Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analysis of the Effect of PWHT on the Corrosion Test of API 5L X65 Material in Submerged Arc Welding Kusminah, Imah Luluk; Anggara, Dika; Wardani, Dianita; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Nafi, Maula; Handoko, Lukman; Djati, Anggoro Ludiro; Trianto, Ryo Andika
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 4, No 2 (2024): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2024.v4i2.6556

Abstract

This research discusses the method of making distribution pipes using the Submerged Arc Welding (SAW) welding process, especially for pipes with spiral connections. The material used is API 5L X65. SAW pipes with spiral joints are more commonly used for low-pressure piping systems. However, in certain cases, the production of SAW pipes for Sour Service distribution requires special treatment. Sour Service pipes have a high level of corrosion and residual stress, so Post Weld Heat Treatment (PWHT) is required to prevent Hydrogen Induced Cracking (HIC). HIC occurs due to the absorption and accumulation of hydrogen gas in the metal, causing the formation and growth of cracks, which is also influenced by residual stress. PWHT is applied to reduce residual stress to reduce the risk of corrosion. PWHT is a process to change the structure of the weld metal by heating the metal at a certain temperature and time. This research shows that variations in PWHT temperature produce an average residual stress that is not much different with less difference than 2%, In corrosion testing with the HIC method shows crack evidence but is still satisfactory NACE MR0175 criteria for pipe PWHT temperature variation conditions
Penyusunan Kurva Distance Amplitude Correction (DAC) pada Material A335 Grade P92 Akibat Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan pada Proses Post Weld Heat Treatment Widodo, Eriek; Wahyudi, Moh. Thoriq; Farrasy, Abiyyuda Putra; Al Amin, M. Karim; Anggara, Dika; Kusminah, Imah Luluk
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 3 (2024): Volume 19, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i3.6103

Abstract

A335 P92 merupakan baja tahan panas martensitik yang banyak diaplikasikan pada komponen power plan dengan tekanan tinggi, sehingga dibutuhkan ketebalan tinggi. Sifat mertensit ini memiliki kekerasan tinggi dan mudah retak yang menyebabkan pengelasan pada A335 P92 harus dilakukan PWHT. Pada material dengan ketebalan tinggi, pengujian Ultrasonic Test menjadi pengujian yang direkomendasikan karena lebih efisien dibandingkan dengan Radiography Test yang membutuhkan exposure time cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur dan waktu tahan pada proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) terhadap intensitas suara pada kurva Distance Amplitude Corection (DAC), metalografi, dan nilai kekerasan. Nilai kekerasan tertinggi pada spesimen dengan temperatur PWHT 705 °C dan waktu tahan PWHT 60 menit yaitu 302.85 kgf/mm2, sedangkan nilai kekerasan terendah pada spesimen dengan temperatur PWHT 775 °C dan waktu tahan PWHT 120 menit yaitu 285.13 kgf/mm2. Berdasrkan kurva DAC diperoleh nilai intensitas suara pada spesimen dengan temperatur 705 °C dan waktu tahan PWHT 60 menit yaitu 45 dB, sedangkan pada spesimen dengan temperatur 775 °C dan waktu tahan PWHT 120 menit yaitu 62.5 dB. Berdasarkan data yang diperoleh di atas, dapat disimpulkan bahwa kenaikan temperatur dan waktu tahan PWHT berbanding lurus dengan kenaikan intensitas suara yang dihasilkan.  Kata kunci: kurva DAC; PWHT; temperatur; waktu tahan
Analysis of the Effect of Shielding Gas Composition and FCAW Parameters on Shipbuilding Steel Plate for Ship Hull Production Al Amin, Mochammad Karim; Soelistijono, Rafi Febian; Nisazarifa, Adristi; Ma'ruf, Buana; Nugroho, Priyambodo Nur Ardi; Mustaghfirin, Muhammad Anis; Putera, Erwien Yuliansyah; Irawan, Bambang; Anggara, Dika; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Bachtiar, Bachtiar; Ibad, Ilham Khoirul; Pratama Putra, Mochammad Yudha Aditya
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 22, No 1 (2025): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v22i1.67434

