p-Index From 2021 - 2026
7.185
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Irfani Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Yupa: Historical Studies Journal Naditira Widya Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam JURNAL ILMIAH EDUKATIF Didaktika: Jurnal Kependidikan JENTRE Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Majority Science Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Multidisciplinary Indonesian Center Journal Journal of Arabic Studies Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Environmental Conservation Education in the Qur’an Perspective Syamsuriana Basri; Rahmi Damis; Mardan
EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal) Vol. 11 No. 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Tarbiyah Departement collaboration with AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54956/edukasi.v11i1.349

Abstract

This study aims to describe an overview of the concept of environmental conservation in the Koran, the urgency and conservation efforts in the Qur’an. This study uses a qualitative-descriptive research method with library research techniques. The results of the study show that environmental preservation in the Qur'an, which teaches us always to protect the environment, is contained in several verses, including QS Ar-Rum: 41-42 about Prohibition of Making Damage on Earth, QS Al A'raf: 56-58 about Caring for the environment. and QS Al-Baqarah (2): 60 about Allah providing sustenance to all humans and forbidding humans to make mischief on this earth. Then the urgency of environmental preservation, according to the Qur'an, is explained that the environment is nature where humans are in it must be preserved. This is based on human dependence on nature, and everything is created in balance, everything in nature is for the benefit of humans and nature as a source of sustenance and the efforts recommended by the Qur'an in preserving the surrounding environment, among others; planting trees for reforestation, managing dead and vacant land, keeping the environment clean and avoiding destruction and maintaining the balance of nature.  
Komunikasi Sebagai Interaksi Sosial dengan Non Muslim Dalam Alquran Hapsah Hafid; Mardan Mardan; Rahmi Damis; Asriadi Asriadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v5i1.1617

Abstract

Interaksi social berarti tindakan(action) yang berbalasan antar individu atau antar kelompok. Tindakan saling memengaruhi ini seringkali dinyatakan dalam bentuk symbol-simbol atau konsep-konsep. Secara sederhana komunikasi dapat dikatakan sebagai proses interaksi maupun proses perubahan social yang lebih baik, dan pada prinsipnya melalui kegiatan komunikasi yang kita bangun diharapkan mampu memunculkan proses interaksi maupun perubahan social bagi masyarakat baik muslim dan non muslim.Islam adalah agama universal yang ajarannya ditujukan kepada umat manusia secara keseluruhan. Inti ajarannya selain memerintahkan kepada penegakan keadilan dan mengeliminasi kedzaliman, juga meletakkan pilar-pilar perdamaian yang diiringi dengan himbauan kepada umat manusia agar hidup dalam suasana persaudaraan dan toleransi tanpa memandang perbedaan ras. Interaksi sosial dibangun atas dasar nilai persamaan toleransi, keadilan, kemerdekaan dan persaudaraan. Nilai-nilai al-Ikhwah alInsaniyah tersebut idealnya untuk menjadi landasan utama membangun interaksi sosial dalam kemajemukan demi mewujudkan perdamaian abadi di muka bumi secara seluruhnya dan di Indonesia khususnya. Interaksi sosial muslim kepada nonmuslim adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam urusan sosial kemasyarakatan yang didasarkan kepada nilai-nilai luhur yang bersumber dari ajaran alQuran dan al-hadits (agama Islam). Nilai-nilai tersebut adalah saling mengenal (memahami), membangun budaya kompromi, berbuat baik, berperilaku adil dan saling membantu, regulasi tertulis (dokumen) yang menunjukkan komitmen dan konsisten serta persamaan dalam arti yang seadil-adilnya. Nilai-nilai tersebut direkomendasikan untuk menjadi landasan dalam menangani masalah multikultur, multiagama, multibahasa, multibangsa atau kehidupan yang plural secara umum. Kata Kunci: Komunikasi, Interaksi Sosial
Konsep Al-Qur’an tentang Manajemen Pendidikan Islam Multikultural Ramli L.; Muhammad Yusuf; Mardan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.706

