Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan Model Demand Chain Operation Reference (DCOR) di PT. Hardo Soloplast Nia Budi Puspitasari; Hery Suliantoro; Endah Kirana
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 2: Desember 2011
Publisher : Teknik dan Manajemen Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu sistem pengukuran yang mampu mengevaluasi kinerja pada sebuah perusahaan. Studi kasus di PT. Hardo Soloplast yang sebelumnya telah menerapkan konsep demand chain management namun belum terintegrasil. Oleh karena itu, penelitian ini akan mempertimbangkan aspek yang lebih banyak dalam perancangan sistem tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model DCOR (Demand Chain Operation Reference) dan tools yang digunakan adalah AHP dan OMAX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan cukup baik dengan nilai 5,924 dari skala 10 dan perlu melakukan perbaikan pada bagian kualitas, biaya, dan level kepuasan pelanggan.
PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD-ANALYTICAL NETWORK PROCESS (BSC-ANP) DI PT. MADUBARU YOGYAKARTA Hery Suliantoro; Dewi Nugrahani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri di bidang produksi gula merupakan industri yang menjanjikan, karena gula merupakan salah satu bahan pokok dalam kebutuhan manusia sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak industri penghasil gula di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan, perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat dibandingkan pesaing. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah peran supply chain perusahaan. PT. Madubaru merupakan perusahaan yang produk utamanya adalah gula.Kondisi rantai pasok di PT. Madubaru kurang efisien, ditinjau dari aspek pemasok, konsumen dan biayanya. Oleh karena itu perlu diperlukan pengukuran kinerja supply chain untuk mengetahui dan mengevaluasi sistem kinerja rantai pasok di PT. Madubaru untuk periode yang akan datang. Pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan metode balanced scorecard yang mencakup 4 perspektif, yaitu finansial, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran. Pembobotan dilakukan dengan Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan prioritas perbaikan pada rantai pasok perusahaan. Hasilnya menunjukan bahwa perspektif yang memiliki bobot terbesar dan menjadi fokus utama perbaikan rantai pasok adalah perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Hasil pengukuran terhadap kinerja rantai pasok secara keseluruhan sebesar 70,266%. Pencapaian tersebut termasuk dalam kategori menengah dan belum mencapai target yang dicanangkan perusahaan. Kata Kunci :supply chain, pengukuran kinerja supply chain, balanced scorecard, ANP
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN KERETA API KELAS EKONOMI DENGAN PENDEKATAN MODIFIED SERVQUAL Hery Suliantoro; Aris Munandar
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi kereta api saat ini sangat tinggi, terutama pada kereta api kelas ekonomi. Hal ini memberikan tuntutan kepada PT. Kereta Api Indonesia untuk selalu memperhatikan kualitas pelayanannya. Hasil pengamatan dan studi pendahuluan menunjukkan masih terdapat beberap keluhan penumpang terhadap tingkat pelayanan berupa tempat duduk dan fasilitas serta ketepatan jadual pemberangkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pelayanan menggunakan Modified SERVQUAL. Model ini merupakan hasil penggabungan atribut standar transportasi di eropa EN 13816 dengan konsep SERVQUAL. Level of service digunakan untuk mengelompokkan seluruh rute perjalanan kereta api kelas ekonomi  dan Uji ANOVA digunakan untuk melihat atribut yang berpengaruh terhadap level of service. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 atribut yang memiliki pengaruh terhadap level of service yaitutujuan atau rute, informasi di dalam kereta, ketepatan waktu, fasilitas umum didalam  stasiun, kenyamanan tempat duduk, pencahayaan, kebisingan, fasilitas pendukung saat terjadi keadaan darurat. Kata kunci: Pelayanan, Modified SERVQUAL, level of service dan ANOVA.
Enhancing Usage Behavior of E-Procurement Through Organizational Values Hery Suliantoro; Kirana Rukmayuninda Ririh
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 18, No. 1, Juni 2019
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v18i1.7116

Abstract

The main purpose of this paper is to examine empirically the influence of organizational factors on the adoption of e-procurement in government institutions.The research design used is a survey research. This study examines theoretical models involving 185 respondents from 130 work units of all local government agencies in Central Java, Indonesia. Data analysis was done by using structural equation to know influence of organization value in e-procurement adoption process in government institution. The result of the research shows that organizational polychronicity values influence the behavior of e-procurement. Characteristics of dynamic organizational functions and tasks directly enhance the use of e-procurement behavior. Another finding, the learning organization has an effect on the e-procurement intention. The ability or capacity of the organization provides an opportunity for individuals to do individual learning will further activate the process of adoption of various applications of e-procurement. An important result of this study is that organizational value is one of the main determinants of successful adoption of technology. The findings of this study provide insight into the importance of organizational value in supporting the successful implementation of e-procurement.
