Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penerimaan Konsumen Terhadap Kopi Arabika – Jahe Celup pada Beberapa Ukuran Partikel Bubuk Kopi dan Konsentrasi Jahe Anggun Pratiwi; Martunis Martunis; Yusya Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.506 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13853

Abstract

Abstrak:Kopi adalah salah satu minuman yang paling populer dan banyak dikonsumsi karena rasanya yang unik. Penambahan jahe pada bubuk kopi dapat memberikan tambahan citarasa pada seduhan kopi dan dapat meningkatkan manfaat kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Pembuatan kopi celup beraroma jahe merupakanupaya untuk mengenalkan altenatif minuman kopi celup dengan citarasa dan sensasi yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiversifikasi produk kopi arabika yang khas yang dikombinasikan dengan jahe dalam bentuk kopi celup yang mudahuntukdigunakan. Juga, untukmempelajaripengaruh ukuran partikel dan persentase penambahan jahe terhadap kesukaankonsumenterhadapproduk kopi-jahe celup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertamaadalah ukuran partikel kopi arabika (K) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu 40 mesh (K1), 60 mesh (K2) dan 80 mesh (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi penambahan jahe (J) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 10% (J1), 20% (J2) dan 30% (J3). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa ukuran partikel bubuk kopi Arabika (K) dan konsentrasi penambahan bubuk jahe (J) serta interaksi antara keduanya (KJ) berpengaruh tidak nyata (P ≤ 0,05) terhadap hedonik warna dan hedonik aroma kopi Arabika-jahe celup. Adapun pada uji hedonik rasa, hasil sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan jahe (J)berpengaruh nyata (P ≤ 0,05) terhadap rasa kopi arabika-jahe celup, sedangkan interaksi antar keduanya (KJ) tidak berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap hedonik rasa.Perlakuan terbaik yang diperoleh adalah bubuk kopi denganukuranpartikel 40 mesh danpenambahanjahe 10% (K1J1) dengan nilai kadar air (2,91%), kadar abu (4,80%), pH (5,25%) dan total padatan terlarut (3,53%).Consumer Preference On Ginger Coffee Bag Prepared at Different Coffee Powder Particle Size and Ginger ConcentrationAbstract: Coffee is one of the most popular and widely consumed drinks because of its unique taste. The distinctive aroma of ginger can increase the attractiveness and health benefit of a beverage, including coffee. The making of ginger-coffee bag aims to introduce alternative coffee drink with different flavors and sensations. The purpose of this study is to diversify typical Arabica coffee products combined with ginger in the form of coffee bagsthat can be accepted by consumers. The study also aimed to explore the effect of particle size and percentage of ginger on consumer preference of ginger-coffee product. This research uses factorial randomized block design. The pertama faktor kopi bubuk ukuran partikel (K) terdiri dari tiga tingkat, yaitu 40 mesh (K1), 60 mesh (K2) dan 80 mesh (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi jahe (J) terdiri dari 3 tingkat, yaitu 10% (J1), 20% (J2) dan 30% (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel , konsentrasi jahe dan interaksi antara kedua factorsdid tidak signifikan mempengaruhi preferensi pada warna dan aroma. Sementara itu, konsentrasi jahe secara signifikan mempengaruhi rasa preferensi onginger-kopi. Pengobatan terbaik diperoleh adalah K1J1 dengan nilai kadar air (2,91%), kadar abu (4,80%), pH (5,25) dan padatan terlarut (3,53%).
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH DAN VARIETAS TERHADAP MUTU FISIK, DAN FISIKO-KIMIA KOPI ARABIKA GAYO (THE EFFECT OF LAND ALTITUDE AND VARIETIES ON PHYSICAL AND FISIKO-CHEMICAL QUALITY OF GAYO ARABICA COFFEE) Nur Al Qadry; Rasdiansyah Rasdiansyah; Yusya' Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.764 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2256

