Claim Missing Document
Check
Articles

KADAR LOGAM SENG PLASMA DAN ALKOHOL DEHIDROGENASE PADA TIKUS YANG DIBERI ETANOL Elfrida Magdalena Manurung; Ida Bagus Putra Manuaba; Anak Agung Bawa Putra
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 11. No. 1 Januari 2017
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.468 KB) | DOI: 10.24843/JCHEM.2017.v11.i01.p16

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar logam seng plasma alkohol dehidrogenase pada tikus yang diberi etanol 40 % dengan volume 2 mL dan 3 mL. Rancangan penelitian ini menggunakan Randomized Posttest Only Control Group Desain dengan dua kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Rata-rata kadar logam seng plasma pada tikus kontrol (K) dan tikus yang diberi etanol 40 % dengan volume 2 mL (P1) dan 3 mL (P2) adalah 445,83 ± 27,76 mg/L; 928,38 ± 183,13 mg/L; dan 1228,75 ± 80,00 mg/L. Hasil perhitungan rata-rata aktivitas alkohol dehidrogenase plasma pada tikus kontrol dan tikus yang diberi etanol 40 % dengan volume 2 mL dan 3 mL adalah 21,00 ± 0,34 ng/mL; 18,69 ± 0,31 ng/mL dan 17,05 ± 0,33 ng/mL. Hasil ANOVA menunjukkan p < 0,05 sehingga terdapat perbedaan bermakna kadar logam seng plasma dan aktivitas alkohol dehidrogenase  pada tikus kontrol dan tikus yang  diberi etanol 40 % dengan volume 2 mL dan 3 mL. Hasil analisis Tukey/HSD untuk kadar rata-rata logam seng plasma tikus kontrol dan tikus yang diberi etanol 40 % dengan volume 2 mL dan 3 mL memiliki perbedaan signifikan, yaitu terjadinya peningkatan kadar logam seng plasma  dan  pada aktivitas alkohol dehidrogenase dengan terjadi penurunan pada kelompok tikus yang diberi etanol 40 % dengan volume 2 mL dan 3 mL terhadap tikus kontrol.  
CEMARAN PESTISIDA KLOR-ORGANIK PADA SEDIMEN DANAU BUYAN BULELENG BALI Ida Bagus Putra Manuaba
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 7 No 2
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This is an expost facto study with Analytical Cross Sectional Study design, within twostep activities, i.e. field study in order to gain sampling zone and obtaining sample needed.Followed by laboratory works in order to obtain pesticide residual contamination on water.Sample preparation for this purposed was carried out following a standard method. Gaschromatography was employed in order to gain the pesticide contaminant.Positive organochlorine pesticide contaminant, i.e. DDT and chlorotalonile wereobserved from 55 sampling point of sediment taken from 5 sampling zone. DDT in thesediment is 13.6 ppb with still bellow the maximum level of 42 ppb. Chlorotalonile insediment is 12.3 ppb. There is no threshold value of chlorotalonile, however, thiscontamination still bellow the RfD 15 ppb and ADI 30 ppb (PIP, 1995; Caroline, 1997).
BIOAKUMULASI RESIDU CEMARAN DDT DAN KLOROTALONIL PADA IKAN KARPER DAN NILA DANAU BUYAN BULELENG BALI Ida Bagus Putra Manuaba
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 9 No 2 (2009)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analysis of DDT and chlorotalonil bioaccumulation on carp and nile fish tissues at Buyan Lake were performed. The study involve two step activities, i.e. field study for gaining sampling zone and sample needed, followed by laboratory works for obtaining DDT and chlorotalonil residual bioaccumulation on fish. Sample preparation for this purposed was carried out following a standard method. Gas chromatography was employed for determining accumulation of DDT and chlorotalonil. Average bioaccumulation of DDT on carp and nile is 16.6 and 9.6 ppb, respectively, while, average chlorothalonil bioaccumulation on the same fishes is 11.9 and 13.3 ppb, respectively.
Sistem Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode Fuzzy Support Vector Machines dan Algoritma Evolusi Fuzzy Ida Bagus Putra Manuaba
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Penjadwalan produksi merupakan salah satu bentukpengaturan waktu pada sebuah proses penjadwalan. Prosespenjadwalan yang baik dapat menghasilkan keuntungan danoptimasi waktu pada proses produksi. Penelitian ini difokuskanpada penyelesaian permasalahan penjadwalan job shop padaruang lingkup sistem make to order. Permasalahan dari sistempenjadwalan job shop dengan domain make to order, adalahsangat tidak sensitif terhadap perubahan-perubahan yangterjadi pada jadwal yang telah berjalan pada proses produksi.Proses penyusunan jadwal menerapkan sistem penjadwalanmaju dan sistem penjadwalan mundur, serta mengintegrasikandengan konsep penjadwalan the rolling time window.Perancangansistem penjadwalan produksi menggunakan metode fuzzy SVMssebagai metode klasifikasi dan algoritma fuzzy evolusi sebagaialgoritma pada proses penentuan jarak pada proses penyusunanjadwal. Fuzzy SVMs merupakan metode yang telah teruji mampumenyelesaikan permasalahan klasifikasi pada permasalahan nonlinier. Sedangkan pada proses routing penjadwalan,dimanfaatkan metode fuzzy evolusi sebagai metode penyelesaianpermasalahan penyusunan jadwal produksi.Kata kunci—penjadwalan produksi, penjadwalan job shop, therolling time window, fuzzy support vector machines, evolusi fuzzy
Efek Hipoglikemik Ekstrak Biji Buah Wali (Brucea Javanica L. Merr) Pada Tikus Wistar Yang Diinduksi Aloksan Ida Bagus Putra Manuaba; Faturrahman Faturrahman; Candra Dwipayana Hamdin
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.017 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i1.1002

