Marina Dwi Mayangsari
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Univ.Lambung Mangkurat

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Persepsi terhadap Selera Humor Guru Matematika dengan Minat Belajar Matematika pada Peserta Didik di SMP Negeri 2 Martapura Muliana, Muliana; Mayangsari, Marina Dwi; Tanau, Meydisa Utami
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1439

Abstract

Kecenderungan yang tinggi atau ketertarikan seseorang dalam belajar matematika dapat dipengaruhi oleh interaksi guru dengan peserta didik melalui selera humor guru dimana membuka komunikasi yang dapat membuat peserta didik tidak merasa ketakutan atau intimidasi sehingga dapat membangun komunikasi yang positif dan dengan persepsi yang positif dapat membuat minat belajar terhadap matematika menjadi lebih baik dan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap selera humor guru dengan minat belajar matematika peserta didik di SMP Negeri 2 Martapura. Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Peneliti meggunakan subjek sejumlah 164 peserta didik. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment Karl Pearson.  Hasil penelitian menujukkan adanya hubungan positif (searah) dan signifikan antara persepsi terhadap selera humor guru dengan minat belajar matematika. Hal ini diperoleh dari hasil nilai korelasi r = 0,989 dengan nilai signifikansi atau p = 0,000 (p < 0,05). Dimana nilai r positif menunjukkan korelasi yang searah yang berarti semakin tinggi persepsi terhadap selera humor guru maka akan semakin tinggi minat belajar matematika, sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap selera humor guru maka akan semakin rendah minat belajar matematika peserta didik
EFEK INTERPERSONAL DARI EKSPRESI EMOSI MARAH TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN GAMBUT Lestari, Niken; Erlyani, Neka; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1686

Abstract

Emosi individu sangat mempengaruhi keputusan sosial seseorang. Namun, sejauh ini, banyak penelitian yang hanya menekankan efek intrapersonal dari emosi, yaitu, bagaimana keadaan afektif seseorang memengaruhi kemungkinannya untuk bertindak. Ini mengejutkan, karena emosi bukan hanya pengalaman pribadi. Emosi diekspresikan dalam interaksi sosial, dan umumnya dirasakan oleh orang lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang efek interpersonal dari ekspresi emosi marah terhadap perilaku prososial pada siswa sekolah menengah atas di Kecamatan Gambut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik randomisasi dengan kriteria siswa yang berada di tahap remaja madya, yaitu berusia 16-18 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang telah  dikumpulkan  dianalisis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ha diterima yang berarti, siswa yang dimintai pertolongan yang disertai dengan ekspresi emosi marah berbeda secara signifikan dalam menampilkan perilaku prososial dengan siswa yang dimintai pertolongan yang disertai dengan ekspresi tanpa emosi. Selain itu nilai rata-rata perilaku prososial siswa yang dimintai pertolongan dengan menggunakan ekspresi emosi marah lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata prososial siswa yang dimintai pertolongan dengan menggunakan ekspresi tanpa emosi.
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DALAM MEMASUKI DUNIA KERJA DI STKIP PGRI BANJARMASIN Safitri, Risya Die; Mayangsari, Marina Dwi; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1673

Abstract

Masalah yang terjadi dan berhubungan dengan dunia pendidikan saat ini salah satunya menyangkut kesiapan kerja mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang lebih dikenal dengan istilah kesiapan kerja, komponen yang berpengaruh dalam kesiapan kerja adalah komunikasi interpersonal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kesiapan kerja mahasiswa praktik pengalaman lapangan (PPL) dalam memasuki dunia kerja di STKIP PGRI Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan proportionate stratified random sampling berjumlah 106 orang mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin angkatan 2015. Metode analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Instrumen yang digunakan adalah skala komunikasi interpersonal dan skala kesiapan kerja. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukan adanya pengaruh positif antara komunikasi interpersonal dengan kesiapan kerja pada mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin. Adapun sumbangan efektif komunikasi interpersonal terhadap kesiapan kerja mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin sebesar 52,1% sedangkan 47,9% sisanya merupakan sumbangan dari komponen lain selain komunikasi interpersonal yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN KESADARAN DIRI DENGAN FLOW AKADEMIK PADA SISWA DI DAERAH LAHAN GAMBUT Astuti, Jayanti Puji; Mayangsari, Marina Dwi; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1659