Abstract

Shielding gas is an important thing to protect the weld metal from impurities during the welding process. Ar, CO2, and mixing gas of Ar-CO2 are often used as a shielding gas in the marine industry. Differences in shielding gases and the current of welding could affect the microstructure and hardness of welding. This research analyzed the microstructure and hardness from the FCAW process of Shipbuilding Steel Plate using mixing gas and shielding gas of 100% CO2 with variations of current 180 and 195 A. The filler metal which has been used was A 5.20 E-71T1. The microstructure for the weld metal with 100% CO2 shielding gas was pearlite, widmanstatten ferrite, grain ferrite, and polygonal ferrite; otherwise for mixing shielding gas of 80% Ar + 20% CO2 and 75%Ar + 25% CO2 was found, the structure of pearlite, grain ferrite, and acicular ferrite. The effect of variations in the shielding gas composition and welding current that produced the highest hardness value was achieved with a shielding gas composition of 80% Ar + 20% CO2 and a current of 195 A, resulting in a hardness of 159.2 HV in the weld area.
Analisa Pengaruh Waktu Penahanan Pada Proses Quenching – Partitioning Terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Baja Jis Sup 9A Muhammad Affandi; Muhamad Ari; Dika Anggara
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses heat treatment pada pembuatan pegas yang selama ini dilakukan oleh industri adalah prosesquenching – tempering, namun pada proses ini memiliki kekurangan yaitu menghabiskan waktu,biaya dan lain – lain. Dalam proses ini struktur mikro yang dihasilkan berupa martensit. Sehinggamaterial cenderung lebih getas. Sedangkan proses quenching – partitioning cenderung memakanwaktu dan biaya yang lebih sedikit. Struktur mikro yang dihasilkanpun berupa austenit sisa danmartensit.Melalui penelitian ini dilakukan perlakuan dengan metode quenching – partitioning kemudiandilakukan pengujian mekanik. Parameter yang digunakan adalah pada temperatur 225oC denganwaktu penahanan (holding time) 25, 50, 100 detik.Dari hasil penelitian didapatkan nilai kekuatan tarik rata – rata tertinggi pada variasi holdingtime 100 detik dengan nilai 1647,72 N/mm2 dan elongasi 1,99 %. Nilai kekerasan rata – ratatertinggi ada pada variasi holding time 100 detik dengan nilai sebesar 521,28 HV. Hasil pengujianimpact didapatkan nilai tertinggi pada variasi holding time 100 detik dengan nilai 0,078 J/mm2serta struktur mikro yang dihasilkan adalah austenite sisa dan martensite sedangkan pada variasi100 detik terdapat fasa baru yaitu fasa bainit. Metode ini menghasilkan kekuatan tarik dankekerasan yang lebih tinggi, namun nilai elongasinya kurang dari 9%, maka tidak memenuhistandar minimum nilai elongasi.
Rancang Bangun Alat Pembengkok Pipa (Pipe Bending Tools) Untuk Produk Project Base Learning Meja dan Kursi Mochammad Karim Al Amin; Anggara, Dika; Ruddianto, Ruddianto; Restu Widodo, Eriek Wahyu; Amrullah, Haidar Natsir; Rachman, Arif; Aprilian, Elham
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v7i1.3

