Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN DIMENSI SERVQUAL DAN MODEL KANO (STUDI KASUS PT TELKOM,PRODUK SPEEDY DI SEMARANG) Sindhu Pradipta; Hery Suliantoro; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Telkom Speedy who kind of Speedy product is Telecommunications Company who engaged in Internet service that uses only one cable line in Indonesia, which means it must be able to meet all the needs of customers. It can be said that the ministry is a direct or indirect interaction in which customers can provide an assessment of the quality of products and services offered by Speedy. Speedy received various suggestions from customers about the lack of quality of services provided, which can degrade the image of Speedy in the eyes of society because of the expected service is not met. Should it be triggered by Speedy products to evaluate the quality of service, and make improvements in order to achieve customer satisfaction. One dimension to analyze the quality of service is the Service Quality. This approach is an indicator to determine the quality of service. In addition the method used in this study is Kano. This method has the purpose of categorizing the attributes of products and services based on how well the product / service is able to satisfy customer needs. This model is used in activities such as identifying customer needs, determining the functional needs, concept development and analysis of competitive products. Based on the analysis of the Kano model to categorize its attributes obtained after nine variables that more priority is entered in the category of Attractive and does not exclude the category of One-dimensional, because this category deserve to be upgraded as well, although the preferred attractive category. Then for the category of Must-be sufficiently preserved because it is the basis of a necessity of the companies have these attributes. The above can be said that quality is not good so that speedy service at the proposed improvements to service quality is to deepen understanding of what speedy employees become customer requirements with training conducted by the Speedy
ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG PESAWAT TERBANG TERHADAP PELAYANAN BANDARA DENGAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) DAN ANALISIS DIAGONAL (SK. Di PT Angkasa Pura I (Persero) – Bandara Ahmad Yani Semarang ANNISA MAULIDYA; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu Bandara Internasional yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero). Saat ini Bandara Ahmad Yani mengalami peningkatan frekuensi penerbangan. Seiring dengan itu muncul berbagai keluhan dari penumpang dan pengguna jasa bandara ini terkait pelayanan yang diberikan oleh pengelola bandara di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks kepuasan penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa bandara dan menganalisis kinerja atribut pelayanan bandara yang dikaitkan dengan tingkat efisiensi pelayanannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari penyebaran kuesioner kepada penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa Bandara Ahmad Yani Semarang. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Analisis Diagonal. Hasil perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan besarnya  indeks kepuasan penumpang adalah 57,71%. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa Bandara Ahmad Yani Semarang merasa cukup puas atas pelayanan yang diberikan oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara. Akan tetapi, dari hasil analisis diagonal untuk tingkat kinerja atribut pelayanan bandara yang ada saat ini menunjukkan bahwa pelayanan bandara yang diberikan oleh pengelola bandara masih belum sesuai dengan harapan para penumpang pesawat terbang sebagai pengguna jasa bandara ini. Atribut-atribut pelayanan yang ada saat ini secara keseluruhan berada di bawah garis efisiensi, yang artinya pelayanan yang diberikan saat ini masih bersifat under service
PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD-ANALYTICAL NETWORK PROCESS (BSC-ANP) DI PT. MADUBARU YOGYAKARTA Dewi Nugrahani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.112 KB)

Abstract

Industri di bidang produksi gula merupakan industri yang menjanjikan, karena gula merupakan salah satu bahan pokok dalam kebutuhan manusia sehari-hari. Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak industri penghasil gula di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan, perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk yang lebih baik, lebih murah dan lebih cepat dibandingkan pesaing. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah peran supply chain perusahaan. PT. Madubaru merupakan perusahaan yang produk utamanya adalah gula. Kondisi rantai pasok di PT. Madubaru kurang efisien, ditinjau dari aspek pemasok, konsumen dan biayanya. Oleh karena itu perlu diperlukan adanya suatu pengukuran kinerja supply chain untuk mengetahui dan mengevaluasi sistem kinerja rantai pasok di PT. Madubaru untuk periode yang akan datang. Pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan metode balanced scorecard karena mencakup 4 perspektif, yaitu finansial, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran. Pada penelitian ini juga dilakukan pembobotan dengan Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan prioritas perbaikan pada rantai pasok perusahaan. Hasil pembobotan menunjukan perspektif yang memiliki bobot terbesar dan menjadi fokus utama perbaikan rantai pasok adalah perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, dengan bobot sebesar 0,2907, sedangkan hasil pengukuran kinerja rantai pasok keseluruhan PT. Madubaru adalah sebesar 70,266%. Rekomendasi yang diberikan pada penelitian ini fokus pada supplier tebu.    ABSTRACT                Industry on the production of sugar is a promising industry, because sugar is one of the most important daily needs in human everyday life. However, as time goes by, there are more industry which produce sugar in Indonesia. In the face of competition, the company is required to produce a better, cheaper and faster product than the competitors. The main factor to consider is the role of the company’s supply chain. PT. Madubaru is the company whose main product is sugar. The condition of supply chain in PT. Madubaru is not efficient, in terms of supplier aspect, customer aspect, and cost aspect. Therefore, the company needs the performance measurement of supply chain in order to determine and evaluate the performance of supply chain system in PT. Madubaru for the future periods. The measurement of supply chain performance is using balanced scorecard method, because it covers four perspectives: financial, customer, internal business process, and learning and growth. In this study also do computation of  the weight using Analytical Network Process (ANP) to determine the priority of the company’s supply chain improvement. The result of weight shows the main focus of supply chain improvement is on learning and growth perspective, with a weight of 0,2907. Whereas the result of the overall supply chain performance measurement of PT. Madubaru is 70,266%. Recommendations contain in this study are focus on sugarcane suppliers.
Analisa Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Six Sigma untuk Part NXS-001 pada PT Inti Pantja Press Industri Christoper Christoper; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.508 KB)

Abstract

PT Inti Pantja Press Industri merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan part kendaraan roda empat. Dalam pembuatan part kendaraan dilakukan suatu proses yang dinamakan dengan stamping press. Proses stamping press ini dilakukan dengan menggunakan mesin press dengan kekuatan ratusan bahkan ribuan ton. Material logam yang diproses dengan mesin tersebut rentan mengalami defect (cacat). Untuk itu perusahaan perlu memaksimalkan pengendalian kualitas terhadap produk yang dihasilkannya. Pengendalian kualitas yang baik akan meminimasi terjadinya produk cacat. Produk cacat yang sampai di tangan konsumen akan menyebabkan berbagai keluhan dan menimbulkan permintaan kompensasi. Hal ini sangat merugikan bagi perusahaan karena selain citra dari perusahaan tercoreng perusahaan juga harus merelakan biaya untuk kompensasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat cacat dari produk yang dihasilkan PT IPPI, menganalisa faktor apa saja yang mampu menyebabkan cacat produk serta memberikan usulan perbaikan terhadap sistem pengendalian kualitas yang ada saat ini. Digunakan metode Six Sigma dalam analisa pengendalian kualitas ini. Hasil menunjukkan bahwa tingkat cacat produk perusahaan untuk part NXS-001 adalah sebesar 23.348,3 DPMO. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari lima aspek yang berpotensi menyebabkan produk cacat, manusia merupakan aspek paling berpengaruh. Hal ini karena ketidakdisiplinan dan keteledoran operator dalam melaksanakan tugasnya di lantai produksi. ABSTRACTPT Inti Pantja Press Industri is a manufacturing company that runs in the making of automotive 4WD parts. In the production of the automotive parts, there is a process calles stamping press. Stamping press is done using press machine with hundreds and even thousands tonnage power. Metal materials that are processed using that machine are fragile and tend to be break easily. So that company needs to optimalize quality control of their products. A good quality control system will minimize defect products. Defect products will cause complaints and compensasion from the customers. This is harmful for the company because it has a bad effect on company’s name and the money that is spent for compesasion is such a financial loss. This research is done to know the defect rate of parts that are produced by PT IPPI, analyze factors causing defect products and also give improvement recommendations for the current quality control sytem there. Six Sigma is used as a tool in this research. The results show that company’s defect rate for NXS-001 part is 23.348,3 DPMO (Defect Per Million Opportunities). Then, identification shows that from all five potential aspects causing defect product, man is the most affecting aspect. Defect products is produced mainly because operators are indicipline and careless when do their work in production floor