Abstract

Abstrak. Kopi dengan rasa yang khas akan diperoleh bila varietas tertentu ditanam pada hamparan ketinggian tertentu tanpa tercampur dengan varietas lainnya dan diolah dengan cara pengolahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh dan varietas terhadap kualitas citarasa kopi Arabika Gayo serta memetakan kualitas citarasanya berdasarkan varietas dan ketinggian tempat tumbuh. Varietas dan ketinggian tempat tumbuh kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo diduga mempengaruhi mutu fisik dan organoleptik kopi yang dihasilkan. Varietas kopi arabika gayo yang dijadikan sebagai sampel adalah varietas Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), dan Ateng Super (V3) dan Multi Varietas (V4) yang di tanam pada tiga ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, yaitu dibawah 1.100 (T1) m dpl, antara 1.100 s.d 1.500 (T2) m dpl, dan diatas 1.500 (T3) mdpl. Parameter yang diamati adalah: kualitas fisik, dan  analisis pH. Hasil analisis ukuran biji menghasilkan persentase ukuran biji besar terbanyak adalah varietas Borbor pada ketinggian tempat tumbuh diatas 1.500 mdpl yaitu 50,35 %. Dan varietas Borbor menghasilkan persentase ukuran biji yang tidak layak terkecil daripada yang lainnya. Sedangkan, varietas Ateng Super di ketinggian tempat tumbuh di bawah 1.100 m dpl menghasilkan biji yang tidak layak paling besar yaitu, 2,65 %. Hasil analisis menunjukkan biji cacat (Triage) kopi dengan varietas yang tumbuh di bawah 1.100 mdpl lebih tinggi nilai cacatnya dengan persentase 27,10% dibandingkan dengan yang tumbuh di atas 1.100 m dpl. dan kopi yang tumbuh di atas 1.500 mdpl memiliki biji cacat dengan persentase terendah (4,90 %).Abstract . Coffee with a special taste will be found if certain single variety was planted on certain  fields altitude and processed by wet  hulling. The purposed of the research this was to study the effect of coffee land altitude on quality of Gayo Arabica coffee. Varities and land altitude of arabica coffee were assumed to affect the physical quality of coffee. The sample of Gayo Arabica Coffee varieties taken were Tim-Tim (V1), Bor-Bor (V2), Ateng Super (V3), and Multi Varieties (V4) which planted  on there different altitude at Bener Meriah and Aceh Tengah District, Province of Aceh. The altitude  were under 1.100  m ASL (above sea level) (T1), between 1.100-1.500  m ASL (T2) and above 1.500 m ASL (T3). The parameters observed were; physical quality and pH. The result show that the lasgest beans size was from Bor-Bor varieties at land altitude higher than 1.500 m ASL (the percentage was 50,35). Bor-Bor varieties also had the least broken beans compared to others. Ateng Super grown on land under 1.100 m ASL had the most broke beans with of percentage 2,65. The triage of coffee varities planted on land under 1.100 m ASL  have higher triage than those planted  on land above 1.100 m ASL (the percentage was 27,10). The coffee planted on land above 1.500 m ASL show the least percentage of triage higher (the percentage was 4,90).
Uji Tingkat Kesukaan Konsumen Terhadap Roti Canai Dengan Beberapa Varian Topping Zarwa Ulfa; Yusya' Abubakar; Juanda .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.128 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23243

