Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) TERHADAP GAMBARAN DARAH, AKTIVITAS, DAN FUNGSI KOGNITIF TIKUS Mirza, Iskandar; Riyadi, Hadi; Khomsan, Ali; Marliyati, Sri Anna; Damayanthi, Evy; Winarto, Adi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun pegagan terhadap gambaran darah dan peningkatan fungsi kognitif pada tikus. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan, dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok dan masing-masing diberi ekstrak etanol daun pegagan setiap hari dengan level 0, 100, 300, dan 600 mg ekstrak/kg bobot badan selama 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pada level 300 mg/kg bobot badan meningkatkan nilai packed cell volume (PCV), sel darah merah (SDM), dan nilai hemoglobin (Hb). Pengamatan aktivitas pada kelompok dengan level 300 dan 600 mg/kg bobot badan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan kelompok kontrol (P0,05). Pemberian ekstrak etanol daun pegagan juga berperan dalam meningkatkan keberhasilan pengenalan lorong target. Hasil di atas mengindikasikan dengan kuat bahwa ekstrak pegagan mempunyai peran penting dalam perbaikan profil hematologi dan meningkatkan fungsi kognitif.
RELEVANSI TAFSIR DAN HADIS TARBAWI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL Amalia, Lia; Mirza, Iskandar
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2701

Abstract

Background: Student character building in the digital era faces massive moral disruption and spiritual identity crisis. Research Objectives: This article aims to analyze the relevance of Tafsir and Hadith Tarbawi as ethical and pedagogical foundations in character building in the digital era. Methods: This study uses a descriptive qualitative approach with a library research method analyzing primary Islamic texts and contemporary educational literature. Results: Findings show that tabayyun and muraqabah values in Tafsir Tarbawi function as information filters, while the methods of example (uswah) and self-purity (iffah) in Hadith Tarbawi provide practical guidelines for digital behavior. Conclusion: Integrating authoritative Islamic sources into digital education is capable of forming digital piety that balances intellectual intelligence with moralABSTRAKLatar Belakang: Pembentukan karakter peserta didik di era digital menghadapi tantangan disrupsi moral dan krisis identitas spiritual yang masif. Tujuan Penelitian: Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Tafsir dan Hadis Tarbawi sebagai fondasi etika dan pedagogis dalam pembentukan karakter di era digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menganalisis teks primer Islam dan literatur pendidikan kontemporer. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa nilai tabayyun dan muraqabah dalam Tafsir Tarbawi berfungsi sebagai filter informasi, sementara metode keteladanan (uswah) dan kesucian diri (iffah) dalam Hadis Tarbawi memberikan pedoman praktis bagi perilaku digital. Kesimpulan: Integrasi sumber otoritatif Islam ke dalam pendidikan digital mampu membentuk kesalehan digital (digital piety) yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan akhlak.
The Pivotal Role of Islamic Religious Education Teachers in Fostering Moral Development among Senior High School Students: Insights from Indonesian Case Studies Rodini, Yogi; Mirza, Iskandar
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i1.49528

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering students' morals in the digital era through a comparative case study at SMA Wanayasa (state) and SMK Ma'arif 4 Kebumen (private Islamic). Using a qualitative approach and case study design, data were collected through participant observation, in-depth interviews with 12 informants (teachers, students, and the principal), and analysis of school policy documents. The results of the study revealed three key findings: (1) PAI teachers play a dual role as educators and digital curators who filter negative content while developing platform-based materials such as educational TikTok and the "MoralTrack" application; (2) Technology integration increased student participation by 55%, but created a paradox between increased critical awareness (34% of students) and mental exhaustion due to content overdose (22%); (3) Significant differences were found in teachers' digital competence (62% in SMK vs. 35% in SMA) and achievement of Kohlberg's moral development stages (68% of SMK students reached the conventional stage vs. 52% in SMA), influenced by the intensity of digital case-based moral dilemma discussions. This study concludes that effective moral development in the digital era requires synergy between teachers' digital literacy, school-parent collaboration through a parental engagement dashboard, and the revitalization of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum based on algorithmic moral vulnerability. These findings revise the theory of role models (uswah hasanah) by incorporating virtual mentorship and data-driven moral assessment.
NILAI-NILAI TAFSIR TARBAWI DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN (EXPERIENTIAL LEARNING) Fitriana, Ida; Mirza, Iskandar
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the gap between the holistic objectives of Islamic Religious Education (IRE), namely spiritual and moral transformation (tazkiyah), and learning practices that are often verbalistic and rote-oriented. To bridge this gap, this study proposes the integration of the Tafsir Tarbawi approach, which extracts educational principles from the Qur'an, with the theory of Experiential Learning from modern pedagogy. Using qualitative research methods of library research and content analysis, this study aims to: (1) analyze the meaning of experience as a source of learning in the epistemology of Tafsir Tarbawi, (2) examine Islamic values in the framework of Experiential Learning, and (3) formulate pedagogical implications for PAI. The results show that Tafsir Tarbawi interprets experience (tajribah) as a divine epistemological path which, through reflection (tadabbur), leads to the strengthening of faith and morals. Core Islamic values such as Tawhid, Akhlak, Ukhuwah, and Rahmah can be effectively internalized through the experiential learning cycle. As a synthesis, this study formulates the TT-EL (Tafsir Tarbawi-Experiential Learning) Model, which offers an operational framework for transforming PAI learning to be more contextual, reflective, and meaningful.
APLIKASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF DEMI MENINGKATKAN KINERJA DAN KUALITAS GURU Mulyana, Teten; Mirza, Iskandar
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.8990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gaya kepemimpinan transformatif dalam meningkatkan kinerja dan mutu guru di SMP Al Islam dan Minhajus Al Salam, serta mengembangkan model kepemimpinan transformatif kontekstual yang relevan untuk sekolah swasta berkembang. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan pengumpulan data melalui survei terhadap guru, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta observasi kelas. Analisis data menggunakan desain sekuensial eksplanatori, di mana data kuantitatif dianalisis terlebih dahulu menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, dilanjutkan dengan analisis tematik terhadap data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan transformatif memberikan dampak positif terhadap kinerja dan mutu guru di kedua sekolah, dengan korelasi positif yang signifikan terhadap motivasi, komitmen, dan efektivitas pengajaran. Ditemukan bahwa dimensi pengaruh ideal dan perhatian individual lebih dominan diterapkan di kedua sekolah, sementara stimulasi intelektual masih menghadapi tantangan terutama di SMP Minhajus Al Salam yang relatif baru didirikan dengan keterbatasan sumber daya (7 guru melayani 49 siswa). Penelitian menghasilkan model kepemimpinan transformatif kontekstual yang mencakup lima komponen: pengaruh ideal berbasis nilai lokal, motivasi inspirasional realistis, stimulasi intelektual berbasis komunitas belajar, perhatian individual adaptif, dan kepemimpinan kolaboratif. Kesimpulannya, kepemimpinan transformatif terbukti efektif untuk meningkatkan kinerja dan mutu guru di sekolah swasta berkembang, namun implementasinya perlu disesuaikan dengan konteks spesifik masing-masing sekolah, terutama dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka.
Religious Habituation Management: Autonomy vs Control in Vocational Schools Kusnandar, Agus; Mirza, Iskandar
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 01 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i01.2767

