Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PENGUNJUNG RITEL MODERN SKALA BESAR DI PUSAT DAN PINGGIRAN KOTA SEMARANG Rima Mustika; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.093 KB)

Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, bahkan Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang mengalami perkembangan kota yang cukup pesat. Perkembangan Kota Semarang salah satunya dipengaruhi olah modernisasi yang mengubah karakter ruang Kota Semarang. Pesatnya proses modernisasi di Kota Semarang membuat perubahan dalam pembangunan fisik perkotaan seperti semakin banyaknya bangunan-bangunan baru yang dimanfaatkan sebagai aktifitas masyarakat setempat. Begitu juga dengan pusat perbalanjaan, dalam perkembangannya pusat perbelanjaan semakin modern yaitu ditandai dengan penampilan bentuk fisik yang lebih mewah dan fasilitas yang lebih cangih. Di dalam pusat-pusat perbelanjaan tersebut terdapat ritel modern yang saat ini keberadaanya telah banyak dikenal  bukan hanya oleh masyarakat Kota Semarang sendiri namun juga dikenal oleh masyarakat diluar Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan karakteristik pengunjung  ritel modern skala besar di pusat dan pinggiran Kota Semarang. Untuk mengetahui hal tersebut, tahapan yang dilakukan adalah mengidentifikasi karakteristik pasar modern yang terletak di pinggir kota dan pusat kota, dan setelah itu menganalisis perilaku konsumen ritel modern yang ditinjau dari variabel permintaan yaitu demografi, lokasi, pendapatan dan gaya hidup. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dimana teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pengunjung/konsumen pasar modern.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik perilaku pengunjung ritel modern di pusat dan pinggiran Kota Semarang. Pasar modern yang terletak di pusat kota dapat menjangkau konsumen secara meluas ke seluruh wilayah Kota Semarang, dan bahkan jangkauan layanan konsumen sampai ke kabupaten-kabupaten sekitar Kota Semarang seperti kabupaten Semarang, Ungaran, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal. Sedangkan jangkauan layanan pasar modern yang terletak di pinggiran kota hanya menjangkau konsumen di kawasan sekitar pasar modern tersebut.
Identifikasi Daerah Rawan Longsor Berbasis SIG di Kecamatan Sumowono Kareza Ahmad; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.833 KB)

Abstract

One of the natural disasters that often occur in hilly areas is landslides. Landslides can occur due to the movement of masses of land, rocks, the intensity of very high rainfall, and many other factors, and have the potential to damage the environment by causing various losses. Sumowono District is one of the vulnerable areas to landslides in Kabupaten Semarang, which is located in highland and mountainous areas with the soil condition that are quite vulnerable with high intensity of rainfall. Landslides often occur in Sumowono District and cause losses. In 2015, there were around 12 landslides in this sub-district and some affected residents and caused material losses. Distribution of landslides and the time when the disaster occurred was difficult to predict, so there was no effort early treatment before the landslide disaster occurs. The purpose of this study is mapping and identifying the distribution of vulnerable areas to landslides using matrix matrix pairwise comparison method and SNI Permen PU No.22/PRT/M/2007 in Sumowono District. The methods that will be used in this study are the scoring method, matrix pairwise comparison in the context of AHP with expert judgment, and weighted overlay technique. Criteria used include topography, soil type, geological structure, rainfall, land cover, and population density. The results of this study are the distribution of landslide vulnerable areas based on SNI Permen PU No.22/PRT/M/ 2007 with modification and pairwise comparison. Identification of the distribution of landslide areas that are more accurate in representing condition in the area is SNI Permen PU that are classified into three classes, which is high vulnerability with an area of 1.089,07 Ha or 18,53% spread across 16 villages, with an area of 3.513,64 ha or 59,77% spread over 16 villages, and low with an area of 1.276,20 Ha or 21,71% spread over 15 villages.
Kajian Kerentanan Sosial Dan Ekonomi Terhadap Bencana Banjir (Studi Kasus: Wilayah Pesisir Kota Pekalongan) Arsiadi Wisnu Hapsoro; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.732 KB)