Abstract

Flat bread di Indonesia yang dikenal sebagai roti canai dipengaruhi oleh masakan India. Banyak restoran Indonesia khususnya di Aceh dan Sumatera Barat menyajikan roti ini. Pengolahan gandum menjadi roti merupakan salah satu kegunaannya. Penelitian ini bermaksud untuk melihat tingkat kesukaan pelanggan terhadap roti canai dengan rasa (garnish) yang berbeda. Dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian, penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Preferensi konsumen uji hedonis merupakan parameter yang harus diperhatikan. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk mengetahui panjang pendeknya selang waktu pada alat ukur. Hal ini memastikan bahwa alat ukur akan menghasilkan data kuantitatif ketika digunakan dalam pengukuran. Angka dapat digunakan untuk menyatakan variabel yang dapat diukur dengan instrumen tertentu, sehingga lebih akurat, efektif, dan komunikatif. Uji hedonik memiliki skala sangat suka, suka, agak suka, netral, dan tidak suka akan digunakan dalam penelitian ini. Jenis topping roti canai menjadi faktor pengujian dalam penelitian ini. Topping gula, toping coklat, toping keju, dan toping keju coklat adalah beberapa toping yang bisa ditambahkan pada roti canai. Uji hedonik yang bertujuan untuk mengukur pengakuan pembeli terhadap suatu barang yang melibatkan kemampuan manusia sebagai alat fundamentalnya. Hasil uji sensori yang telah di lakukan menunjukkan bahwa panelis menyukai warna dari topping gula dengan nilai 4,04. Sedangkan topping coklat sebesar 3,80, topping keju sebesar 3,64, topping coklat keju sebesar 3,74. Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur roti canai berkisaran 3 (netral) sampai dengan 4 (suka). Nilai uji sensori aroma berkisar antara 3,6 sampai dengan 4(suka). uji sensori rasa berkisar antara 3,8 sampai dengan 4 (suka), dengan rata rata nilai 4 (suka). Dari beberapa varian rasa yang di uji, topping gula menjadi topping yang di sukai para panelis dengan rata rata 4.0 (suka) kemudian disusul dengan topping coklat dengan rata rata 3,8 (suka), kemudian tooping coklat keju dengan rata rata 3,7 (suka) dan yang terakhir dengan topping keju 3.6 (suka).
Identifikasi Komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu di Kabupaten Bener Meriah Adelin Putri Shabila; Ali M. Muslih; Yusya Abubakar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.665 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24463

Abstract

Abstrak. Bener Meriah merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Data tim Geographic Information System Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh menunjukkan bahwa Luas tutupan hutan tahun 2019 di Kabupaten Bener Meriah sekitar 99,986 hektar. Semakin luas Kawasan hutan maka semakin banyak pula potensi yang ada didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jenis komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang terdapat di sekitar hutan Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang memanfaatkan data kualitatif yang didapat di lapangan lalu kemudian dijelaskan secara deskriptif. Data tersebut berasal dari data primer yang merupakan hasil wawancara petani dan instansi, serta data sekunder yang bersumber dari instansi terkait seperti KPH, BPHP, dan BPS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditi HHBK yang ada di Bener Meriah adalah Getah Pinus (Pinus merkusii), Madu (Apis dorsata), Sereh Wangi (Cymbopogon mardus), Akar Kuning (Arcangelisia flava Merr.), Jernang (Daemonorops spp.), Getah Damar (Agathis Dammara), dan Rotan (Calameae).Identification of non timber forest product commodities in Bener Meriah, AcehAbstract. Bener Meriah is one of the districts in Aceh Province that has a large forest area. Based on data from the Aceh Natural Forest and Environment Foundation's Geographic Information System team, the 2019 forest cover area in Bener Meriah Regency is around 99,986 hectares. The wider the area, the more potential there is in it. This study aims to determine the types of Non-Timber Forest Products (NTFP) commodities found around the forests of Bener Meriah Regency. This research is a descriptive qualitative research, which utilizes qualitative data obtained in the field and then explained descriptively. The data comes from primary data which is the result of interviews with farmers and agencies, as well as secondary data sourced from related agencies such as KPH, BPHP, and BPS. The results of this study indicate that NTFP commodities in Bener Meriah are Pine Sap (Pinus merkusii), Honey (Apis Dorsata), Sereh Wangi (Cymbopogon mardus), Akar Kuning (Arcangelisia flava Merr.), Jernang (Daemonorops spp.), Damar Sap (Agathis Dammara), and Rattan (Calameae).
Tingkat Kesukaan Konsumen terhadap Kopi Wine Gayo pada Beberapa Derajat Penyangraian Nauval Azmi; Yusya Abubakar; Juanda Juanda; Satriana Satriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.942 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19886