Abstract

Sekolah yang berada di lahan gambut akan mengalami dampak lingkungan seperti banjir maupun kabut asap yang kemungkinan akan berdampak pada menuruunnya konsentrasi dan antusiasme siswa dalam mengikuti proses belajar. Seorang siswa diharapkan memiliki kesadaran diri agar dapat mengalami perasaan flow ketika belajar dikelas walaupun dalam keadaan lingkungan yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesadaran diri dengan flow akademik pada siswa di daerah lahan gambut. Respon dalam penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Gambut sebanyak 232 siswa dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert dengan empat pilihan respon yang terdiri dari skala kesadaran diri dan skala flow akademik. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara kesadaran diri dengan flow akademik pada siswa di lahan gambut memiliki korelasi 0,588 (p < 0,05). Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan kategori sedang dan positif antara kedua variabel, artinya semakin tinggi kesadaran diri maka semakin tinggi flow akademik, sebaliknya semakin rendah flow akademik maka semakin rendah pula kesadaran diri. Sumbangan efektif untuk kesadaran diri terhadap flow akademik sebesar 34,6% sedangkan 65,4% sisanya  adalah sumbangan dari variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH KELEKATAN DENGAN ORANGTUA TERHADAP KECERDASAN ADVERSITAS PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN Saturrosidah, Anis; Mayangsari, Marina Dwi; Hidayatullah, Muhammad Syarif
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelekatan dengan orangtua terhadap  kecerdasan adversitas  pada remaja korban perceraian. Jenis sampling pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Metode pengumpulan data menggunakan skala kelekatan orangtua dan skala kecerdasan adversitas. Hasil penelitian ini terdapat pengaruh positif yang signifikan kelekatan orangtua terhadap kecerdasan adversitas pada remaja korban perceraian, semakin tinggi kelekatan dengan orangtua maka semakin tinggi kecerdasan adversitas yang dimilikinya. Sumbangan pengaruh yang berarti diberikan oleh variabel kelekatan orangtua adalah 9,9% yang mengindikasikan bahwa kelekatan orangtua memiliki pengaruh dalam mempengaruhi kecerdasan adversitas. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh kelekatan orangtua terhadap kecerdasan adversitas pada remaja korban perceraian.
How Demographics, Adversity Quotient, and School Engagement Impact Academic Resilience in Bilingual and Islamic Boarding Schools Mayangsari, Marina Dwi; Rachmah, Dwi Nur; Febriani, Wury Utami; Rahman, Nur Khofifah; Luthfi, Muhamad; Hanifa, Indah Mutia
International Journal of Islamic Educational Psychology Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijiep.v6i1.26374

Abstract

Academic resilience is paramount for students to persevere even in challenging, risky, and unfavorable circumstances. This study investigated the influence of demographic factors, such as age and gender, as well as psychological factors, specifically adversity quotient and school engagement, on students' academic resilience. The participants in this study consisted of 262 high school students from two Boarding Schools in South Kalimantan. Participants were asked to complete the scales for the variables and respond according to their current circumstances. This quantitative study collected data via Zoom Meetings and analyzed it using hierarchical regression. Findings from the analysis indicated that demographic factors did not play a significant role in academic resilience R2 = 0.032, F(2.259) = 4.305, p = 0.014, while psychological factors showed significant results (R2 = 0.390, F(2.257) = 75.267, p = 0.000. Although demographic factors such as age and gender had no significant effect on academic resilience, psychological factors such as adversity quotient (β = 0.547, t = 9.694, p < 0.05) and school engagement (β = 0.116, t = 2.035, p < 0.05) had a strong influence. These findings emphasized the importance of the adversity quotient in shaping how students view academic challenges as opportunities for growth and school engagement as a key driver in enhancing academic resilience. The main contribution of this research lies in educational psychology, particularly in efforts to improve educational quality by providing moral and psychological support services that strengthen students’ resilience and academic performance.
The Effectiveness of HERO Training to Improve the Engagement of Disaster Volunteers Erlyani, Neka; Zwagery, Rika Vira; Mayangsari, Marina Dwi
Interdisciplinary Social Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Reguler Issue
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.174 KB) | DOI: 10.55324/iss.v1i2.22