Abstract

This study comparatively analyzes the management of Dhuha Prayer and Asmaul Husna Dhikr habituation programs in two vocational high schools: SMKN 12 Bandung and SMKS Angkasa Husein Bandung, to understand their effectiveness in shaping students' religious character. Employing a qualitative approach with a multi-site comparative design, the research explores how different organizational cultures and management models influence program outcomes. SMKN 12 Bandung utilizes a decentralized model, granting autonomy to students through Rohis, which fosters responsibility but struggles with attendance consistency and spiritual internalization depth due to dense practical schedules and minimal control. In contrast, SMKS Angkasa Husein Bandung implements a centralized, disciplinary model that ensures order and consistent attendance but risks creating ritualism and feelings of compulsion among students. The findings highlight that effective religious character formation requires a harmonious balance between external discipline and internal awareness. An optimal model should combine consistent implementation with mechanisms for deep reflection and student autonomy, avoiding scenarios where control without autonomy leads to superficial practice, or autonomy without control compromises quality. The study suggests tailored improvements for each school, emphasizing structured supervision for SMKN 12 and greater student initiative with richer religious content for SMKS Angkasa Husein.
PENINGKATAN KUALITAS PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PELATIHAN PROFESIONAL GURU DI SDN PURWAKARTA Sanusi, Ateng; Mirza, Iskandar
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.8989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan profesional guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Gandasoli dan SDN Rawasari Purwakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus terbenam (embedded case study), melibatkan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan 12 guru PAI, observasi partisipatif terhadap 28 sesi pembelajaran, dan analisis dokumen program pelatihan selama 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi pedagogik-spiritual guru, tercermin dari kemampuan merancang pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal (misalnya integrasi legenda Situ Kamojing dalam materi akidah) serta pengembangan alat evaluasi autentik seperti proyek pembuatan video adab bermedia sosial. Di sisi lain, teridentifikasi tantangan infrastruktur teknologi, termasuk ketersediaan proyektor yang terbatas (35%) dan koneksi internet tidak stabil (60%), yang menghambat optimasi pelatihan. Penelitian ini juga mengembangkan model teoretis TPACK-SEK (Technological Pedagogical Content Knowledge-Spiritual Ethical Knowledge) sebagai kerangka integratif literasi digital dan nilai-nilai Islam. Kesimpulan utama menyatakan bahwa pelatihan berkelanjutan berbasis kebutuhan sekolah efektif meningkatkan kualitas pengajaran PAI, dengan rekomendasi strategis berupa pengembangan modul pelatihan diferensiasi, kolaborasi multipihak untuk pemerataan infrastruktur, dan penguatan jejaring komunitas praktisi guru. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model kompetensi guru PAI 4.0 yang responsif terhadap konteks lokal dan global.
Empirical Contributions of Islamic Religious Education to the Cultivation of Noble Morality and Student Character Formation in the Paradigm of Holistic Education Herawati, Enung; Mirza, Iskandar
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i2.51616

Abstract

Islamic religious education plays a vital role in fostering noble morals and character development in students, particularly adolescents. In this case, students of SMAN 3 Bogor, especially in the context of the holistic education era that emphasizes the integration of cognitive, affective, and psychomotor aspects. This article examines how Islamic religious education can systematically contribute to producing students who are not only knowledgeable but also virtuous. Through a review of previous literature and an analytical approach using descriptive-qualitative methods, this study highlights the gap in understanding the comprehensive implementation of Islamic religious education in student character development in modern educational institutions. The results of the study indicate that Islamic religious education effectively strengthens moral and character development through a contextual and adaptive approach to religious values, meeting the demands of the times. This study provides strategic recommendations for developing a holistic curriculum and character development based on Islamic values that are more integrative and applicable. Thus, this article is expected to enrich the academic treasury while providing a practical contribution to the development of religious education in the era of holistic education. Islamic religious education plays a strategic role as a bulwark against these challenges. Through the practice of worship, students can be shaped into resilient individuals who are not easily influenced by negative external factors. In conclusion, Islamic Religious Education plays a vital role in shaping students' character holistically from an early age.