Claim Missing Document
Check
Articles

Asupan Makanan dan Intensitas Latihan Kaitannya dengan Fungsi Ginjal dan Komposisi Tubuh pada Komunitas Gym Deny Yudi Fitranti; Khusana Aniq; Rachma Purwanti; Dewi Marfu'ah Kurniawati; Hartanti Sandi Wijayanti; Rani Ridowahyu Saphira
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.63-71

Abstract

Latar Belakang: Perilaku self-made diet dan intensitas latihan yang tinggi pada anggota komunitas akan berdampak buruk bagi fungsi ginjal dan komposisi tubuh mereka.Tujuan: Menganalisis hubungan asupan makan dan intensitas latihan dengan fungsi ginjal dan komposisi tubuh pada komunitas gym.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di beberapa pusat kebugaran di Kota Semarang dan melibatkan 54 pria anggota komunitas gym berusia 19-53 tahun. Data komposisi tubuh diperoleh menggunakan BIA. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data intensitas latihan (durasi, frekuensi dan lama Latihan) sedangkan asupan makan menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Pemeriksaan kadar ureum menggunakan metode kalorimetri sedangkan kadar kreatinin menggunakan metode jaffe reaction. Analisis data menggunakan uji Rank-Spearman dan uji regresi linear berganda.Hasil: Mayoritas subjek memiliki frekuensi latihan sebanyak 5-7 kali dalam seminggu dengan rerata durasi 105,5±35,8 menit per kunjungan. Sebesar 85,2% subjek memiliki kadar ureum yang tinggi. Terdapat korelasi negatif antara asupan energi, protein, lemak dan durasi latihan dengan persen lemak tubuh. Semakin tinggi lama latihan dan semakin rendah asupan karbohirat maka massa otot dan tulang akan semakin meningkat. Peningkatan asupan protein dan lemak serta frekuensi latihan per pekan dapat meningkatkan kadar ureum dalam tubuh. Hasil uji multivariat menyatakan bahwa frekuensi latihan berpengaruh terhadap kadar ureum (21,5%) sedangkan durasi latihan memiliki pengaruh sebesar 9,7% terhadap persen lemak tubuh.Kesimpulan: Semakin lama frekuensi latihan per pekan maka semakin tinggi kadar ureum dalam darah dan semakin lama durasi latihan tiap kunjungan maka semakin rendah persen lemak tubuh.
HUBUNGAN ANTARA PARAMETER ANTROPOMETRI DAN PROFIL LIPID PADA WANITA SEHAT DI SEMARANG Rachma Purwanti; Ahmad Syauqy
GIZI INDONESIA Vol 45, No 2 (2022): September 2022
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v45i2.666

Abstract

Obesity is associated with dyslipidemia and cardiovascular disease (CVD). The objective of the study was to determine the association between anthropometric parameters with lipid profiles among healthy women in Semarang. This study used a cross-sectional design with consecutive sampling. Anthropometric parameters in this research were body mass index (BMI), visceral fat, waist circumference (WC), hip circumference (HC), and waist-to-hip ratio (WHR). While, lipid profiles were total cholesterol, high-density lipoprotein (HDL), triglyceride (TG), low-density lipoprotein (LDL), and triglyceride and high-density lipoprotein ratio (TG/HDL). The association of anthropometric parameters with the lipid profiles was analyzed by Spearman correlation. Among subjects with nutritional status normal, BMI has significantly correlated with TG, HDL, and TG/HDL ratio. Moreover, WHR was significantly correlated with HDL and TG. While, among subjects overweight and obese, BMI, visceral fat, and WC were significantly correlated with TG, HDL, and TG/HDL ratio. Anthropometric parameters such as BMI, visceral fat, WC, and WHR were associated with lipid profiles among healthy women in Semarang. BMI and WHR can be used in individuals with normal nutritional status to predict lipid profiles. While, BMI, visceral fat, and WC can be used in overweight and obese individuals to predict lipid profiles
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Rachma Purwanti; Mentari Suci Ramadini Sujono
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.3