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN KERETA API KELAS EKONOMI DENGAN PENDEKATAN MODIFIED SERVQUAL Aris Munandar; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.382 KB)

Abstract

masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi kereta api saat ini sangat tinggi, terutama pada kereta api kelas ekonomi. Hal ini memberikan tuntutan kepada PT. Kereta Api Indonesia untuk selalu memperhatikan kualitas pelayanannya. Dari hasil penyebaran kuesioner pendahuluan dan wawancara yang dilakukan peneliti, ditemukan bahwa masih terdapat keluhan penumpang terhadap pelayanan saat ini seperti kenyamanan tempat duduk penumpang, fasilitas toilet yang kurang baik, kondisi suhu didalam kereta api yang tidak nyaman, serta lama waktu perjalanan yang tidak sesuai dengan jadwal. Modified SERVQUAL merupakan hasil penggabungan atribut standar transportasi di eropa EN 13816 dengan konsep SERVQUAL dan level of service digunakan untuk mengelompokkan seluruh rute perjalanan kereta api kelas ekonomi. Sedangkan untuk melihat atribut yang berpengaruh terhadap level of service, maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan uji ANOVA. Dari  31 atribut pertanyaan dengan 8 dimensi kualitas yang digunakan pada penelitian ini, terdapat 8 atribut yang memiliki pengaruh terhadap level of service, atribut tersebut adalah: tujuan atau rute perjalanan yang tesedia saat ini, informasi umum didalam stasiun, informasi didalam kereta, ketepatan waktu keberangkatan kereta api, fasilitas umum didalam  stasiun, kenyamanan tempat duduk penumpang didalam kereta, pencahayaan didalam kereta, kebisingan yang dihasilkan didalam kereta api, fasilitas pendukung didalam kereta saat terjadi keadaan darurat.   ABSTRACT                 Public interest to use rail transport service is currently very high, especially in economy-class train. This gives demands to the PT. Kereta Api Indonesia to always pay attention to the quality of service. From the preliminary results of questionnaires and interviews conducted by the researcher, found that there are passenger complaints against current services such as passenger seating comfort, poor toilet facilities, the condition of the temperature inside the train who are not comfortable, and the duration of the trip that is not in accordance with the schedule. Modified SERVQUAL is the result of merging the attributes in the European standard EN 13 816 transport with SERVQUAL concept and the level of service is used to classify the entire route of the train trip economic class.  As for seeing the attributes that affect the level of service, so in this research, the researcher used the ANOVA test. Of the 31 attributes of questions with 8 dimensions of quality that are used in this research, there were 8 attributes that have an influence on the level of service, such attributes are: destination or travel route that currently available, general information inside the station, the information inside the train, punctuality departure of the train, public facilities within the station, the comfort of the passenger seat inside the train, the lighting inside the train, the noise generated in the train, the train support facilities in the event of an emergency.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan UKM Jasa Pelaksana Konstruksi Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Baskara Aji Winarno; Hery Suliantoro; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.805 KB)

Abstract

Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan untuk mengejar kertinggalan infrastruktur sebagai negara berkembang. Hal ini menjadi peluang bagi kontraktor besar maupun kecil khususnya jasa konstruksi untuk berlomba-lomba mendapatkan suatu proyek pembangunan. Dalam prosesnya, pemerintah mengadakan kegiatan lelang untuk mendapatkan UKM yang berpartisipasi dalam proyek pemerintah tersebut. Dalam proses pelelangan pemerintah banyak faktor hambatan yang diniliai dapat mempengaruhi UKM jasa konstruksi untuk mengikuti dan memenangkan proses pelelangan pemerintah tersebut. Salah satunya adalah lebih dari  50% pelelangan kelas Rp2,5M kebawah tidak dilakukan pelelangan melainkan dengan penunjukkan atau pemilihan langsung sehingga pihak UKM menjadi sulit untuk masuk kedalam proses pengadaan dan pelelangan barang dan jasa pemerintah atau public procurement ini.  