Abstract

Kopi adalah satu dari sekian banyak minuman yang paling diminati oleh masyarakat global. Sebagian orang bahkan harus meneguk secangkir kopi sebelum memulai kegiatan hariannya. Data konsumsi kopi dunia menunjukkan sebanyak 70% peminum kopi menikmati kopi arabika, sedangkan sisanya (30%) memilih kopi robusta. Akhir-akhir ini produsen mulai memperkenalkan Kopi Wine Gayo yang mempunyai cita rasa unik. Namun derajat penyangraian yang disukai oleh konsumen untuk produk olahan ini belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kopi wine gayo yang disanggrai pada derajat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor non faktorial. Faktor perlakuan, meliputi suhu 193ºC (light), 198ºC (ligh to medium), 204ºC (medium), 208ºC (medium to dark) dan 213ºC (dark) dengan 3 ulangan. Tingkat kesukaan konsumen dianalisis dengan uji hedonik menggunakan 5 skala (mulai dari tidak suka sampai dengan sangat suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyangraian berpengaruh nyata terhadap kesukaan konsumen kopi wine Gayo. Uji hedonik kopi wine menggambarkan bahwa warna yang paling disukai terdapat pada tingkat penyangraian medium dengan rata-rata 3,76 (suka), sedangkan aroma yang paling disukai terdapat pada tingkat penyangraian medium  to dark dengan rata-rata 3,75 (suka). Perlakuan terbaik didapat pada kopi wine Gayo yang disanggrai dengan derajat medium.Kopi adalah satu dari sekian banyak minuman yang paling diminati oleh masyarakat global. Sebagian orang bahkan harus meneguk secangkir kopi sebelum memulai kegiatan hariannya. Data konsumsi kopi dunia menunjukkan sebanyak 70% peminum kopi menikmati kopi arabika, sedangkan sisanya (30%) memilih kopi robusta. Akhir-akhir ini produsen mulai memperkenalkan Kopi Wine Gayo yang mempunyai cita rasa unik. Namun derajat penyangraian yang disukai oleh konsumen untuk produk olahan ini belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kopi wine gayo yang disanggrai pada derajat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor non faktorial. Faktor perlakuan, meliputi suhu 193ºC (light), 198ºC (ligh to medium), 204ºC (medium), 208ºC (medium to dark) dan 213ºC (dark) dengan 3 ulangan. Tingkat kesukaan konsumen dianalisis dengan uji hedonik menggunakan 5 skala (mulai dari tidak suka sampai dengan sangat suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyangraian berpengaruh nyata terhadap kesukaan konsumen kopi wine Gayo. Uji hedonik kopi wine menggambarkan bahwa warna yang paling disukai terdapat pada tingkat penyangraian medium dengan rata-rata 3,76 (suka), sedangkan aroma yang paling disukai terdapat pada tingkat penyangraian medium  to dark dengan rata-rata 3,75 (suka). Perlakuan terbaik didapat pada kopi wine Gayo yang disanggrai dengan derajat medium.
ANALISIS PENDAPATAN DAN SKALA PERTANIAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN JAYA KABUPATEN ACEH JAYA Akhmad Baihaqi; Yusya Abubakar; Yusdiana Yusdiana; Emmia Tammbarta Kembaren
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
Publisher : Bappeda Provinsi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jep.v14i1.775

