Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik untuk Penurunan Angka Stunting pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Semarang Rachma Purwanti; Ani Margawati; Diana Nur Afifah; Etika Ratna Noer; Hartanti Sandi Wijayanti; Fitriyono Ayustaningwarno; Fillah Fitra Dieny; Deny Yudy Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.4213

Abstract

Pemantauan gizi dan kesehatan selama periode 1000 HPK di Kota Semarang perlu dilakukan untuk pencegahan stunting. Akan tetapi, saat masa pandemi banyak posyandu yang terpaksa dihentikan kegiatannya karena masih termasuk dalam zona merah. Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Kota Semarang tetap berupaya melakukan pemantauan gizi dan kesehatan khususnya bagi ibu hamil. Program pendampingan ibu hamil KEK ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi untuk Ibu Hamil KEK di Kota Semarang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara daring menggunakan media zoom meeting, whatsapp grup, dan googleform. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi seminar dengan tema “Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil KEK pada Masa Pandemi”, konseling gizi bagi ibu hamil, dan pendampingan Bumil KEK. Hasil program menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait gizi dan kesehatan sebagian besar termasuk kategori baik. Sebagian besar (85,2%) ibu hamil telah melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan/dokter minimal 4 kali selama hamil. Sebanyak 88,9% ibu hamil telah mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Sebesar 85,2% ibu mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang setiap hari. Akan tetapi, sebesar 55,6% ibu hamil yang mengalami mual muntah seringkali menjadi tidak nafsu makan dan cenderung melewatkan makan besar dan cemilan. Berdasarkan hasil monitoring program pada bulan Oktober diketahui 2 orang ibu tidak dapat melakukan IMD karena kelahiran yang prematur (rawat pisah) dan ibu usia masih muda (<20 tahun) merasa panik ketika ASI tidak langsung keluar setelah persalinan sehingga langsung memberikan susu formula.
Program Gastizi 1000 dalam meningkatkan kapasitas kader Posyandu Rachma Purwanti
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2019): AcTion Vol 4 No 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.707 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i1.144

Abstract

Posyandu cadres are the main actor of UKBM. "Prevention of Stunting with Nutritional Improvement on the 1000 days of life (GASTIZI 1000)” program has purpose to increase the posyandu cadre capasity at Ngarap-arap Village. This research aims to analyze the effectivity of GASTIZI 1000 program  to improve the capacity of the posyandu cadres. This research uses a quasi experimental approach with one group pre test-post test design.  This research was conducted during July – August 2018. Topics presenting in the GASTIZI 1000 program are about Stunting and the nutritional improvement at the 1000 days of life. Subjects are chosen by the total sampling method (All of posyandu cadre at Ngarap-arap village that are willingness to join the GASTIZI 1000 program), 22 people from 6 Hamlet in Ngarap-arap village. Characteristic and cadre knowledge were collected by pre test-post test questionnaire. Skill of cadre to monitor the nutritional status of children was collected by observation and interview. Data were compiled by SPSS software. Then analyzed by univariate and bivariate test with related samples wilcoxon signed rank test. The results showed the averaged  score of cadres knowledge before the GASTIZI 1000 program is 51,8 and after program is 61,5. Bivariate test shows an increased in cadres knowledge after program (p = 0,001). Conclusions, there was an increased in knowledge and skills of cadres about stunting and nutrition during 1000 days of life after following the program. Kader Posyandu merupakan penggerak utama Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Program “Cegah Stunting dengan Perbaikan Gizi pada 1000 HPK (GASTIZI 1000)” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari kader Posyandu di Desa Ngarap-arap. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektifitas Program GASTIZI 1000 dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Penelitian berdesain quasi experimental, dengan rancangan one group pre test-post test design.  Penelitian dilakukan selama bulan Juli – Agustus 2018. Topik yang disampaikan dalam program GASTIZI 1000 yaitu mengenai Stunting dan pentingnya gizi pada periode 1000 HPK. Subjek dipilih dengan metode total sampling yaitu seluruh kader posyandu di Desa Ngarap-arap yang bersedia mengikuti program GASTIZI 1000 HPK sebanyak 22 orang. Pengumpulan data karakteristik dan pengetahuan kader dilakukan dengan instrumen kuesioner pre test-post test. Data keterampilan kader dalam pemantauan status gizi stunting pada balita dikumpulkan dengan observasi dan wawancara terhadap subjek. Data diolah dengan software SPSS. Selanjutnya data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat dengan related samples wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan program GASTIZI 1000 (p=0,001). Kesimpulan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai stunting dan gizi 1000 HPK setelah mengikuti program GASTIZI.
Differences in eating habits and physical activity before and during distance learning Yulia Rizki Maulina; Ani Margawati; Rachma Purwanti; A. Fahmy Arif Tsani
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.10.2.122-134