Pada penelitian ini akan dibahas mengenai faktor dan hambatan yang mempengaruhi UKM jasa konstruksi untuk masuk kedalam public procurement. Faktor dan hambatan meliputi 2 faktor utama yaitu faktor internal dari sisi UKM dan faktor eksternal dari sisi pemerintah. Metode yang digunakan adalah metode analisis Partial Least Square yaitu melakukan analisis secara statistika deskriptif dan analisis secara kausal yang bertujuan untuk mengetahui apa saja dan seberapa besar pengaruh faktor dan hambatan bagi UMKM untuk masuk kedalam public procurement.  AbstractIndonesia being intensively to catch up with infrastructure development as a developing country. This is an opportunity for large and small contractors, especially construction services to vying for a development project. In the process, the government held the tendering for the SMEs participating in the government project. In the process of auction of government to many obstacles that may affect SMEs rated construction services to participate and win the government tender process. One of them is over 50% of the class auction auction 2,5 billion rupiahs down but not done by appointment or direct elections so that the SMEs be difficult to enter into the process of procurement and tender of goods and services or the government's public procurement. In this study will discuss the factors and constraints affecting construction SMEs to enter into public procurement. Factors and barriers covers two main factors, that is internal factors of the SMEs and external factors from the government side. The method used is Partial Least Square method of analysis that is doing statistical analysis of descriptive and causal analysis that aims to determine whether and how much influence factors and barriers for SMEs to enter into public procurement.
Perancangan Strategi Bisnis dengan Menggunakan Matriks SWOT (Studi Kasus: Bank Jateng Pusat Semarang) Aditya Bonavasius Purba; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.321 KB)

Abstract

Pencapaian pertumbuhan kinerja produk bisnis Bank Jateng masih belum optimal. Hal ini ditandai dengan kredit mengalami kenaikan pertumbuhan pada 2012/2011 namun turun pada 2013/2012, sedangkan DPK (Dana Pihak Ketiga) terus mengalami penurunan pertumbuhan. Diduga hal ini terjadi karena semakin banyaknya bank-bank pesaing di Jawa Tengah yang memiliki modal investasi lebih besar dan jenis layanan produk bisnis lebih menarik, serta belum dimilikinya strategi bisnis yang tepat oleh Bank Jateng. Selama ini, pihak Bank Jateng belum memiliki tool yang digunakan untuk melakukan perencanaan strategis dalam menjalankan bisnisnya, sehingga perencanaan dan target hanya berpatokan kepada performansi Bank Jateng pada tahun sebelumnya.Penentuan mengenai strategi yang akan digunakan oleh Bank Jateng dilakukan dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal Bank Jateng. Kemudian, mengklasifikasikan hasil analisis tersebut kedalam Matriks SWOT untuk menghasilkan strategi-strategi alternatif. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui wawancara secara mendalam dan menyebarkan kuesioner kepada Wakil Kepala Bagian Tim Riset dan Kepala Sub Divisi Pengembangan Pemasaran Bank Jateng Pusat Semarang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 strategi turunan, yaitu Penetrasi Pasar, Pengembangan Pasar, Pengembangan Produk, Diversifikasi Konsentrik, dan Penciutan.  AbstractAchievement of Bank Jateng’s business product performance growth is still not optimal. It was characterized by the increasing credit growth in 2012/2011, but fell in 2013/2012, while the third party funds continued to decline. Allegedly, this happens due to the banks competitors increasing number in Central Java that have greater capital investment and more attractive business products services types, as well as the unavailability of right business strategy by Bank Jateng. For this time, Bank Jateng has not had the tools used to carry out strategic planning in running the business, so that targets and plans only stick to Bank Jateng’s previous performance.The strategy determination is done by analyzing both internal and external Bank Jateng’s environments. Then, classifying those analysis results into SWOT Matrix to generate alternative strategies. Data for this study were obtained by conducting in-depth interviews and distributing questionnaires to the Research Team Deputy Head and Marketing Development Sub Division Head of Bank Jateng Semarang. The result shows there are 5 derivative strategies, which are Market Penetration, Market Development, Product Development, Concentric Diversification, and Retrenchment.