Abstract

Buah wali (Brucea javanica L. Merr) telah lama digunakan sebagai obat penyakit diabetes oleh masyarakat di daerah Sesaot. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek hipoglikemik ekstrak biji buah wali terhadap kadar gula darah puasa (GDP) tikus wistar yang mengalami diabetes. Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat delapan kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif (K+) dengan terapi glibenklamid 0.5 mg/kgBB, kelompok kontrol negatif (K-) yaitu hewan diabetes dengan pemberian cmc na 0.5%, kelompok N adalah hewan tidak diabetes dan  kelompok pemberian variasi dosis ekstrak biji buah wali (D1, D2, D3, D4, dan D5). Pembuatan hewan model diabetes dilakukan dengan cara induksi aloksan (125 mg/kgBB) secara intravena pada setiap kelompok kecuali pada kelompok N. Analisis data dilakukan dengan uji Anova dan LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase penurunan rata-rata gula darah selama 15 hari pengamatan sebesar 4% (D1), 10% (D2), 22% (D3), 6% (D4), 6% (D5), 14% (K+), 4% (K-), dan 2% pada kelompok N. Hasil uji Anova menunjukan bahwa p <0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian ekstrak biji buah wali terhadap penurunan kadar gula darah tikus. Uji LSD menunjukkan pengaruh signifikan terjadi pada kelompok K+ dan kelompok variasi dosis ekstrak terhadap kelompok K- dengan nilai LSD p <0.05. Berdasarkan hasil penelitian ini, esktrak biji buah wali dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada hewan uji diabetes dengan penurunan terbesar (22%) pada kelompok D3 dengan dosis 25 mg/kgBB
ARSITEKTUR JARINGAN LTE (LONG TERM EVOLUTION) UNTUK MENGATASI BACKHAUL CONNECTION WIFI PADA RURAL AREA DENGAN TEKNOLOGI FOURTH GENERATION (4G) Komang Ayu Triana Indah; Ida Bagus Putra Manuaba
Just TI (Jurnal Sains Terapan Teknologi Informasi) Vol 10, No 2 (2018): JULI 2018
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.771 KB) | DOI: 10.46964/justti.v10i2.107

