Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN GIZI DAN CARA MENDAPATKAN MAKANAN BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MAKAN MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO Jauziyah, Shofi; nuryanto, Nuryanto; Tsani, A. Fahmy Arif; Purwanti, Rachma
Journal of Nutrition College Vol 10, No 1 (2021): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i1.30428

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan makan merupakan tingkah laku manusia terhadap makanan yang meliputi sikap, kepercayaan, dan pemilihan dalam mengonsumsi makanan yang terjadi secara berulang-ulang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan makan pada mahasiswa di Universitas Diponegoro.Metode: Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek adalah 110 mahasiswa Universitas Diponegoro berusia 19 – 22 tahun diambil dengan cara consecutive sampling. Data jenis kelamin,  pengetahuan gizi, uang saku, tempat tinggal, pengaruh teman sebaya, asal sumber pangan (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah), kebiasaan makan daerah asal, dan pantangan makan diperoleh dengan menggunakan kuesioner penelitian, data kebiasaan makan diperoleh menggunakan Adolescent Food Habits Checklist. Data dianalisis statistika secara univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-square.Hasil: Sebagian besar subjek (85,5%) memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat sedangkan 14,5% lainnya memiliki kebiasaan makan yang sehat. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, cara mendapatkan makanan sumber zat gizi berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah dengan kebiasaan makan mahasiswa (p = 0,043, p = 0,005, p = 0,002, p = 0,001, p = 0,010, p = 0,018). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, uang saku, tempat tinggal, pengaruh teman sebaya, kebiasaan makan daerah asal, dan pantangan makan dengan kebiasaan makan mahasiswa (p>0,05)Simpulan: Pengetahuan gizi dan cara mendapatkan makanan (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan makan mahasiswa Universitas Diponegoro.
Hubungan Durasi Tidur, Kualitas Tidur, Faktor Stress, dan Night Eating Syndrome dengan Preferensi Makanan pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Anindiba, Inas Fatin; Widiastuti, Nurmasari; Purwanti, Rachma; Dieny, Fillah Fitra
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.53-62

