Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Memilih Coffe Shop Modern pada Masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Fadhilah Rany Shallaby; T. Makmur; Otto Nur Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.316 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20744

Abstract

The increasingly widespread presence of modern coffee shops is triggered by  the changes in lifestyle of urban communities in Indonesia which trigger changes in coffee consumption patterns, where consumers now consider coffee as a lifestyle. The increase in the number of modern coffee shop businesses in Banda Aceh City proves that the coffee buyers in Banda Aceh City are very large. Therefore, it is important for modern coffee shop business owners to have their own advantages in the eyes of consumers compared to their competitors in order to gain customer loyalty. A total of 100 samples were taken from the 5 largest and most popular modern coffee shops in Syiah Kuala District, Banda Aceh City. Based on the research data, it is obtained that together the variables Product (X1), Price (X2), Place (X3), Service (X4), Promotion (X5), and Health Protocol (X6) have a significant influence on Consumer Decisions in choosing a modern coffee shop during the Covid-19 pandemic in Syiah Kuala District.
Analisis Kelayakan Usahatani Jagung Hibrida Di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan Riski Pratama; Fajri Fajri; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.32 KB)

Abstract

Abstrak. Perkembangan usahatani jagung dari segi luas tanam dan produksinya mengalami kenaikan dan penurunan dalam 5 tahun terakhir. Dampak tidak setabilnya dikarenakan petani dihadapkan dengan berbagai kendala seperti permsalahan peningkatan produksi, produktifitas dan mutu hasil tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kelayakan usahatani usahatani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan menggunakan R/C, BEP dan ROI. Hasil penelitian dari 32 sampel petani menunjukkan bahwa usahatani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan ini menguntungkan dengan rata-rata total keuntungan sebesar Rp12.579.888. Dari perhitungan BEP, diperoleh BEP produksi yaitu 2.910/Kg , BEP harga Rp1.486 /Kg, nilai ROI sebesar 113 % dari suku bunga yang berlaku yaitu 7% dan nilai R/C sebesar 2,13 1 dan dari aspek teknis dapat dijelaskan bahwa petani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan cenderung sudah cukup baik dilihat dari prosedur pengolahan, lokasi lahan yang sangat mendukung, pemilihan bibit unggul dan penggunaan tenaga kerja. Maka dapat disimpulkan bahwa usahatani jagung hibrida di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan layak dan menguntungkan untuk diusahakan.
Analisis Tingkat Keberhasilan Usahatani Sayuran Di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah zahraturrahmi zahraturrahmi; Agussabti Agussabti; T Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.123 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3748

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan usahatani sayuran dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan usahatani sayuran di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah dengan menggunakan metode survei. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi Square dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 20 untuk melihat hubungan antara variabel terikat (Dependent variable) dengan variabel bebas (Independent variabel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan usahatani sayuran di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah dalam kategori tingkat keberhasilan usahatani sedang dengan nilai skor sebesar 2,10 dengan persentase rata-rata 58,7 %. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usahatani sayuran adalah faktor karakteristik petani (X1), faktor modal (X2), faktor inovasi (X3), dan faktor motivasi petani (X5). Sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi keberhasilan usahatani adalah faktor peran penyuluh (X4) yang dapat dilihat dari nilai X2hitung X2tabel dan pada taraf signifikansi 0,05 nilai Asymp.Sig yang diperoleh adalah 0,526 lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak signifikan dan semakin tidak erat pengaruhnya terhadap keberhasilan usahatani sayuran.Success Rate Analysis Of Vegetables Farming In The Permata District Of Bener MeriahThe purpose of this study was to assess the success of vegetable farming and the factors that influence the success of vegetables farming in the district of Permata Bener Meriah. This research was conducted in the district of Bener Meriah district Permata using survey methods. Analysis of the data used is the statistical test Chi Square by using SPSS version 20 to see the relationship between the dependent variable (dependent variable) with independent variables (independent variables). The results showed that the success rate of vegetable farming in the district of Bener Meriah district Permata in the category of farming success rate was with a score of 2.10 with an average percentage of 58.7%. Based on the results of the analysis showed that the factors that influence the success of vegetable farming is characteristic factors of farmers (X1), capital factors (X2), innovation factor (X3), and farmer motivation factor (X5). While the factors that do not affect the success of the farm is the role of extension factor (X4) which can be seen from the X2count X2table and at significance level 0.05 Asymp value. Sig obtained was 0,526 greater than 0.05, which means not significant and increasingly strong influence on the success of vegetables farming. Kata Kunci : Keberhasilan Usahatani Sayuran; Kepastian Pasar ;Produktivitas dan Keberlanjutan UsahataniKeywords : Vegetables Farming Success ; Market Certainty ; Productivity and Business Continuity
Kontribusi Pendapatan Usahatani Nilam Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya Nirrah Aiyula; Mujiburrahmad Mujiburrahmad; T makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.937 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19869