Abstract

Teknologi WiFi yang digunakan pada rural area pada umumnya untuk jaringan fisik untuk koneksi satu base-station ke base-station yang lain (backhaul) atau ke switching centre seringkali terdapat banyak permasalahan. Wi-Fi dioptimasi untuk penggunaan dengan jangkauan yang pendek, penggunaan untuk luar  ruangan dan jangkauan yang panjang akan menyebabkan multipath dan delay spread tidak tertangani secara optimal Meskipun penggunaan teknologi WiFi cukup praktis, akan tetapi penggunaan WiFi untuk koneksi backhaul akan menimbulkan permasalahan karena teknologi WiFi dirancang dan dioptimasi untuk penggunaan dengan cakupan LAN, sedangkan kondisi geografis di pedesaan tidak memungkinkan instalasi tersebut.  Teknologi LTE menjawab permasalahan yang timbul dalam instalasi WiFi diantaranya kecepatan puncak data, mobilitas pengguna, daya,  konsumsi, handover, fasilitas roaming dan coverage.. Long Term Evolution (LTE) adalah generasi teknologi telekomunikasi selular. Menurut standar, LTE memberikan kecepatan uplink hingga 50 megabit per detik (Mbps) dan kecepatan downlink hingga 100 Mbps. LTE memiliki standar terbaru teknologi jaringan mobile yang diproduksi dengan teknologi jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA. Implementasi  LTE untuk mengatasi permasalahan koneksi backhaul di pedesaan dengan teknologi Rural 4G secara teknis dilakukan untuk mengatasi permasalahan koneksi backhaul pada jaringan WiFi.
PENGUJIAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN MENERAPKAN ATURAN FUZZY MODEL XU (FUZZY EVOLUSI) PADA PENJADWALAN PRODUKSI JOB SHOP Ida Bagus Putra Manuaba
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 6 No 2 (2016): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.903 KB)

Abstract

Job shop atau yang dikenal juga dengan istilah shop floor control merupakan salah satu metode penyusunan jadwal produksi yang rumit. Beberapa faktor penyebab rumitnya penyusunan jadwal menggunakan metode job shop adalah banyaknya jumlah variasi produk sehingga meyebabkan variasi jenis pekerjaan yang banyak. Beberapa metode penyusunan jadwal dengan metode job shop yang sering digunakan adalah FCFS (first come first out), SPT (shortest processing time), earlest due datei dan beberapa metode yang dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan job shop. Metode yang digunakan untuk menangani permasalahan penjadwalan job shop cendurung masih bersifat manual dan memiliki makespan (waktu penyelesaian pekerjaan) yang tinggi sehingga menimbulkan keterlambatan penyelesaian pesanan. Algoritma genetika merupakan salah satu algoritma yang sering digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan dengan hasil makespan kecil. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji penerapan algoritma genetika biasa dengan aturan logika fuzzy yang digunakan oleh Xu dengan harapan dapat membantu algoritma genetika dalam memecahkan permasalah penjadwalan produksi job shop,sehingga makespan yang dihasilkan oleh penjadwalan menjadi semakin kecil.
SYNTHESIS, IDENTIFICATION AND IN VITRO ANTITUMOUR PRESCREENING TEST OF TRIPHENYLTIN BENZOATE TOWARDS A HUMAN CERVICAL CARCINOMA CELL LINE, HeLa Ida Bagus Putra Manuaba
Indonesian Journal of Chemistry Vol 8, No 3 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.697 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21599

Abstract

In this study, triphenyltin benzoate was synthesized first, and followed by antitumor prescreening test of the compound towards a human cervical carcinoma cell line, HeLa. Three reaction steps were employed to obtain the compound needed, i.e. 1) synthesizing of tetraphenyltin compound via insitu phenilmagnesiumbromide Grignard reaction to tin(IV)chloride, 2) synthesizing triphenyltin chloride via redistribution reaction of tetraphenyltin to tin(IV) chloride without any solvent, the reaction completed depends on the temperature, in this case a good results was achieved at temperature 220 °C for 6 h, 3) finally, triphenyltin benzoate was produced through a methathetical reaction of triphenyltin chloride to an excess of sodium benzoate in ethanol. In vitro prescreening antitumour activity of the compound towards a human cervical tumour cell line, HeLa was carried out following an enzyme linked immunosorbent assays (ELISA). By this method, the test ended with good promising results. This indicates by the IC50 of 170 nM which is compared well to cisplatinum with IC50 950 nM.
Characteristics retinometry pre and post cataract surgery on senile cataract patients in Sanglah Hospital, Bali-Indonesia Ni Made Ari Suryathi; Wayan Gede Jayanegara; Ida Bagus Putra Manuaba
Intisari Sains Medis Vol. 11 No. 3 (2020): (Available online: 1 December 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.479 KB) | DOI: 10.15562/ism.v11i3.752

