Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGUATAN UMKM DI KABUPATEN TOBA MELALUI WORKSHOP LITERASI KEUANGAN Maya Malinda; Susanti Saragih; Imelda Junita; Sri Zaniarti; Fanny Kristine; Henky Lisan Suwarno; Yolla Margaretha
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.24890

Abstract

Currently, government agencies, educational institutions, and non-profit organizations are encouraging growth and accelerating the transformation of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. Mentoring and training are provided to answer the needs of MSMEs, one of which is financial management and financial literacy. This community service activity is given to MSMEs in Toba Regency as an online workshop. The participants are entrepreneurs from various industries who have started keeping financial records but are still experiencing problems in debt management. This workshop aims to enable entrepreneurs to become more proficient in financial management, including saving, separating personal and business finances, and managing capital and debt. The method taught is the AMPLOP method. (Anggaran, Menabung, Pembayaran, Laksanakan, Omongkan, Pencatatan). The AMPLOP method is a management technique that involves budgeting, saving, making payments, implementing plans, communicating about financial matters, and keeping records. Continuing these activities will ensure the role MSMEs play in creating jobs and fostering economic growth.  ---  Saat ini lembaga pemerintahan, institusi pendidikan, dan lembaga permasyarakatan mengambil bagian untuk mendorong pertumbuhan dan percepatan transformasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Program-program pendampingan dan pelatihan diberikan untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM, salah satunya adalah kebutuhan mengenai pengelolaan keuangan dan literasi keuangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberikan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Toba dalam bentuk workshop secara daring. Peserta workshop adalah pelaku usaha dari berbagai industri yang sudah memulai melakukan pencatatan keuangan namun masih mengalami masalah dalam pengelolaan hutang. Workshop ini bertujuan untuk dapat memberdayakan dan mengedukasi pelaku usaha untuk lebih kompeten dalam pengelolaan keuangan seperti kemampuan menabung, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengelola modal dan hutang. Adapun metode pengelolaan yang diajarkan adalah metode AMPLOP (Anggaran, Menabung, Pembayaran, Laksanakan, Omongkan, Pencatatan). Metode AMPLOP adalah teknik manajemen yang melibatkan anggaran, tabungan, membuat pembayaran, menerapkan rencana, berkomunikasi tentang hal-hal keuangan, dan menyimpan catatan. Kegiatan sejenis perlu terus dilakukan agar peran UMKM dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan perekonomian dapat terus terjadi.
Menerapkan Teori Desain Berkelanjutan Dalam Praktik Bisnis: Sebuah Panggilan Untuk Aksi di HOTEL GAIA Royandi, Yudita; Djakaria, Elliati; Chandrahera, Yuma; Malinda, Maya; Pattipawaej, Olga Catherina
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v3i2.636

Abstract

Intensifikasi kegiatan industri dalam paradigma pembangunan yang tidak berkelanjutan menyebabkan krisis lingkungan hidup yang mengkhawatirkan dan terkait dengan permasalahan sosial dalam skala global. Desain berkelanjutan teori ini berisi kumpulan pengetahuan yang luas tentang bagaimana isu-isu lingkungan dan sosial dapat terjadi diatasi dengan memikirkan kembali produk, proses industri, dan, lebih luas lagi, cara organisasi beroperasi konteks sistem sosio-ekonomi yang lebih berkelanjutan. Namun demikian, bukti menunjukkan bahwa penerapannya ide-ide tersebut merupakan aspek problematis yang belum tertangani sehingga menimbulkan kesenjangan antara abstrak spekulasi dan tindakan nyata. Dalam pengabdian masyarakat ini kami fokus pada kesenjangan kritis ini dengan melihat seberapa besar kesenjangan tersebut ada teori desain berkelanjutan diimplementasikan dalam praktik bisnis khususnya pada Hotel GAIA. Untuk tujuan ini, kami melakukan penelusuran yang dilanjutkan dengan wawancara dengan Hotel GAIA, untuk mengungkap kebutuhan mereka terkait pengalaman desain yang berkelanjutan. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Service Learning yaitu untuk mengintegrasikan pembelajaran ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam Kemitraan Universitas Kristen Maranatha dan Hotel GAIA. Hasilnya adalah desain cheria, oray-orayan, kawung, dan ngahilir ka GAIA yang mengusung kerangka kerja yang mengintegrasikan desain berkelanjutan, dimana desain harus memenuhi fungsinya, mudah dibawa, mudah disusun dan disimpan, tahan cuaca, dan mudah dibersihkan dan memiliki estetis tinggi. Berdasarkan hal ini, kami menguraikan kontribusi kami terhadap teori dan praktik, dan memberikan rekomendasi yang tepat bagi, perancang industri, dan manajer bisnis yang ingin memanfaatkan posisi profesional mereka untuk berperan aktif dalam transisi menuju keberlanjutan perkembangan.
Implementasi Metode Quality Function Deployment Dalam Pengembangan Bisnis Klinik Kebidanan Sehat Mandiri Charles Andrianto; Maya Malinda
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 5 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i5.517