FORMULASI STRATEGI BERSAING USEETV PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Reynanda Agung Dwiprakoso; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.612 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah berkembang dengan pesat dan semakin kompleks. Perusahaan yang tidak menghadirkan inovasi dan diferensiasi dari produknya akan tertinggal dari kompetitor di bidang yang sama. Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom memperkenalkan layanan IPTV di Indonesia dengan produk bernama UseeTV. IPTV merupakan kombinasi dari penyiaran, telekomunikasi dan internet. Untuk menggunakan layanan IPTV ini, calon pelanggan harus berlanggan telepon PSTN serta speedy minimal 512Kbps. Keutamaan yang ditawarkan dari UseeTV adalah layanan konten streaming digital seperti film, video musik karaoke, TV on Demand, Live Streaming Radio dan Radio on Demand sebagai keunikan produk serta keunggulan yang membedakannya dari televisi berbayar lainnya. Dengan berkembangnya industri pertelevisian berbayar di Indonesiadiharapkan UseeTV dapat memperoleh pangsa pasar yang baik. Pada tahun 2013 UseeTV regional Jawa Tengah Bagian Utara tidak dapat memenuhi target penjualan dari manajemen, hal tersebut dapat disebabkan oleh kurang efektifnya strategi pemasaran yang diterapkan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif strategi bisnis yang sesuai dengan kondisi faktor internal dan eksternal UseeTV sehingga dapat bersaing di dalam pasar televisi berbayar. Analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal dapat dijadikan acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi pemasaran. Analisis lingkungan ekternal dan internal tersebut digabungkan dengan analisis SWOT, kemudian dilakukan penetapan prioritas strategi dari hasil analisis SWOT dengan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).Dari hasil penelitian bahwa UseeTV  dapat melakukan strategi  pengembangan produk dan penetrasi pasar, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas serat optik sehingga dapat menhasilkan kualitas gambar yang baik dan tahan berbagai cuaca, melakukan pemasaran di perumahan-perumahan yang ada di Semarang dan sekitarnya, serta lebih meningkatkan pemasaran melalui digital marketing. AbstractCurrently technological development has grown rapidly and increasingly complex. Companies that don't bring innovation and differentiation of its products will be missed from the competitors in the same field. As Indonesia's largest telecommunication company, Telkom introducing IPTV service in Indonesia with a product called UseeTV. IPTV is a combination of broadcasting, telecommunications and the internet. To use IPTV service, prospective customers must subscribe to PSTN phones as well as speedy with minimum speed 512 Kbps. Virtue is offered from UseeTV is streaming digital content services such as movies, karaoke, TV on demand, Video on Demand, Live Streaming Radio and Radio on Demand as the uniqueness of the product and the excellence that sets it apart from other paid television. With the rise of paid television industry in Indonesia is expected to UseeTV can gain a good market share. In 2013 UseeTV northern part of the Central Java regional can not meet sales targets from management, it can be caused by a lack of effective marketing strategy is applied at this time. This research aims to formulate alternative business strategies that are in accordance with the conditions of the internal and external factors of UseeTV so that it can compete in the pay television market. Analysis of the external environment and internal environment referable to repairing major marketing strategy. Analysis of the external and internal environment combined with the SWOT analysis, then do the assignment of priority strategies of the SWOT with QSPM Matrix (Quantitative Strategic Planning Matrix).The research that useetv can do development strategy products and market penetratio,  it can be done by improving the quality of the optical fiber so it can produce good quality images hold various weather, do marketing on residences in semarang and surrounding, and further improve marketing via digital marketing.
