga kelas yaitu kerentanan rendah (1 kelurahan), kerentanan sedang (4 kelurahan) dan kerentanan tinggi (1 kelurahan). Kesimpulan yang dapat diambil adalah model terbentuk dan dapat mempresentasikan kondisi sebenarnya di lapangan sebesar 83,34%.
Kajian Perkembangan Pariwisata Kabupaten Cilacap sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Zahra Ratu Aziza; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the declining tourism development phenomenon in Cilacap Regency as much as 34% in 2017-2018. This indicates that the development of tourism is hampered, and has not been able to support the role of the Central Java Provincial Tourism Strategic Area (Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi Jawa Tengah/KSPP) as a tourism policy for Cilacap Regency. Research found that lack of tourism attractions, tourism supply resources that tend not to be ready, are the main factors that inhibit the development of tourism in Cilacap Regency. These factors lead to imbalance tourism demand condition, such as declining tourists’ enthusiasm, lack of tourist arrivals outside Central Java Province, and there are no foreign tourists. The inhibit condition of combination in supply and demand tourism make the policy doesn’t suitable with the existing tourism development condition. Therefore, it is important to examine the causes of underdeveloped tourism in Cilacap Regency, so that it will be useful to make initial steps for developing Cilacap Regency in tourism sector
Efektivitas Pengawasan Kelembagaan dan Masyarakat Terhadap Kebijakan Penataan Ruang (Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung) Indraya Kusyuniadi; Imam Buchori
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.193 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.2.209-217

Abstract

Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung (KCAGK) adalah kawasan yang mempunyai keunikan batuan dan fosil, sehingga mendapat julukan sebagai “Black Box” dari proses alam semesta. Berdasarkan kebijakan tata ruang (RTRW) menetapkan KCAGK sebagai kawasan strategis sebagai fungsi daya dukung lahan. Konsekuensinya adalah semua aktifitas yang dapat mengubah bentukan geologi dilarang. Akan tetapi kegiatan penambangan masih menjadi ancaman akan hilangnya keanekaragaman bebatuan yang dilindungi. Penelitian ini memfokuskan pada aspek pengawasan yang terindikasi masih lemah dalam penyelenggaraan pentaan ruang, melalui aspek kelembagaan dan masyarakat. Aspek kelembagaan terdiri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) dan pemerintah daerah melalui Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD), sedangkan aspek mayarakat diwakili tokoh lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis studi statistik deskriptif. Proses penelitian diawali dengan menentukan jumlah populasi untuk lembaga LIPI dan BKPRD melalui purposive sampling diperoleh jumlah sampling sebesar 8 responden. Penentuan jumlah responden masyarakat yang diwakili tokoh masyarakat, menggunakan random sampling dengan teknik area probability diperoleh sampling sebesar 20 responden.Tahapan kedua adalah pengisian kuesioner melalui wawancara langsung ke responden. Tahapan ketiga adalah melakukan analisis efektivitas pengawasan kebijakan tata ruang melalui peran kelembagaan dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peran dari kelembagaan dan masyarakat belum efektiv dalam melakukan tahapan pengawasan Peraturan Daerah (Perda) RTRW di KCAGK. Indikator dari ketidak efektivan dilihat dari: 1) sosialisasi kebijakan, 2) perizinan penambangan, 3) penerapan insentif dan disinsentif, 4) pembiayaan dan 5) pemantauan dan kepedulian lingkungan. Perlu suatu perbaikan dalam meningkatkan peran kelembagaan dan masyarakat, diantaranya 1) Lembaga BKPRD perlu ditinjau ulang keberadaannya, 2) peran masyarakat perlu di berikan kewenagan lebih dalam pengawasan lingkungan di KCAGK.
STRATEGI INTEGRASI SISTEM TRANSPORTASI UMUM DALAM MENUNJANG PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA Gilang Rizki Ramadhan; Imam Buchori
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.537 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.1.84-95

