Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN GIZI DAN CARA MENDAPATKAN MAKANAN BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MAKAN MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO Jauziyah, Shofi; nuryanto, Nuryanto; Tsani, A. Fahmy Arif; Purwanti, Rachma
Journal of Nutrition College Vol 10, No 1 (2021): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i1.30428

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan makan merupakan tingkah laku manusia terhadap makanan yang meliputi sikap, kepercayaan, dan pemilihan dalam mengonsumsi makanan yang terjadi secara berulang-ulang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan makan pada mahasiswa di Universitas Diponegoro.Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek adalah 110 mahasiswa Universitas Diponegoro berusia 19 – 22 tahun diambil dengan cara consecutive sampling. Data jenis kelamin,  pengetahuan gizi, uang saku, tempat tinggal, pengaruh teman sebaya, asal sumber pangan (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah), kebiasaan makan daerah asal, dan pantangan makan diperoleh dengan menggunakan kuesioner penelitian, data kebiasaan makan diperoleh menggunakan Adolescent Food Habits Checklist. Data dianalisis statistika secara univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-square.Hasil: Sebagian besar subjek (85,5%) memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat sedangkan 14,5% lainnya memiliki kebiasaan makan yang sehat. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, cara mendapatkan makanan sumber zat gizi berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah dengan kebiasaan makan mahasiswa (p = 0,043, p = 0,005, p = 0,002, p = 0,001, p = 0,010, p = 0,018). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, uang saku, tempat tinggal, pengaruh teman sebaya, kebiasaan makan daerah asal, dan pantangan makan dengan kebiasaan makan mahasiswa (p>0,05)Simpulan: Pengetahuan gizi dan cara mendapatkan makanan (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan makan mahasiswa Universitas Diponegoro.
Hubungan Durasi Tidur, Kualitas Tidur, Faktor Stress, dan Night Eating Syndrome dengan Preferensi Makanan pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Anindiba, Inas Fatin; Widiastuti, Nurmasari; Purwanti, Rachma; Dieny, Fillah Fitra
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.53-62

