Articles
Perbedaan Flow Akademik antara Kategorisasi Intelegensi dengan Lingkungan Sekolah pada Daerah Lahan Gambut dan Daerah Perkotaan
Setiarini, Cindy;
Mayangsari, Marina Dwi;
Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v3i1.1451
Flow akademik siswa dapat dipengaruhi berbagai macam hal seperti tingkat intelegensi dan lingkungan tempat belajar siswa. Lingkungan sekolah yang berbeda seperti lahan gambut dan perkotaan bisa saja menyebabkan perbedaan intelegensi terhadap flow akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat interaksi antara lahan gambut dan lingkungan sekolah kota dengan kecerdasan dalam aliran akademik, melihat perbedaan dalam aliran akademik berdasarkan lingkungan sekolah dan melihat perbedaan dalam aliran akademik berdasarkan kecerdasan. Subjek penelitian ini adalah 120 siswa dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert dengan empat opsi respons yang terdiri dari skala aliran akademik dan tes kecerdasan SPM. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA dua arah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa skor interaksi antara kecerdasan dan aliran akademik memiliki nilai signifikansi 0,107 lebih tinggi dari nilai signifikansi (α = 0,05). Nilai interaksi ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dan interaksi yang signifikan antara kedua variabel dengan aliran akademik sedangkan tingkat signifikansi aliran akademik di semua sekolah 0,045 lebih rendah dari nilai signifikansi (α =0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan akademik aliran berdasarkan sekolah di bidang yang berbeda, dan nilai signifikansi kecerdasan adalah 0,009 lebih rendah dari nilai signifikansi (α = 0,05) yang menunjukkan perbedaan aliran akademik berdasarkan kecerdasan siswa.
Pengaruh Shyness terhadap Impulsive Buying pada Mahasiswi di Kota Banjarmasin
Yasmina, Aufa;
Fauzia, Rahmi;
Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v6i2.7523
Impulsive buying adalah hal yang umum terjadi terutama di kalangan wanita muda. Diantara faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya impulsive buying ialah sifat konsumen, salah satunya sifat pemalu (shyness). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh shyness terhadap impulsive buying pada mahasiswi Kota Banjarmasin. Partisipan penelitian ini ialah 128 mahasiswi Kota Banjarmasin yang dipilih melalui incidental sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur shyness dan impulsive buying yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana ini menunjukkan bahwa shyness memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap impulsive buying. Dalam penelitian ini, shyness mempengaruhi impulsive buying sebesar 6,5%, sedangkan 93,5% sisanya berasal dari faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menenujukkan bahwa semakin tinggi tingkat shyness seseorang, maka semakin tinggi pula tingkat impulsive buying mereka.
HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN KOMITMEN TUGAS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
Amini, Manna;
Mayangsari, Marina Dwi;
Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v2i2.1681
Penelitian ini bertujuan untukomengetahui apakah terdapat hubungan antara kemandirian belajar dengan komitmen terhadap tugas pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Lambung Mangkurat. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh atau sampling total dengan jumlah subjek 40 orang. Alat ukur menggunakan dua skala yaitu skala kemandirian belajar dengan jumlah 60 aitem (αi= 0,901) dan skala komitmen terhadap tugasedengan jumlah 44 aitem (α = 0,885). Skala ini menggunakaniskala model likertidan analisis data padalpenelitian iniydilakukan dengan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubunganjantara kemandirian belajar dengan komitmen terhadap tugas Koefisien determinasi yang diperoleh (r2) adalah sebesary0,2116. Berdasarkan hasil penelitian tersebut sumbangan efektif kemandirian belajar terhadap komitmen terhadap tugas adalah sebesar 21,16%, sedangkan 78,84% sisanyaladalah sumbangan darilvariabel-variabel lain yang0tidak3diteliti pada penelitian ini.
HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI DENGAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA PASANGAN YANG MENIKAH BERBEDA SUKU BANGSA
Rizki, Tria;
Erlyani, Neka;
Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v1i2.1549
Pernikahan merupakan penyatuan dua pribadi yang unik, dengan membawa pribadi masing-masing dengan latar belakang budaya serta pengalamannya yang berbeda. Pernikahan dengan latar belakang budaya yang berbeda membuat pasangan tersebut melakukan sebuah proses komunikasi antarbudaya. Salah satu faktorlpenting dalam komunikasi antarbudaya seseorang adalah keterbukaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 56 orang pasangan menikah dengan karakteristik latar belakang suku yang berbeda dan berumur di bawah 55 tahun di Banjarmasin yang ditentukan dengan menggunakan teknikipurposivelsampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala keterbukaan diri dan komunikasi antarbudaya. Metode analisisidata menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil uji korelasi didapatkan nilai r = 0,451 dengan taraffsignifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan positiffantara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa. Hubungan antara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya adalah sebesar 20,3%, sedangkan 79,7% sisanya adalah dari faktor-faktorjlainnya yangitidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil analisa tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa dapat diterima.
Hubungan Self-Compassion dengan Academic Optimism pada Santriwati Tahun Pertama An-Najah
Amalia, Najla;
Mayangsari, Marina Dwi;
Rusli, Rusdi
Jurnal Kognisia Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v6i2.7578
Santri yang mengikuti proses pembelajaran di pesantren berkewajiban untuk menetap dilingkungan pesantren sebagai program yang ditetapkan oleh pesantren, maka santri yang baru menjalani tahun pertama pendidikannya rentan mengalami berbagai masalah seperti penyesuaian diri dan tekanan akademik. Permasalahan yang dirasakan oleh santri dapat diatasi jika santri memiliki academic optimism dalam dirinya. Academic optimism akan terbentuk dengan lebih baik di dalam diri santrijika santri memiliki self-compassion. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan academic optimism pada santriwati tahun pertama An-Najah. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini merupakan santriwati tahun pertama An-Najah yangberjumlah 150 santriwati. Skala yang digunakandalam penelitian terdiri dari skala self-compassion dan skala academic optimism. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil analisis datapenelitian menunjukkan hipotesis alternatif (Ha)diterima dan hipotesis nul (H0) ditolak yang berarti terdapat hubungan antara self-compassion dan academic optimism. Adapun, hasil uji korelasi menunjukkan nilai positif yang berarti semakin tinggi self-compassion makasemakin tinggi pula tingkat academic optimism santriwati. Kata kunci: Self-compassion, academic optimism,santriwati
EFEKTIVITAS SENAM ZUMBA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES AKADEMIK PADA REMAJA DI SMP DARUL HIJRAH PUTRI
Khairul, Riana;
Mayangsari, Marina Dwi;
Rusli, Rusdi
Jurnal Kognisia Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v2i1.1627
Padatnya kegiatan di Pondok Pesantren bisa menjadi sumber tekanan atau stressor pada siswinya. Stres yang terjadi dilingkungan sekolah atau pendidikan disebut dengan stres akademik. Salah satu cara untuk mengatasi stres adalah dengan melakukan aktivitas fisik yaitu senam zumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam zumba terhadap penurunan tingkat stres akademik pada siswi SMP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner stres akademik. Subjek penelitian merupakan siswi SMP di SMP Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri berjumlah 30 orang. Hasil analisis dari nilai uji t berpasangan menunjukkan adanya penurunan tingkat stres akademik sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan senam zumba pada penelitian ini. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa perlakuan senam zumba efektifUuntuk menurunkan tingkat stres akademik pada siswi di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri.
PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DAN PESERTA DIDIK SEKOLAH UMUM DI MARTAPURA
Amalia, Dhea;
Rachmah, Dwi Nur;
Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v1i2.1545
Motivasi berprestasi adalah suatu penentu yang dapat mempengaruhi perilaku individu, yang mendorong individu dapat mencapai keunggulan. Individu yang berorientasi pada pencapaian biasanya mereka menetapkan tujuan yang realistis dan seringkali memiliki perencanaan yang baik. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui perbedaan motivasi berpretasi pada santri pondok pesantren dan peserta didik sekolah umum di Martapura. Subjek penelitian ini berjumlah 274 yang terdiri dari 137 santri pondok pesantren dan 137 peserta didik sekolah umum. Metode pengambilan sampel berupa teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala model likert dengan rentang skala 1-4 yang terdiri dari skala motivasi berprestasi. Hasil pengujian data penelitianuji t menunjukan t hitung > t tabel (5,171 >1,968) dan signifikansi 0,000 < 0,05 maka hipotesis diterima dapat diartikan bahwa ada perbedaan Motivasi Berprestasi pada Santri Pondok Pesantren dan Peserta Didik Sekolah Umum Di Martapura. Nilai rata-rata (Mean) motivasi berprestasi santri pondok pesantren lebih tinggi daripada Motivasi Berprestasi Peserta Didik Sekolah Umum.