Abstract

Penelitian ini diangkat dari latar belakang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang rentan terhadap bencana banjir di wilayah pesisir Kota Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat melalui pemodelan  untuk mengetahui tingkat kerentanan masyarakat dengan bantuan alat Sistem Informasi Geografis.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif dengan metode analisis data berupa scoring analysis, deskriptif kuantitatif dan analisis spasial.Kerentanan sosial yang merupakan kajian dalam penelitian ini diukur dengan kepadatan penduduk, penduduk usia tua dan balita, penduduk wanita dan pemahaman masyarakat terhadap bencana. Sedangkan kerentanan ekonomi diukur dari persentase tingkat kemiskinan.Dari hasil penelitian, 272,9  ha wilayah pesisir Kota Pekalongan atau sekitar 6% dari luas total Kota Pekalongan tergenang air laut pada tahun 2029. Tingkat kerentanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Kota Pekalongan terkategorikan kedalam tiga kelas yaitu kerentanan rendah (1 kelurahan), kerentanan sedang (4 kelurahan) dan kerentanan tinggi (1 kelurahan). Kesimpulan yang dapat diambil adalah model terbentuk dan dapat mempresentasikan kondisi sebenarnya di lapangan sebesar 83,34%.
Kajian Perkembangan Pariwisata Kabupaten Cilacap sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Zahra Ratu Aziza; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the declining tourism development phenomenon in Cilacap Regency as much as 34% in 2017-2018. This indicates that the development of tourism is hampered, and has not been able to support the role of the Central Java Provincial Tourism Strategic Area (Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi Jawa Tengah/KSPP) as a tourism policy for Cilacap Regency. Research found that lack of tourism attractions, tourism supply resources that tend not to be ready, are the main factors that inhibit the development of tourism in Cilacap Regency. These factors lead to imbalance tourism demand condition, such as declining tourists’ enthusiasm, lack of tourist arrivals outside Central Java Province, and there are no foreign tourists. The inhibit condition of combination in supply and demand tourism make the policy doesn’t suitable with the existing tourism development condition. Therefore, it is important to examine the causes of underdeveloped tourism in Cilacap Regency, so that it will be useful to make initial steps for developing Cilacap Regency in tourism sector
Efektivitas Pengawasan Kelembagaan dan Masyarakat Terhadap Kebijakan Penataan Ruang (Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung) Indraya Kusyuniadi; Imam Buchori
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.193 KB) | DOI: 10.14710/jil.18.2.209-217

Abstract

Kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung (KCAGK) adalah kawasan yang mempunyai keunikan batuan dan fosil, sehingga mendapat julukan sebagai “Black Box” dari proses alam semesta. Berdasarkan kebijakan tata ruang (RTRW) menetapkan KCAGK sebagai kawasan strategis sebagai fungsi daya dukung lahan. Konsekuensinya adalah semua aktifitas yang dapat mengubah bentukan geologi dilarang. Akan tetapi kegiatan penambangan masih menjadi ancaman akan hilangnya keanekaragaman bebatuan yang dilindungi. Penelitian ini memfokuskan pada aspek pengawasan yang terindikasi masih lemah dalam penyelenggaraan pentaan ruang, melalui aspek kelembagaan dan masyarakat. Aspek kelembagaan terdiri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) dan pemerintah daerah melalui Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD), sedangkan aspek mayarakat diwakili tokoh lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis studi statistik deskriptif. Proses penelitian diawali dengan menentukan jumlah populasi untuk lembaga LIPI dan BKPRD melalui purposive sampling diperoleh jumlah sampling sebesar 8 responden. Penentuan jumlah responden masyarakat yang diwakili tokoh masyarakat, menggunakan random sampling dengan teknik area probability diperoleh sampling sebesar 20 responden.Tahapan kedua adalah pengisian kuesioner melalui wawancara langsung ke responden. Tahapan ketiga adalah melakukan analisis efektivitas pengawasan kebijakan tata ruang melalui peran kelembagaan dan masyarakat. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peran dari kelembagaan dan masyarakat belum efektiv dalam melakukan tahapan pengawasan Peraturan Daerah (Perda) RTRW di KCAGK. Indikator dari ketidak efektivan dilihat dari: 1) sosialisasi kebijakan, 2) perizinan penambangan, 3) penerapan insentif dan disinsentif, 4) pembiayaan dan 5) pemantauan dan kepedulian lingkungan. Perlu suatu perbaikan dalam meningkatkan peran kelembagaan dan masyarakat, diantaranya 1) Lembaga BKPRD perlu ditinjau ulang keberadaannya, 2) peran masyarakat perlu di berikan kewenagan lebih dalam pengawasan lingkungan di KCAGK.
STRATEGI INTEGRASI SISTEM TRANSPORTASI UMUM DALAM MENUNJANG PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA Gilang Rizki Ramadhan; Imam Buchori
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 1: Juli 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.537 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.1.84-95