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has led to the enforcement of distance learning. This may cause negative impacts on adolescents' eating habits and physical activity.Objectives: This study aimed to analyse the differences in eating habits and physical activity before and during distance learning in adolescents.Materials and Methods: A cross-sectional study was conducted on a sample of 95 adolescents aged between 15-18 years. Subjects were selected using a simple random sampling method. Eating habits and physical activity variables were measured using modified Eating Habit and Lifestyle Changes in COVID-19 and Eating Habits Questionnaire. Wilcoxon Signed-Rank and McNemar tests were used to analyse the data.Results: There was an increase in frequency of meals two times/day (9.5%) and snacking three times/day (4.2%) reported during distance learning. There were significant differences in number of meals (p=0.014) and snacking (p=0.034), carbohydrates sources intake (p=0.046), sweet food (p=0.014), snack (p=0.016), exercise (p=0.035), exercise duration (p=0.004), and exercise frequency (p=0.030) before and during distance learning. There were no significant differences in protein-sources intake, vegetable, fruit, sweetened beverages, fried food, processed food, junk food, emotional eating, physiological eating, and ways of obtaining food before and during distance learning (p >0.05).Conclusion: Significant differences were found in eating habits comprised of the number of main meals and snacking, intake of carbohydrates sources, sweet food, snack, and physical activity before and during distance learning
Asupan Makanan dan Intensitas Latihan Kaitannya dengan Fungsi Ginjal dan Komposisi Tubuh pada Komunitas Gym Deny Yudi Fitranti; Khusana Aniq; Rachma Purwanti; Dewi Marfu'ah Kurniawati; Hartanti Sandi Wijayanti; Rani Ridowahyu Saphira
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.63-71

Abstract

Latar Belakang: Perilaku self-made diet dan intensitas latihan yang tinggi pada anggota komunitas akan berdampak buruk bagi fungsi ginjal dan komposisi tubuh mereka.Tujuan: Menganalisis hubungan asupan makan dan intensitas latihan dengan fungsi ginjal dan komposisi tubuh pada komunitas gym.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di beberapa pusat kebugaran di Kota Semarang dan melibatkan 54 pria anggota komunitas gym berusia 19-53 tahun. Data komposisi tubuh diperoleh menggunakan BIA. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data intensitas latihan (durasi, frekuensi dan lama Latihan) sedangkan asupan makan menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Pemeriksaan kadar ureum menggunakan metode kalorimetri sedangkan kadar kreatinin menggunakan metode jaffe reaction. Analisis data menggunakan uji Rank-Spearman dan uji regresi linear berganda.Hasil: Mayoritas subjek memiliki frekuensi latihan sebanyak 5-7 kali dalam seminggu dengan rerata durasi 105,5±35,8 menit per kunjungan. Sebesar 85,2% subjek memiliki kadar ureum yang tinggi. Terdapat korelasi negatif antara asupan energi, protein, lemak dan durasi latihan dengan persen lemak tubuh. Semakin tinggi lama latihan dan semakin rendah asupan karbohirat maka massa otot dan tulang akan semakin meningkat. Peningkatan asupan protein dan lemak serta frekuensi latihan per pekan dapat meningkatkan kadar ureum dalam tubuh. Hasil uji multivariat menyatakan bahwa frekuensi latihan berpengaruh terhadap kadar ureum (21,5%) sedangkan durasi latihan memiliki pengaruh sebesar 9,7% terhadap persen lemak tubuh.Kesimpulan: Semakin lama frekuensi latihan per pekan maka semakin tinggi kadar ureum dalam darah dan semakin lama durasi latihan tiap kunjungan maka semakin rendah persen lemak tubuh.
HUBUNGAN ANTARA PARAMETER ANTROPOMETRI DAN PROFIL LIPID PADA WANITA SEHAT DI SEMARANG Rachma Purwanti; Ahmad Syauqy
GIZI INDONESIA Vol 45, No 2 (2022): September 2022
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v45i2.666