Abstract

Pendidikan multikultural mengakui dan menilai pentingnya keragaman budaya, agama, dan etnis dalam membentuk identitas dan pengalaman sosial individu serta kelompok. yang memiliki relevansi dengan ajaran Al-Qur'an yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membahas manajemen pendidikan multikultural dan konsep Al-Qur'an tentang pendidikan multikultural dalam QS Al-Hujurat ayat 9-13, Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan Teknik Pengumpulan Data melalui penelusuran literatur secara sistematis dari berbagai sumber tertulis, termasuk Al-Qur'an, tafsir, hadits, buku-buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang terkait dengan konsep pendidikan Islam multikultural dalam Al-Qur'an. Teknik Analisis Data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan analisis deskriptif untuk mengeksplorasi dan menafsirkan konsep-konsep yang terkandung dalam Al-Qur'an terkait dengan pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Al-Qur'an menawarkan prinsip-prinsip yang mendukung penerapan pendidikan Islam multikultural, seperti penghargaan terhadap keragaman, keadilan, toleransi, dan persaudaraan universal. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip ini dalam manajemen dan praktik pendidikan Islam, lembaga pendidikan dapat membangun pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman budaya, serta mengembangkan sikap inklusif dan harmonis dalam masyarakat yang majemuk.
THE QURANIC HERMENEUTICS APPROACH TO GENDER EQUALITY IN AMINA WADUD MUHSIN’S VIEW Yusuf, Muhammad; Baharuddin, Baharuddin; Mardan, Mardan
Jurnal Adabiyah Vol 20 No 2 (2020): December (Islamic Studies)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v20i2a1

Abstract

Gender is a social construction of what is called masculine and feminine and the division of social roles. Hermeneutics is an alternative approach to understand the Qur'anic text. This study aims to analyze Amina Wadud's hermeneutics of interpreting the texts of the Qur'an on gender issues. The data presented comes from the references from a variety of relevant sources—the method of critical analysis conducted to explore Amina Wadud. Personal, family, intellectual, and cultural background cannot be separated from her thoughts on gender issues. He said that there were no truly objective interpreters. Indirectly, she was included in the statement. Therefore, she proposed a holistic method to reduce excessive interpreter subjectivity in understanding texts, especially gender issues. The Hermeneutics stands on the analysis of language, history, and contextualization. Amina's hermeneutics is influenced by the thoughts of Fazlur Rahman and Gadamer. الجندر هو بناء اجتماعي لما يسمى الذكوري والأنثوي وتقسيم الأدوار الاجتماعية. التأويل هو منهج بديل لفهم النصوص القرآنية. تهدف هذه الدراسة إلى تحليل تأويلات أمينة ودود لتفسير نصوص القرآن في قضايا النوع الاجتماعي. وتأتي البيانات المقدمة من المراجع المتنوعة ومن مجموعة متنوعة من المصادر ذات الصلة - طريقة التحليل النقدي التي أجريت لاستكشاف أمينة ودود. لا يمكن فصل الخلفية الشخصية والعائلية والفكرية والثقافية عن أفكارها حول قضايا النوع الاجتماعي. وقالت إنه لم يكن هناك مفسرون موضوعيون حقا. وبغير مباشرة ، كانت هي في تلك الحالة. لذلك، اقترحت طريقة شاملة للحد من الذاتية المفرطة للمفسرين في فهم النصوص، وخاصة قضايا الجنسين. يقف علم التأويل على تحليل اللغة والتاريخ والسياق. تتأثر تأويلات أمينة بأفكار فضل الرحمن وجادامر.Gender merupakan konstruksi sosial dari apa yang disebut maskulin dan feminin serta pembagian peran sosial. Kajian tentang isu gender seringkali merujuk kepada posisi perempuan yang tersubordinasi atau sebaliknya, menempatkan perempuan melampau kodratnya. Bagaimana cara memposisikannya di tempat yang tepat? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hermeneutika Amina Wadud dalam menafsirkan teks Alquran tentang isu gender. Data yang disajikan berasal dari berbagai sumber yang relevan — metode analisis kritis yang dilakukan untuk mendalami ide Amina Wadud. Ia menegaskan bahwa latar belakang pribadi, keluarga, intelektual, dan budaya tidak lepas dari pemikirannya tentang isu gender. Selain itu, tidak ada penafsir yang benar-benar objektif. Secara tidak langsung, dia termasuk dalam pernyataan penafsir yang tidak benar-benar objektif. Ia mengusulkan metode holistik untuk meminimalisir subjektivitas dan egoisme penafsir yang berlebihan dalam memahami teks, khususnya masalah gender. Hermeneutika berdiri di atas analisis bahasa, sejarah, dan kontekstualisasi. Hermeneutika Amina dipengaruhi oleh pemikiran Fazlur Rahman dan Gadamer.
Al- HIKMAH DALAM AL-QURAN Ernawati; Muhammad Yusuf; Mardan
Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa (Kapasa) : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): April KAPASA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MEGAREZKY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37289/kapasa.v4i1.416