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH DAN DIPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN JASA PENGIRIMAN PAKET (Studi Kasus PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus) Shelli Fardhiyah Sunny; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis jasa pengiriman paket di dalam negeri saat ini berkembang cukup pesat. Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman paket adalah PT.Pos Indonesia (PERSERO) Kudus. Cukup banyaknya pesaing baik pemain lokal maupun asing menuntut PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus untuk lebih meningkatkan kepuasan pelanggannya sehingga berdampak terhadap loyalitas pelanggan untuk dapat meningkatkan kepuasan pelanggan maka perlu diketahui variabel-variabel apasaja yang berpengaruh dan dipengaruhi kepuasan pelanggannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variabel-variabel apa saja yang berpengaruh dan dipengaruhi kepuasan pelanggan di PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus dan memberikan rekomendasi bagi PT Pos Indonesia (PERSERO) Kudus, terdapat dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling diperoleh 100 responden. Pengolahan dan alanalisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software Smart PLS 2.0 M3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel citra perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai yang dirasa pelanggan dan kepuasan pelanggan. Citra perusahaan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap nilai yang dirasa pelanggan dan kepuasan pelanggan, kualitas pelayanan dan nilai yang dirasa pelanggan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, loyalitatas pelanggan positif dipengaruhi kepuasan pelanggan dan keluhan pelanggan negatif dipengaruhi kepuasan pelanggan
ANALISIS HUBUNGAN STRATEGI PEMBELIAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SERTA KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus di Industri Hotel Bintang 1-5 di Kota Semarang) Dwi Megah Purnamasari; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply Chain Management pada industri perhotelan menjadi salah satu ujung tombak dalam proses bisnisnya. Rantai pasok yang ada pada industri perhotelan dibagi dalam beberapa jenis, sesuai dengan masing-masing bagian dalam organisasi hotel. Diperlukan adanya proses bisnis dalam rantai pasok yang maksimal untuk mencapai kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan dalam industri hotel. Persaingan dalam perhotelan untuk memikat pelanggan tentu dipengaruhi oleh bagaimana hotel memberikan pelayanan serta fasilitas yang disediakan. Dengan persaingan tersebut para manajemen hotel sedemikian rupa membuat strategi dalam proses penerapan rantai pasok.Penelitian ini mengidentifikasikan faktor apa saja yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap hubungan antara strategic pembelian dan kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan software SmartPLS, maka dapat dilihat bagaimana hubungan kedua variable tersebut sehingga dapat dilihat faktor apa yang mempengaruhi secara signifikan.Dari hasil studi kasus di hotel berbintang di kota semarang dengan pengolahan data menggunakan PLS didapatkan hasil dimana strategi pembelian yang baik ditingkatkan dengan komunikasi yang baik kemudian dilanjutkan dengan kualitas layanan yang baik sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan. ABSTRACTSupply Chain Management in the hospitality industry being one of the spearheads in the business process. Existing supply chain in the hospitality industry is divided into several types, according to their respective sections in the hotel organization. Required the business processes in the supply chain to achieve maximum financial performance and non-financial customer satisfaction in the hotel industry. Competition in hospitality to lure customers would be affected by how the hotel provides services and amenities provided. With the competition of the hotel management strategy in such a way as to make the application of supply chain processes.This study identifies the factors that influence directly or indirectly on the relationship between strategic purchasing and financial performance and non-financial customer satisfaction. By using SmartPLS software, it can be seen how the relationship between the two variables so that it can be seen what factors influence significantly.From the results of the case studies in five-star hotel in the city of Semarang with data processing in which the results obtained using the PLS good purchasing strategy enhanced by good communication followed by good service quality so as to improve financial performance and non-financial customer satisfaction