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif dianjurkan dilakukan selama 6 bulan pertama kelahiran. Selama masa pandemi Covid-19 prevalensi pemberian ASI eksklusif dilaporkan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif selama masa pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional di Desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri pada bulan Januari Tahun 2022. Subjek penelitian ini sebanyak 104 anak usia 6 -24 bulan dan responden penelitian yaitu ibu dari subjek penelitian. Variabel yang diteliti yaitu praktik pemberian ASI eksklusif, karakteristik ibu, karakteristik ayah, riwayat persalinan, Berat Badan Lahir (BBL), Panjang Badan Lahir (PBL), praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD), praktik pemberian makan prelakteal, kebiasaan minum dengan dot, kebiasaan minum susu formula, kebiasaan minum selain ASI dan susu formula, serta riwayat infeksi Covid-19 pada keluarga. Data dianalisis dengan teknik univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif adalah praktik IMD dan pemberian makan prelakteal (p = 0,015; OR = 6,232 dan p < 0,001; OR = 0,034). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian makanan prelakteal berhubungan dengan praktik ASI eksklusif.
Comparative Study of Residence Demography With The Duration of Exclusive Breastfeeding in Infants Galuh Chandra Irawan; Rachma Purwanti
Insights in Public Health Journal Vol 3 No 2 (2022): Insights in Public Health Journal
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2022.3.2.6939

Abstract

The duration of breastfeeding is influenced by sociodemographic, biomedical, and psychosocial factors. This study aims to analyze the comparison of the duration of breastfeeding for 6-month infants between rural and urban areas in Indonesia using data from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2017. This study analyzes secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) with a sample of namely infants aged 6 months as many as 15316 subjects. The independent variable in this study is the sociodemographic characteristics of the place of residence (rural/urban). The dependent variable in this study is the duration of breastfeeding. Data processing and analysis was carried out using the Chi Square Test. Chi square test showed the value of p = 0.00 (p <0.05). This shows that there is a significant difference between the duration of exclusive breastfeeding in urban and rural areas. There are differences in the demographic factors of rural (rural) and urban (urban) residence with the duration of exclusive breastfeeding for 6 months for infants.
Strategi Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Responsive Feeding untuk Pencegahan Stunting pada Balita Rachma Purwanti; Ani Margawati; Hartanti Sandi Wijayanti; Ayu Rahadiyanti; Dewi Marfu'ah Kurniawati; Deny Yudi Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i2.5874

Abstract

Salah satu faktor risiko utama dari stunting yaitu asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai. Pemenuhan kebutuhan gizi balita dapat dioptimalkan salah satunya dengan pemberian makan yang responsif. Saat ini pengetahuan, sikap dan praktik Responsive Feeding di Indonesia masih sangat rendah (≤30%), demikian pula di Kota Semarang. Upaya peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik Responsive Feeding pada balita perlu dilakukan melalui strategi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terpadu meliputi edukasi dan Small Group Discussion (SGD). Program dilaksanakan selama 8 bulan (April-November 2022) di wilayah Puskesmas Lamper Tengah, Kota Semarang. Media yang digunakan yaitu modul edukasi, power point presentation, dan kartu edukasi. Kartu edukasi Responsive Feeding terdiri dari 5 kartu yang menggambarkan praktik pemberian makan Responsive Feeding. Sasaran program adalah ibu balita. Edukasi berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab antar peserta dan pelaksana pengabdian masyarakat. Hasil dari program menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan, sikap, dan praktik responsive feeding setelah program dilaksanakan. Rerata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 18,72 meningkat menjadi 20,15. Rerata skor sikap sebelum intervensi sebesar 91,2 meningkat menjadi 94,2. Rerata skor praktik sebelum intervensi sebesar 10,22 meningkat menjadi 10,5. Sebelum dilaksanakannya program, praktik Responsive Feeding dilaksanakan secara lengkap (meliputi 5 indikator) oleh 22% ibu balita. Setelah program dilaksanakan, praktik Responsive Feeding secara lengkap dilaksanakan oleh 27% ibu balita.
PROFIL KANDUNGAN MAKRONUTRIEN DAN GULA TAMBAHAN PADA PRODUK SUSU CAIR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KECUKUPAN HARIAN BATITA Yunita Sekar Asri; Gemala Anjani; Diana Nur Afifah; Rachma Purwanti
Journal of Nutrition College Vol 12, No 3 (2023): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i3.33746