Abstract

Pengembangan bisnis dibutuhkan karena pada era ekonomi dunia yang kompetitif, inovasi sangat penting buat mencapai daya saing di pasar global. Pada tulisan ini membahas pengembangan usaha Klinik Kebidanan Sehat Mandiri, perlu dilakukan rencana pengembangan sesuai fungsi dasar produk atau jasa yang diadaptasi dengan kualitas, kapasitas dan nilai tambah yang bisa menarik perhatian pelanggan. Tujuan dasar penggunaan metode Quality Function Deployment (QFD) dengan strategi House of Quality (HoQ) ialah memahami dan memutuskan prioritas serta tujuan strategis pada segmen pasar yang diharapkan menghasilkan laba, mendengarkan suara pelanggan, menyaring serta mengatur berita perihal kebutuhan dan keinginan pelanggan yang bisa dipenuhi secara eksklusif, menerjemahkan harapan pelanggan kepada desain produk Klinik Kebidanan Sehat Mandiri. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, menjelaskan bahwa terdapat 54 atribut Prioritas Fasilitas Klinik Kebidanan Sehat Mandiri yang terbagi menjadi lima dimensi Service Quality (servqual) untuk ditambahkan ke dalam rencana pengembangan usahanya. Keterbatasan penelitian ini adalah karena memakai metode kualitatif desktiptif serta dimensi servqual sehingga strategi penelitian ini lebih banyak memakai nilai subjektif para narasumber yang beresiko kuat mengurangi objektivitas hasil penelitian. Novelty dari penelitian ini adalah mengimplementasikan metode QFD dengan strategi HoQ yang didukung oleh dimensi Servqual yang terdapat dalam Voice of Customer (VoC) dan Technical Response Klinik Kebidanan Sehat Mandiri.
Edukasi Inovasi Bisnis dan Pembiayaan Mandiri: Strategi Kemandirian Ekonomi Desa Kertawangi Tjandrasa, Benny Budiawan; Malinda, Maya; Wattimena, Sophia Isabella; Ida, Ida; Herlina, Herlina; Iskandar, Dini
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002024041260000