Analisis Ergonomi dengan Ergonomi Checklist di Workshop ME RU IV Cilacap Dwi Restiani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.509 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena terdapat potensi kecelakaan diworkshop ME di area kilang minyak RU IV Cilacap. Pekerjaan di workshop ME dilakukan dengan human operator.  Para pekerja melakukan gerakan statis dan penggunaan APD yang tidak terkontrol sehingga hal ini merupakan salah satu potensi bahaya yang harus segera ditindak lanjuti. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi kerja di PT.Pertamina(Persero) RU IV Cilacap. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalahEvaluasi permasalahan ergonomi dengan metode ergoceklist, Evaluasi Ergonomi dalam lingkungan fisik kerja di workshop ME RU IV Cilacap,Evaluasi faktor-faktor lingkungan kerja diworkshop ME RU IV Cilacap. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan daftar periksa ergonomi yang telah direkomendasikan ILO sebagai model dalam penilaian didalam perusahaan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Evaluasi Ergonomi dengan menggunakan metode ergoceklist belum diterapkan  di PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, Kondisi lingkungan kerja di workshop ME sudah terdapat safety sign dan terdapat prosedur-prosedur kerja yang memadai, Secara visual faktor pencahayaan di workshop ME yang kurang baik. ABSTRACT This research is motivated because there is the potential for accidents in the area diworkshop ME RU IV Cilacap refinery. Jobs in ME workshop conducted by human operators. The workers perform static movements and uncontrolled use of PPE so this is a potential danger that should be implemented immediately. The purpose of this study was to obtain an overview of the working conditions in PT.Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. While the specific objectives of this study adalahEvaluasi problems with methods ergoceklist ergonomics, Ergonomics Evaluation of the physical working environment in workshops ME RU IV Cilacap, evaluation of work environment factors diworkshop ME RU IV Cilacap. The method used is to use the ergonomics checklist that has been recommended in the assessment of the ILO as a model within the company. The results obtained were Ergonomic Evaluation using ergoceklist method has not been applied in PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, work environment conditions in workshops ME already signed and there are safety procedures adequate working, the lighting Visually factor in the ME workshop less good.
THE USE OF KRALJIC’S PURCHASING PORTFOLIO MODEL AS A PROCUREMENT STRATEGY OF LEARNING FACILITIES DIPONEGORO UNIVERSITY Lakshita Pritandari; Hery Suliantoro; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.718 KB)

Abstract

Kegiatan pengadaan merupakan proses meliputi penyediaan barang maupun jasa yang dibutuhkan dengan jumlah dan kualitas yang diinginkan, berasal dari sumber yang sesuai, dikirim ke tempat yang dituju dengan harga yang tepat. Strategi pengadaan meliputi seluruh proses seperti penentuan kebutuhan, sampai dengan perumusan kontrak hingga pembelian. Sampai saat ini, kegiatan pengadaan pada fasilitas pembelajaran UNDIP tidak memiliki panduan strategi pengadaan yang tepat. Strategi pengadaan fasilitas pembelajaran UNDIP dinilai belum berjalan secara efektif karena adanya masalah keterlambatan, kurang fleksibelnya kemampuan penyedia dalam memenuhi kebutuhan serta hubungan kontrak dengan penyedia yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko item pengadaan. Penilaian akan dihitung menggunakan analytic hierarchy process (AHP). Hasil dari AHP tersebut dapat diolah dan dilakukan plotting ke dalam Kraljic’s Matrix. Dimensi yang digunakan yaitu supply risk yang dinilai menggunakan AHP serta expenditure yang didapat dari data pembelanjaan item pengadaan pada tahun 2017. Hasil pemetaan kemudian akan menjadi rekomendasi strategi pengadaan, mulai dari karakteristik supplier, tipe hubungan dan tipe kontrak dengan supplier, strategi operasional, serta rekomendasi. Kelompok item pengadaan kuadran strategic berupa referensi elektronik dan provider internet, memiliki risiko serta nilai pembelanjaan yang tinggi.  Kelompok item pengadaan dalam kuadran bottleneck berupa alat praktikum khusus serta pembuatan aplikasi sistem memiliki risiko pasokan tinggi namun nilai pembelanjaan yang rendah. Kelompok item pengadaan kuadran routine berupa bahan baku praktikum 1, bahan baku praktikum 2, jasa penyewaan, jasa konveksi, jasa akomodasi, jasa boga, alat praktikum umum, serta pembelian dan maintenance sistem memiliki risiko dan nilai pembelanjaan yang rendah. Kelompok item pengadaan kuadran leverage berupa barang elektronik, mebelair, jasa  transportasi serta jasa cetak/jilid memiliki risiko pasokan rendah namun nilai pembelanjaan yang tinggi.  