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pelabelan gizi pada produk susu cair di pasaran tidak menggunakan acuan kebutuhan yang sesuai dengan anjuran kecukupan harian batita, sehingga informasi kecukupan kandungan pada produk menjadi kurang tepat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan makronutrien dan gula tambahan pada produk susu cair dan kontribusinya sesuai anjuran kecukupan harian batita.Metode: Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional secara cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan memenuhi kriteria inklusi. Total sebanyak 30 sampel meliputi varian plain(n=10) dan berperisa(n=20) didapatkan melalui pembelian produk dari tiga pasar retail di wilayah Tangerang Selatan. Data kandungan makronutrien dan gula tambahan didapatkan melalui label informasi nilai gizi pada kemasan produk. Kandungan makronutrien dan gula tambahan pada sampel dibandingkan dengan kecukupan harian untuk batita.Hasil: Tiap 100ml produk susu cair plain dibandingkan susu cair berperisa memiliki rerata kandungan lemak (4,90±1,84g vs 2,8±0,89g) dan protein (3,02±0,76 vs 2,11±0,48 g). Sedangkan kandungan energi total (59,58±4,44 vs 69,06±10,51 kkal), karbohidrat total (5,04±1,01 vs 10,42±1,77 g), gula tambahan (0,15±0,47 vs 6,11±2,18 g) lebih tinggi pada susu cair berperisa.Simpulan: Secara keseluruhan kontribusi kandungan makronutrien pada produk susu cair tergolong rendah terhadap kecukupan harian batita, namun pada susu cair plain memiliki kecukupan tinggi pada kandungan protein sedangkan susu cair berperisa pada kandungan gula tambahan.   
ZAT GIZI MAKRO, PERSEN LEMAK TUBUH DAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA ATLET PUTRI Marfu'ah Kurniawati, Dewi; Febriyanti, Monica Sofchah; Fitranti, Deny Yudi; Susilo, Mursid Tri; Dieny, Fillah Fithra; Purwanti, Rachma
Journal of Sport Science and Fitness Vol 9 No 2 (2023): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v9i2.72291

Abstract

Gangguan menstruasi banyak terjadi pada atlet daripada populasi umum. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh zat gizi makro dan persen lemak tubuh. Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mengganggu performa atlet. Penelitian dilakukan tahun 2022 di GOR Tri Lomba Juang Semarang dan GOR Gemilang Magelang dengan desain cross-sectional. Sebanyak 60 atlet remaja putri usia 15-19 tahun dari beberapa cabang olahraga menjadi subjek penelitian. Pengambilan data kecukupan gizi menggunakan form Semi-Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ). Persen lemak tubuh diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Sejumlah 5% atlet memiliki persen lemak tubuh rendah dan 16,7% tinggi. Selain itu 1,7% atlet mengalami polimenorea dan 23,3% mengalami oligomenorea. Kecukupan karbohidrat berhubungan dengan siklus menstruasi pada atlet putri (p = 0,001). Namun, tidak terdapat hubungan antara kecukupan protein (p = 0,261), lemak (p = 0,821) dan persen lemak tubuh (p = 0,836) dengan siklus menstruasi atlet putri. Kecukupan karbohidrat berpengaruh pada siklus menstruasi atlet putri
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERKAIT LABEL PANGAN DENGAN KEPATUHAN MEMBACA LABEL PANGAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO Nisa, Lainatin; Nuryanto, Nuryanto; Purwanti, Rachma; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.40154