Abstract

The development of Yogyakarta City arises the issue of congestion that might interfere various activities, one of them is tourism activity. This aims at strategizing integration of public transport system for reducing congestion. It seeks an integration strategy of public transport system that can improve accessibility and support tourism in Yogyakarta City based on domestic tourist preference. Using descriptive statistics, service quality (servqual), and importance-performance analysis (IPA), it was revealed that respondents feel less satisfied with the quality of service of integration of public transport system, for which an improvement is needed. This can be done by strategizing integration of public transport system, from the strategy will be known the order of handling priority each variable, i.e. (1) schedule integration, (2) network integration, (3) land use integration, (4) physical integration, and (5) information integration which is done by improving its performance. Furthermore, (6) social integration, (7) environmental integration, and (8) fare and ticket integration which is done by maintaining its performance.
Reclassification of Urban Growth in Rural Area, Temanggung Regency, Indonesia Holi Bina Wijaya; Imam Buchori
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.9.1.1-16

Abstract

Reclassification is part of urban growth together with the natural growth of birth and death, and migration from rural to urban areas. However, the reclassification has a deficiency in studies due to the urban growth discourses have much focused on the central force of existing urbanized areas. Historical data shows that the economic growth in urban areas is more due to a residual increase from migration growth and reclassification rather than natural growth. This paper contributes to the empirical context of the phenomenon of reclassification of urban growth and its following spatial changes in the rural area of Temanggung regency, Indonesia. The study utilizes the comparison analysis by examining the growth of industrial employment as an urban activity in rural areas, as well as looking at this relationship with changes in the physical built-up area as an indication of the urbanization process. This study found that the reclassification in Temanggung regency has encouraged urbanization in rural areas, through the development of industrial activities based on local resources and labor and promoted economic growth in rural areas. The reclassification that occurs is mostly due to the wood products manufacturing business that has been supported by the potential resources, and local workforce, rather than the active role of the government institution.
Dampak Ekspansi Kebun Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Jasa Lingkungan Provinsi Riau Mohammad Rafli; Imam Buchori
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.21229

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau memiliki luasan terbesar yakni mencapai >21% dari jumlah luasan kebun kelapa sawit di Indonesia. Kebun kelapa sawit yang luas tersebut melibatkan konversi lahan yang diikuti dengan penyusutan kerapatan vegetasi. Kondisi ini tidak mempertimbangkan keberlanjutan yang nantinya akan berpengaruh pada penurunan dan perubahan jasa lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menilai bagaimana ekspansi kebun kelapa sawit di Provinsi Riau berpengaruh terhadap kondisi jasa lingkungan.  Pendekatan terhadap jasa lingkungan menggunakan metode interpretasi citra Landsat 5 multi-temporal tahun 1990, tahun 2000, tahun 2010, dan citra Landsat 8 tahun 2018. Jasa lingkungan yang dianalisis adalah kesediaan cadangan karbon dan perubahan suhu permukaan tanah. Perubahan lahan menjadi kebun kelapa sawit dan cadangan karbon diukur dengan analisis tutupan lahan. Kerapatan vegetasi menggunakan teknik NDVI, dan nilai suhu permukaan menggunakan analisis band thermal. Hasil penelitian menggambarkan adanya kenaikan luas kebun kelapa sawit yang cukup besar yaitu 2,15 juta hektar (24,12%) dari luas wilayah Provinsi Riau.  Jumlah karbon yang hilang pada lahan hutan mencapai 238,37 juta ton, pada lahan semak belukar mencapai 3,99 juta ton, dan karbon yang hilang pada ladang mencapai 24,97 juta ton. Kenaikan suhu permukaan sebesar 3oC - 4oC. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah dalam membuat kebijakan khususnya pemberian izin pembukaan lahan kelapa sawit karena masalah ini dapat mengancam keberlanjutan lingkungan.
Cultural landscape function of informal urban settlement in East Nusa Tenggara Roosna Maryani Octaviana Adjam; Imam Buchori; Wakhidah Kurniawati
Jurnal Teknosains Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.77673

Abstract

The theme of cultural landscape function becomes very important along with the awareness to create a balance of ecological and social landscape functions in urban areas. Urban settlement strongly influences cultural function, both as a form of landscape and demographic characteristics. This paper aims to examine the existence of several important social values in urban settlement landscapes and the role of landscape features in influencing social values aspects of informal residents such as social cohesion, recreation, sense of place, spiritualism, cultivation, and business activities. The research method used is a mixed quantitative and qualitative method by using observations, questionnaires, and interviews for data collection based on a sociological approach with community members. Questionnaire data were collected for further analysis in which the Spearman coefficient was used to examine the relationship between social values and landscape features. The results revealed that residents in Airmata and Manutapen have different percentages of social values in terms of their landscape features, and it can also be seen that the values of social cohesion, sense of place, and local business present a stronger relationship to landscape functions. These results show the importance of social values in informal societies as a potential approach to achieving sustainable landscape management.
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau dalam Mengurangi Pencemaran Udara di Kawasan Metropolitan Surakarta untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Musyary, Muhammad Daffa; Buchori, Imam
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v8i2.137-149