Peranan Dukungan Sosial Orangtua terhadap Kepercayaan Diri pada Remaja yang Tinggal Bersama Orangtua Tunggal
Agustin, Rini;
Mayangsari, Marina Dwi;
Achmad, Rendy Alfiannoor
Jurnal Kognisia Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v6i2.7580
Kepercayaan diri pada remaja yang tinggal bersama orangtua tunggal sedang dibangun, sehingga kondisinya masih tergolong cukup. Padahal, kepercayaan diri itu diperlukan bagi remaja untuk membentuk identitas diri yang positif. Dan, salah satu faktor yang berpengaruh, adalah dukungan sosial orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dukungan sosial orang tua terhadap kepercayaan diri pada remaja yang tinggal bersama orang tua tunggal. Sampel pada penelitian ini sebanyak 146 remaja yang tinggal bersama orangtua tunggal di indonesia, teknik yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan skala dukungan sosial orangtua dan skala kepercayaan diri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peranan dukungan sosial orangtua terhadap kepercayaan diri, Maka Ha dapat diterima yang berarti menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial orangtua yang diterima maka semakin tinggi pula kepercayaan diri yang diperoleh begitupun dengan sebaliknya.
EFEKTIVITAS PELATIHAN EFIKASI DIRI TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SASIRANGAN
Roosyida, Roosyida;
Rusli, Rusdi;
Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v1i2.1559
Kegiatan wirausaha adalah salah satu cara meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu bentuk wirausaha yang dapat dilakukan masyarakat Kalimantan Selatan adalah berwirausaha Sasirangan. Efikasi diri dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pelatihan efikasi diri terhadap motivasi berwirausaha sasirangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental kuasi dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner motivasi berwirausaha. Subjek penelitian merupakan peserta pelatihan pembuatan sasirangan yang berjumlah 20 orang. Hasil analisis dari nilai uji t berpasangan menunjukan adanya perbedaan sebelum dan sesudah diterapkannya pelatihan efikasi diri pada penelitian ini. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan efikasi diri efektif untuk meningkatkan motivasi berwirausaha sasirangan.
PERBEDAAN ADAPTABILITAS KARIR PADA PESERTA DIDIK DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM DAN SMK NEGERI 1 MARTAPURA
Husna, Hikmatul Aridha;
Mayangsari, Marina Dwi;
Dewi, Rooswita Santia
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/jk.v1i1.1383
Masalah yang sering dihadapi remaja dalam mempersiapkan karir adalah ambiguitas, ketidakpastian, dan stres yang cukup besar jika menhadapi eksplorasi karir dan pengambilan keputusan. Hal ini tidak akan terjadi apabila remaja memiliki adaptabilitas karir yaitu kemampuan dan kesiapan menghadapi situasi tidak terduga, tugas-tugas, dan transisi karir termasuk berpartisipasi dalam tuntutan sekolah untuk mempersiapkan karir. Salah satu faktor yang mempengaruhi adaptabilitas karir adalah institusi pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan adaptabilitas karir pada peserta didik di Pondok Pesantren Darussalam dan SMK Negeri 1 Martapura. Subjek penelitian yaitu 100 orang peserta didik Pondok Pesantren Darussalam dan 100 orang peserta didik SMK Negeri 1 Martapura, dengan karakteristik yaitu peserta didik kelas XI, berusia 15-22 tahun, dan menjadi peserta didik di institusi pendidikan terkait minimal 1 tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan skala adaptabilitas karir. Hasil analisis data menggunakan t-tes sampel independen menunjukkan –t hitung<- t tabel dengan signifikansi 0,000 < 0,050, artinya ada perbedaan adaptabilitas karir yang signifikan pada peserta didik di Pondok Pesantren Darussalam dan SMK Negeri 1 Martapura. Nilai rata-rata adaptabilitas karir peserta didik SMK Negeri 1 Martapura lebih tinggi daripada peserta didik Pondok Pesantren Darussalam dengan perbedaan sebesar 12,79.