Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Kurikulum Merdeka, Motivasi Belajar, dan Dukungan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Ekonomi melalui Literasi Digital pada Siswa SMA Riya Rahmadani; Rahmatullah Rahmatullah; Wulan Purnamasari; Andi Tenri Ampa; Nurwahida Nurwahida
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penerapan Kurikulum Merdeka, motivasi belajar, dan dukungan orang tua terhadap prestasi belajar ekonomi siswa, baik secara langsung maupun melalui literasi digital sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SMAN 1 Jeneponto, dengan sampel sebanyak 235 siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka, motivasi belajar, dan dukungan orang tua memiliki peran penting dalam meningkatkan prestasi belajar ekonomi serta berkontribusi terhadap penguatan literasi digital siswa. Literasi digital selanjutnya memperkuat keterkaitan antara ketiga faktor tersebut dengan prestasi belajar ekonomi melalui kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan elemen strategis dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta memperkuat peran motivasi belajar dan dukungan keluarga dalam meningkatkan capaian belajar ekonomi siswa.
Women's Economic Empowerment Based on Waste Bank Management to Improve Economic and Psychological Well-Being in Tourist Alleys: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Berbasis Manajemen Bank Sampah Untuk Meningkatkan Ekonomi da Psikologis Well Being pada Lorong Wisata Wulan Purnamasari; Ika Wisudawaty; Israwaty Hamsar; Sri Hutami Adyningsih; Andi Tenri Ampa
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4583

Abstract

This community service programme aims to empower Women Farmers Groups (KWT) through creative economy training and improving the professionalism of waste bank management in tourist alley areas. The background to this is the low income of KWT due to the sale of raw waste without added value and unstructured waste bank management, resulting in a lack of financial transparency. The programme aims to improve the welfare of KWT members while promoting sustainable waste management. The implementation method consists of three main stages: 1) Waste Bank Management Training, 2) Waste-Based Creative Economy Training, and 3) Digital Marketing and Partnerships. The programme lasts for six months, combining intensive training with mentoring. The expected outcomes are an increase in KWT members' income, a reduction in the volume of waste in tourist alleys, and the establishment of independent and professional waste banks. Long-term impacts include improved family economics, cleaner and more attractive tourist lanes to support eco-tourism, and KWT independence in managing the environment and creating business opportunities. With a participatory approach, this programme creates green jobs and aligns with several Sustainable Development Goals (SDGs). Abstrak Program layanan masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pelatihan ekonomi kreatif dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan bank sampah di kawasan lorong wisata. Latar belakang program ini adalah pendapatan rendah KWT akibat penjualan limbah mentah tanpa nilai tambah dan pengelolaan bank sampah yang tidak terstruktur, yang mengakibatkan kurangnya transparansi keuangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota KWT sambil mempromosikan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Metode implementasi terdiri dari tiga tahap utama: 1) Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah, 2) Pelatihan Ekonomi Kreatif Berbasis Sampah, dan 3) Pemasaran Digital dan Kemitraan. Program ini berlangsung selama enam bulan, menggabungkan pelatihan intensif dengan pembimbingan. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pendapatan anggota KWT, pengurangan volume sampah di lorong-lorong wisata, dan pembentukan bank sampah yang mandiri dan profesional. Dampak jangka panjang meliputi perbaikan ekonomi keluarga, lorong-lorong wisata yang lebih bersih dan menarik untuk mendukung ekowisata, serta kemandirian KWT dalam mengelola lingkungan dan menciptakan peluang bisnis. Dengan pendekatan partisipatif, program ini menciptakan lapangan kerja hijau dan sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pendampingan Digital Teacherpreneurship Dalam Meningkatkan Kapasitas Kewirausahaan Guru TK Berbasis Literasi Pemasaran Digital Di Kecamatan Telaga Rahmawati Sarizki Habie; Andi Tenri Ampa; Noor Hasana Hakim; Alfiana Damasinta; Ratna S
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 : Mei (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strengthening teachers’ entrepreneurial capacity is an important strategy to encourage educators’ economic independence amid the rapid growth of the digital economy ecosystem. This community service program was conducted at a school on May 21, 2026, involving kindergarten teachers in Telaga District as the main audience. The program aimed to improve teachers’ understanding and skills in developing digital-based entrepreneurship through the concept of Digital Teacherpreneurship. The implementation method used a Participatory Action Learning (PAL) approach consisting of three stages: identifying teachers’ entrepreneurial needs, mentoring digital marketing literacy, and practicing the development of product promotion strategies using simple digital technology. Data were collected through participatory observation, group discussion, activity documentation, and evaluation of participants’ practical outputs. The results showed that Digital Teacherpreneurship mentoring improved teachers’ understanding of modern entrepreneurship, the use of digital media for promotion, product description writing, and simple marketing strategies that can be applied through laptops and social media. This activity also encouraged collective awareness that kindergarten teachers can develop economic potential ethically, creatively, and professionally without neglecting their main role as educators. Therefore, Digital Teacherpreneurship mentoring is a relevant empowerment model to strengthen teachers’ entrepreneurial literacy in the era of digital transformation.