Abstract

ABSTRAKRuang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Metropolitan Surakarta berkurang dari 35% di tahun 1980-an menjadi kurang dari 10% di tahun 2021 yang berarti luasan RTH tersebut tidak memenuhi standar menurut UU no 26 tahun 2007. Hal tersebut berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan salah satunya adalah pencemaran udara yang merupakan pilar lingkungan dari Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis luasan RTH ideal dalam membantu mengurangi pencemaran udara di Kawasan Metropolitan Surakarta. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Landscape Pattern Metrics untuk melihat pengaruh dan korelasi antara kerapatan RTH dengan pencemaran udara di tahun 2012 - 2022. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerapatan RTH hasil NDVI berbanding terbalik dengan pencemaran udara dimana semakin menurun luasan RTH maka akan semakin tinggi nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kawasan Metropolitan Surakarta. Berdasarkan analisis trendline, strategi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan luas RTH sebesar 50 Ha setiap tahun agar nilai ISPU di tahun 2030 menjadi 41,4 masuk dalam kategori udara sehat.Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Pencemaran Udara, Kawasan Metropolitan Surakarta ABSTRACTGreen open space in the Surakarta Metropolitan Area has decreased from 35% in the 1980s to less than 10% in 2021, which means that the green open space does not meet the standards according to Law No. 26 of 2007. This has an impact on the quality of the urban environment, one of which is contamination. air which is the environmental pillar of the Sustainable Development Goals (SDGs). The aim of this research is to analyze the ideal green open space area to help reduce air pollution in the Surakarta Metropolitan Area. The method used is spatial analysis using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and Landscape Pattern Metrics to see the influence and correlation between green open space density and air contamination in 2012 - 2022. The results of the analysis show that the NDVI based green open space density is inversely proportional to air contamination, which is increasing As the area of green open space increases and decreases, the higher the ISPU value in the Surakarta Metropolitan Area. Based on trendline analysis, the strategy that needs to be implemented is to increase the green open space area by 50 Ha every year so that the ISPU value in 2030 becomes 41.4 in the healthy air category.Keywords: Green open space, Air Pollution, Surakarta Metropolitan Area
Upaya Guru Al-Qur’an Hadist Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an: Penelitian Sosiologis di MTs Ikhwatul Iman Kertajaya Kelas VIII Buchori, Imam; Nurpermas, Siti
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 2 No 1 (2024): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/murid.21228

Abstract

Latar belakang penelitian ini berawal dari kekhawatiran peneliti terhadap rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di MTs Ikhwatul Iman Kertajaya. Meskipun di tingkat MTs seharusnya siswa telah mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, namun kenyataannya masih banyak siswa yang belum mencapai tingkat kemampuan tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya minat siswa dalam membaca Al-Qur’an antara lain adalah kecenderungan siswa untuk lebih menghabiskan waktu dengan smartphone dan bermain game online daripada membaca Al-Qur’an. Selain itu, lingkungan sekitar yang kurang mendukung juga menjadi faktor lain yang memengaruhi minat siswa terhadap membaca Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan guru Al-Qur’an hadist dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menampilkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Al-Qur’an Hadist sangat berperan penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, namun guru telah melakukan upaya maksimal dengan memberikan bimbingan, motivasi, serta mencoba berbagai metode pembelajaran untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an. Disarankan agar guru terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada siswa yang berhasil membaca Al-Qur’an dengan baik untuk mempertahankan semangat dan motivasi mereka dalam mempelajari Al-Qur’an.
Penilaian Tingkat Perkembangan Wilayah Kawasan Strategis Kecamatan Sungai Kunyit Kalimantan Barat Indonesia Setiowati, Catur; Buchori, Imam
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 2 (2023): JPWK Volume 19 No. 2 June 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i2.48640