Abstract

Patchouli (Progestemon Cablin Bent) is a plantation commodity, one of which has bright prospects in marketing. Income is the acceptance received by the community from every work done, either directly or indirectly in the form of salaries, wages, rent, interest, profits and so on. Contribution is support or share, patchouli farming contribution to family income is the amount of support or income obtained from patchouli farming to the overall income from farming. The purpose of this study is to find out how much income is outside patchouli farming per 6 months in Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency and to find out how much patchouli farming contributes to farmer household incomes in Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency. This study uses the method of income contribution analysis, farming analysis and the concept of income measurement. The results of this study indicate that the average income of patchouli farming in Sampoiniet District, Aceh Jaya Regency is Rp. 54,713,350 with a contribution of 60%, the average income of non patchouli farming is Rp. 30,032,000 with a contribution of 33%. the average income of non-agricultural businesses is IDR 6,146,000 with a contribution percentage of 7% and the total average household income is IDR 90,891,350 with a percentage contribution of 100%.
Strategi Pengembangan Usaha Industry Kerajinan Rotan (Studi Kasus) Di Desa Keude Being Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Samsul Bahri; Teuku Makmur; Otto Nur Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.822 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18300

Abstract

The rattan handicraft industry in Keude Bieng Village has produced various kinds of rattan handicraft products such as chairs, flower pots, trash cans, and serving hoods so that they can be comfortable and have their own charm compared to other rattan products. This study aims to determine what internal factors and external factors influence the strategy of developing rattan handicraft business in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar District, and to determine the strategy of developing rattan handicraft business in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar District. . The object of this research is focused on the strategy of developing the rattan handicraft industry in Keude Bieng Village and the scope of the research is limited to the strategy of developing the rattan handicraft industry in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar District. The method used in this research is a case study. The results showed that the internal factors that could support the development of the rattan craft business in Keudee Bieng Village were the strength factor which included good product quality, while the weakness factor was the lack of promotion in product marketing that had not been implemented. Meanwhile, external factors that can support and hinder the growth and development of the rattan craft business in Keudee Bieng Village are opportunity factors which include potential locations that support the business and threat factors include the influence of competitors' entry. With this, external and internal factors have a significant effect on the strategy of developing rattan handicraft business in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar District. The most appropriate is to use an aggressive strategy, namely a strategy that uses strength to take advantage of existing opportunities. Rattan craft business owners should carry out marketing management through digital marketing promotions and directly to all consumers, especially those in the Aceh area, so that it will expand consumer interest to buy and minimize the entry of competitors in the rattan craft business in Keudee Bieng, so that it will minimize the weaknesses that arise. exist in the industry, and can maintain existing strengths and opportunities.
Peningkatan Kinerja Mesin Pengering Hybrid Melalui Modifikasi Tungku Biomassa Untuk Pengeringan Ikan Tongkol (Euthynus affinis) Makmur Munandarsyah; Raida Agustina; Kiman Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i3.8134