Abstract

Background: WHO, with program Vision 2020-the Right to Sight, has a responsibility to control the most cause of blindness, which is a cataract. General-purpose of this research is to identify the retinometry pre and post cataract surgery on senile cataract patients.Method: This study design is an analytical cross sectional study. All data were collected retrospectively from the medical report of retinometry of pre and post cataract surgery in Sanglah General Hospital.Results: A total number of 60 eyes from 59 patients were included in this study. The majority of the patients were male (63.3%), aged 61-70, and came from Denpasar District (38.3%). The grading of cataract (Burrato) in this study is Burrato III (60%). A nuclear cataract is common in this study (41.7%). There were relationships between the differences of retinometry post dan pre cataract surgery with the grading of cataract (Burrato) (p<0.05), but there is no relationship with the type of cataract (p>0.05).Conclusions: There is a significant difference between retinometry pre and post cataract surgery, no significant difference between retinometry post-cataract surgery with BCVA and type of cataract. Higher grades of cataract (Burrato V) significantly correlate with higher retinometry pre and post-cataract surgery.
Interval waktu iskemia, derajat iskemia, dan sindrom kompartemen merupakan faktor risiko amputasi pada pasien acute limb ischemia yang dilakukan tindakan trombektomi terbuka di RSUP Sanglah Denpasar Dea Emmanuel; Ketut Putu Yasa; Ida Bagus Putra Manuaba; I Nyoman Semadi; Ketut Widiana; Gede Wirya Kusuma Duarsa
Intisari Sains Medis Vol. 11 No. 2 (2020): (Available online: 1 August 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.598 KB) | DOI: 10.15562/ism.v11i2.753