Abstract

Tulisan ini membahas tentang al-hikmah menurut perspektif al-Qur’an sebagai pedoman umat manusia. Tujuan tulisan ini adalah merupakan untuk mengetahui makna dan tafsiran al-hikmah dalam kehidupan manusia menurut al-Qur’an dan tafsiran menurut para mufassir. Metode yang dipergunakan adalah tematik (maudhui) yaitu dalam penelitian kepustakaan (Library Research). Pendidikan al-hikmah tepat dijadikan salah satu jenis pendidikan karena disamping ia (al-hikmah) menjadi materi pendidikan juga telah menjadi salah satu metode untuk mengajarkan al-hikmah itu sendiri. Al-hikmah sebagai pendidikan, tujuan dari pendidikan al-hikmah adalah sebuah upaya membimbing manusia (peserta didik) untuk meraih kebaikan sebanyak mungkin baik untuk kehidupannya di dunia maupun untuk kehidupannya di akhirat kelak.
KONSEP UKHUWAH DALAM AL-QUR'AN Nur Apriyani; Muhammad Yusuf; Mardan
Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa (Kapasa) : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus KAPASA
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MEGAREZKY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37289/kapasa.v4i2.425

Abstract

Al-Qur'an memainkan peran penting dalam memperkuat dan memelihara hubungan ukhuwah di antara umat Islam. Kitab suci ini memberikan dasar moral dan ajaran yang memandu umat Islam untuk hidup dalam persaudaraan, solidaritas, tolong-menolong, dan perlakuan yang adil terhadap sesama Muslim, sehingga memperkuat ikatan persaudaraan di antara mereka.Ayat ini menekankan kepada para mukmin untuk memelihara kesederhanaan dan rendah hati di hadapan Allah, serta untuk tidak menunjukkan sikap sombong terhadap sesama manusia. Hal ini karena sikap sombong dan angkuh tidak sesuai dengan akhlak yang dianjurkan dalam Islam. Beberapa keutamaan ukhuwah antara lain: Menjalin Hubungan yang Erat, Menghapus Perpecahan, Meningkatkan Kehidupan Sosial, Menguatkan Ketahanan, Mendatangkan Rahmat Allah.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, yang melibatkan analisis buku, tafsir al-Qur'an, jurnal, dan makalah yang berkaitan dengan konsep Ukhuwwah Islamiyah. Peneliti akan memeriksa data-data yang terungkap dalam al-Qur'an dan literatur terkait untuk mengeksplorasi makna dan relevansi konsep tersebut. Manusia beriman memiliki dua dimensi hubungan yang harus selalu dipertahankan dan dilaksanakan: hubungan vertikal dengan Allah SWT melalui shalat dan ibadah lainnya, dan hubungan horizontal dengan sesama manusia di masyarakat melalui tindakan sosial. Tahap-tahap ini terdiri dari (1) Ta'aruf, (2) Ta'aluf, (3) Tafahum, (4) Ri'ayah dan Tafakud, (5) Ta'awun, dan (6) Tanashur. ABSTRACT The Qur'an plays a significant role in strengthening and maintaining the bonds of brotherhood (ukhuwah) among the Muslim community. This holy book provides the moral foundation and teachings that guide Muslims to live in brotherhood, solidarity, mutual assistance, and fair treatment towards fellow Muslims, thus reinforcing the bonds of brotherhood among them. This verse emphasizes to the believers to maintain simplicity and humility before Allah, and not to display arrogance towards fellow human beings, as arrogance is not in line with the ethics advocated in Islam. Some virtues of brotherhood include: Establishing Close Relationships, Eliminating Division, Enhancing Social Life, Strengthening Resilience, and Bringing Allah's Mercy. This study employs a literature review method, involving the analysis of books, Qur'anic exegesis, journals, and papers related to the concept of Islamic brotherhood (Ukhuwwah Islamiyah). The researcher will examine the data revealed in the Qur'an and related literature to explore the meanings and relevance of this concept. Believing humans have two dimensions of relationships that must always be maintained and implemented: a vertical relationship with Allah SWT through prayer and other worship, and a horizontal relationship with fellow human beings in society through social actions. These stages consist of (1) Ta'aruf, (2) Ta'aluf, (3) Tafahum, (4) Ri'ayah and Tafakud, (5) Ta'awun, and (6) Tanashur.
KESADARAN EKOLOGIS; PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM AL-QUR’AN Andi Eki Dwi Wahyuni; Mardan; Muhammad Yusuf
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i1.963