ABSTRACTThe use of Kraljic’s Purchasing Portfolio Model as a procurement strategy of learning facilities Diponegoro University. Procurement activities are processes that include the provision of goods or services required by the amount and quality desired, coming from the appropriate source, sent to the destination with the right price. Procurement strategy covers all processes such as determining needs until purchasing. But until now UNDIP doesn’t have a strategic procurement guide, especially for the learning facilities. The strategy that’s being used until now is considered to be ineffective due to delays, lack of flexibility and contractual relationships with providers that are not tailored to the needs and risks of procurement items. Assessment will be calculated using analytic hierarchy process (AHP). The results of AHP can be processed and plotted into Kraljic's Matrix. The result of mapping will be used as a recommendation of procurement strategy, ranging from supplier characteristics, type of relationship and type of contract with suppliers, operational strategies, and recommendations. Groups of procurement items in strategic quadrants in the form of electronic references and internet providers, considered have high risks and high expenditure. Groups of procurement items in bottlenecks quadrant in the form of specialized practicum tools as well as the manufacture of system applications have a high supply risk but expenditure. Groups of procurement items in the routine quadrant in the form of raw materials practicum 1, raw materials laboratory 2, rental services, convection services, accommodation services, catering services, general practicum tools, as well as purchasing and maintenance systems have the risk and value of low shopper. Group of procurement items in leverage quadrants in the form of electronic goods, furniture, transportation services and print / binding services have low supply risk but high expenditure.
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN MENERAPKAN SISTEM MANAGEMENT WAREHOUSE DI PT. SANDANG ASIA MAJU ABADI Leasytta Noerfajr; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.195 KB)

Abstract

Industri Teksil dan Produk Tekstil (TPT) sudah tumbuh menjadi satu dari sepuluh komoditi ekspor  terbesar di Indonesia. PT. Sandang Asia Maju Abadi adalah salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang tekstil yang berada di Semarang. Seiring dengan tumbuh kembangnya perusahaan ini, muncul beberapa permasalahan yang disebabkan oleh sistem penataan dan management yang ada di bagian warehouse.  Belum diterapkannya Warehouse Management System di PT. Sandang Asia Maju Abadi merupakan salah satu faktor munculnya banyak permasalahan di sistem pergudangan yang menimbulkan kerugian secara materi dan menimbulkan kerugian dari segi waste yang dihasilkan oleh perusahaan seperti pemborosan dari segi tempat, dan pemborosan waktu yang dibutuhkan oleh operator dalam mencari barang yang dibutuhkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka digunakan metode Warehouse Management System dengan mengusulkan untuk diterapkannya Standart Operating Procedure (SOP) penataan dengan menggunakan metode FIFO untuk memudahkan pendataan, usulan penerapan SOP Penamaan yang terstandar menggunakan Kartu Nama Barang dan Information Card  untuk memudahkan sistem pendataan terpadu, usulan diterapkannya alur keluar masuk barang di Warehouse PT. Sandang Asia Maju Abadi untuk memudahkan material handling serta mengurangi waste, serta dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap sistem penataan di Warehouse. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem management pergudangan untuk menciptakan warehouse yang lebih canggih dan otomatis sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja.    Abstract                (Proposed Warehouse Relocation Using Warehouse Management System at PT. Sandang Asia Maju Abadi ) Industrial textiles and textile products (TPT) has grown to become one of the ten largest export commodity in Indonesia. PT. Sandang Asia Maju Abadi is one of the major companies textiles that are in Semarang. Along with the growth of this company, there are some problems caused by the arrangement and management system  in the warehouse. This company not yet  implementation of warehouse management system in PT. Sandang Asia Maju Abadi  and it one of factor the emergence of many problems in warehousing systems, not only cause loss of material, but also losses of waste produced by companies such waste in terms of place, a waste of time needed by the operator in finding the required items and the other. To find the solution of these problems, PT. Sandang Asia Maju Abadi used the method of Warehouse Management System by implementing of Standard Operating Procedure (SOP) the arrangement using the FIFO method to facilitate data collection in, implementation of SOP Naming standardized Card Item and Information Card to facilitate an integrated data collection system, implementation of the flow of goods in and out at the Warehouse PT. Sandang Asia Maju Abadi to facilitate material handling and reducing waste, and carried out monitoring and periodic evaluation of the system arrangement in the Warehouse. It can improve the performance management system to create sustainability warehousing system more sophisticated and automated so that it can improve work productivity.