Abstract

Project Base Learning merupakan metode pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya membuat sebuah produk atau layanan jasa sebagai bahan dalam penguasaan kompetensi. Metode pembelajaran ini sudah dilaksanakan hampir diseluruh jenjang pendidikan, terutama pada Perguruan Tinggi Vokasi. Karena dalam Pendidikan Vokasi diperlukan kompetensi atau skill bagi lulusannya agar siap terjun di Industri setelah lulus. Dalam menunjang Project Base Learningdi PPNS, maka dilakukan Rancang Bangun untuk Alat Pembengkok Pipa. Alat ini nanti akan digunakan untuk proses pembengkokkan bagian-bagian dari kursi dan meja yang merupakan output dari Project Base Learning pada mahasiswa semester awal. Perancangan alat pembengkok pipa (pipe bending tools) direncanakan dengan menggunakan tenaga manual dengan fokus pada kemudahan alat untuk dibongkar pasang serta pengerjaan pembengkokan pipa yang diletakkan pada jalur di alat kemudian ditekan dengan roda pemutar atau roller yang bertujuan untuk mendapatkan radius pipa yang diinginkan. Dasar alat roll menggunakan pelat dengan bentuk setengah lingkaran yang dilakukan proses permesinan bubut untuk jalur pipa dan juga roda pemutar yang dihubungkan dengan pegangan dan housing sebagai tempat untuk memberikan tenaga manual. Ukuran roda pemutar terdapat dua variasi yaitu pipa dengan ukuran diameter luar 22 mm dan 25 mm. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pembengkokan pipa dengan tenaga manual. Dari desain dan alat yang telah dibuat kemudian dilakukan percobaan, hasil percobaan alat tersebut mampu membengkokan pipa sesuai dengan standard atau ukuran yang telah ditentukan dengan bentuk yang presisi, serta hasil percobaan tersebut telah dibuat sebuah produk meja dan kursi yang juga menjadi luaran dari Project Base Learning.
Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Post Weld Heat Treatment pada Kekerasan Material A335 Grade P92 untuk Aplikasi Pembangkit Listrik Wahyu Restu, Eriek; Wahyudi, M Thariq; Karim, M; Anggara, Dika; Farrasy, Abiyyuda Putra; Luluk Kusminah, Imah; Toto Wibowo, Alvalo
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i1.50

Abstract

A335 Grade P92 steel is a martensitic high temperature which widely-applicated on power plan component with high pressure, therefor it required high tightness. Martensitic properties of material caused the high hardness and easily crack. So, Post Weld Heat Treatment is mandatory for A335 Grade P92 welding. This research analyzed the effect of temperature (705°C, 740°C, and 775°C) and holding time (60 and 120 minutes) of post weld heat treatment to hardness. Hardness test result was decreasing with the increasing of temperature and holding time of post weld heat treatment. Weld metal was obtained the highest hardness on specimen with 705°C of temperature and 60 minutes of holding time of post weld heat treatment with 302,85 kgf/mm2, otherwise the lowest hardness was 285,13 kgf/mm2 on 775°C of temperature and 120 minutes of holding time of post weld heat treatment. Microstructure result was obtained of ferrite, pearlite, and martensite on increasing of temperature and holding time of post weld heat treatment which shown the wider of grain.
Rancang Bangun Aplikasi Intelligent Visual Scanner berbasis CNN untuk Identifikasi Cacat Pada Hasil Pengelasan Adhitya, Ryan yudha; Al Amin , Mochammad Karim; Munir , Mohammad Miftachul; Wahyudi, Mohammad Thoriq; Anggara , Dika; Septian , Eka Cahya; Yaqin , Muhammad Ainul; Safrudin, Muhammad Ilham; Annisa , Aulia Rahma; Ahmad Putra , Zindhu Maulana
Journal of Computer, Electronic, and Telecommunication (COMPLETE) Vol. 4 No. 2 (2023): December
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52435/complete.v4i2.393

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang semakin pesat. Namun dalam proses pengelasan banyak muncul kesalahan - kesalahan atau cacat yang terkadang luput dari inspeksi dan menyebabkan kerusakan pada benda kerja. Tujuan diadakannya penitian ini untuk merancang aplikasi Intelligent Visual Scanner dengan menggunakan metode CNN untuk mendeteksi kelayakan hasil pengelasan berdasarkan 3 kondisi, yaitu Normal, Excess Reinforcement, dan Undercut. Daerah yang akan dideteksi merupakan bagian dari hasil pengelasan pada plat besi dengan ketebalan 4mm. Pemotretan dilakukan menggunakan kamera ponsel beresolusi 48 MP. Gambar yang diambil berukuran 3024 x 3024 piksel terlebih dahulu diproses dengan konversi RGB ke grayscale, kemudian gambar tersebut diperkecil (diubah ukurannya) ke skala yang lebih kecil yaitu 128 x 128 piksel untuk mempercepat proses training dan pada akhirnya proses training dan testing menggunakan model CNN. Model CNN ini menggunakan optimizer Adam. Untuk deteksi yang optimal, diperlukan dataset gambar sebanyak 300 gambar, dengan rincian 100 gambar normal, 100 gambar Excess Reinforcement dan 100 gambar Undercut. Data split training saat ini dibagi menjadi 75% data training dan 25% data validasi.
Pemanfaatan Teknologi Las untuk Meningkatkan Keterampilan Masyarakat dalam Mendukung Wisata Religi Desa Al Amin, Mochammad Karim; Kurniyanto, Hendri Budi; Amri, Moh Syaiful; Wibowo, Alvalo Toto; Anggara, Dika; Kusminah, Imah Luluk; Rohmat, Imam Khoirul; Nisazarifa, Adristi; Sasongko, Kukilo Edy; Mustain, Eko
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.20925