Abstract

Obesity is associated with dyslipidemia and cardiovascular disease (CVD). The objective of the study was to determine the association between anthropometric parameters with lipid profiles among healthy women in Semarang. This study used a cross-sectional design with consecutive sampling. Anthropometric parameters in this research were body mass index (BMI), visceral fat, waist circumference (WC), hip circumference (HC), and waist-to-hip ratio (WHR). While, lipid profiles were total cholesterol, high-density lipoprotein (HDL), triglyceride (TG), low-density lipoprotein (LDL), and triglyceride and high-density lipoprotein ratio (TG/HDL). The association of anthropometric parameters with the lipid profiles was analyzed by Spearman correlation. Among subjects with nutritional status normal, BMI has significantly correlated with TG, HDL, and TG/HDL ratio. Moreover, WHR was significantly correlated with HDL and TG. While, among subjects overweight and obese, BMI, visceral fat, and WC were significantly correlated with TG, HDL, and TG/HDL ratio. Anthropometric parameters such as BMI, visceral fat, WC, and WHR were associated with lipid profiles among healthy women in Semarang. BMI and WHR can be used in individuals with normal nutritional status to predict lipid profiles. While, BMI, visceral fat, and WC can be used in overweight and obese individuals to predict lipid profiles
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Rachma Purwanti; Mentari Suci Ramadini Sujono
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.3

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif dianjurkan dilakukan selama 6 bulan pertama kelahiran. Selama masa pandemi Covid-19 prevalensi pemberian ASI eksklusif dilaporkan mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif selama masa pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional di Desa Kedungsari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri pada bulan Januari Tahun 2022. Subjek penelitian ini sebanyak 104 anak usia 6 -24 bulan dan responden penelitian yaitu ibu dari subjek penelitian. Variabel yang diteliti yaitu praktik pemberian ASI eksklusif, karakteristik ibu, karakteristik ayah, riwayat persalinan, Berat Badan Lahir (BBL), Panjang Badan Lahir (PBL), praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD), praktik pemberian makan prelakteal, kebiasaan minum dengan dot, kebiasaan minum susu formula, kebiasaan minum selain ASI dan susu formula, serta riwayat infeksi Covid-19 pada keluarga. Data dianalisis dengan teknik univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif adalah praktik IMD dan pemberian makan prelakteal (p = 0,015; OR = 6,232 dan p < 0,001; OR = 0,034). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian makanan prelakteal berhubungan dengan praktik ASI eksklusif.
Comparative Study of Residence Demography With The Duration of Exclusive Breastfeeding in Infants Galuh Chandra Irawan; Rachma Purwanti
Insights in Public Health Journal Vol 3 No 2 (2022): Insights in Public Health Journal
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2022.3.2.6939

Abstract

The duration of breastfeeding is influenced by sociodemographic, biomedical, and psychosocial factors. This study aims to analyze the comparison of the duration of breastfeeding for 6-month infants between rural and urban areas in Indonesia using data from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2017. This study analyzes secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) with a sample of namely infants aged 6 months as many as 15316 subjects. The independent variable in this study is the sociodemographic characteristics of the place of residence (rural/urban). The dependent variable in this study is the duration of breastfeeding. Data processing and analysis was carried out using the Chi Square Test. Chi square test showed the value of p = 0.00 (p <0.05). This shows that there is a significant difference between the duration of exclusive breastfeeding in urban and rural areas. There are differences in the demographic factors of rural (rural) and urban (urban) residence with the duration of exclusive breastfeeding for 6 months for infants.
Strategi Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Responsive Feeding untuk Pencegahan Stunting pada Balita Rachma Purwanti; Ani Margawati; Hartanti Sandi Wijayanti; Ayu Rahadiyanti; Dewi Marfu'ah Kurniawati; Deny Yudi Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v7i2.5874