Abstract

ABSTRACTBackground: The label on the food packaging contains the content, type, nutrients information, expiration date and other important informations. Reading food labels will affect the consumer in selecting the food products in the market. This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes toward compliance with reading food labels in college students.Methods: This study was designed using a cross-sectional survey. The consecutive sampling method is used in selecting the subject. Research data was obtained by sending research questionnaires to 106 Diponegoro University students and conducted between May and June 2022. The research data was obtained using a questionnaire that included questions about demographic characteristics, level of knowledge about nutrition and food labels, attitudes towards food labels, and level of adherence to reading food labels. Data then analyzed by a bivariate correlation test using Spearman's rank correlation.Result: There is a significant correlation between knowledge about nutrition labels and attitudes towards food labels (p=0.019), as well as attitudes towards food labels and reading food labels compliance (p<0.001). There is no significant correlation between knowledge and compliance to reading food labels (p=0.26). Reading food labels compliance is influenced by attitudes, age of respondents, and expenditure on food.Conclusion: Reading food labels compliance relates with attitudes, respondent’s age, and expenditure on food. Knowledge about nutrition label relates with the attitudes towards food labels.Keywords: food label, knowledge, attitude, compliance ABSTRAKLatar belakang: Label pangan berisi tentang informasi mengenai komposisi, nilai zat gizi, jenis, tanggal kadaluarsa dan keterangan penting lainnya. Kebiasaan membaca label pangan akan mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap terkait label pangan dengan kepatuhan mahasiswa Universitas Diponegoro dalam membaca label pangan.Metode: Desain penelitian cross sectional dengan jumlah subjek 106 mahasiswa Universitas Diponegoro, berlangsung pada bulan Mei-Juni 2022. Metode pengambilan subjek dengan consecutive sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang meliputi pertanyaan mengenai karakteristik demografis, tingkat pengetahuan, sikap terhadap label pangan, dan kepatuhan membaca label pangan. Analisis bivariat dengan uji  korelasi spearman.Hasil: Terdapat hubungan antara pengetahuan tentang label pangan dengan sikap terhadap label pangan (p=0,019), serta sikap terhadap label pangan dan kepatuhan membaca label pangan (p<0.001). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang label pangan dan kepatuhan membaca label pangan (p=0,26). Kepatuhan membaca label pangan dipengaruhi oleh sikap, usia responden, dan pengeluaran untuk pangan.Simpulan: Kepatuhan membaca label pangan berhubungan dengan sikap, usia responden, dan pengeluaran untuk pangan. Pengetahuan tentang label pangan berhubungan dengan sikap terhadap label pangan.Kata kunci : pengetahuan, sikap, kepatuhan, label pangan
PERBEDAAN KARAKTERISTIK BALITA DAN KELUARGA DENGAN DAN TANPA HOUSEHOLD DOUBLE BURDEN MALNUTRITION DI KOTA SEMARANG Purwanti, Rachma; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi; Rahadiyanti, Ayu; Kurniawati, Dewi Marfu'ah
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.2

Abstract

Household Double Burden Malnutrition dapat terjadi dalam satu rumah tangga. Salah satunya dikenal dengan fenomena Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik balita dan keluarga Normal Children Overweight/Obese Mothers (NCOM), Normal Children Normal Mothers (NCNM), Stunted Children Normal Mothers (SCNM) atau Stunted Children and Overweight/Obese Mothers (SCOM. Penelitian dilakukan dengan desain kasus-kontrol. Jumlah subjek penelitian adalah 72 anak usia 6-36 bulan di kota Semarang (36 subjek balita stunting dan 36 subjek balita normal). Subjek stunting dipilih secara sampel purposif dan subjek kontrol dipilih dengan mencocokkan usia dan jenis kelamin dengan subjek stunting. Data karakteristik diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, pengukuran antropometri anak meliputi pengukuran BB dan PB (anak usia ≤2 tahun) atau TB (anak usia >2 tahun), dan pengukuran antropometri ibu meliputi BB, TB, LP, dan LiLA. Data dianalisis secara kuantitatif meliputi analisis univariat dan bivariat (one way Anova/ Kruskall-Wallis test). Terdapat perbedaan hasil pengukuran antropometri balita pada kelompok SCOM, SCNM, NCOM, dan NCNM yang meliputi  indikator  BB aktual,  LiLA, z-score BB/PB atau BB/TB, z-score BB/U, dan z-score PB/U atau TB/U (p < 0,001). Terdapat perbedaan pendidikan ayah dan ibu antara kelompok balita stunting (SCOM dan SCNM) dengan kelompok balita normal (NCOM dan NCNM) (p = 0,009 dan p = 0,036). Terdapat perbedaan pengukuran antropometri aktual (BB, IMT, dan Lingkar pinggang), dan pengukuran antropometri selama kehamilan (BB sebelum hamil dan LiLA selama hamil) pada 4 kelompok (p < 0,05). Tidak terdapat perbedaan karakteristik lain pada balita, ayah, dan ibu pada 4 kelompok. Kelompok NCNM memiliki antropometri anak dan ibu yang lebih baik dibandingkan kelompok NCOM, SCOM, dan SCNM. Pendidikan orang tua pada kelompok SCOM cenderung lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya.
Sosial budaya dan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Desa Cimekar, Sukabumi Irawan, Galuh Chandra; Anggraeni, Erika Tri; Widiastuti, Yuliati; Harun, Iriyanti; Nurfita, Desi; Purwanti, Rachma
Nutrition Scientific Journal Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Gizi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/nsj.v3i1.10843