Abstract

Kecamatan Sungai kunyit adalah kawasan strategis Kabupaten Mempawah dan salah satu kawasan strategis Provinsi Kalimantan Barat. Penunjukan ini diharapkan dapat mendorong perkembangan wilayah kecamatan. Kondisi fisik menunjukkan terjadinya kesenjangan antar wilayah pada pusat pertumbuhan kawasan strategis dan wilayah internal Kecamatan Sungai Kunyit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat perkembangan wilayah internal Kecamatan Sungai Kunyit sebagai kawasan strategis pusat pertumbuhan. Pendekatan spasial digunakan dalam penelitian ini dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan data statistik dan citra landsat 8 untuk melihat perubahan penggunaan lahan. Teknik analisis yang digunakan adalah GIS dan indeks komposit untuk melihat indeks perkembangan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perkembangan dari tahun 2014 sampai dengan 2020 masih sama terdapat 3 desa dengan klasifikasi tinggi, pada tahun 2014 desa dengan klasifikasi sedang terdapat 8 desa sedangkan pada tahun 2020 menurun menjadi 7 desa, dan desa dengan klasifikasi rendah pada tahun 2014 terdapat 1 desa meningkat di tahun 2020 menjadi 2 desa. Kecamatan Sungai Kunyit sebagai kawasan strategis belum dapat mendorong perkembangan wilayahnya, pertumbuhan spasial terkonsentrasi pada pusat kawasan strategis sehingga perkembangan wilayah tidak merata menyebabkan terjadi kesenjangan wilayah.
Co-Authors Ade Irma Suryani Lating Agung Dwi Astuti, Setyani Agung Laksono Jati Agung Sugiri Agus Hidayat, Ahmad Agus Sugianto Ainurrohman, Ahmad Miftah Ajeng Tita Nawangsari Aji Prasetyo Aliyani Firdaus, Safir Aliyani Firdaus, Safira Andriani Samsuri Arif Sudarmanto, Arif Aripratiwi, Ratna Anggraini Arlina, Agustin Mila Arsiadi Wisnu Hapsoro Asri Sawiji Atik Munggiarti Dara Zaiyana Denny Maulana Ardiansyah Dian Permata Sari Djoko Indrosaptono Eko Ihsanto Elina, Riskiana Erma Fitria Rini Fadilah Ilham, Igo Faizah, Nuraimmatul Gilang Rizki Ramadhan Hanandi Prabowo Hidayat, Ahmad Agus Hidayat, Moh. Helmi Holi Bina Wijaya Ikfi Maryama Ulfa Indah Saraswati Indraya Kusyuniadi Jannah, Binti Shofiatul Joesron Alie Syahbana Joko Susilo Kareza Ahmad Katrina Doris Meliana, Katrina Doris Kusuma, I Made Bagus Nara Lalu Akhmad Farhan Mahyeda, Afden Mailendra, Mailendra Marsista Buana Putri, Marsista Buana Maryono Maryono Mochammad Ilyas Junjunan Mohammad Bugy Ardhytio Yusuf Mohammad Dliyaul Muflihin Mohammad Rafli Muflihin, Mohammad Muhammad Nur Sadewo Muhammad Rizki Ashari Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Mussadun Mussadun Mussadun Mussadun Musyary, Muhammad Daffa Nabila Amaro Laila Rosyda Ni Made Dwi Sulistia Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia Ningtias, Novia Siswari Noor Wahyudi Nur Hanifah Nurhidayati, Ely Nurpermas, Siti Okto Risdianto Manullang Permata MS, Ayu Putri Pramitasari, Angrenggani Priono, Lina Ambarwati Putri Aqidah, Liza Putri, Rufia Andisetyana Rahardian, Andiri Rahayu, Hastanti Agustin Rahmat Tri Insani Rakyan Paksi Nagara Retno Widjajanti Rima Mustika Rina Kurniati Rizkhi Rizkhi Rizki Putri Amanda Romaisyah, Luqita Roosna Maryani Octaviana Adjam Rosnaeni Rosnaeni, Rosnaeni Sa’diah, Rohmatus Sahrizal, Achmad Badri Andry Salsabila, Unik Hanifah Sam'ani Intakoris Sa’diah, Rohmatus Sejati, Anang Wahyu Setiowati, Catur Silviani Junita Solikhawati, Anisa Subadi Subadi Sudarno Sudarno Sugiono Soetomo Sugiono Soetomo Sukamto Sukamto Susanto, Febry Fabian Suzanna Ratih Sari Vicky Rasyiid Maulana Wakhidah Kurniawati Yudi Basuki Zahra Ratu Aziza Zaim, Zaflis