Abstract

Desa Kertawangi memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah di sektor pertanian dan pariwisata. Namun, masyarakat Desa Kertawangi dihadapkan pada tantangan pengembangan usaha terkait inovasi, akses pembiayaan mandiri, dan perlu bijak dalam pengelolaan keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi inovasi bisnis dan pembiayaan mandiri, sehingga mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan Masyarakat Desa Kertawangi terhadap inovasi bisnis, pengelolaan keuangan, dan akses pembiayaan. Implikasi kegiatan ini adalah mendorong Masyarakat Desa Kertawangi meningkatkan kapasitasnya dalam mengelola potensi lokal yang berkelanjutan. Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah perlunya pendampingan berkelanjutan untuk memastikan terlaksananya pemanfaatan potensi lokal secara optimal.
ANALISIS PERENCANAAN BISNIS D’TASTE Tykezia Yovela; Maya Malinda
Proceeding Maritime Business Management Conference MBMC: Proceeding Maritime Business Management Conference 2022
Publisher : Program Studi D4-Manajemen Bisnis, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since long ago, the city of Bandung has been known as one of the main culinary destinations in the West Java region. Bandung as a center for culinary tourism creates opportunities for entrepreneurs to compete in opening more innovative businesses. Culinary developments in the city of Bandung are not only traditional culinary but also modern culinary, such as pastry and cake (cakes and bread). Pie cake is one of the culinary delights that is very suitable to be used as a gift for people who are on vacation. D'Taste is a business that is engaged in the culinary field, namely pia cakes and is very suitable to be used as souvenirs typical of Bandung. D'Taste has several unique and innovative flavors where there are no competitors selling similar products. From the survey results, it was found that consumers' interest in pia cakes ranging from 20-60 years old, with the status of students, entrepreneurs, employees, and lecturers, and having an income of Rp. 2,000,000 - Rp. 10,000,000. The marketing strategy carried out by D'Taste is direct promotion and through social media, advertising promotions, and making seasonal packages, and endorsements. The initial capital needed to develop D'Taste's business is Rp. 149,857,647 which comes from the owner's capital. The feasibility of developing this business is calculated by an NPV (Net Present Value) of Rp. 760,966,394, Payback Period (PP) is 7 months, in this case with an initial capital of 149,857,647 will be estimated to return within 7 months, Profitability Index (PI) of 5.08, and the Internal Rate of Return (IRR) of 192.41%. So, by using various aspects of business opportunities, marketing aspects, operational aspects, and financial aspects, it can be said that D'Taste's business is to be developed in accordance with the plans that have been made.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Seseorang Berwirausaha (Sebuah Kajian Literatur) Maya Malinda
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 1 No 2 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v1i2.150

Abstract

Kewirausahaan sekarang ini menjadi topik yang amat populer di berbagai kalangan baik mahasiswa maupun di luar mahasiswa. Kewirausahaan artinya suatu kemampuan kreatif dan inovatif dalam menciptakan sesuatu yang baru atau berbeda yang menjadi dasar dalam usaha atau perbaikan hidup. Kepopuleran kewirausahaan ini terjadi karena melihat keberhasilan beberapa negara dalam mengembangkan perekonomiannya didukung oleh para wirausahawannya. Untu itulah banyak orang yang tertarik dan ingin menelaah tentang wirausaha. Untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil, seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor internal (psikologi) dan faktor eksternal (sosiologi).Dalam tulisan ini akan disajikan beberapa hasil penelitian dan juga kajian literatur yang membahas tentang faktor-faktor tersebut. Dari kajian tersebut diharapkan dapat memperoleh gambaran langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menjadi seorang wirausahawan yang berhasil. Diharapkan pula akan muncul wirausahawan-wirausahawan baru yang dapat meningkatkan perekonomian.Kata kunci: kewirausahaan, faktor internal (psikologi), faktor eksternal (sosiologi).
Berinvestasi dengan Pedoman "CUKUP" ! Maya Malinda
Jurnal Manajemen Maranatha Vol 5 No 1 (2005)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmm.v5i1.237

Abstract

Di masa sekarang ini banyak orang yang berpikir untuk investasi. Banyak juga orang mengatakan investasi tanpa jelas dan mengerti apa itu investasi dan apa contoh investasi. Investasi ialah penundaan berbagai konsumsi hari ini, dengan tujuan untuk mendapat hasil yang lebih di kemudian hari. Alasan seseorang mau berinvestasi ialah untuk melindungi kekayaan dari inflasi, untuk konsumsi di masa depan yang lebih besar, pembayaran yang tidak menentu di masa depan, berjaga-jaga. Salah satu contoh dari jenis investasi ialah tabungan, Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, obligasi, saham, reksadana, dan lain lain. Dalam berinvestasipun harus disertai berbagai pedoman. Pedoman yang ingin diperkenalkan penulis adalah pedoman CUKUP, yaitu merupakan singkatan dari, Cakap Uang Keberanian Ukuran Percaya. Melalui pedoman CUKUP ini dapat memberi arahan calon investor untuk berinvestasi.
Analisis strategi Competitive Strategy Canvas klinik aesthetic dan akupuntur premium lumious care di Alam Sutera Anggraini, Devanty; Malinda, Maya
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 3 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v3i1.11909