Abstract

Kabupaten Aceh Jaya merupakan penghasil kopi robusta yang pernah jaya waktu sebelum konflik (sebelum tahun 1998), produksi biji kopi Robusta mencapai 30 ton per tahun namun sekarang hanya 10 ton sampai 15 ton. Petani memilih tanaman kopi bernilai tinggi yang sesuai dengan cuaca dan kondisi tanah setempat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup keluarga petani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besar pendapatan yang diterima petani kopi robusta serta mengetahui skala usaha yang layak pada usahatani kopi robusta. Hasil penelitian Usahatani kopi robusta menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan, dilihat bahwa rata-rata pendapatan petani kopi robusta sebesar  sebesar Rp. 1.699.724 per bulan, dengan nilai B/C ratio sebesar 5,75. BEP jumlah produksi sebesar 98 kg per tahun, rata-rata produksi 661 kg per tahun.  Untuk BEP harga sebesar Rp. 5.361 per kg sedangkan rata-rata harga jual sebesar Rp. 36.180 per kg. Selanjutya untuk BEP luas lahan luas lahan, titik impas lahan garapan hanya 0,15 ha, sedangkan konsidi di lapangan rata-rata petani kopi robusta mempunyai lahan 1,06 ha.
Kajian Tingkat Kerentanan Sosial Terhadap Masyarakat Terdampak Bencana di Kecamatan Trienggadeng Pasca Gempa Bumi Pidie Jaya 2016 Rinaldy Maulidin*; Indra Indra; Yusya Abubakar
JIPI (Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA) Vol 6, No 4 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jipi.v6i4.28353

Abstract

 A disaster often causes survivors to be in a more vulnerable position than before. In the 2016 Pidie Jaya earthquake, five villages experienced a directed impact from the disaster. This study aims to determine the level of social vulnerability and to analyze the dynamics of changes in social vulnerability at the Trienggadeng District level, Pidie Jaya Regency in the period 2015-2021. This research uses descriptive quantitative method. The data used in this study include secondary data and primary data. Respondents in this study amounted to 98 people from communities in five villages in Trienggadeng District. The results of secondary data study show that the value of social vulnerability in the period 2015-2021 which consists of aspects of population density, sex ratio, vulnerable age, poor population, and vulnerability is in the range (54.38-267.71) where Tampui Village into the high class category with a value of (267.71). Meanwhile four other villages fall into the low class category, such as: Kuta Pangwa Village (54.38), Meucat Pangwa (71.09), Mee Pangwa (84.03) and Deah Teumanah (99.95). The aspects identified as triggers for social vulnerability in this study include: poverty rates in Mee Pangwa and Deah Teumanah Villages, solid waste management in all study villages, and population density in Tampui Village. Furthermore, an analysis of primary data shows that there has been an increase in quality and quantity in aspects of sanitation and access to health in the period 2016-2021.
Pendampingan Kepada Masyarakat Tentang Manajemen Pengelolaan Gambut (Histosol: Level Hemic) Desa Keub Kecamatan Arongan Lambalek Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh Putra, Iwandikasyah; Abubakar, Yusya; Baihaqi, Akhmad; Anhar, Ashabul; Bagio; Fazlina, Yulia Dewi; Irawan, Jekki; Jalil, Muhammad
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.996 KB) | DOI: 10.57251/mabdimas.v2i1.432