Abstract

The future development of CCeU ULM needs to consider the nature of volunteers who do not want to continue to be in the organization. Therefore, retaining volunteers to continue to be actively involved and contribute to the organization is a challenge in itself. This study aims to empirically test the "HERO" training (Hope, Efficacy, Resiliency, Optimism) to increase the engagement of disaster volunteers. The instrument used to measure psychological capital is adapted from Cetin and Basim (2012), namely Psychological Capital Scale (R= 0.941). The scale used to measure the Work Engagement of Crisis Center Unit ULM volunteers was (R= 0.935). The respondents of this study were 53 members of the ULM Crisis Center Unit, divided into men and women, with criteria for 18-25 years. This research is a quasi-experimental study with a non-randomized one-group pre-test post-test design. Statistical analysis showed 0.699 >, 0.699 < 0.05, so it can conclude that there is no significant effect of HERO training on the work engagement of CCU FK ULM members. It means that other antecedents can lead to one's work engagement.
Strong Alone, Stronger Together: The Role of Collectivism, Individualism, Egoism, and Self-Efficacy in the Prosocial Behavior of Flood Volunteers: [Strong Alone, Stronger Together: Peran Kolektivisme, Individualisme, Egoisme, dan Efikasi Diri Pada Perilaku Prososial Relawan Banjir] Shadiqi, Muhammad Abdan; Handayani, Sri Lestari; Azizah, Aulia Nur; Aziza, Laras Aliffya; Mayangsari, Marina Dwi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v37i2.5030

Abstract

In natural disaster conditions, such as floods, there are always disaster volunteers involved in assisting the people affected. Although this is the case, empirical information related to the prosocial behavior of disaster volunteers (such as during floods) is still limited. Several studies concerning prosocial behavior in Indonesia were more focused on this prosocial behavior using general samples, and those of social volunteers (not in the context of natural disasters). This study was aimed at testing the role of cultural values (collectivism and individualism), self-efficacy, and egoism (egoistic motives), regarding the prosocial behavior of flood volunteers. The authors conducted an online cross-sectional survey, of 150 volunteers involved at the time of the large-scale flood disaster in South Kalimantan, in 2021. In the study, the authors utilized measuring instruments which had already passed through a cross-cultural adaption process, and which have been proven to have satisfactory reliability and validity. The participants were chosen through purposive sampling technique, with the criteria being them having been flood volunteers in South Kalimantan and being 18 years or more of age. The results of bivariate correlation testing indicated that only the values of collectivism and self-efficacy were significantly correlated to prosocial behavior. Multiple regression testing found identical results, that partially, the values of collectivism and self-efficacy significantly predicted prosocial behavior, whilst the other variables (the values of individualism and egoistic motives) were not significant. The results of these findings illustrated that the high level of prosocial behavior by flood volunteers was explained by the presence of the value of the culture of collectivism found in Indonesian culture. Besides this, self-efficacy as flood volunteers was an influential factor in volunteer activities. The values of collectivism and self-efficacy simultaneously and significantly predicted prosocial behavior, with an effect size of R2 = .225. The results of this study have implications for the understanding of, and increasing of the level of, prosocial behavior amongst the public, via the values of a culture of collectivism and of self-efficacy. Pada kondisi bencana alam, seperti banjir, selalu ada relawan bencana yang terlibat menolong masyarakat yang terdampak. Walaupun demikian, penjelasan empiris sehubungan perilaku prososial relawan bencana (seperti saat banjir) masih terbatas. Beberapa studi mengenai perilaku prososial di Indonesia lebih fokus menjelaskan perilaku prososial tersebut pada sampel umum dan relawan sosial (bukan dalam konteks bencana alam). Studi ini bertujuan untuk menguji peran nilai budaya (kolektivisme dan individualisme), efikasi diri, dan egoisme (motif egoistik) terhadap perilaku prososial pada relawan banjir. Penulis melakukan survei cross-sectional secara daring terhadap 150 relawan yang terlibat membantu saat bencana banjir besar di Kalimantan Selatan pada tahun 2021. Dalam studi ini, penulis menggunakan instrumen alat ukur yang telah melewati proses adaptasi lintas budaya dan terbukti memiliki reliabilitas serta validitas yang memuaskan. Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pernah menjadi relawan banjir di Kalimantan Selatan dan berusia 18 tahun ke atas. Hasil uji korelasi bivariate menunjukkan bahwa hanya nilai kolektivisme dan efikasi diri yang signifikan berkorelasi dengan perilaku prososial. Uji regresi berganda menemukan hasil yang serupa, secara parsial, nilai kolektivisme dan efikasi diri signifikan memprediksi perilaku prososial, sementara variabel lain (nilai individualisme dan motif egoistik) tidak signifikan. Hasil temuan ini menggambarkan bahwa perilaku prososial para relawan banjir yang tinggi dijelaskan oleh adanya nilai budaya kolektivisme yang melekat pada budaya Indonesia. Selain itu, efikasi diri sebagai relawan banjir menjadi faktor yang berpengaruh pada aktivitas kerelawanan. Nilai kolektivisme dan efikasi diri secara simultan signifikan memprediksi perilaku prososial dengan effect size R2 = 0,225. Hasil studi ini memiliki implikasi untuk memahami dan meningkatkan perilaku prososial di masyarakat melalui nilai budaya kolektivisme dan efikasi diri.