Abstract

Introduction: Acute Limb Ischemia (ALI) is a sudden decrease in perfusion in the extremities that causes the threat of tissue viability and is still one of the causes of disability. The purpose of this study was to determine the factors that influence amputation in patients with acute limb ischemia who undergo thrombectomy.Methods: This was a retrospective observational study with case-control studies. As many as 40 patients with acute limb ischemia who underwent thrombectomy were seen as an outcome of amputation. Matching was done based on age and sex in the case (amputation) and control (without amputation) groups. Data collection is based on medical records from 2014 to 2019. Bivariate analysis uses Chi-Square or Fisher's Test while multivariate analysis uses logistic regression.Results: In this study we found that the time interval of ischemia and the degree of ischemia is a risk factor of amputation in person with ALI (p<0.05) but compartment syndrome was not significantly related to amputation in ALI. Multivariate analysis shows degree of Rutherford IIB / III ischemia to be a the most dominant factor for amputation (OR = 6.84; 95% CI = 1.19-39.35; p = 0.03).Conclusion: The time interval of ischemia and the degree of ischemia are factors that influence amputation in patients with acute limb ischemia who undergo thrombectomy. The degree of ischemia is the most dominant risk factor affecting amputation. Latar Belakang: Acute Limb Ischemia (ALI) adalah penurunan secara tiba-tiba perfusi di ekstremitas sehingga menyebabkan ancaman viabilitas jaringan dan masih menjadi salah satu penyebab disabilitas Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi amputasi pada pasien acute limb ischemia yang dilakukan trombektomi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif dengan studi kasus kontrol. Sebanyak 40 pasien acute limb ischemia yang dilakukan trombektomi dilihat outcomenya dari amputasi. Dilakukan matching berdasarkan usia dan jenis kelamin pada kelompok kasus (amputasi) dan kontrol (tanpa amputasi). Pengambilan data berdasarkan catatan medis dari tahun 2014 hingga 2019. Analisa bivariat menggunakan Chi-Square atau Uji Fisher sedangkan analisa multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Berdasarkan analisa statistik didapatkan didapatkan interval waktu iskemia dan derajat iskemia mempengaruhi amputasi (p<0,05) namun sindrom kompartemen tidak berhubungan secara signifikan. Hasil multivariat dengan regresi logistik ditemukan derajat iskemia Rutherford IIB/III menjadi faktor dominan terjadinya amputasi (OR = 6.84; IK 95% = 1,19-39,35; p = 0,03).Simpulan: Interval waktu iskemia dan derajat iskemia merupakan faktor yang mempengaruhi amputasi pada pasien acute limb ischemia yang dilakukan trombektomi. Derajat iskemia merupakan faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi amputasi.
Co-Authors A. A. Bawa Putra Amaral, Meriana Barreto Anak Agung Mas Putrawati Triningrat Angelina S Tallo Ari Andayani Ari Suryathi, Ni Made Aria, Anselmus Danus Ariesanti Tri Handayani, Ariesanti Tri Ashri Rizki Hidayati Atmaja, I Made Ari Dwi Suta Atmaja Bagus Komang Satriyasa Candra Dwipayana Hamdin Dea Emmanuel Desak Made Purnama Dewi Elfrida Magdalena Manurung Elvira, . Emmy Sahara Ezra Naibaho Fatmayoni, I Gusti Agung Ayu Intan Faturrahman Gede Wirya Kusuma Duarsa Golden, I Nyoman Gusti Ayu Putu Eka Dewi Prihantari Gusti Ngurah Sutapa Handayani, Ida Ayu Paramita Haqqika Pasha Harthawan, I Gusti Ngurah Putra I Dewa Made Sukrama I Gusti Ayu Putu Eka Dewi Prihantari I Gusti Ngurah Putra Harthawan I Ketut Agus Somia I Ketut Widiana I Ketut, Darma I M. Sumarya, I M. I Made Bakta I Made Gede Darma Susila I Made Jawi I Made Oka Adi Parwata I Made Sudarmaja I Nengah Wirajana I Nyoman Gede Arya Astawa I Nyoman Semadi I Putu Bagus Arya Pradnyana I Wayan Budi Sentana I Wayan Gede Jayanegara I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Suasnawa I Wayan Suirta I Wayan Wita I. A Raka Astiti Asih Ida Ayu Anom, Arsani Ida Ayu Ria Paramita Handayani Ida Bagus Made Asmara Dwipa Ida Bagus Made Suryatika Irma Nuraeni Salsabila Iryanti Eka Suprihatin Junitasari, Putu Diah Krisna Ketut Priya Premayanti Ketut Putu Yasa Ketut Suryana Ketut Tuti Parwati Merati Komang Ayu Triana Indah Luh Gede Anggasari Dewi M, Yusuf Made Baruna Jayadilaga N. Adiputra Ni G. A. M. Dwi Adhi Suastuti Ni Kadek Dahliani Ni Ketut Puspa Sari Ni Luh Putu Kartika Mardiani Ni Luh Rustini Ni Made Ari Suryathi Ni Made Ayu Surasmiati Ni Made Linawati Ni Made Puspawati Ni Made Suaniti Ni Nyoman Trisnawati Ni Putu Rahayu Artini Ni Wayan Dian Irmayani, Ni Wayan Dian Ni Wayan Purnami Rusadi Poniman, S. Pradana, I Gede Evan Pratama, Tohir Rendra Putrawati Triningrat, Anak Agung Mas Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putu Diah Krisna Junitasari Rudi Wisaksana Sagung Ngurah Mayuni Saputra, I Putu Abdi Sari, Desak Made Indah Paramitha Sri Wahjuni Sudartana, I Ketut Sugeng Santoso Sukarata, I Putu Gde Suryanadi, Ni Made Sutyawan, I Wayan Eka Triningrat, Anak Agung Mas Putrawati Wibawa, I Made Dwi Surya Widiyanti, I Gusti Ayu Winly, Winly Yudith Rizkia Widyawati