Abstract

Abstrak. Pada saat musim panen ikan, para nelayan banyak mendapatkan ikan tongkol sebagai hasil tangkapan dengan jumlah yang sangat besar. Karena jumlah yang sangat banyak, terkadang ikan tongkol tidak habis terjual. Hal tersebut mengakibatkan ikan tongkol cepat membusuk jika tidak ada pengolahan yang baik. Salah satu cara yang dilakukan nelayan adalah dengan mengeringkan ikan tongkol tersebut secara alami (penjemuran dibawah sinar matahari). Alat pengering surya tipe rak adalah alat pengering berbentuk kotak yang memanfaatkan matahari sebagai energi termalnya. Adapun kendala dari alat pengering ini adalah hanya memanfaatkan panas dari energi matahari sehingga ketika cuaca dalam keadaan mendung atau saat malam tiba alat ini tidak bisa difungsikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan nilai efisiensi pada tungku biomassa serta alat yang digunakan lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode oven. Hasil penelitian diperoleh total efisiensi penggunaan energi selama pengeringan yaitu, untuk pengeringan uji kosong hybrid adalah 0,11%, untuk pengeringan uji hybrid sebesar 5,60% dan untuk pengeringan uji surya sebesar 28,13%. Sementara untuk lamanya waktu pengeringan, uji hybrid ulangan selama 14 jam, uji hybrid ulangan 2 selama 14 jam, uji surya ulangan 1 selama 15 jam dan uji surya 2 ulangan selama 16 jam. Untuk total energi tersedia, pengeringan hybrid sebesar 265,63 MJ dan pengeringan surya sebesar 9,61 MJ. Improved Hybrid Dry Engine Performance through Modification of Biomass Furnaces for Drying Mackarel Tuna (Euthynus affinis)Abstract. At the time of harvest fish, fishermen get a lot of catches of tuna with very large amount. Due to the very large number of these, sometimes the tuna is not sold out. This resulted in the tuna quickly decompose if there is no good processing. One way in which the fisherman is by drying the tuna fish naturally (the drying in the sun). A tool rack type solar dryer is a box-shaped dryer that utilize the sun as thermal energy. The constraints of this tool is only utilizing the heat from solar energy, so when the weather is cloudy or at nightfall these tools can not function. The research aims to modify the tool rack type solar dryer to be a hybrid dryer for drying anchovy. The method used in this research is oven method. The results were obtained that total efficiency of energy use during drying is for drying empty test hybrid is 0,11%, for drying hybrid test at 5,60%, and for drying solar test of 28,13%. As for the length of drying time, hybrid test replicates 1 for 14 hours, hybrid test replicates 2 for 14 hours, solar test replicates 1 for 15 hours, and solar test repliatesc 2 for 16 hours. For the total energy available, hybrid drying of 265,63 MJ and solar drying of 9,61 MJ.
Studi Komparatif Pendapatan Usahatani Penerima Bansos Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan Non LDPM di Desa Babah Jurong Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Yulma Azita; Agus Nugroho; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.819 KB)