Abstract

This assistance is expected to provide additional information about peat soil management to the people of Keub Village, Arongan Lambalek District, West Aceh Regency, Aceh Province. Farmers can independently manage any problems that arise on peat soils, so they are able to take the right steps in current and future management efforts so that the land can produce optimally. Its management includes physical (mechanical), chemical, and biological aspects. Utilization of peat based on improving the community's economy and preserving the ecology of peat requires careful and measured preparation, including; the construction of integrated canal blocks by carrying out control and evaluation through strengthening institutional capacity including communities around peat (practitioners) and academics in a holistic manner in a definitive manner, with the hope that the use of peatlands will not have a negative impact on the current and future environment.
KESIAPAN PETANI PADI DALAM MENGHADAPI BENCANA KEKERINGAN DI KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Ahmad Zaini; Yusya Abubakar; Muhammad Dirhamsyah
Jurnal Agrisep Vol 17, No 2 (2016): Volume 17 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research used descriptive method with farmers as respondents in Blang Bintang District, Aceh Besar. Results showed that farmers knowledge toward drought can be categorized as very high with 85-99% index value, but in some variables still need to be improved. Mitigation efforts analysis were also categorized as very high with 81-98% index value, known from data percentage of correct answers was on mitigation efforts to build/treated for facilities and infrastructures, especially to build water pump, in order to maintain water supply in rice fields that still 51,02% low. The preparation of an adequate water supply facilities and infrastructures in rice fields (to build ponds/small reservoirs) to face the drought was categorized as very low 35,71%.
Analisis Daya Saing Gula Merah Tebu Di Kabupaten Aceh Tengah Bagio Bagio; Romano Romano; Yusya Abubakar
Jurnal Agrisep Vol 17, No 1 (2016): Volume 17 Nomor 1 Juni 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agricultural products in form of raw materials have low economic value. Thus the development of agriculture contibute a few at people's income. Its functions in people's income could be seen on these factors namely, input and output transfer, tchnology, and the added value of the final agricultural products. The gtreater the added value of product the greater it gives the contribution on increasing people's income. This research aimed at indentification of analyze the competitiveness of brown palm sugar in Aceh Tengah. The method used is suvey in which data primer and secunder related to competitiveness of brown plam sugar in Aceh tengah is used properly. Anlysis model that was used Domestic Resource Cost. The result of the research cane farming in Aceh Tengah has its comparative advantage in which its domestic resource cost coefficients around 0,496 to 0,596. After a sensitivity analysis, the value of domestic resource cost coefficients still less than 1, the ecomonic activity has comparative advantage. Sensitivity analysis showed that cane farming in Aceh Tengah has its comparative advantage in which its domestic resource cost coefficients 1. It meant that an ecomonic activity of brown cane sugar were economicly efficient in domestic resource utilization, or it could be said that an economic activity has comparative advantage.
Co-Authors . Satriana A. Humam Hamid Abdul Kudus Abubakar Karim Abubakar Karim Abubakar Karim Adelin Putri Shabila Agustia Maulina Ahmad Humam Hamid Ahmad Zaini Akhmad Baihaqi Ali M. Muslih Ali Muhammad Muslih Amhar Abubakar Anggun Pratiwi Anna Farida Ar Rasyid, Ulfa Hansri Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Ashabul Anhar Asra, Syafina Astri Winda Siregar Aswin Nasution Azis Azis Bagio Bagio Bagio Bagio Bagio Bagio, Bagio Cantika Putri Malini Dian Hasni, Dian Doli Al Rasyd Pasaribu Emmia Tammbarta Kembaren Eti Indarti Eti Indarti Fachrizal Fahlufi Fahrizal Fahrizal Faidha Rahmi, Faidha Faitzal Haris Faizin, Rusdi Fardinatri, Intan Diani Fazlina, Yulia Dewi Febriani Febriani Fitrah Atul Mega Hanafi, Ilham Hayati, Durrah Heru P Widayat Heru P. Widayat Heru Prono Widayat Heru Prono Widayat Indra Indra Iwandikasyah Putra Jalil, Muhammad Jasman, Gita Phonnasari Jekki Irawan Juanda Juanda Karmel, Moehammad Ediyan Raza Khairunnisa Khairunnisa M Ikhsan Sulaiman M. Dirhamsyah M. Dirhamsyah M. Dirhamsyah Martunis - Martunis Martunis Marwan Marwan Mizar Liyanda Murna Muzaifa Murna Muzaifa Murna Muzaifa Murna Muzaifa Muslih, Ali M. Nasrullah . Nauval Azmi Normalina Arpi Normalina Arpi Novia Mehra Erfiza Nur Al Qadry Pohan, Andi Fauzan Rakhmadsyah Prasetyo, Farhan Akmal Putra, Iwandikasyah Ramadhan, Ariz Umar Rasdiansyah Rasdiansyah Rasdiansyah Rasdiansyah Rasdiansyah Rasdiansyah Rinaldy Maulidin* Rita ANDINI Romano Romano Romano Romano Samantha Samantha Satriana Satriana Siti Agustina Wati Subhan Subhan Sumardi Sumardi T. Anwar T. Saiful Bahri TATI NURHAYATI Tomi Mukhtar Wagianto Wagianto Widya Kusuma Yuliani Aisyah Yuliatul Muslimah Yusdiana Yusdiana Yusmaizal Yusmaizal Yuvi Zazunar Yuza Arfiansyah Zaidiyah Zaidiyah Zarwa Ulfa Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain