Claim Missing Document
Check
Articles

The Management of General Election Commission in the Implementation of the 2024 Simultaneous Elections in Banyumas Regency Rapika Trisma Nurjanah; Indah Ayu Permana Pribadi; Chamid Sutikno; Ariesta Amanda; Zaula Rizqi Atika
JURNAL KUASA Vol 2 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Political Sciences Program Study

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kuasa.v2i2.23

Abstract

This study was motivated by the suboptimal management of the Banyumas Regency General Election Commission (KPU) in the implementation of the 2019 Simultaneous Elections. This study aims to determine how the General Election Commission (KPU) will manage the implementation of the 2024 Simultaneous Elections in Banyumas Regency. This research uses a qualitative method with a case study approach. The data used consists of primary and secondary data obtained through observation, interviews, and documentationThe results of the study show that the Banyumas Regency KPU has implemented effective management in organizing the 2024 Simultaneous Elections. However, several challenges were still encountered during implementation, such as the composition of human resources that was not yet ideal, changes in terms of office in the middle of the stages, not having its own logistics warehouse, weather and geographical constraints, and errors in the SIREKAP system. This study is expected to serve as evaluation material for the Banyumas Regency KPU. In addition, it is hoped that it will contribute to knowledge about management theory from a public administration perspective, thereby enriching understanding of management in public institutions and providing recommendations for improving the quality of election administration in the future.
Implementasi Kebijakan Program Kampung Iklim (Proklim) Di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Tahun 2023 Dhea Rizky Amalia; Indah Ayu Permana Pribadi; Ariesta Amanda; Chamid Sutikno; Zaula Rizqi Atika
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 11 (2026): NJMS - Juni 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas tahun 2023. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim melalui aksi adaptasi dan mitigasi berbasis partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang mencakup enam variabel, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, hubungan antarorganisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, politik, dan ekonomi, serta disposisi implementor. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola ProKlim, Dinas Lingkungan Hidup, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ProKlim di Desa Cikidang telah berjalan dengan baik, ditandai oleh tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, pertanian terpadu, dan penghijauan. Keberhasilan program didukung oleh sinergi antar pemangku kepentingan serta kondisi sosial masyarakat yang partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi ProKlim di Desa Cikidang berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, sehingga berpotensi menjadi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di tingkat desa.
Manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Kedarpan Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga Rahma Dini; Chamid Sutikno; Ariesta Amanda; Indah Ayu Permana Pribadi; Andi Zaelani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10677

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan masyarakat. BUMDes Dharma Tirta di Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, menunjukkan perkembangan yang cukup menonjol melalui keberagaman unit usaha dan kontribusi terhadap keuangan desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen BUMDes Dharma Tirta dalam meningkatkan PADes dengan menggunakan konsep manajemen George R. Terry, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi kepala desa, pengawas, pengelola BUMDes, pengelola unit usaha, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan dilakukan melalui musyawarah desa dengan penyusunan visi, misi, target usaha, dan strategi pengembangan berbasis potensi lokal. Aspek pengorganisasian terlihat dari pembentukan struktur kelembagaan, pembagian tugas yang jelas, koordinasi antarunit usaha, serta kepemimpinan yang terarah. Aspek pelaksanaan diwujudkan melalui pengelolaan sepuluh unit usaha, seperti internet Wi-Fi, PosPay, Laku Pandai, SAMSAT Budiman, BRILink, toko desa, kredit barang, Pamsimas, peternakan, dan sewa tratag. Unit usaha tersebut memberikan kontribusi PADes secara konsisten. Aspek pengawasan dilaksanakan melalui monitoring, evaluasi bulanan, dan pertanggungjawaban dalam forum musyawarah desa. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh banyaknya unit usaha, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, partisipasi masyarakat, transparansi keuangan, dan kemampuan pengurus dalam menjaga keberlanjutan usaha desa secara lebih terarah dan produktif. Dengan demikian, manajemen BUMDes Dharma Tirta telah berjalan optimal, akuntabel, dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan PADes serta pelayanan masyarakat desa.
Manajemen Strategi Dalam Peningkatan Literasi Masyarakat Melalui Program Ayo Belajar Tria Febri Lestari Tria; Indah Ayu Permana Pribadi; Zaula Rizqi Atika; Chamid Sutikno; Ariesta Amanda
Al-Abshar: Journal of Islamic Education Management Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-abshar.v5i1.910