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok usia dewasa awal yang memiliki aktivitas padat. Aktifitas yang padat dapat mempengaruhi waktu dan kualitas tidur, tingkat stress, kebiasaan makan di malam hari, dan preferensi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi tidur, kualitas tidur, faktor stress, Night Eating Syndrome (NES), dan preferensi makan mahasiswa.Metode: Penelitian di Kota Semarang ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah subjek sebanyak 105 orang mahasiswa Universitas Diponegoro. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Data yang diambil adalah data durasi tidur, kualitas tidur, faktor stress, Night Eating Syndrome, dan preferensi makan. Instrumen yang digunakan meliputi Night Eating Diagnostic Syndrome, Food Preference for Adolescents and Adults, Pittsburg Sleep Quality Index dan Depression, dan Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji korelasi), dan multivariat (multiple logistic regression).Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki preferensi terhadap makanan tinggi energi, karbohidrat, lemak, dan natrium (81,9%; 77,1%; 69,5%; 86,7%). Sebagian besar subjek penelitian tidak memiliki preferensi terhadap makanan tinggi protein dan serat (68,6% dan 74,3%). Preferensi terhadap makanan tinggi karbohidrat diprediksi oleh IMT (p=0,004;OR=4,400), preferensi makanan tinggi lemak diprediksi oleh durasi tidur (p=0,045;OR=0,276) dan NES (p=0,009;OR=3,478), preferensi terhadap makanan tinggi serat diprediksi oleh durasi tidur (p=0,001;OR=0,090) dan kualitas tidur (p=0,004;OR=9,463), sedangkan preferensi tinggi natrium diprediksi oleh jenis kelamin (p=0,016; OR=8,613) dan NES (p=0,041; OR=0,201). Faktor stres tidak berhubungan dengan preferensi makanan tinggi energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan natrium.Simpulan: Durasi tidur dan kualitas tidur berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa, tetapi faktor stres tidak berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa. Jenis kelamin, IMT, dan NES juga merupakan faktor yang berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa.Kata Kunci: durasi tidur; kualitas tidur; NES; preferensi makanan ABSTRACT Title: Correlation between Sleep Duration, Sleep Quality, Stress Factor, and Night Eating Syndrome, With Food Preferences of Universitas Diponegoro College StudentsBackground: Students are an early adult age group that has a dense activity. Dense activity can affect on sleep time and quality, stress levels, night eating behavior, and food preferences. This study aims to analyze the relationship between sleep duration, sleep quality, stress factors, Night Eating Syndrome (NES), and student eating preferences.Methods: This study was located in Semarang City. This study used a cross-sectional design with a total of 105 students from Diponegoro University as a subject. The sample was selected by purposive sampling technique. The data collected were sleep duration, sleep quality, stress factors, Night Eating Syndrome, and eating preferences. The instruments used include the Night Eating Diagnostic Syndrome, Food Preference for Adolescents and Adults, the Pittsburgh Sleep Quality Index and Depression, and the Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Data analysis includes univariate (frequency distribution), bivariate (correlation test), and multivariate (multiple logistic regression) analysis.Results: Most of them prefer foods high in energy, carbohydrates, fat, and sodium (81.9%; 77.1%; 69.5%; 86.7%). Most of the research subjects did not prefer foods high in protein and fiber (68.6% and 74.3%). Preference for high-carbohydrate food predicted by BMI (p=0.004; OR=4,400), preference for high-fat food predicted by sleep duration (p=0.045;OR=0.276) and NES (p=0.009;OR=3.478), preference for food high fiber predicted by sleep duration (p=0.001;OR=0.090) and sleep quality (p=0.004;OR=9.463), while high sodium preference predicted by gender (p=0.016; OR=8.613) and NES (p= 0.041; OR = 0.201). Stress factors were not correlated with food preferences high in energy, carbohydrates, fat, protein, fiber, and sodium.Conclusion: Sleep duration and sleep quality are related to students eating preferences, but stress factors were not related to students' eating preferences. Gender, BMI, and NES are also related to students eating preferences.Keywords: sleep duration; sleep quality; NES; food preferences
THE EFFECTIVENESS OF NUTRITION EDUCATION THROUGH SOCIO-DRAMATIC METHOD TO VEGETABLE & FRUIT KNOWLEDGE AND CONSUMPTION IN 5-6 YEARS OLD CHILDREN Luluk Hidayatul Maghfiroh; A Fahmy Arif Tsani; Fillah Fithra Dieny; Etisa Adi Murbawani; Rachma Purwanti
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 1 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i1.1-9

Abstract

Low consumption of vegetable and fruit in children was still commonly found. Appropriate and effective nutrition education methods are needed to increase knowledge and consumption of vegetable and fruit in children. This study aimed to know the effectiveness of nutrition education through socio-dramatic method of vegetable and fruit knowledge and consumption in children 5-6 years old.This study was a quasi-experiment with pre-test and post-test control group design. Research subjects were 36 Taman Putra Kindergarten children who were divided into treatment group who were given nutrition education with socio-dramatic method, and control group who were given nothing. The improvement of nutrition knowledge was assessed by pre-test and post-test with pictured form, while vegetable and fruit consumption were assessed by 3 Days Food Record instrument. A total of 15 subjects had low fruit vegetable knowledge, and more than 50% of subjects had less fi ber intake, types of vegetable consumption <7 types, the amount of vegetable intake <250 grams, and fruit <150 grams. The provision of nutritional education through sociodrama method was effective in increasing knowledge of fruit vegetables in pre-school children (p <0.001), as seen from the increase in average knowledge of treatment group compared to control group. But unfortunately, nutrition education through sociodrama method has not been able to signifi cantly increase fruit vegetable consumption in terms of both quantity and type (p> 0.05).
Musa balbisiana and Musa paradisiaca Starches Increase SCFA and Caspase-3 as well as Decrease β-glucuronidase and MDA of Mouse Model for Colon Cancer Diana Nur Afifah; Fauzia Purnamasari; Luthfiatul Khusna; Noviasti Rahma Utami; Aida Fitri Nazillah; Syafira Noor Pratiwi; Fillah Fithra Dieny; Aryu Candra; Ayu Rahadiyanti; Rachma Purwanti; Enny Probosari; Martha Ardiaria; Nyoman Suci Widiastiti; Ferry Sandra
The Indonesian Biomedical Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v13i1.1320

Abstract

BACKGROUND: Administration of resistant starch (RS) influences the diversity and the composition of microbiota as well as inhibits the growth of cancer cell. Banana as a potential source of RS has been reported. Although Musa paradisiaca has been reported to induce apoptosis in colon cancer cells, Musa balbisiana, which has low glycemic index and suitable for particular patients, has not been investigated yet.METHODS: Starches of M. balbisiana and M. paradisiaca were prepared and mixed with other components to make 3 types of mouse pellets. Mouse model for colon cancer was prepared and fed with different types of mouse pellets. Blood was collected and processed for measuring β-glucuronidase and malondialdehyde (MDA) with Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. Resected ceca were incised to collect the inner part for short-chain fatty acid (SCFA) measurement with gas chromatography analysis. Resected colas were fixed and processed for immunohistochemistry to detect Caspase-3.RESULTS: Colon-cancer-mice fed with the M. balbisiana and M. paradisiaca starches-contained pellets had significant higher concentrations of total SCFA (p=0.003), acetic acid (p=0.000), propionic acid (p=0.000) and butyric acid (p=0.000); lower concentration of β-glucuronidase (p<0.001); higher Caspase-3 score (p=0.040); and lower MDA concentration (p<0.001) than colon-cancer-mice fed with standard pellet (control).CONCLUSION: M. balbisiana and M. paradisiaca starches could be suggested as potential anti-colon cancer RS. Further research should be carried out to disclose the starches mechanisms in colon cancer cell.KEYWORDS: Musa balbisiana, Musa paradisiaca, colon cancer, resistant starch, Caspase-3, SCFA, β-glucuronidase, malondialdehyde
Asupan zat gizi dan perkembangan kognitif balita di wilayah Puskesmas Bugangan Kota Semarang Rachma Purwanti
Darussalam Nutrition Journal Vol 1, No 2 (2017): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v1i2.1340

Abstract

 Pemenuhan gizi pada masa balita penting untuk optimalisasi perkembangan kognitif pada masa tersebut dan berkaitan dengan kualitas hidup di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi (energi, protein, vitamin C, zat besi, zink, dan iodium) dengan perkembangan kognitif balita. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah 61 balita berumur 48 – 60 bulan yang ada di wilayah Puskesmas Bugangan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan recall 2 x 24 jam. Perkembangan kognitif diukur dengan menggunakan kuesioner perkembangan kognitif yang mengacu pada Permendiknas No. 58 Tahun 2009. Analisis data yang digunakan meliputi uji deskriptif dan uji korelasi. Rerata umur balita adalah 52 bulan (±4,1) yang terdiri dari balita laki-laki sebanyak 48,2% dan perempuan sebanyak 50,8%. Asupan makan balita yang sebagian besar termasuk kurang antara lain: iodium, energi, vitamin C, dan zat besi dengan persentase masing-masing sebagai berikut: 100%; 77%; 57,4%; dan 52,5%; adekuat yaitu protein (70,5%), dan zink (59%). Tingkat perkembangan kognitif baik adalah sebanyak 57,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan antara asupan energi, lemak, protein dan zink dengan perkembangan kognitif (p = 0,01; p = 0,03; p = 0,013; p = 0,03). Asupan energi, lemak, protein, dan zink berhubungan dengan perkembangan kognitif balita umur 48-60 bulan di wilayah Puskesmas Bugangan Kota Semarang. 
Perbedaan konsumsi makanan jajanan kemasan mengandung monosodium glutamat dan status gizi pada remaja urban dan sub urban di Kabupaten Semarang Atika Putri Widia Anggraeni; Nurmasari Widyastuti; Rachma Purwanti; Deny Yudi Fitranti
Darussalam Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2020): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v4i2.3980

Abstract

Latar belakang: Konsumsi MSG secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti status gizi berlebih (overweight) hingga Obesitas. Tujuan: Mengetahui perbedaan konsumsi makanan jajanan kemasan mengandung MSG dan status Gizi pada remaja SMA usia 15-17 tahun urban dan sub urban di Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 47 orang remaja urban dan 47 remaja sub urban di Kabupaten Semarang. Uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil:Umur remaja urban dan sub urban antara 15-17 tahun yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki (53,2%) dan perempuan (46,8%). Lebih dari separuh remaja urban mempunyai uang saku > Rp. 15.000 (53,2%), sedangkan pada remaja sub urban lebih dari separuhnya (57,4%) memiliki uang saku < Rp 15.000. Terdapat perbedaan frekuensi konsumsi jajanan kemasan mengandung MSG pada remaja urban dan sub urban (p=0,004a). Persentase remaja sub urban dengan frekuensi konsumsi sering (³7x/minggu) sebesar 34,0% lebih tinggi dibandingkan dengan remaja urban yaitu sebesar 27,7%. Simpulan: Ada perbedaan konsumsi jajanan  kemasan mengandung MSG pada remaja urban dan sub urban. Frekuensi konsumsi jajanan kemasan mengandung MSG pada remaja sub urban lebih tinggi dari pada remaja urban.Background: Overconsumption of MSG can effect to increased health problems like overweight to obesity. Objectives: to determine the differences in consumption of packaged snacks containing MSG and nutritional status between 15 – 17 years old urban and suburban senior high school students at Semarang Regency. Methods: This observational study using a descriptive-analytic design and cross-sectional approach. Samples of this study were 47 urban and 47 suburban adolescents in the Semarang Regency. Statistical analysis included univariate and bivariate tests using Chi-Square. Results: Urban and suburban adolescents were between 15-17 years old which consist of Male (53.2%) and females (46.8%). More than half the percentages of the urban group had more than IDR 15,000 (53.2%) allowance while more than half the percentages of the suburban groups had less than IDR 15,000 (57.4%). There was difference in the frequency of packaging snack consumption between urban and suburban groups (p = 0.004a). Sub urban adolescent with high frequency of packaging snack consumption (³7x/week) were 34.0% more than urban adolescent (27.7%). Conclusion: There was a difference in the consumption frequency of packaged snacks between urban and suburban groups. Suburban group had higher consumption frequency of packaged snacks than urban group.
Pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan dan asupa sayur buah pada siswa sekolah dasar dengan status gizi lebih Adani Ladiba; Addina Zulfaa; Adinda Djasmin; Adinda Mevya; Adinda Safitri; Adzro&#039;ul Akifah; Rachma Purwanti
Darussalam Nutrition Journal Vol 5, No 2 (2021): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v5i2.6250

Abstract

Latar belakang: Anak sekolah dasar memiliki karakteristik konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat yang dapat mempengaruhi status gizi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan dan asupan sayur buah siswa SDI Al-Azhar 14 Semarang. Metode: Desain studi yang dipilih yaitu quasi eksperimental one group pre test -post test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel 21 siswa. Pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari google formulir, meliputi data karakteristik siswa dan orang tua, data pola makan, data aktifitas fisik, dan durasi tidur. Data sekunder diperoleh dari sekolah yang meliputi nama, jenis kelamin, tanggal lahir, berat badan dan tinggi badan. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan WHO AnthroPlus. Progam gizi dilaksanakan pada 2 November-18 November 2020 dengan media video dan game. Hasil: Sebesar 45,5% siswa memiliki status gizi lebih. Tingkat konsumsi sayur dan buah siswa termasuk defisit, masing-masing 90,9% dan 68,1%. Sebanyak 85,7% siswa mengalami peningkatan pengetahuan gizi setelah program dilaksanakan. Tidak ada orang tua yang berpartisipasi dalam membuat kreasi sayur dan buah. Sebanyak 16,67% siswa mengalami peningkatan asupan sayur dan tidak terdapat anak yang mengalami peningkatan asupan buah. Selain itu, tercapai kesepakatan dengan sekolah untuk mengadakan edukasi gizi secara berkelanjutan. Kesimpulan: Sebagian besar siswa memiliki status gizi lebih dengan asupan sayur dan buah rendah. Pelaksanaan program edukasi (Barbar 5C) dan advokasi (Voniz) berjalan sesuai dengan indikator keberhasilan. Namun, program Kreasi Sayur dan Buah (Berkah) tidak berjalan sesuai indikator keberhasilan. Perlu adanya progam yang lebih inovatif untuk meningkatkan partisipasi orang tua.
PROGRAM BALITA SEHAT AKTIF, KADER OKE DAN KOMPETEN (BETAKAROTEN) DI WILAYAH RW 10 SRONDOL KULON KOTA SEMARANG Rachma Purwanti; Putri Gita A; Alfia Nur W; Rahmawati R
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1596

Abstract

Wilayah RW 10 Kelurahan Srondol Kulon, Kota Semarang memiliki prevalensi malnutrisi balita yang cukup tinggi. Program Balita Sehat Aktif, Kader OK dan Kompeten (BETAKAROTEN) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan pemberian makan pada balita, meningkatkan asupan zat gizi pada balita gizi kurang dan kurus, meningkatkan kemampuan ibu memilih makanan yang baik bagi balita, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS. Program BETAKAROTEN dilaksanakan dengan metode community relation. Sasaran program yaitu ibu balita berstatus gizi kurang dan kader posyandu RW 10 Kelurahan Srondol Kulon. Hasil program BETAKAROTEN meliputi adanya peningkatan pengetahuan gizi pada ibu balita peserta program, peningkatan kemampuan ibu dalam pemilihan makanan yang baik bagi balita, dan peningkatan asupan zat gizi lemak, protein, dan karbohidrat (100%, 83%, dan 67%). Pengetahuan dan keterampilan kader juga meningkat (100% dan 83%). Keberlanjutan program ini diharapkan dapat dipertahankan dan dapat berjalan dengan baik dengan adanya advokasi dan dukungan serta partisipasi dari stake holder di wilayah Posyandu RW 10 Kelurahan Srondol Kulon
Penentuan Status Gizi pada Anak Usia Dini di TK Islam Siti Fatimah Fahmy Arif Tsani; Fillah Fithra Dieny; Rachma Purwanti; Ida Kristiana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4386

Abstract

Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun. Pada masa tersebut merupakan masa keemasan atau yang disebut golden age, dimana pada masa tersebut terjadi pertumbuhan yang sangat pesat. Pemantauan perkembangan anak pada rentang usia tersebut sangatlah penting, sehingga anak akan tumbuh dengan baik sesuai dengan umurnya. Pemantauan status gizi anak dapat dilakukan salah satunya di sekolah. Para guru juga berperan dalam mengetahui status gizi para muridnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memantau status gizi anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan survei yang dilakukan di TK Islam Siti Fatimah, Semarang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 76 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan dan dianalisis menggunakan WHO Anthro dan WHO Anthro Plus. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa rata-rata z-score BB/U tergolong gizi baik, TB/U tergolong normal, IMT/U tergolong baik dan BB/TB tergolong baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa status gizi anak di TK Islam Siti Fatimah tergolong baik.
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang Rachma Purwanti; Ice Diananingrum; Hayatun Azni; Rachmania Anggita Savitri; Helena Rahmarani; Nurzanah Febrianah
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v4i2.1976