Abstract

Abstrak. Program Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) merupakan salah satu program pemberdayaan yaitu dengan memberikan dana bantuan sosial terhadap gapoktan untuk meningkatkan usaha ekonomi di wilayah melalui peningkatan usaha pembelian dan penjualan serta pengembangan unit pengelola cadangan pangan yang ada pada gapoktan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pendapatan antara petani penerima bantuan LDPM dan non LDPM. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja  (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Babah Jurong ini merupakan penerima bantuan P-LDPM sejak tahun 2009. Teknik pengambilan sampel ditentukan secara Cluster Random Sampling. Ukuran sampel yaitu diambil 50 % dari tiap-tiap kelompok tani sehingga diperoleh sampel sebanyak 33 responden untuk petani LDPM dan 12 responden untuk petani non LDPM. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan analisis uji beda independen (independent sample t test). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu t hitung t tabel (0,155 201,6) dengan derajat kebebasan (df) = 43 dan taraf nyata (α) = 0,05 sehingga terima H0 dan tolak Ha. Dengan demikian kesimpulannya yaitu ada pendapatan petani LDPM lebih tinggi dibandingkan petani non LDPM.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Daging Ayam Broiler di Kota Banda Aceh. Syarifah Qonita; Irwan A Kadir; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.88 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan model Ordinary Least Square (OLS) dalam metode analisis regresi linear berganda. Menggunakan data tahunan dari periode 2009 hingga 2016. Hasil penelitian diperoleh bahwa harga daging ayam broiler, harga daging sapi, pertumbuhan penduduk dan pendapatan perkapita secara serempak mempengaruhi permintaan daging ayam broiler. Dimana 82,9 persen nilai masing-masing variabel dalam model dapat menjelaskan jumlah permintaan daging ayam broiler di Kota Banda Aceh, sedangkan 17,1 persen lagi dipengaruhi oleh variabel lain. Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di kota Banda Aceh adalah harga daging sapi dan pendapatan perkapita. Dimana harga daging sapi menjelaskan bahwa kenaikan harga barang lain memberikan pengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banda Aceh, serta daging sapi bukanlah barang substitusi dan pendapatan perkapita menjelaskan bahwa semakin bertambahnya pendapatan seseorang maka ia akan meningkatkan konsumsinya. Fakor-faktor yang tidak mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di Kota Banda Aceh yaitu harga daging ayam broiler dan pertumbuhan penduduk. Dimana tidak berpengaruhya harga daging ayam broiler itu sendiri dikarenakan masyarakat akan tetap mengkonsumsi daging ayam broiler sebab pertimbangan harga yang terjangkau dibanding harga barang lain salah satunya harga daging sapi dan pertumbuhan penduduk disebabkan karena bertambahnya penduduk maka terdapat berbagai tingkat ragam selera konsumen dalam memilih barang konsumsi lain. Dan faktor yang paling mempengaruhi permintaan daging ayam broiler di Kota Banda Aceh yaitu variabel pendapatan perkapita dimana dengan taraf kepercayaan 1 persen. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa tingginya pendapatan suatu individu akan cenderung meningkatkan pengeluaran konsumsi atau permintaan daging ayam broiler.
Analisis Tingkat Pendapatan Usahatani Padi Sawah pada Sistem Tanam Jajar Legowo dan Sistem Tanam Non Legowo di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Dinda Maristha; Monalisa Monalisa; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.01 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18757

Abstract

Rice (Oryza sativa) is an important food crop that has become the staple food of more than half of the world's population. This study aims to determine the level of income and analysis of revenues and costs (R/C ratio) of lowland rice farming using the row legowo planting system and lowland rice farming using the non-legowo cropping system in Indrapuri District, Aceh Besar. Respondents used as samples in this study were lowland rice farming using the row legowo planting system and lowland rice farming using the non-legowo cropping system 38 people in Indrapuri District, Aceh Besar. The results showed that the average income of lowland rice farming using the jajar legowo planting system was higher than the income of lowland rice farming using the non-legowo cropping system. The value of R/C ratio for lowland rice farming with jajar legowo planting system is 2.60 which indicates that Rp. 2.00 the costs incurred in rice farming with the jajar legowo planting system will get an income of Rp. 2.60. Meanwhile, for lowland rice farming that applies the non-legowo cropping system, the R/C ratio is 1.67 which shows that every Rp. 1.00 expenses incurred will get an income of Rp. 1.67.
Efektivitas Fungsi Lembaga Adat Keujreun Blang dalam Pengelolaan Air Irigasi di Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar Eka Maulida; Sofyan Sofyan; Teuku Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.688 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9072