PENENTUAN STRATEGI BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN McKINSEY MATRIX PADA PT WAHYU KENCANA ABADI Hapsari Prawitasari Putri Anjani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.691 KB)

Abstract

ABSTRAKSPersaingan pasar tentunya tidak dapat dihindari mengingat banyaknya perusahaan sejenis yang bermunculan. Untuk itu perusahaan ingin mengetahui daya tarik pasar sehingga mampu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi pesaing tersebut.PT Wahyu Kencana Abadi dituntut untuk mampu mengantisipasi reaksi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Indikator variabel internal meliputi: pangsa pasar, profitabilitas relatif dibanding kompetitor, tim manajemen, biaya tenaga kerja, akses ke saluran distribusi, sumber finansial yang dimiliki, kapabilitas riset dan pengembangan, teknologi produksi yang dimiliki, tingkat kefokusan ke konsumen ataupun target konsumen, spesialisasi industri yang dimiliki dan dikembangkan. Sedangkan indikator variabel eksternal meliputi: besaran pasar, pertumbuhan pasar, profitabilitas pasar, peluang pasar, ada tidaknya regulasi pemerintah, peluang melakukan diferensiasi di pasar tersebut, pola kebutuhan pasarnya, tingkat entry barrier yang dimiliki pasar, struktur distribusi di pasar tersebut.Dalam matriks GE-McKinsey, dengan dua sumbu yaitu daya tarik industri (eksternal) pada sumbu horisontal dan kekuatan bisnis (internal) pada sumbu vertikal. Unit bisnis PC,LCD,Notebook dan Printer berada pada kolom selectivity dengan range skor faktor internal 4-5,5 sedangkan faktor eksternal range skor 3-5. Unit bisnis software berada pada kolom leadership dengan skor faktor internal dan eksternal sebesar 6,86 dan 7,3.Perusahaan melakukan strategi meningkatkan modal, meningkatkan pemasaran untuk meningkatkan daya tarik industri dan meningkatkan penjualan.  ABSTRACTMarket competition certainly can’t be avoided given the number of similar companies that have sprung up. Therefore, the company wants to know the market appeal so as to implement the right strategy to deal with the competitors.PT Wahyu Kencana Abadi is required to anticipate the reaction of the internal and external environments. Indicators of internal variables including: market share, profitability relative to competitors, team management, labor costs, access to distribution channels, financial resources owned, research and development capabilities, production technology owned, consumer target, industrial specialization owned and developed. While indicators of external variables include: the amount of market, market growth, market profitability, market opportunities, presence or absence of government regulation, the opportunity to differentiate in the market, the market demand patterns, levels of which are owned market entry barrier, the structure of distribution in those markets.In the GE-McKinsey matrix, with two axes, namely the attractiveness of the industry (external) on the horizontal axis and the strength of the business (internal) on the vertical axis. PC business unit, LCD, Notebook and printer is in column selectivity with a range of internal factor scores range from 4 to 5.5, while external factors score 3-5. Software business unit leadership is in the field with a score of internal and external factors of 6.86 and 7,3.Perusahaan pursuing a strategy to raise capital, improve marketing to increase the attractiveness of the industry and boost sales. 