Abstract

Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita (9%) berstatus gizi kurang. Program Pendampingan keluarga balita gizi kurang di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang bertujuan mendukung berkembangnya pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang tepat bagi gizi balita, mendukung berkembangnya pemahaman ibu tentang tumbuh kembang balita, keterampilan ibu dalam pemberian makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan bervariasi, dan mendukung berkembangnya keterampilan ibu dalam pembuatan F-100 untuk memenuhi asupan harian balita. Program dilaksanakan bulan November-Desember tahun 2019 dengan metode community relation. Program dilaksanakan dengan sasaran 10 orang ibu balita berstatus gizi kurang yang mengunjungi Puskesmas Karanganyar pada bulan November 2019 dan bersedia mengikuti program ini. Hasil dari program Pendampingan keluarga balita di wilayah Puskesmas Karanganyar yaitu: Terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita tentang pemberian ASI secara eksklusif dan MP-ASI yang sesuai dengan gizi balita, meningkatnya kesadaran ibu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita melalui posyandu, meningkatnya keterampilan ibu dalam membuat F-100 untuk meningkatkan asupan gizi balita (terlihat dari kegiatan simulasi dan kunjungan rumah), dan adanya konsumsi makanan balita yang lebih beragam serta peningkatan asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak pada 9 subjek (90% subjek) berdasarkan hasil recall makanan.
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul A Fahmy Arif Tsani Adani Ladiba Addina Zulfaa Adinda Djasmin Adinda Mevya Adinda Safitri Adzro&#039;ul Akifah Agavita Cendy Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Ajeng, Novitasari Dwi Alfia Nur W Anggraeni, Erika Tri Ani Margawati Anindiba, Inas Fatin Arisanti, Yohanete Novita Aryu Candra Astika Widy Utomo, Astika Widy Atika Putri Widia Anggraeni Aulia, Nurhanna Putri Avisha, Rosita Nur Ayu Rahadiyanti Azzahra K. Bagoes Widjanarko Binar Panunggal Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Desi Nurfita Destikasari, Widya Devana Doanaresta Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dieny, Fillah Fitra Eka Cahyaningsih Enny Probosari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fajrani, Alifia Mukti Fala, Etika Nurul Faradina, Amelia Fauzia Purnamasari Febriyanti, Monica Sofchah Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Gemala Anjani Ginting, Ignasia Agatha Br Gita A, Putri Hartanti Sandi Wijayanti Hayatun Azni Helena Rahmarani Ice Diananingrum Ida Kristiana Iriyanti Harun Jauziyah, Shofi Khoirunnisa, Novia Tri Khusana Aniq Kristiana, Ida Kusumawati, Inmas Larasati, Erika Nurul Luluk Hidayatul Maghfiroh Luthfiatul Khusna M. Rifky Al Haedar Maharani, Mutiara Irma Mar Atus Sholihah Marfu'ah Kurniawati, Dewi MARTHA ARDIARIA Masha, Tania Mentari Suci Ramadini Sujono Mursid Tri Susilo Nafsih, Vifin Zakiahtin Ninik Rustanti Nisa, Lainatin Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Noviasti Rahma Utami Nur Ahmad Habibi Nur Hidayah Nur W, Alfia Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nurzanah Febrianah Nyoman Suci Widiastiti Permata Laila K. Putri Gita A R, Rahmawati Rachmania Anggita Savitri Rahadiyani, Ayu Rahma, Devi Elvina Rahmawati R Raisa Namira Rani Ridowahyu Saphira Rizqiawan, Angga Sandi, Dewi Kurnia Septamarini, Risna Galuh Setiyowati Rahardjo Sidhin, Syaharani Siringoringo, Ester Theresia Syafira Noor Pratiwi Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Tantri, Ignas Fawwaz Taradipa, Priska Tamara Tsani, A. Fahmy Arif Tsani, Fahmy Arif Werry Lisfani Widiastuti, Nurmasari Widiastuti, Yuliati Widya Destikasari Yanti Ernalia Yulia Rizki Maulina Yunita Sekar Asri Zulfa, Fairuz