Analisa Reliability dan Availability Mesin Screw Press Kelapa Sawit Studi Kasus PT.Perkebunan Nusantara V (Persero) Achmad Ismail Marzuki; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.762 KB)

Abstract

Performance or performance of a machine or production equipment depend on the Reliability and availability of machinery or equipment. In addition to these there is also a factor of 2 of the working environment of the engine, maintenance and so on. In PT. Perkebunan Nusantara  V (Persero), as one of the State-owned company engaged in the processing of fresh fruit bunches (FFB) oil palm and rubber. Processing Unit TBS Sei galuh has several units, such as lori, cranes, conveyor, screw press, and so on. In the system of engine maintenance on this unit, have implemented preventive care system maintenance, but in reality the treatments carried out by way of Corrective Maintenance. In the study conducted an analysis of the level of Reliability and availability of one of the machines that are considered very vital i.e. Screw press oil palm, and also the availability of the components of the machine screw press.From the calculation result is obtained that level of reliability a machine screw press 3 has the best conditions with the level of reliability of 90% with operating 5 days old. For the level of reliability of screw machine part press declined against the increase of the time. Then for the availability of components for 30 days to come by that component of the gear box by 1-2 components per month and so on. the failure of the machine and screw press machine components increases with time. Where a machine screw press 1 and 2 as well as the components of the press cage is the engine and the most critical components.   ABSTRAKKinerja atau performance dari sebuah mesin atau peralatan produksi bergantung pada Reliability  dan availability mesin atau peralatan tersebut. Selain 2 faktor tersebut ada juga dari lingkungan kerja mesin, maintenance dan sebagainya .Pada PT.Perkebunan Nusantara V (Persero), sebagai salah satu perusahaan milik Negara yang bergerak dalam bidang pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan karet. unit pengonalahn TBS Sei Galuh memiliki beberapa unit mesin, seperti lori, crane, conveyor, screw press ,dan sebagainya. Dalam sistem perawatan mesin pada unit ini, telah menerapkan sistem perawatan preventif maintenance, tetapi dalam kenyaaanya perawatan dilakukan dengan cara Corrective Maintenance. Dalam penelitian ini dilakukan analisa tingkat Reliability  dan availability dari salah satu mesin yang di anggap sangat vital yaitu Screw press  kelapa sawit, dan juga ketersediaan kompenen mesin screw press.Dari hasil perhitungan didapt bahwa tingkat keandalan mesin screw press 3 memiliki kondisi yang paling baik dengan tingkat keandalan 90% dengan lama operasi 5 hari. Untuk tingkat keadalan part mesin screw press menurun terhadap bertambahnya waktu. Kemudian untuk ketersediaan komponen selama 30 hari didapat bahwa komponen gear box sebesar 1-2 komponen per bulan dan seterusnya. kegagalan mesin dan komponen mesin screw press meningkat seiring bertambahnya waktu. Dimana mesin screw press  1 dan 2 serta komponen press cage merupakan mesin dan komponen yang paling kritis.
ANALISIS PEMBOROSAN (WASTE) MATERIAL PADA PROSES PRODUKSI AQUA KEMASAN 240ML DI PT. TIRTA INVESTAMA KLATEN Yulius Pradana Setyawan P; Naniek Utami Handayani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.254 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pemborosan paling tinggi yang terjadi pada proses produksi; faktor yang menyebabkan terjadinya pemborosan; dan solusi yang tepat untuk meminimalir pemborosan yang terjadi pada proses produksi Aqua kemasan 240 ml. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan LeanSix Sigma (LSS) dengan metode DMAIC atau struktur Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control, yaitu framework untuk memperbaiki proses yang bermasalah. Teknik analisis menggunakan cause effect diagram, diagram SIPOC, FMEA dan FTA. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, kegagalan produksi cup yang paling tinggi terjadi karena “cacat cup” yang disebabkan faktor penggunaan material aluminium dan mol kotor. Solusinya, ganti material dengan karbon, pemasangan blower, dan membuat SOP. Kedua,  kegagalan pengisian cup yang paling tinggi terjadi karena “LID proses dalam” yang disebabkan faktor setting suhu sealingdisc tidak sesuai, elastisitas LID kurang, dan sensor LID tidak berfungsi. Solusinya, operator lebih teliti, training SDM, dan kalibrasi sensor eye dilakukan setiap minggu. Ketiga, pemborosan tumpahan air saat pengisian cup yang disebabkan bentuk lubang nozzle filling tanpa penampang, sehingga tekanan air pengisian cup terlalu kencang menyebabkan air banyak yang tumpah. Solusinya, mengganti nozzle filling dengan bentuk lubang penampang. Setelah diujicoba, nozzle filling berpenampang tersebut mampu menurunkan tingkat pemborosan tumpahan air secara signifikan. ABSTRACTThis study aims to determine: the highest level of waste that occurs in the production process; factors that causing waste; and the right solution for minimizing waste that occurs in the production process Aqua 240 ml. In this research by using approach Lean Six Sigma (LSS) with the DMAIC method or structure Define, Measure, Analyze, Improve, and Control, the framework to improve the process in question. Cause effect analysis techniques using diagrams, SIPOC, FMEA and FTA. The study result : First, the highest defect rank of   cup production happened because of aluminum material utilization factor and dirt of mould. The solution by replacing alumunium with carbon material, blower installation, and SOP. Second, the highest defect rank  of filling process happened because “inside LID process” due to sealingdisc temperature setting is not appropriate, LID less elasticity, and the malfunction of LID sensor. The solution, operators should give more attention in maintenance, human resources training, and the eye sensor calibration diciplinly done every week. Third, waste of overfill when cup filling process due to the shape of nozzle holes without cross-section, so that the water pressure filling cup too tight causing a lot of water is spilled. The solution by replacing the filling nozzle with a cross-section shape of the hole. Once tested, the new filling nozzle is able to reduce the level of waste water spills significantly.