Abstract

The purpose of this study is to determine the strategic management of the Purbalingga Regency Archives and Library Office in improving community literacy through the Ayo Belajar di Perpustakaan (Ajar Pustaka) program. The method used is a qualitative method with a case study approach, while data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation using purposive sampling techniques. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The research focus used Wheelen and Hunger's strategic management theory, namely environmental analysis, strategy formulation, strategy implementation, and evaluation and control. The results of the study show that the literacy improvement strategy through the Ajar Pustaka program has been implemented fairly well. At the environmental analysis stage, the agency has a clear organizational structure, adequate facilities and infrastructure, and extensive collaboration with schools and communities. Strategy formulation is conducted participatively through internal work meetings and is established through a Decree of the Head of the Agency as the basis for forming the program innovation team. Strategy implementation is realized through educational and participatory literacy activities such as storytelling, read-aloud sessions, writing training, discussions, and library services, which have contributed to an increase in visitor numbers and improvements in the Community Literacy Development Index (IPLM). Evaluation and control are carried out through periodic monitoring of performance achievements, although they are not yet supported by a specific Standard Operating Procedure (SOP) for the program.
Implementation of the Anti-Corruption Village Program in Sudagaran Village, Banyumas Subdistrict, Banyumas Regency Atta Evie Nur Ainy; Indah Ayu Permana Pribadi; Chamid Sutikno; Zaula Rizqi Atika; Ariesta Amanda
Anthroposia: Journal of Social and Human Development Vol. 1 No. 3 (2026): : September: Anthroposia: Journal of Social and Human Development
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/j2bgmt54

Abstract

The Anti-Corruption Village Program, initiated by Indonesia’s Corruption Eradication Commission (KPK), seeks to strengthen village governance based on transparency, accountability, participation, and integrity. In 2023, Sudagaran Village, Banyumas Regency, was designated as the first Anti-Corruption Village in the regency and achieved an “Exceptional” rating with a Village Integrity Index of 96.5, making it an important case for examining policy implementation. This study analyzes the implementation of the Anti-Corruption Village Program using George C. Edward III’s policy implementation framework, comprising communication, disposition, bureaucratic structure, and resources. An empirical qualitative design with a descriptive approach was employed. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving eight purposively and snowball-selected informants. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, while credibility was ensured through source and methodological triangulation. The findings reveal that effective communication, strong implementer commitment, a well-defined bureaucratic structure, and adequate organizational resources collectively supported successful policy implementation. These interrelated dimensions institutionalized transparency, accountability, participation, and integrity within routine village governance, enabling Sudagaran Village to sustain its status as a model Anti-Corruption Village.
Implementation of the Adiwiyata School Program at Kembaran Public Elementary School, Kembaran Subdistrict, Banyumas Regency, 2024 Aulia Putri Febriyanti; Ariesta Amanda; Chamid Sutikno; Indah Ayu Permana Pribadi; Andi Zaelani
Journal of Contemporary Pedagogy and Learning Science Vol. 1 No. 2 (2026): : May: Scientia Causa: Journal of Contemporary Pedagogy and Learning Science
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/28sxmk73

Abstract

This study examines the implementation of the Adiwiyata School Program at SD Negeri Kembaran, Kembaran District, Banyumas Regency, by applying George C. Edward III’s policy implementation framework, which consists of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that the Adiwiyata Program at SD Negeri Kembaran has been implemented relatively well and is integrated into both curricular and extracurricular activities. The program has successfully fostered students’ environmental awareness, reflected in daily habits such as maintaining classroom cleanliness, sorting waste, and reusing materials through recycling activities. The effectiveness of implementation is supported by strong communication among stakeholders, adequate supporting facilities, and the commitment of school leadership and teachers. However, several challenges remain, including limited human resources, uneven participation among school members, and suboptimal administrative management. Continuous improvement is therefore required to strengthen participation and ensure the sustainability of environmental education within the school.
Penerapan Teknologi Smart Farming dalam Peningkatan Kelembagaan Sentra Produksi Tempe Pliken Kembaran Banyumas Anri Kurniawan; Chamid Sutikno; Rochman Tri Handoko
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 2 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i2.32135

Abstract

Pliken Village, located in Kembaran District, Banyumas Regency, is recognized as one of the largest tempe production centers in Indonesia. However, most production activities are still conducted using traditional methods, resulting in uncontrolled fermentation processes, inconsistent product quality, limited shelf life, and weak institutional management. This community service program aimed to enhance partner capacity through the implementation of smart farming and smart packaging technologies to strengthen the institutional structure of the Pliken Tempe Production Center. The program employed a participatory approach involving socialization, training, mentoring, and the application of Internet of Things (IoT)-based technology. Smart farming technology was applied to the fermentation chamber to automatically control temperature and humidity, while smart packaging was introduced to improve packaging quality and product identity. Program evaluation was conducted through field observation and pre-test and post-test assessments. The results indicated a significant increase in participants’ knowledge, with average scores rising from 56.3 to 84.7. The smart farming system successfully maintained fermentation temperature at 30–35°C and relative humidity at approximately 70%, resulting in more consistent tempe quality and extending product shelf life to approximately 10–12 days. In addition to technical improvements, the program strengthened institutional capacity through the implementation of simple business record-keeping, improvement of business legality, and enhanced managerial readiness of partners. The integration of smart farming, smart packaging, and institutional strengthening proved effective in improving the competitiveness and sustainability of tempe-based MSMEs and shows strong potential for replication in other tempe production centers with similar characteristics
MANAJEMEN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA (PADES) PADA BUMDES CIPTA KARYA UNGGUL DESA TIPAR KIDUL, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMAS Putri Amartha; Ariesta Amanda; Indah Ayu Permana Pribadi; Chamid Sutikno; Zaula Rizqi Atika
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 6 (2026): 2026 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i6.964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis manajemen BUMDes Cipta Karya Unggul dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis model Miles dan Huberman serta kerangka teori fungsi manajemen POAC George R. Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Planning dilaksanakan secara partisipatif melalui musyawarah desa dan rapat koordinasi internal triwulanan, namun belum terdokumentasi formal dalam RKJM dan masih disampaikan secara lisan; (2) Organizing menunjukkan struktur organisasi telah terbentuk secara formal dan proporsional, tetapi implementasi tupoksi belum sepenuhnya konsisten, ditandai penumpukan tugas pada direktur dan belum optimalnya peran pengawas; (3) Actuating pelaksanaan operasional ketiga unit usaha berjalan efektif dan terstruktur, didukung kepemimpinan direktur yang partisipatif dan komunikatif serta koordinasi yang baik antara pengurus dan karyawan; (4) Controlling dilakukan melalui pemantauan harian, evaluasi bulanan, dan musyawarah desa tahunan sebagai forum pertanggungjawaban publik, meskipun monitoring lapangan langsung dan indikator kinerja tertulis masih perlu dikembangkan. Faktor internal yang mempengaruhi keberhasilan meliputi kompetensi SDM, sistem kontrol usaha yang terstruktur, dan transparansi pengelolaan keuangan. Faktor eksternal mencakup dukungan regulasi dan pembiayaan pemerintah desa, partisipasi aktif masyarakat, serta kemitraan strategis dengan PT Sinar Tambang Artha Lestari dan Ineznet. Rekomendasi penelitian meliputi penyusunan RKJM formal, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan monitoring lapangan, dan penetapan indikator kinerja tertulis guna mendorong pengelolaan BUMDes yang profesional dan berkelanjutan. Kata kunci: Badan Usaha Milik Desa, Fungsi Managemen, Manajemen, Pendapatan Asli Desa (PADes)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KARANGNANAS KECAMATAN SOKARAJA Muhammad Faiz Ananta Zain; Chamid Sutikno; Ariesta Amanda; Indah Ayu Permana Pribadi; Andi Zaelani
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 7 (2026): 2026 Juli
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i7.1085

Abstract

Implementasi kebijakan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan upaya penting dalam menekan tingginya angka kasus DBD di Indonesia. Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas tercatat sebagai desa dengan jumlah kasus DBD tertinggi di Kecamatan Sokaraja pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan penanggulangan DBD di Desa Karangnanas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemerintah desa, petugas puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan DBD di Desa Karangnanas secara umum telah berjalan cukup baik ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi menurut teori George C. Edward III. Komunikasi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta koordinasi antar pelaksana. Sumber daya didukung oleh tenaga kesehatan, kader, fasilitas, dan anggaran, meskipun masih terdapat keterbatasan sarana dan partisipasi masyarakat. Disposisi pelaksana dilaksanakan melalui komitmen dan tanggung jawab dalam pelaksanaan program, sedangkan struktur birokrasi didukung oleh prosedur operasional standar dan pembagian tugas yang jelas. Faktor pendukung implementasi meliputi koordinasi lintas sektor, dukungan pemerintah desa, keterlibatan kader kesehatan, dan media edukasi masyarakat. Faktor penghambat tersebut meliputi rendahnya partisipasi sebagian masyarakat, luasnya wilayah pengawasan, keterbatasan tenaga pelaksana, serta tingginya beban kerja kader kesehatan. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Partisipasi Masyarakat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL DI DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS Ulil Hidayati; Chamid Sutikno; Ariesta Amanda; Indah Ayu Permana Pribadi; Andi Zaelani
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 8 (2026): 2026 Agustus
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i8.1103

Abstract

ABSTRACT Community empowerment is an effort to increase the capacity of the community to manage local potential independently and sustainably. Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency, has local potential in two main sectors: the tourism sector managed by Pokdarwis Wisanggeni and the economic sector through the Pawon Mas Village-Owned Enterprise (BUMDes). This study aims to analyze the process of community empowerment in developing local potential and the factors that influence it. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the stages of awareness, capacity building, and empowerment. The results show that community empowerment occurs through increased awareness, capacity building, and access to local potential management. In the tourism sector, empowerment is more dominant, marked by high community participation in the management of homestays, culinary, MSMEs, and increased economic interaction with tourists, which has an impact on community income and a stable contribution to PADes every year. Meanwhile, in the economic sector through BUMDes Pawon Mas, empowerment is seen in access to capital and strengthening community businesses, but is still hampered by low awareness of loan repayment and business instability. Supporting factors include strong social capital, local potential, government and external support, access to capital, and digital promotion. Inhibiting factors include limited human resources, unequal participation, limited facilities and business capital, and marketing constraints. Overall, the tourism sector remains the most dominant and plays a leading role in community empowerment in Pekunden Village. Keywords: Community Empowerment, Local Potential, Tourism Village, BUMDes, Pokdarwis ABSTRAK Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas memiliki potensi lokal pada dua sektor utama, yaitu sektor wisata yang dikelola Pokdarwis Wisanggeni dan sektor ekonomi melalui BUMDes Pawon Mas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berlangsung melalui peningkatan kesadaran, penguatan kapasitas, dan akses pengelolaan potensi lokal. Pada sektor wisata, pemberdayaan lebih dominan ditandai tingginya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan homestay, kuliner, UMKM, serta meningkatnya interaksi ekonomi dengan wisatawan yang berdampak pada pendapatan masyarakat dan kontribusi PADes yang stabil setiap tahun. Sementara itu, pada sektor ekonomi melalui BUMDes Pawon Mas, pemberdayaan terlihat dari akses permodalan dan penguatan usaha masyarakat, namun masih terkendala rendahnya kesadaran pengembalian pinjaman dan ketidakstabilan usaha. Faktor pendukung meliputi kuatnya modal sosial, potensi lokal, dukungan pemerintah dan pihak eksternal, akses permodalan, serta promosi digital. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan SDM, partisipasi belum merata, keterbatasan sarana dan modal usaha, serta kendala pemasaran. Secara keseluruhan, sektor wisata menjadi sektor paling dominan dan berperan sebagai leading sector dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Pekunden. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Potensi Lokal, Desa Wisata, BUMDes, Pokdarwis