Abstract

The interaction of humans and the environment is inseparable. Human dependence on natural resources for their survival is threatened as a result of poor management and exploitation actions making environmental damage worse. The purpose of this interpretation research is so that readers better understand the nature of ecological awareness, verses about ecological awareness, and the urgency of ecological awareness. In this study, a qualitative approach is used with the Maudhu'i interpretation method. As for the results of the research conducted, that ecology is a science about the interaction of living things with their living environment. In Arabic the environment means al-bī'ah. Some verses that explain about ecological awareness are QS. Āli 'Imrān/3: 191; QS. al-Anbiyā'/21: 31; QS. al-A'rāf /7: 10; Qs. al-Qaṣaṣ/28:77; Qs. al-Baqarah/2: 60 Then in Qs. al-A'rāf /7: 56-58. The importance of increasing environmental awareness for humans, because we were created as caliphs (leaders on earth) managers who are responsible for the sustainability of life on earth, not only utilizing but also guarding nature as the mandate given by Allah.
تفسير مفاتيح الغيب لفخر الدين الرازي في ضوء التفسير السيميائي (سورة الشرح أنموذجا): Tafsir Mafatih al-Gaib li Fakhr al-Din al-Razi fi Dau al-Tafsir al-Simyai (Surah al-Syarh Anmuzajan) Syahran, Muhammad; Mardan, Mardan; Khalid, M Rusydi; Arsyad, Aisyah; Masuwd, Mowafg
Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 10 No 1 (2024): KAJIAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diwan.v10i1.47186

Abstract

يهدف هذا البحث إلى الإجابة عن المشكلة الرئيسة وهي كيف كان التفسير السيميائي في تفسير الرازي لسورة الشرح. وتشكلت المشكلة الرئيسة في ثلاثة، وهي: حقيقة التفسير السيميائي في تفسير الرازي، صورته في سورة الشرح وثمراته في سورة الشرح. والبحث مكتبي بمقاربة علم التفسير التحليلي والمقارن، وسيميائية دي سوسور وبيرس. والبيانات مقروءة الجمع. والتحليلات ستة، وهي: المعنى الوضعي، والمجازي، والمناسبة، واستقلالية اللغة، والتأويل، والمسلمة البنيوية. ونتائجه ثلاثة، وهي: إن حقيقة التفسير السيميائي في تفسير الرازي هي استنباط المعاني الكثيرة من الألفاظ القليلة. وأما صورته في سورة الشرح فهي: قولان، ومسائل، ووجوه. وهي في لفظين: شرح الصدر، ووزرك. وأما ثمراته، فهي: إصلاح معرفة من أنكر شرح الصدر النبوي المادي، وإصلاح معرفة من رجح شرح الصدر النبوي المادي على شرحه الروحي، وإصلاح معرفة من أثبت معصية في حق النبي محمد ﷺ. Abtsract This research aims to address the main question about the way semiotic interpretation is applied in Al-Razi's exegesis of Surah Al-Sharh. The primary problem is divided into three sub-questions; the nature of semiotic interpretation in Al-Razi's exegesis, its manifestation in Surah Al-Sharh, and its outcomes in Surah Al-Sharh. This article is a library-based research employing analytical and comparative exegesis methods, along with the semiotics theories of Saussure and Peirce. Data collection involved extensive reading. The analysis encompasses six aspects: denotative meaning, figurative meaning, relevance, language autonomy, interpretation, and structural postulate. The results are threefold: the essence of semiotic interpretation in Al-Razi's exegesis is the extraction of multiple meanings from a few words. In Surah Al-Sharh, it manifests in two expressions: "expanding the breast" and "the burden." The outcomes are: correcting the understanding of those who deny the physical expansion of the Prophet's breast, correcting the understanding of those who favor the physical expansion over the spiritual, and correcting the understanding of those who attribute sin to the Prophet Muhammad (PBUH).
Literasi Tafsir Masyarakat Muslim Kota Makassar (Studi Pengajian Tafsir di Masjid al-Markas al-Islami Jenderal M. Yusuf Makassar Tahun 2019-2021) Nurfadilah, Nurfadilah; Mardan, Mardan; Sabry, Sadik
PUSAKA Vol 9 No 1 (2021): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v9i1.480