Abstract

Warga Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, saat ini masih minim pengetahuan dan keahlian dasar pengelasan. Di sisi lain, dunia industry menuntut tenaga kerja yang semakin terspesialisasi, terutama dalam proses dan mutu hasil las. Agar desa mampu bersaing, peningkatan kompetensi serta profesionalisme penduduk mutlak diperlukan-salah satunya lewat program pelatihan pengelasan dasar. Kegiatan pengabdian ini dirancang mendukung pengembangan Desa Balun sebagai destinasi wisata religi sekaligus “Desa Pancasila yang dikenal karena toleransi nya yang tinggi berkat keberadaan enam rumah ibadah (Hindu, Buddha, Islam, Kristen, Katolik, dan Konghucu). Pelatihan pengelasan ditargetkan membantu memperbaiki serta membangun sarana-prasarana penunjang pariwisata tersebut. Riset dilakukan memakai pendekatan kualitatif-partisipatif melalui observasi lapangan, dan penyebaran angket. Hasilnya memperlihatkan bahwa pendampingan terstruktur mampu meningkatkan keterampilan warga memproduksi kerajinan berbahan logam, berdampak langsung pada kenaikan pendapatan. Penguasaan teknik pengelasan juga mempercepat pembangunan dan pemeliharaan fasilitas wisata, sehingga daya tarik kawasan religi kian tumbuh. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dan pelatihan pengelasan terbukti efektif menumbuhkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur wisata di Desa Balun.
THE EFFECTS OF PREHEAT AND FILLER BUFFER LAYER ON THE MATERIALS OF ASTM A36 IN THE HARDFACING OVERLAY WELDING TO THEIR HARDNESS AND METALLOGRAPHY Mohammad Afif Hamdani; Dika Anggara; Rikat Eka Prastyawan
International Conference on Maritime Technology and Its Application Vol. 3 No. 1 (2025): ICOMTA : International Conference on Maritime Technology and Its Application
Publisher : Surabaya State Polytechnic of Shipbuilding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/icomta.v1i1.11

Abstract

ASTM A36 steel overlay products have been used by the industry as liners to protect the main material from abrasion attacks that will occur. From the background above, the formulation of the problem can be written "How were the effects of variations in preheat and filler metal buffer layers in the hardfacing overlay welding of ASTM A36 materials to the hardness values and metallography?" The purpose of this study was to find the results of each test. The experimental research design was used by giving the preheat variations of 1000 and 2000 and filler buffer layers E308LT and E316LT. The hardfacing overlay welding process was carried out by using special electrodes with high hardness. The results of the hardness test showed the highest value, namely 698.7 HVN on the specimen with the E316LT buffer layer. The macro test results showed the fusion in welding results. On the other hand, the results of micro testing in the hardfacing layer area were dominated by primary carbide and austenite. The conclusion of this study was that the higher the preheat temperature process, the lower the hardness value. The selection of buffer layer electrodes with a small Ni composition increased the hardness value. This study is expected to contribute to the industry working on hardfacing overlay impressions as the reference.
Analisis Perbandingan Backing Gas Argon Dan H2-N2 Pada Pengelasan Material Cu-DHP Dengan Proses GTAW Terhadap Kekuatan Tarik Dan Metallograhy Khoirul Rohmat, Imam; Munir, Moh Miftachul; Fadillah, Mochamad Wildan; Ari, Muhamad; Anggara, Dika
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i2.81