Abstract

Studi ini melihat bagaimana Lumious Care, sebuah konsep klinik akupuntur dan estetik premium yang ditujukan untuk pasar menengah ke atas di Alam Sutera, Indonesia, mengembangkan strategi kompetitif. Studi ini menganalisis strategi bisnis dengan menggunakan FORMAT-BIDES Strategy Canvas, yang mencakup elemen seperti Fokus Pasar, Efisiensi Operasional, Riset Pasar, Kelincahan Responsif, Investasi SDM, Relasi Pelanggan, Inovasi Berkelanjutan, Diferensiasi, Pemasaran Efektif, dan Kemitraan Strategis. Studi ini mengevaluasi bagaimana rancangan bisnis tersebut menggabungkan layanan kecantikan modern dengan pendekatan holistik tradisional untuk menjawab kebutulan layanan kecantikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Lumious Care memiliki potensi untuk membuat perbedaan besar karena menggabungkan terapi akupuntur dan layanan estetika modern dalam satu pengalaman premium. Untuk memperkuat daya saing dan menumbuhkan loyalitas pelanggan, fokus pada niche market, digitalisasi layanan, pelatihan karyawan, dan kolaborasi dengan influencer dinilai berhasil. Strategi yang telah direncanakan menunjukkan potensi besar untuk menciptakan daya saing yang berkelanjutan dalam sektor yang sangat spesialis dan dinamis ini, meskipun saat ini masih dalam proses perencanaan. Studi ini menemukan bahwa pendekatan FORMAT-BIDES strategi Canvas adalah alat yang berguna untuk menilai kesiapan strategis klinik baru seperti Lumious Care. Pendekatan ini dapat mengintegrasikan secara menyeluruh elemen operasional, pemasaran, dan inovasi. Ini juga dapat memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan klinik akupuntur dan kecantikan di segmen premium. Ini juga relevan untuk mengevaluasi kesiapan strategis bisnis baru, khususnya di bidang layanan kesehatan dan kebugaran.
Inovasi strategis competitive strategy canvas pada Misha aesthetic & anti-aging clinic Puteri Rahmia Ratnasari; Maya Malinda
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 3 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v3i1.12040

Abstract

Abstrak Industri estetika dan anti-aging di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kecantikan dan kesejahteraan emosional. Namun, banyak UMKM di sektor ini menghadapi kesulitan dalam membangun keunggulan bersaing yang berkelanjutan karena tingginya tingkat persaingan dan kurangnya diferensiasi strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Competitive Strategy Canvas (CSC) melalui pendekatan FORMAT-BIDES pada Misha Aesthetic & Anti-Aging Clinic sebagai salah satu UMKM yang mampu bertahan dan berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui triangulasi antara observasi langsung, analisis ulasan pelanggan di Google, insight media sosial Instagram, serta data internal klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Misha Clinic berhasil membangun keunggulan kompetitif melalui fokus pasar niche, efisiensi digital, inovasi layanan, dan penciptaan pengalaman emosional pelanggan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi UMKM sektor jasa estetika berbasis pendekatan yang terstruktur dan berorientasi pada pelanggan. Kata Kunci — Competitive Strategy Canvas, FORMAT-BIDES, UMKM, klinik estetika, inovasi layanan
BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY TO IMPROVE COMPETITIVENESS IN ANTI-AGING CLINIC USING SWOT APPROACH ANALYSIS AND BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) APPROACH Hani Surjati; Maya Malinda; Benny Budiawan Tjandrasa
International Journal of Accounting, Management, Economics and Social Sciences (IJAMESC) Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : ZILLZELL MEDIA PRIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61990/ijamesc.v2i4.268

Abstract

Elderly individuals have a substantial risk of suffering from chronic diseases that require high medical costs, both financially and in terms of time needed. It is important to pay attention to the quality of life of the elderly to reduce the burden of dependency. PT X has opened an Anti-Aging Clinic with the aim of providing services in preventing the decline in cell quality (anti-aging) to enhance the productive activities of the elderly. The main aim of this research is to analyze the SWOT followed by Business Model Canvas (BMC) and Value Proposition Canvas (VPC) analysis. The research method used is descriptive with a qualitative approach, and the data analysis technique uses SWOT including IFAS and EFAS, BMC analysis, and VPC. Data collection techniques include observation with documentary studies and secondary data. The Anti-Aging Clinic is in a hold and maintain position. The results serve as the basis for BMC mapping and VPC determination, especially in improving products and services. From its implementation, key activities are the main key to the clinic's management process that needs to be strengthened through market penetration and product development processes.