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok usia dewasa awal yang memiliki aktivitas padat. Aktifitas yang padat dapat mempengaruhi waktu dan kualitas tidur, tingkat stress, kebiasaan makan di malam hari, dan preferensi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi tidur, kualitas tidur, faktor stress, Night Eating Syndrome (NES), dan preferensi makan mahasiswa.Metode: Penelitian di Kota Semarang ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah subjek sebanyak 105 orang mahasiswa Universitas Diponegoro. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Data yang diambil adalah data durasi tidur, kualitas tidur, faktor stress, Night Eating Syndrome, dan preferensi makan. Instrumen yang digunakan meliputi Night Eating Diagnostic Syndrome, Food Preference for Adolescents and Adults, Pittsburg Sleep Quality Index dan Depression, dan Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji korelasi), dan multivariat (multiple logistic regression).Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki preferensi terhadap makanan tinggi energi, karbohidrat, lemak, dan natrium (81,9%; 77,1%; 69,5%; 86,7%). Sebagian besar subjek penelitian tidak memiliki preferensi terhadap makanan tinggi protein dan serat (68,6% dan 74,3%). Preferensi terhadap makanan tinggi karbohidrat diprediksi oleh IMT (p=0,004;OR=4,400), preferensi makanan tinggi lemak diprediksi oleh durasi tidur (p=0,045;OR=0,276) dan NES (p=0,009;OR=3,478), preferensi terhadap makanan tinggi serat diprediksi oleh durasi tidur (p=0,001;OR=0,090) dan kualitas tidur (p=0,004;OR=9,463), sedangkan preferensi tinggi natrium diprediksi oleh jenis kelamin (p=0,016; OR=8,613) dan NES (p=0,041; OR=0,201). Faktor stres tidak berhubungan dengan preferensi makanan tinggi energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan natrium.Simpulan: Durasi tidur dan kualitas tidur berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa, tetapi faktor stres tidak berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa. Jenis kelamin, IMT, dan NES juga merupakan faktor yang berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa.Kata Kunci: durasi tidur; kualitas tidur; NES; preferensi makanan ABSTRACT Title: Correlation between Sleep Duration, Sleep Quality, Stress Factor, and Night Eating Syndrome, With Food Preferences of Universitas Diponegoro College StudentsBackground: Students are an early adult age group that has a dense activity. Dense activity can affect on sleep time and quality, stress levels, night eating behavior, and food preferences. This study aims to analyze the relationship between sleep duration, sleep quality, stress factors, Night Eating Syndrome (NES), and student eating preferences.Methods: This study was located in Semarang City. This study used a cross-sectional design with a total of 105 students from Diponegoro University as a subject. The sample was selected by purposive sampling technique. The data collected were sleep duration, sleep quality, stress factors, Night Eating Syndrome, and eating preferences. The instruments used include the Night Eating Diagnostic Syndrome, Food Preference for Adolescents and Adults, the Pittsburgh Sleep Quality Index and Depression, and the Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Data analysis includes univariate (frequency distribution), bivariate (correlation test), and multivariate (multiple logistic regression) analysis.Results: Most of them prefer foods high in energy, carbohydrates, fat, and sodium (81.9%; 77.1%; 69.5%; 86.7%). Most of the research subjects did not prefer foods high in protein and fiber (68.6% and 74.3%). Preference for high-carbohydrate food predicted by BMI (p=0.004; OR=4,400), preference for high-fat food predicted by sleep duration (p=0.045;OR=0.276) and NES (p=0.009;OR=3.478), preference for food high fiber predicted by sleep duration (p=0.001;OR=0.090) and sleep quality (p=0.004;OR=9.463), while high sodium preference predicted by gender (p=0.016; OR=8.613) and NES (p= 0.041; OR = 0.201). Stress factors were not correlated with food preferences high in energy, carbohydrates, fat, protein, fiber, and sodium.Conclusion: Sleep duration and sleep quality are related to students eating preferences, but stress factors were not related to students' eating preferences. Gender, BMI, and NES are also related to students eating preferences.Keywords: sleep duration; sleep quality; NES; food preferences
THE EFFECTIVENESS OF NUTRITION EDUCATION THROUGH SOCIO-DRAMATIC METHOD TO VEGETABLE & FRUIT KNOWLEDGE AND CONSUMPTION IN 5-6 YEARS OLD CHILDREN Luluk Hidayatul Maghfiroh; A Fahmy Arif Tsani; Fillah Fithra Dieny; Etisa Adi Murbawani; Rachma Purwanti
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 1 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i1.1-9

Abstract

Low consumption of vegetable and fruit in children was still commonly found. Appropriate and effective nutrition education methods are needed to increase knowledge and consumption of vegetable and fruit in children. This study aimed to know the effectiveness of nutrition education through socio-dramatic method of vegetable and fruit knowledge and consumption in children 5-6 years old.This study was a quasi-experiment with pre-test and post-test control group design. Research subjects were 36 Taman Putra Kindergarten children who were divided into treatment group who were given nutrition education with socio-dramatic method, and control group who were given nothing. The improvement of nutrition knowledge was assessed by pre-test and post-test with pictured form, while vegetable and fruit consumption were assessed by 3 Days Food Record instrument. A total of 15 subjects had low fruit vegetable knowledge, and more than 50% of subjects had less fi ber intake, types of vegetable consumption <7 types, the amount of vegetable intake <250 grams, and fruit <150 grams. The provision of nutritional education through sociodrama method was effective in increasing knowledge of fruit vegetables in pre-school children (p <0.001), as seen from the increase in average knowledge of treatment group compared to control group. But unfortunately, nutrition education through sociodrama method has not been able to signifi cantly increase fruit vegetable consumption in terms of both quantity and type (p> 0.05).
Musa balbisiana and Musa paradisiaca Starches Increase SCFA and Caspase-3 as well as Decrease β-glucuronidase and MDA of Mouse Model for Colon Cancer Diana Nur Afifah; Fauzia Purnamasari; Luthfiatul Khusna; Noviasti Rahma Utami; Aida Fitri Nazillah; Syafira Noor Pratiwi; Fillah Fithra Dieny; Aryu Candra; Ayu Rahadiyanti; Rachma Purwanti; Enny Probosari; Martha Ardiaria; Nyoman Suci Widiastiti; Ferry Sandra
The Indonesian Biomedical Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v13i1.1320

Abstract

BACKGROUND: Administration of resistant starch (RS) influences the diversity and the composition of microbiota as well as inhibits the growth of cancer cell. Banana as a potential source of RS has been reported. Although Musa paradisiaca has been reported to induce apoptosis in colon cancer cells, Musa balbisiana, which has low glycemic index and suitable for particular patients, has not been investigated yet.METHODS: Starches of M. balbisiana and M. paradisiaca were prepared and mixed with other components to make 3 types of mouse pellets. Mouse model for colon cancer was prepared and fed with different types of mouse pellets. Blood was collected and processed for measuring β-glucuronidase and malondialdehyde (MDA) with Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. Resected ceca were incised to collect the inner part for short-chain fatty acid (SCFA) measurement with gas chromatography analysis. Resected colas were fixed and processed for immunohistochemistry to detect Caspase-3.RESULTS: Colon-cancer-mice fed with the M. balbisiana and M. paradisiaca starches-contained pellets had significant higher concentrations of total SCFA (p=0.003), acetic acid (p=0.000), propionic acid (p=0.000) and butyric acid (p=0.000); lower concentration of β-glucuronidase (p<0.001); higher Caspase-3 score (p=0.040); and lower MDA concentration (p<0.001) than colon-cancer-mice fed with standard pellet (control).CONCLUSION: M. balbisiana and M. paradisiaca starches could be suggested as potential anti-colon cancer RS. Further research should be carried out to disclose the starches mechanisms in colon cancer cell.KEYWORDS: Musa balbisiana, Musa paradisiaca, colon cancer, resistant starch, Caspase-3, SCFA, β-glucuronidase, malondialdehyde
PROGRAM BALITA SEHAT AKTIF, KADER OKE DAN KOMPETEN (BETAKAROTEN) DI WILAYAH RW 10 SRONDOL KULON KOTA SEMARANG Rachma Purwanti; Putri Gita A; Alfia Nur W; Rahmawati R
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v4i1.1596

Abstract

Wilayah RW 10 Kelurahan Srondol Kulon, Kota Semarang memiliki prevalensi malnutrisi balita yang cukup tinggi. Program Balita Sehat Aktif, Kader OK dan Kompeten (BETAKAROTEN) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan pemberian makan pada balita, meningkatkan asupan zat gizi pada balita gizi kurang dan kurus, meningkatkan kemampuan ibu memilih makanan yang baik bagi balita, dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri dan pengisian KMS. Program BETAKAROTEN dilaksanakan dengan metode community relation. Sasaran program yaitu ibu balita berstatus gizi kurang dan kader posyandu RW 10 Kelurahan Srondol Kulon. Hasil program BETAKAROTEN meliputi adanya peningkatan pengetahuan gizi pada ibu balita peserta program, peningkatan kemampuan ibu dalam pemilihan makanan yang baik bagi balita, dan peningkatan asupan zat gizi lemak, protein, dan karbohidrat (100%, 83%, dan 67%). Pengetahuan dan keterampilan kader juga meningkat (100% dan 83%). Keberlanjutan program ini diharapkan dapat dipertahankan dan dapat berjalan dengan baik dengan adanya advokasi dan dukungan serta partisipasi dari stake holder di wilayah Posyandu RW 10 Kelurahan Srondol Kulon
Penentuan Status Gizi pada Anak Usia Dini di TK Islam Siti Fatimah Fahmy Arif Tsani; Fillah Fithra Dieny; Rachma Purwanti; Ida Kristiana
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4386

Abstract

Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0-6 tahun. Pada masa tersebut merupakan masa keemasan atau yang disebut golden age, dimana pada masa tersebut terjadi pertumbuhan yang sangat pesat. Pemantauan perkembangan anak pada rentang usia tersebut sangatlah penting, sehingga anak akan tumbuh dengan baik sesuai dengan umurnya. Pemantauan status gizi anak dapat dilakukan salah satunya di sekolah. Para guru juga berperan dalam mengetahui status gizi para muridnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memantau status gizi anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan survei yang dilakukan di TK Islam Siti Fatimah, Semarang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 76 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan dan dianalisis menggunakan WHO Anthro dan WHO Anthro Plus. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa rata-rata z-score BB/U tergolong gizi baik, TB/U tergolong normal, IMT/U tergolong baik dan BB/TB tergolong baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa status gizi anak di TK Islam Siti Fatimah tergolong baik.
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang Rachma Purwanti; Ice Diananingrum; Hayatun Azni; Rachmania Anggita Savitri; Helena Rahmarani; Nurzanah Febrianah
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v4i2.1976

Abstract

Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita (9%) berstatus gizi kurang. Program Pendampingan keluarga balita gizi kurang di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang bertujuan mendukung berkembangnya pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI yang tepat bagi gizi balita, mendukung berkembangnya pemahaman ibu tentang tumbuh kembang balita, keterampilan ibu dalam pemberian makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan bervariasi, dan mendukung berkembangnya keterampilan ibu dalam pembuatan F-100 untuk memenuhi asupan harian balita. Program dilaksanakan bulan November-Desember tahun 2019 dengan metode community relation. Program dilaksanakan dengan sasaran 10 orang ibu balita berstatus gizi kurang yang mengunjungi Puskesmas Karanganyar pada bulan November 2019 dan bersedia mengikuti program ini. Hasil dari program Pendampingan keluarga balita di wilayah Puskesmas Karanganyar yaitu: Terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita tentang pemberian ASI secara eksklusif dan MP-ASI yang sesuai dengan gizi balita, meningkatnya kesadaran ibu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita melalui posyandu, meningkatnya keterampilan ibu dalam membuat F-100 untuk meningkatkan asupan gizi balita (terlihat dari kegiatan simulasi dan kunjungan rumah), dan adanya konsumsi makanan balita yang lebih beragam serta peningkatan asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak pada 9 subjek (90% subjek) berdasarkan hasil recall makanan.
Pendampingan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik untuk Penurunan Angka Stunting pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Semarang Rachma Purwanti; Ani Margawati; Diana Nur Afifah; Etika Ratna Noer; Hartanti Sandi Wijayanti; Fitriyono Ayustaningwarno; Fillah Fitra Dieny; Deny Yudy Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.4213

Abstract

Pemantauan gizi dan kesehatan selama periode 1000 HPK di Kota Semarang perlu dilakukan untuk pencegahan stunting. Akan tetapi, saat masa pandemi banyak posyandu yang terpaksa dihentikan kegiatannya karena masih termasuk dalam zona merah. Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Kota Semarang tetap berupaya melakukan pemantauan gizi dan kesehatan khususnya bagi ibu hamil. Program pendampingan ibu hamil KEK ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi untuk Ibu Hamil KEK di Kota Semarang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara daring menggunakan media zoom meeting, whatsapp grup, dan googleform. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi seminar dengan tema “Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil KEK pada Masa Pandemi”, konseling gizi bagi ibu hamil, dan pendampingan Bumil KEK. Hasil program menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait gizi dan kesehatan sebagian besar termasuk kategori baik. Sebagian besar (85,2%) ibu hamil telah melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan/dokter minimal 4 kali selama hamil. Sebanyak 88,9% ibu hamil telah mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Sebesar 85,2% ibu mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang setiap hari. Akan tetapi, sebesar 55,6% ibu hamil yang mengalami mual muntah seringkali menjadi tidak nafsu makan dan cenderung melewatkan makan besar dan cemilan. Berdasarkan hasil monitoring program pada bulan Oktober diketahui 2 orang ibu tidak dapat melakukan IMD karena kelahiran yang prematur (rawat pisah) dan ibu usia masih muda (<20 tahun) merasa panik ketika ASI tidak langsung keluar setelah persalinan sehingga langsung memberikan susu formula.
Program Gastizi 1000 dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu Rachma Purwanti
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2019): AcTion Vol 4 No 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.707 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i1.144

Abstract

Posyandu cadres are the main actor of UKBM. "Prevention of Stunting with Nutritional Improvement on the 1000 days of life (GASTIZI 1000)” program has purpose to increase the posyandu cadre capasity at Ngarap-arap Village. This research aims to analyze the effectivity of GASTIZI 1000 program  to improve the capacity of the posyandu cadres. This research uses a quasi experimental approach with one group pre test-post test design.  This research was conducted during July – August 2018. Topics presenting in the GASTIZI 1000 program are about Stunting and the nutritional improvement at the 1000 days of life. Subjects are chosen by the total sampling method (All of posyandu cadre at Ngarap-arap village that are willingness to join the GASTIZI 1000 program), 22 people from 6 Hamlet in Ngarap-arap village. Characteristic and cadre knowledge were collected by pre test-post test questionnaire. Skill of cadre to monitor the nutritional status of children was collected by observation and interview. Data were compiled by SPSS software. Then analyzed by univariate and bivariate test with related samples wilcoxon signed rank test. The results showed the averaged  score of cadres knowledge before the GASTIZI 1000 program is 51,8 and after program is 61,5. Bivariate test shows an increased in cadres knowledge after program (p = 0,001). Conclusions, there was an increased in knowledge and skills of cadres about stunting and nutrition during 1000 days of life after following the program. Kader Posyandu merupakan penggerak utama Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Program “Cegah Stunting dengan Perbaikan Gizi pada 1000 HPK (GASTIZI 1000)” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari kader Posyandu di Desa Ngarap-arap. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektifitas Program GASTIZI 1000 dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Penelitian berdesain quasi experimental, dengan rancangan one group pre test-post test design.  Penelitian dilakukan selama bulan Juli – Agustus 2018. Topik yang disampaikan dalam program GASTIZI 1000 yaitu mengenai Stunting dan pentingnya gizi pada periode 1000 HPK. Subjek dipilih dengan metode total sampling yaitu seluruh kader posyandu di Desa Ngarap-arap yang bersedia mengikuti program GASTIZI 1000 HPK sebanyak 22 orang. Pengumpulan data karakteristik dan pengetahuan kader dilakukan dengan instrumen kuesioner pre test-post test. Data keterampilan kader dalam pemantauan status gizi stunting pada balita dikumpulkan dengan observasi dan wawancara terhadap subjek. Data diolah dengan software SPSS. Selanjutnya data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan related samples wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan program GASTIZI 1000 (p=0,001). Kesimpulan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai stunting dan gizi 1000 HPK setelah mengikuti program GASTIZI.
Differences in eating habits and physical activity before and during distance learning Yulia Rizki Maulina; Ani Margawati; Rachma Purwanti; A. Fahmy Arif Tsani
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.10.2.122-134

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has led to the enforcement of distance learning. This may cause negative impacts on adolescents' eating habits and physical activity.Objectives: This study aimed to analyse the differences in eating habits and physical activity before and during distance learning in adolescents.Materials and Methods: A cross-sectional study was conducted on a sample of 95 adolescents aged between 15-18 years. Subjects were selected using a simple random sampling method. Eating habits and physical activity variables were measured using modified Eating Habit and Lifestyle Changes in COVID-19 and Eating Habits Questionnaire. Wilcoxon Signed-Rank and McNemar tests were used to analyse the data.Results: There was an increase in frequency of meals two times/day (9.5%) and snacking three times/day (4.2%) reported during distance learning. There were significant differences in number of meals (p=0.014) and snacking (p=0.034), carbohydrates sources intake (p=0.046), sweet food (p=0.014), snack (p=0.016), exercise (p=0.035), exercise duration (p=0.004), and exercise frequency (p=0.030) before and during distance learning. There were no significant differences in protein-sources intake, vegetable, fruit, sweetened beverages, fried food, processed food, junk food, emotional eating, physiological eating, and ways of obtaining food before and during distance learning (p >0.05).Conclusion: Significant differences were found in eating habits comprised of the number of main meals and snacking, intake of carbohydrates sources, sweet food, snack, and physical activity before and during distance learning
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul A Fahmy Arif Tsani Adani Ladiba Addina Zulfaa Adinda Djasmin Adinda Mevya Adinda Safitri Adzro&#039;ul Akifah Agavita Cendy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Ajeng, Novitasari Dwi Alfia Nur W Anggraeni, Erika Tri Ani Margawati Anindiba, Inas Fatin Arfinanda, Najwa Diva Khoirunnisa' Arisanti, Yohanete Novita Aryu Candra Astika Widy Utomo, Astika Widy Atika Putri Widia Anggraeni Aulia, Nurhanna Putri Avisha, Rosita Nur Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Azzahra K. Bagoes Widjanarko Binar Panunggal Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Desi Nurfita Destikasari, Widya Devana Doanaresta Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dieny, Fillah Fitra Eka Cahyaningsih Enny Probosari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fadhila, Farah Rosyihana Fajrani, Alifia Mukti Fala, Etika Nurul Faradina, Amelia Fauzia Purnamasari Febriyanti, Monica Sofchah Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Gemala Anjani Ginting, Ignasia Agatha Br Gita A, Putri Hartanti Sandi Wijayanti Hayatun Azni Helena Rahmarani Ice Diananingrum Ida Kristiana Iriyanti Harun Jauziyah, Shofi Khoirunnisa, Novia Tri Khusana Aniq Kristiana, Ida Kusumawati, Inmas Larasati, Erika Nurul Laura, Cicilia Lilis Endang Wijayanti, Lilis Endang Luluk Hidayatul Maghfiroh Luthfiatul Khusna M. Rifky Al Haedar Maharani, Mutiara Irma Mar Atus Sholihah Marfu'ah Kurniawati, Dewi MARTHA ARDIARIA Masha, Tania Mentari Suci Ramadini Sujono Mursid Tri Susilo Nafsih, Vifin Zakiahtin Ninik Rustanti Nisa, Lainatin Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Noviasti Rahma Utami Nur Ahmad Habibi Nur Hidayah Nur W, Alfia Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nurzanah Febrianah Nyoman Suci Widiastiti Permata Laila K. Putri Gita A R, Rahmawati Rachmania Anggita Savitri Rahadiyani, Ayu Rahma, Devi Elvina Rahmawati R Raisa Namira Rani Ridowahyu Saphira Rizqiawan, Angga Sandi, Dewi Kurnia Septamarini, Risna Galuh Setiyowati Rahardjo Sidhin, Syaharani Siringoringo, Ester Theresia Syafira Noor Pratiwi Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Tantri, Ignas Fawwaz Taradipa, Priska Tamara Tsani, A. Fahmy Arif Tsani, Fahmy Arif Werry Lisfani Widiastuti, Nurmasari Widiastuti, Yuliati Widya Destikasari Yanti Ernalia Yulia Rizki Maulina Yunita Sekar Asri Zulfa, Fairuz