Abstract

Spirit literasi penting untuk diperhatikan oleh setiap elemen, terutama generasi milenial yang saat ini menjadikan media sosial sebagai wadah untuk mendapatkan informasi lebih banyak. Spirit untuk mengamalkan ajaran agama diimbangi dengan pengetahuan agama yang mumpuni serta didapatkan dari sumber yang terkredibel pula. Masjid al-Markaz sejak dibangun sampai operasionalnya di tahun 1996, telah mencanangkan dirinya sebagai pesantren terbuka. Pada pengajian tafsir dilaksanakan pada hari rabu bakda magrib oleh narasumber yang berlatar belakang pendidikan tafsir. Pengajian berlangsung selama kurang lebih empat puluh menit. Pengajian yang diselenggarakan di masjid ini disiarkan melalui Radio Al-Markaz frekuensi FM 99.6. Para jamaah merespon baik adanya pengajian tafsir ini, di antaranya bahwa mereka dapat mengetahui makna dan tujuan suatu amalan. Sebab mengetahui makna dan tujuan amalan sangatlah penting, dapat menambah wawasan mengenai isi kandungan al-Qur’an, sebagai rujukan masyarakat dan juga sumber inspirasi untuk menambah wawasan keislaman yang moderat, ingin mendapatkan pahala dan keberkahan dari mengikuti pengajian tafsir di masjid alMarkaz al-Islami Jend. M. Jusuf. Melalui pengajian, masyarakat bisa mendapatkan pembinaan non formal secara efektif dan berkelanjutan.
Potential of Thibbun Nabawi Habbatusauda (Nigella sativa); Review of the Active Pharmacological Timoquinone Mardan, Mardan; Ismail, Isriany; Rauf, Afrisusnawati
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Habbatusauda or Black Seed or Black Cumin (Nigella sativa) has been widely mentioned in various Islamic studies, including its potential as a "cure for all diseases except death. The hadith can be interpreted as improving immunity and enhancing memory (physical and cognitive aspects). Scientifically, the high content of thymoquinone and DHA in Black Seed plays a major role as an immunomodulator and brain nutrition. Black Seed contains both hydrophilic and lipophilic compounds. Amino acids, proteins, carbohydrates, essential oils, fixed oils, sterols, alkaloids, saponins and crude fiber, and minerals, thymoquinone, p-cymene, longifoline thujene, carvacrol, cubebene, pinene, limonene, pinene, sabinene are the ingredients. Timoquinone is present at a concentration of 3.5-8.7 mg/g in oil. Black Seed Oil is also high in DHA (3%). The content of the active compound Timoquinone is most responsible for its wide range of effects.
Co-Authors Abd Rahim Abd. Rahman Abdul Mannang Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Abu Bakar Achmad Abu Bakar Achmad Abubakar Afrisusnawati Rauf Ahmad M. Latief Aisyah Arsyad Aksa Aksa, Aksa Alamsyah Halim AMIN, ROSMINI Amrah Kasim Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Fadhil Andi Aderus Asriadi Asriadi Aswan, Ahmad Rathomi Ayu Gintari Ayub, Satry Baharuddin Baharuddin Bahrah, Mena Bakar, Achmad Abu Basri, Syamsuriana Bohari, Nasri Djunaidi, RasyifWildan Ernawati Farhani, Aan Farid Rahman Hamsa Gishar Hamka Gishar Hafid, Hapsah Hapsah Hafid Hasyim, Junaedi Herlin Pebrianti Yuanita Ponto Herlin Pebrianti Yuanita Ponto HL, Muh. Nur As'ad Isriany Ismail Jalaluddin Rum Jelita Inayah Sari Kamaluddin Abunawas Kamaluddin Nurdin Marjumi Kasjim Salenda Lukman Lukman Lukman Lukman Syamsuddin M. Yusuf Masuwd, Mowafg Megawati - Milawati Milawati Moge, Romi Mohamad Harjum Muh Yusuf Muh. Suwardi Muh. Yusuf Muh.Yusuf Muhaeminah Muhaeminah, Muhaeminah Muhamamd Yusuf Muhammad Irham Muhammad Mukhtar S Muhammad Sadik Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muthmainnah Muthmainnah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdhiyah Nahdiyah Nahdiyah Nur Apriyani Nurfadilah Nurfadilah Nurul Aqidatul Izzah Poppy Hippy Rahmat. R Rahmi Damis Ramli L. Rauf, Afrisusnawati Ridwan Sahrani Rusydi Khalid RUWIAH ABDULLAH BUHUNGO Sabry, Sadik Said, Muhammad Fikran Saleh, Ummu Sulaimah Saniasa saniasa Sembiring, Rinawati Soga, Zainuddin Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Nilawati Syahran, Muhammad syahrir syahrir Tola, Achmad Umar Umar Veraferial Muchtar Wa Ode Ramla