Abstract

The development of Yogyakarta City arises the issue of congestion that might interfere various activities, one of them is tourism activity. This aims at strategizing integration of public transport system for reducing congestion. It seeks an integration strategy of public transport system that can improve accessibility and support tourism in Yogyakarta City based on domestic tourist preference. Using descriptive statistics, service quality (servqual), and importance-performance analysis (IPA), it was revealed that respondents feel less satisfied with the quality of service of integration of public transport system, for which an improvement is needed. This can be done by strategizing integration of public transport system, from the strategy will be known the order of handling priority each variable, i.e. (1) schedule integration, (2) network integration, (3) land use integration, (4) physical integration, and (5) information integration which is done by improving its performance. Furthermore, (6) social integration, (7) environmental integration, and (8) fare and ticket integration which is done by maintaining its performance.
Reclassification of Urban Growth in Rural Area, Temanggung Regency, Indonesia Holi Bina Wijaya; Imam Buchori
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.9.1.1-16

Abstract

Reclassification is part of urban growth together with the natural growth of birth and death, and migration from rural to urban areas. However, the reclassification has a deficiency in studies due to the urban growth discourses have much focused on the central force of existing urbanized areas. Historical data shows that the economic growth in urban areas is more due to a residual increase from migration growth and reclassification rather than natural growth. This paper contributes to the empirical context of the phenomenon of reclassification of urban growth and its following spatial changes in the rural area of Temanggung regency, Indonesia. The study utilizes the comparison analysis by examining the growth of industrial employment as an urban activity in rural areas, as well as looking at this relationship with changes in the physical built-up area as an indication of the urbanization process. This study found that the reclassification in Temanggung regency has encouraged urbanization in rural areas, through the development of industrial activities based on local resources and labor and promoted economic growth in rural areas. The reclassification that occurs is mostly due to the wood products manufacturing business that has been supported by the potential resources, and local workforce, rather than the active role of the government institution.
Dampak Ekspansi Kebun Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Jasa Lingkungan Provinsi Riau Mohammad Rafli; Imam Buchori
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 2 (2022): JPWK Volume 18 No. 2 June 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i2.21229

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau memiliki luasan terbesar yakni mencapai >21% dari jumlah luasan kebun kelapa sawit di Indonesia. Kebun kelapa sawit yang luas tersebut melibatkan konversi lahan yang diikuti dengan penyusutan kerapatan vegetasi. Kondisi ini tidak mempertimbangkan keberlanjutan yang nantinya akan berpengaruh pada penurunan dan perubahan jasa lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menilai bagaimana ekspansi kebun kelapa sawit di Provinsi Riau berpengaruh terhadap kondisi jasa lingkungan.  Pendekatan terhadap jasa lingkungan menggunakan metode interpretasi citra Landsat 5 multi-temporal tahun 1990, tahun 2000, tahun 2010, dan citra Landsat 8 tahun 2018. Jasa lingkungan yang dianalisis adalah kesediaan cadangan karbon dan perubahan suhu permukaan tanah. Perubahan lahan menjadi kebun kelapa sawit dan cadangan karbon diukur dengan analisis tutupan lahan. Kerapatan vegetasi menggunakan teknik NDVI, dan nilai suhu permukaan menggunakan analisis band thermal. Hasil penelitian menggambarkan adanya kenaikan luas kebun kelapa sawit yang cukup besar yaitu 2,15 juta hektar (24,12%) dari luas wilayah Provinsi Riau.  Jumlah karbon yang hilang pada lahan hutan mencapai 238,37 juta ton, pada lahan semak belukar mencapai 3,99 juta ton, dan karbon yang hilang pada ladang mencapai 24,97 juta ton. Kenaikan suhu permukaan sebesar 3oC - 4oC. Kondisi ini menjadi perhatian bagi pemerintah dalam membuat kebijakan khususnya pemberian izin pembukaan lahan kelapa sawit karena masalah ini dapat mengancam keberlanjutan lingkungan.
Peran sektor ekonomi dan kependudukan dalam pembangunan wilayah Kabupaten Cilacap Nur Hanifah; Imam Buchori
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.60013

Abstract

Kabupaten Cilacap menempati peringkat kedua tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam kontribusi PDRB dibawah Kota Semarang pada tahun 2018. PDRB Kabupaten   Cilacap tahun 2018 sebesar 109.753.607,77 juta rupiah. Kabupaten Cilacap memiliki potensi sektor pertambangan dan industri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis potensi ekonomi dan kependudukan untuk mengetahui perannya dalam pembangunan wilayah Kabupaten Cilacap. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis LQ dan shift share. Hasil analisis menunjukkan bahwa kabupaten Cilacap memiliki dua sektor basis yaitu sektor pertambangan dan industri pengolahan. Perekonomian yang menjadi sektor prioritas dalam hal penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kedepannya, adalah sektor pertambangan dan penggalian serta informasi dan komunikasi. Sektor kependudukan meliputi kualitas SDM memiliki peran dalam penyediaan tenaga kerja dibidang industri di Kabupaten Cilacap. Integrasi sektor kependudukan dalam perencanaan pembangunan dengan peran penduduk sebagai penggerak dan objek pembangunan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan penduduk Kabupaten Cilacap. Dari hasil penelitian ini, Kabupaten Cilacap perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung sektor pertambangan dan industri pengolahan.
Cultural landscape function of informal urban settlement in East Nusa Tenggara Roosna Maryani Octaviana Adjam; Imam Buchori; Wakhidah Kurniawati
Jurnal Teknosains Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.77673