Abstract

Salah satu faktor risiko utama dari stunting yaitu asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai. Pemenuhan kebutuhan gizi balita dapat dioptimalkan salah satunya dengan pemberian makan yang responsif. Saat ini pengetahuan, sikap dan praktik Responsive Feeding di Indonesia masih sangat rendah (≤30%), demikian pula di Kota Semarang. Upaya peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik Responsive Feeding pada balita perlu dilakukan melalui strategi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terpadu meliputi edukasi dan Small Group Discussion (SGD). Program dilaksanakan selama 8 bulan (April-November 2022) di wilayah Puskesmas Lamper Tengah, Kota Semarang. Media yang digunakan yaitu modul edukasi, power point presentation, dan kartu edukasi. Kartu edukasi Responsive Feeding terdiri dari 5 kartu yang menggambarkan praktik pemberian makan Responsive Feeding. Sasaran program adalah ibu balita. Edukasi berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab antar peserta dan pelaksana pengabdian masyarakat. Hasil dari program menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan, sikap, dan praktik responsive feeding setelah program dilaksanakan. Rerata skor pengetahuan sebelum intervensi sebesar 18,72 meningkat menjadi 20,15. Rerata skor sikap sebelum intervensi sebesar 91,2 meningkat menjadi 94,2. Rerata skor praktik sebelum intervensi sebesar 10,22 meningkat menjadi 10,5. Sebelum dilaksanakannya program, praktik Responsive Feeding dilaksanakan secara lengkap (meliputi 5 indikator) oleh 22% ibu balita. Setelah program dilaksanakan, praktik Responsive Feeding secara lengkap dilaksanakan oleh 27% ibu balita.
PROFIL KANDUNGAN MAKRONUTRIEN DAN GULA TAMBAHAN PADA PRODUK SUSU CAIR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP KECUKUPAN HARIAN BATITA Yunita Sekar Asri; Gemala Anjani; Diana Nur Afifah; Rachma Purwanti
Journal of Nutrition College Vol 12, No 3 (2023): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i3.33746

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pelabelan gizi pada produk susu cair di pasaran tidak menggunakan acuan kebutuhan yang sesuai dengan anjuran kecukupan harian batita, sehingga informasi kecukupan kandungan pada produk menjadi kurang tepat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kandungan makronutrien dan gula tambahan pada produk susu cair dan kontribusinya sesuai anjuran kecukupan harian batita.Metode: Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional secara cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan memenuhi kriteria inklusi. Total sebanyak 30 sampel meliputi varian plain(n=10) dan berperisa(n=20) didapatkan melalui pembelian produk dari tiga pasar retail di wilayah Tangerang Selatan. Data kandungan makronutrien dan gula tambahan didapatkan melalui label informasi nilai gizi pada kemasan produk. Kandungan makronutrien dan gula tambahan pada sampel dibandingkan dengan kecukupan harian untuk batita.Hasil: Tiap 100ml produk susu cair plain dibandingkan susu cair berperisa memiliki rerata kandungan lemak (4,90±1,84g vs 2,8±0,89g) dan protein (3,02±0,76 vs 2,11±0,48 g). Sedangkan kandungan energi total (59,58±4,44 vs 69,06±10,51 kkal), karbohidrat total (5,04±1,01 vs 10,42±1,77 g), gula tambahan (0,15±0,47 vs 6,11±2,18 g) lebih tinggi pada susu cair berperisa.Simpulan: Secara keseluruhan kontribusi kandungan makronutrien pada produk susu cair tergolong rendah terhadap kecukupan harian batita, namun pada susu cair plain memiliki kecukupan tinggi pada kandungan protein sedangkan susu cair berperisa pada kandungan gula tambahan.   
ZAT GIZI MAKRO, PERSEN LEMAK TUBUH DAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA ATLET PUTRI Marfu'ah Kurniawati, Dewi; Febriyanti, Monica Sofchah; Fitranti, Deny Yudi; Susilo, Mursid Tri; Dieny, Fillah Fithra; Purwanti, Rachma
Journal of Sport Science and Fitness Vol 9 No 2 (2023): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v9i2.72291

Abstract

Gangguan menstruasi banyak terjadi pada atlet daripada populasi umum. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh zat gizi makro dan persen lemak tubuh. Siklus menstruasi yang tidak teratur dapat mengganggu performa atlet. Penelitian dilakukan tahun 2022 di GOR Tri Lomba Juang Semarang dan GOR Gemilang Magelang dengan desain cross-sectional. Sebanyak 60 atlet remaja putri usia 15-19 tahun dari beberapa cabang olahraga menjadi subjek penelitian. Pengambilan data kecukupan gizi menggunakan form Semi-Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ). Persen lemak tubuh diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Sejumlah 5% atlet memiliki persen lemak tubuh rendah dan 16,7% tinggi. Selain itu 1,7% atlet mengalami polimenorea dan 23,3% mengalami oligomenorea. Kecukupan karbohidrat berhubungan dengan siklus menstruasi pada atlet putri (p = 0,001). Namun, tidak terdapat hubungan antara kecukupan protein (p = 0,261), lemak (p = 0,821) dan persen lemak tubuh (p = 0,836) dengan siklus menstruasi atlet putri. Kecukupan karbohidrat berpengaruh pada siklus menstruasi atlet putri
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul A Fahmy Arif Tsani Adani Ladiba Addina Zulfaa Adinda Djasmin Adinda Mevya Adinda Safitri Adzro&#039;ul Akifah Agavita Cendy Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Ajeng, Novitasari Dwi Alfia Nur W Anggraeni, Erika Tri Ani Margawati Anindiba, Inas Fatin Arisanti, Yohanete Novita Aryu Candra Astika Widy Utomo, Astika Widy Atika Putri Widia Anggraeni Aulia, Nurhanna Putri Avisha, Rosita Nur Ayu Rahadiyanti Azzahra K. Bagoes Widjanarko Binar Panunggal Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Desi Nurfita Destikasari, Widya Devana Doanaresta Dewi Kurnia Sandi Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dieny, Fillah Fitra Eka Cahyaningsih Enny Probosari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fajrani, Alifia Mukti Fala, Etika Nurul Faradina, Amelia Fauzia Purnamasari Febriyanti, Monica Sofchah Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Galuh Chandra Irawan, Galuh Chandra Gemala Anjani Ginting, Ignasia Agatha Br Gita A, Putri Hartanti Sandi Wijayanti Hayatun Azni Helena Rahmarani Ice Diananingrum Ida Kristiana Iriyanti Harun Jauziyah, Shofi Khoirunnisa, Novia Tri Khusana Aniq Kristiana, Ida Kusumawati, Inmas Larasati, Erika Nurul Luluk Hidayatul Maghfiroh Luthfiatul Khusna M. Rifky Al Haedar Maharani, Mutiara Irma Mar Atus Sholihah Marfu'ah Kurniawati, Dewi MARTHA ARDIARIA Masha, Tania Mentari Suci Ramadini Sujono Mursid Tri Susilo Nafsih, Vifin Zakiahtin Ninik Rustanti Nisa, Lainatin Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Noviasti Rahma Utami Nur Ahmad Habibi Nur Hidayah Nur W, Alfia Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nurzanah Febrianah Nyoman Suci Widiastiti Permata Laila K. Putri Gita A R, Rahmawati Rachmania Anggita Savitri Rahadiyani, Ayu Rahma, Devi Elvina Rahmawati R Raisa Namira Rani Ridowahyu Saphira Rizqiawan, Angga Sandi, Dewi Kurnia Septamarini, Risna Galuh Setiyowati Rahardjo Sidhin, Syaharani Siringoringo, Ester Theresia Syafira Noor Pratiwi Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Tantri, Ignas Fawwaz Taradipa, Priska Tamara Tsani, A. Fahmy Arif Tsani, Fahmy Arif Werry Lisfani Widiastuti, Nurmasari Widiastuti, Yuliati Widya Destikasari Yanti Ernalia Yulia Rizki Maulina Yunita Sekar Asri Zulfa, Fairuz