Co-Authors Achmad Ismail Marzuki Adi Hardinata Huatagaol Aditya Bonavasius Purba Afandi Rahmat Aris Agsanigita Nindy Sukmawara Agvirillia Melinda Astridenia, Agvirillia Melinda Aldisa Kusumaningsari Alif Iqbal Rosyidi Amayta Rahma Nuriza, Amayta Rahma Ananda Wien Dinasty Andina Pratiwi Anita Mustikasari ANNISA MAULIDYA Annisa Prafitri Sari Arfan Bakhtiar Aries Susanty Aris Munandar Aris Munandar Ary Arvianto Aziz, Tagiy Al Bambang Purwanggono Baskara Aji Winarno Cahyani, Egintha Christoper Christoper Darminto Pujotomo Denny Nurkertamanda Dewi Nugrahani Dewi Nugrahani Diana Puspita Sari Dinda Fanny Lecianty Donnie Cahya Gumilang Silalahi Dwi Lestari Ariani Dwi Megah Purnamasari Dwi Restiani Eldinda Sazida Permatasari Eldinda Sazida Permatsari, Eldinda Sazida Endah Kirana Ethec Ananda Fuadillah Fajari, Muhammad Akhdan Rizki Fakhrozi Arfi Freddy Bachtiar Silaban Galuh Intan M Gifari, Akbar Romadhona Gisha Navitasari Hapsari Prawitasari Putri Anjani Haris Mulyono Haryo Santoso Haryo Santoso Hendry Janitra Hutama Heru Prastawa Ide Ambardi, Muhamad Indarto, Lukas Ris Indratua Sinurat Intan Novita Dewi Iskandar Muda Iyain Sihombing Jati Utomo Dwi Hatmoko Junaidi, Selvrida Eka Kirana Rukmayuninda Ririh Kirana Rukmayuninda Ririh Kurnia Sari Kusuma, Mutiara Ramadya Laila Kusumawardhani Lakshita Pritandari Leasytta Noerfajr Lubis, Ihsan Andika Luh Nyoman Widyastuti Luh Putu Ratna Sundari M. Agung Wibowo Maharani Retno Sari Marga Harjadiputra Martin Lilik A Meila Zulhiana Mitra Amerta Ivanda Muhammad Fachrurozi Muhammad Iqbal Muhammad Reyval Akbar Muhammad Taufik Aditya Mumpuni Rahma Pertiwi Mustofa Muthi Said Susilo Nabilla Rohadhatul Aisy Nadya Sella Aulia Naniek Utami Handayani Naniek Utami Handayani Nartadhi, Rizal Luthfi Nazaret Raisa Tarigan Nia Budi Puspitasari Nina Ratna Enggar Puspita Noor Arofah Alamiyah Novie Susanto Nuroji Nuroji Perdana HM, Muhammad Arief Pitipaldi, Knight Pradhana, Claudha Alba Purnawan Adi Wicaksono Purnomo Setyo Kusumo Putra, Hafish Naufal Putra, Ryan Dwiyana Qaanita Yuuha M Rajib Wahyu Nugroho K Ramadhan, Fathur Agnanta Rani Rumita Ratna Purwaningsih Reynanda Agung Dwiprakoso Riandika Windiasari Ridha Setyanda Putra Roosita Maryani Samosir, Andi Sarumaha, Hilman Hendro S Sembiring, Joy Irfan Seno Aji Nugroho Shelli Fardhiyah Sunny Shifa Fauziyah Shinta Devi Siregar Sholicha, Mar’atus Siahaan, Geovany Sondang Siahaan, Lowis Onike Sihombing, Iyain Sindhu Pradipta Sri Lestari Stefi Anindyawati Sya’roni, Muhammad Taufik Mulya Ibrahim Tisa Aisyarahmi Ulfah, Fanny Uli Arta Tindaon Vashanadia Astharina Verra Erlianna Wicaksono, Wahyu Agung Wiwik Budiawan Yosephyn, Putri Yulius Pradana Setyawan P ZAINAL FANANI R., ZAINAL