Abstract

The theme of cultural landscape function becomes very important along with the awareness to create a balance of ecological and social landscape functions in urban areas. Urban settlement strongly influences cultural function, both as a form of landscape and demographic characteristics. This paper aims to examine the existence of several important social values in urban settlement landscapes and the role of landscape features in influencing social values aspects of informal residents such as social cohesion, recreation, sense of place, spiritualism, cultivation, and business activities. The research method used is a mixed quantitative and qualitative method by using observations, questionnaires, and interviews for data collection based on a sociological approach with community members. Questionnaire data were collected for further analysis in which the Spearman coefficient was used to examine the relationship between social values and landscape features. The results revealed that residents in Airmata and Manutapen have different percentages of social values in terms of their landscape features, and it can also be seen that the values of social cohesion, sense of place, and local business present a stronger relationship to landscape functions. These results show the importance of social values in informal societies as a potential approach to achieving sustainable landscape management.
Co-Authors Agung Dwi Astuti, Setyani Agung Laksono Jati Agung Sugiri Agus Sugianto Ainurrohman, Ahmad Miftah Ajeng Tita Nawangsari Aji Prasetyo, Aji Aliyani Firdaus, Safir Aliyani Firdaus, Safira Arif Sudarmanto, Arif Aripratiwi, Ratna Anggraini Arlina, Agustin Mila Arsiadi Wisnu Hapsoro Asri Sawiji Atik Munggiarti Dara Zaiyana Denny Maulana Ardiansyah Dian Permata Sari Dinilla Husna Djoko Indrosaptono Eko Ihsanto Elina, Riskiana Erma Fitria Rini Fadilah Ilham, Igo Faizah, Nuraimmatul Gilang Rizki Ramadhan Hanandi Prabowo Hidayat, Ahmad Agus Hidayat, Moh. Helmi Holi Bina Wijaya Ikfi Maryama Ulfa Indah Saraswati Indraya Kusyuniadi Jannah, Binti Shofiatul Joesron Alie Syahbana Joko Susilo Junjunan, Mochammad Ilyas Kareza Ahmad Katrina Doris Meliana, Katrina Doris Kusuma, I Made Bagus Nara Lalu Akhmad Farhan Lating, Ade Irma Suryani Mahyeda, Afden Mailendra, Mailendra Marsista Buana Putri, Marsista Buana Maryono Maryono Mohamad Bagir Mohammad Bugy Ardhytio Yusuf Mohammad Dliyaul Muflihin Mohammad Rafli Muflihin, Mohammad Muhammad Nur Sadewo Muhammad Rizki Ashari Murtanti Jani Rahayu Murtanti Jani Rahayu Mussadun Mussadun Mussadun Mussadun Musyary, Muhammad Daffa Nabila Amaro Laila Rosyda Ni Made Dwi Sulistia Budhiari, Ni Made Dwi Sulistia Ningtias, Novia Siswari Nur Hanifah Nurhidayati, Ely Nurpermas, Siti Okto Risdianto Manullang Permata MS, Ayu Putri Pramitasari, Angrenggani Priono, Lina Ambarwati Putri Aqidah, Liza Rahardian, Andiri Rahayu, Hastanti Agustin Rahmat Tri Insani Rakyan Paksi Nagara Retno Widjajanti Rima Mustika Rina Kurniati Rizkhi Rizkhi Rizki Putri Amanda Romaisyah, Luqita Roosna Maryani Octaviana Adjam Rosnaeni Rosnaeni, Rosnaeni Rufia Andisetyana Putri Rufia Andisetyana Putri Sa’diah, Rohmatus Sahrizal, Achmad Badri Andry Salsabila, Unik Hanifah Sam'ani Intakoris Sa’diah, Rohmatus Sejati, Anang Wahyu Setiowati, Catur Silviani Junita Subadi Subadi Sudarno Sudarno Sugiono Soetomo Sugiono Soetomo Sukamto Sukamto Susanto, Febry Fabian Suzanna Ratih Sari Vicky Rasyiid Maulana Wahyudi, Noor Wakhidah Kurniawati Yudi Basuki Zahra Ratu Aziza Zaim, Zaflis