Abstract

ASI Eksklusif yaitu  bayi yang  hanya diberi ASI saja tanpa diberi  tambahan cairan lain seperti susu formula, air, madu, dan tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, nasi dan nasi tim selama 6 bulan. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sukabumi  mengalami penurunan dari tahun 2022 sebanyak 64,3% menjadi 61,2% pada tahun 2023.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor sosial budaya dalam  pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian desain analitik cross sectional. Teknik sampling dengan total sampling sebanyak 67 responden yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Variabel bebas penelitian ini sosial budaya dalam mendukung asi ekslusif. Variabel terikat penelitian ini adalah pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian didapatkan proporsi pemberian ASI eksklusif dengan dukungan dari sosial budaya setempat adalah 39 ibu (58,2%). Faktor sosial budaya berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI Ekslusif dengan nilai p value 0,00 PR: 6,2 (2,1 -18,1). Terdapat hubungan yang bermakna bahwa faktor sosial budaya yang masih melekat kuat pada masyarakat dengan berbagai mitos dan kepercayaanya menjadi hal yang dapat mendukung atau bahkan menghambat pemberian ASI Ekslusif pada bayi.
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul A Fahmy Arif Tsani Adani Ladiba Addina Zulfaa Adinda Djasmin Adinda Mevya Adinda Safitri Adzro&#039;ul Akifah Agavita Cendy Ahmad Syauqy Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Ajeng, Novitasari Dwi Alfia Nur W Anggraeni, Erika Tri Ani Margawati Anindiba, Inas Fatin Arfinanda, Najwa Diva Khoirunnisa' Arisanti, Yohanete Novita Aryu Candra Astika Widy Utomo, Astika Widy Atika Putri Widia Anggraeni Aulia, Nurhanna Putri Avisha, Rosita Nur Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Azzahra K. Bagoes Widjanarko Binar Panunggal Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Desi Nurfita Destikasari, Widya Devana Doanaresta Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dieny, Fillah Fitra Eka Cahyaningsih Enny Probosari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fadhila, Farah Rosyihana Fajrani, Alifia Mukti Fala, Etika Nurul Faradina, Amelia Fauzia Purnamasari Febriyanti, Monica Sofchah Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Gemala Anjani Ginting, Ignasia Agatha Br Gita A, Putri Hartanti Sandi Wijayanti Hayatun Azni Helena Rahmarani Ice Diananingrum Ida Kristiana Iriyanti Harun Jauziyah, Shofi Khoirunnisa, Novia Tri Khusana Aniq Kristiana, Ida Kusumawati, Inmas Larasati, Erika Nurul Laura, Cicilia Lilis Endang Wijayanti, Lilis Endang Luluk Hidayatul Maghfiroh Luthfiatul Khusna M. Rifky Al Haedar Maharani, Mutiara Irma Mar Atus Sholihah Marfu'ah Kurniawati, Dewi MARTHA ARDIARIA Masha, Tania Mentari Suci Ramadini Sujono Mursid Tri Susilo Nafsih, Vifin Zakiahtin Ninik Rustanti Nisa, Lainatin Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Noviasti Rahma Utami Nur Ahmad Habibi Nur Hidayah Nur W, Alfia Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nurzanah Febrianah Nyoman Suci Widiastiti Permata Laila K. Putri Gita A R, Rahmawati Rachmania Anggita Savitri Rahadiyani, Ayu Rahma, Devi Elvina Rahmawati R Raisa Namira Rani Ridowahyu Saphira Rizqiawan, Angga Sandi, Dewi Kurnia Septamarini, Risna Galuh Setiyowati Rahardjo Sidhin, Syaharani Siringoringo, Ester Theresia Syafira Noor Pratiwi Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Tantri, Ignas Fawwaz Taradipa, Priska Tamara Tsani, A. Fahmy Arif Tsani, Fahmy Arif Werry Lisfani Widiastuti, Nurmasari Widiastuti, Yuliati Widya Destikasari Yanti Ernalia Yulia Rizki Maulina Yunita Sekar Asri Zulfa, Fairuz