Abstract

Proses pembuatan condenser umumnya material yang digunakan adalah tembaga dan dilakukan dengan proses pengelasan menggunakan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding). Material Cu-DHP (Phosphorus deoxided copper) merupakan material yang memiliki konduktivitas termal yang baik. Backing gas yang digunakan adalah Argon 100%, dan campuran gas Hidrogen 20% - Nitrogen 80%. Penelitian ini difokuskan untuk evaluasi pada kekuatan tarik dan metallography. Spesimen yang digunakan adalah pipa Cu-DHP dengan diameter 88,9mm dan tebal 4,8mm yang disambung menggunakan sambungan butt joint. Pengujian dilakukan secara destruktif (uji tarik dan metallography). Hasil penelitian menunjukan bahwa backing gas campuran Hidrogen 20% - Nitrogen 80% menghasilkan penetrasi dengan kedalaman 8,60 mm sedangkan backing gas argon menghasilkan kedalaman 7.26 mm, di struktur mikro terdapat fasa Cu-α, dan Cu3P serta hasil struktur mikro backing gas campuran Hidrogen 20% Nitrogen 80% menghasilkan Cu3P pada weld metal dibandingkan struktur mikro backing gas argon 100%. Nilai kekuatan tarik rata-rata backing gas campuran Hidrogen 20% - Nitrogen 80% menghasilkan 198.84 Mpa sedangkan nilai kekuatan tarik rata-rata backing gas argon sebesar 191.25 Mpa.
Co-Authors Achmad Ilhamsyah Adhitya, Ryan Yudha Ahmad Putra , Zindhu Maulana Al Amin, M. Karim Amar Sastra Adi Amrullah, Haidar Natsir Annisa , Aulia Rahma Aprilian, Elham Ari, Muhamad Arif Rachman Bachtiar Bachtiar Bahtiar, Yudha Deny Wibisono Dianita Wardani Djati, Anggoro Ludiro Eriek Wahyu R W Eriek Wahyu Restu Widodo Eriek Widodo Fadillah, Mochamad Wildan Farrasy, Abiyyuda Putra Firiambodo, Suthoni Yoga Ilham Khoirul Ibad Ilham Nurcholis Imam Khoirul Rohmat Karim, M Khoirul Rohmat, Imam Kurniyanto, Hendri Budi Kusminah, Imah Luluk Lukman Handoko Luluk Kusminah, Imah M. Idris Al Jawwad Ma'ruf, Buana Maula Nafi Moch Iqbal Ramadhan Moch. Aria Firmansyah Moch. Karim Al Amin Mochammad Karim Al Amin Moh. Miftachul Munir Moh. Syaiful Amri Mohammad Afif Hamdani Mohammad Munir Mohammad Thoriq Wahyudi Muhamad Ari Muhammad Affandi Munir , Mohammad Miftachul Munir, Moh Miftachul Mustaghfirin, Muhammad Anis Mustain, Eko Nisazarifa, Adristi Prastyawan, Rikat Eka Pratama Putra, Mochammad Yudha Aditya Pratama, Bintang Priyambodo Nur Ardi Nugroho Purwanti, Endang Pudji Putera, Erwien Yuliansyah Rega Kurniawan Restu Widodo, Eriek Wahyu RR. Ella Evrita Hestiandari Ruddianto, Ruddianto Safrudin, Muhammad Ilham Sasongko, Kukilo Edy Septian , Eka Cahya Soelistijono, Rafi Febian Teddy Eka Wijaya Toto Wibowo, Alvalo Trianto, Ryo Andika Wahyu Restu, Eriek Wahyudi, M Thariq Wahyudi, Moh. Thoriq Wahyudi, Mohammad Thoriq Wibowo, Alvalo Toto Widodo, Erick Wahyu Restu Widodo, Eriek Wiwik Dwi Pratiwi Wiwik Dwi Pratiwi Yaqin , Muhammad Ainul