Co-Authors Achmad Ismail Marzuki Adi Hardinata Huatagaol Aditya Bonavasius Purba Afandi Rahmat Aris Agsanigita Nindy Sukmawara Agvirillia Melinda Astridenia, Agvirillia Melinda Aldisa Kusumaningsari Alif Iqbal Rosyidi Amayta Rahma Nuriza, Amayta Rahma Ananda Wien Dinasty Andina Pratiwi Anita Mustikasari ANNISA MAULIDYA Annisa Prafitri Sari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Aris Munandar Aris Munandar Ary Arvianto Aziz, Tagiy Al Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Cahyani, Egintha Christoper Christoper Darminto Pujotomo Denny Nurkertamanda Dewi Nugrahani Dewi Nugrahani Diana Puspita Sari Dinda Fanny Lecianty Donnie Cahya Gumilang Silalahi Dwi Lestari Ariani Dwi Megah Purnamasari Dwi Restiani Eldinda Sazida Permatasari Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Endah Kirana Ethec Ananda Fuadillah Fajari, Muhammad Akhdan Rizki Fakhrozi Arfi Freddy Bachtiar Silaban Galuh Intan M Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Hapsari Prawitasari Putri Anjani Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Hendry Janitra Hutama Heru Prastawa Ide Ambardi, Muhamad Indarto, Lukas Ris Indratua Sinurat Intan Novita Dewi Iskandar Muda Iyain Sihombing Jati Utomo Dwi Hatmoko Junaidi, Selvrida Eka Kirana Rukmayuninda Ririh Kirana Rukmayuninda Ririh Kurnia Sari Kusuma, Mutiara Ramadya Laila Kusumawardhani Lakshita Pritandari Leasytta Noerfajr Lubis, Ihsan Andika Luh Nyoman Widyastuti Luh Putu Ratna Sundari M. Agung Wibowo Maharani Retno Sari Marga Harjadiputra Martin Lilik A Meila Zulhiana Mitra Amerta Ivanda Muhammad Fachrurozi Muhammad Iqbal Muhammad Reyval Akbar Muhammad Taufik Aditya Mumpuni Rahma Pertiwi Mustofa Muthi Said Susilo Nabilla Rohadhatul Aisy Nadya Sella Aulia Naniek Utami Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nazaret Raisa Tarigan Nia Budi Puspitasari Nina Ratna Enggar Puspita Noor Arofah Alamiyah Novie Susanto Nuroji Nuroji Perdana HM, Muhammad Arief Pitipaldi, Knight Pradhana, Claudha Alba Purnawan Adi Wicaksono Purnomo Setyo Kusumo Putra, Hafish Naufal Putra, Ryan Dwiyana Qaanita Yuuha M Rajib Wahyu Nugroho K Ramadhan, Fathur Agnanta Rani Rumita Ratna Purwaningsih Reynanda Agung Dwiprakoso Riandika Windiasari Ridha Setyanda Putra Roosita Maryani Samosir, Andi Sarumaha, Hilman Hendro S Sembiring, Joy Irfan Seno Aji Nugroho Shelli Fardhiyah Sunny Shifa Fauziyah Shinta Devi Siregar Sholicha, Mar’atus Siahaan, Geovany Sondang Siahaan, Lowis Onike Sihombing, Iyain Sindhu Pradipta Sri Lestari Stefi Anindyawati Sya’roni, Muhammad Taufik Mulya Ibrahim Tisa Aisyarahmi Ulfah, Fanny Uli Arta Tindaon Vashanadia Astharina Verra Erlianna Wicaksono, Wahyu Agung Wiwik Budiawan Yosephyn, Putri Yulius Pradana Setyawan P ZAINAL FANANI R., ZAINAL