Abstract

Abstrak. Keujreun blang merupakan lembaga yang mengatur kegiatan di bidang usaha persawahan yang mempunyai tugas menentukan dan mengkoordinasikan tata cara turun kesawah, mengatur pembagian air kesawah petani, membantu pemerintah dalam bidang pertanian, mengkoordinasikan khanduri blang dan upacara lain yang berkaitan dengan adat dalam usaha pertanian sawah, memberi teguran atau sanksi kepada petani yang melanggar aturan-aturan adat meugo atau tidak melaksanakan kewajiban lain dalam sistem pelaksanaan pertanian sawah secara adat serta menyelesaikan sengketa antar petani yang berkaitan dengan pelaksanaan usaha pertanian. Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang telah memunculkan suatu pemikiran untuk menguatkan kembali peranan dan keberadaaan keujreun blang sebagai salah satu lembaga yang ada di Aceh sejak tahun 1817. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas fungsi lembaga adat keujreun blang dalam pengelolaan air irigasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Objek dari penelitian ini adalah petani padi sawah yang berada di daerah layanan irigasi yang dikelola keujreun blang di Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random sampling. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi lembaga adat keujreun blang dalam pengelolaan air irigasi dilihat dari tingkat pelaksanaan pengawasan adat blang, pengawasan ketersediaan air, pengawasan saluran dan penggunaan air, penegakan adat blang, penyelesaian sengketa, dan pemberian teguran dan sanksi dinilai efektif yaitu sebesar 94,7 persen.The Effectiveness Of The Traditional Keujreun Blang Institution Function In The Management Of Irrigation Water In The Kuta Cot Glie Sub-District, Aceh Besar DistrictAbstract. Keujreun blang is an institution that regulates activities in the field of rice fields that have duties to determine and coordinate procedures for descending down, regulate the distribution of water to farmers, assist the government in the field of agriculture, coordinate khanduri blang and other ceremonies related to adat in paddy farming, give reprimands or sanctions to farmers who violate meugo customary rules or not carry out other obligations in the customary paddy farming system and resolve disputes between farmers related to the implementation of agricultural business. Kuta Cot Glie Aceh Besar is one of the areas that has raised a thought to reinforce the role and existence of keujreun blang as one of the existing institutions in Aceh since 1817. This research aims to know the effectiveness of the functioning of the institutions of the indigenous keujreun blang in the management of irrigation water. This research was carried out at Kuta Cot Glie Aceh Besar District. The object of this research is the rice farmers who were in the area of irrigation service managed keujreun blang in Kuta Cot Glie Aceh Besar District. Sampling techniques using Simple Random sampling. Data analysis method used in this research is descriptive analysis techniques. The results showed that the implementation of the custom institution function keujreun blang in irrigation water management as seen from the level of implementation of the customs surveillance, monitoring of water availability blang, surveillance channels and water usage, customs enforcement blang, dispute resolution, and the granting of reprimand and sanctions assessed effectively i.e. of 94.7 percent.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Israwati Adelia Kusfianda Agus Nugroho Agussabti Agussabti Ahmad Fauzan Ahmad Humam Hamid Ainun Mardhiah, Ainun Akhmad Baihaqi Akrom, Akrom Alga Firnanda Arfa’i Arfa’i Asmeri Lamona Asmi Hidayah Putri Aulia Persada Azhar Azhar Azhar Azhar Chairuni AR Chairuni AR Cut Putri Fahrina Dinda Maristha Djafar, Tasliati Edy Marsudi Edy Marsudi Eka Maulida Eli Purwanti Elly Susanti Elvira Iskandar Era Savia Ervilita, Ria Fadhilah Rany Shallaby Fajri Fajri Fauza Amelia Ferdian Triady Firdaus Daus Helmi Helmi Ilyas Ilyas Indra Indra Indra Indra Indra Indra Intan Maqfirah Ira Manyamsari Irwan A Kadir Irwan A. Kadir Irwan Irwan Irwan Irwan Juliani Juliani Kaspul Asrar Kharisma Jayanthi Kiman Siregar Laina Mawaddah Lukmanul Hakim M Daud AK M. Dian Septian Makmur Teuku Maryega Antoni Medita Ivanni Monalisa Monalisa MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Khalil Rizki Muhammad Radinal Kautsar Mujiburrahmad Mujiburrahmad Munawar Khalil Mustafa Usman Nirrah Aiyula Otto Nur Abdullah Putri Sakinah Rahmawati Rahmawati Rahmi Wati Raida Agustina Rana Yuspita Ridhana, Fita Rika Agustina Riski Pratama Rita Sunartaty Rizki Maulana Ruka Yulia Rycko Miwanda Safrida Safrida Safrina Safrina Samsul Bahri Shaleh, Muhamad Silvia Wagustina, Silvia Sitti Geubrina Beu Aulia Sofyan Samsudin Sofyan Sofyan Suyanti Kasimin Syahfina Aulia Harahap Syarifah Qonita T Fauzi T. Saiful Bahri Tengku Mia Rahmiati Teuku Adian Makmur Rizqullah Wardhana, Yuzan Yulia Syafitri Yulma Azita Yuslinaini Yuslinaini zahraturrahmi zahraturrahmi Zainuddin, Zainuddin Zakiah Zakiah