Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Responsive Feeding Pada Balita Stunting Lisa Ramadhani; Desmawati Desmawati; Rinang Mariko
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59101

Abstract

Abstrak Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan/panjang badan anak menurut umur (TB/U atau PB/U) dibawah -2 Standar Deviasi (SD). Penyebab stunting antara lain meliputi kekurangan gizi oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan gizi dengan responsive feeding. Responsive feeding dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain pekerjaan, variasi asuhan dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik responsive feeding pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 ibu yang memiliki balita stunting dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pekerjaan (p-value = 0,000), variasi asuhan (p-value = 0,001) dan dukungan sosial (p-value = 0,000). Faktor yang paling dominan adalah pekerjaan dengan nilai OR = 6,997. Kesimpulan penelitian ini adalah status pekerjaan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan responsive feeding pada balita stunting. Disarankan agar puskesmas memberikan edukasi kepada orang tua terkait pertimbangan pekerjaan dan praktik responsive feeding guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kata Kunci: Asupan makan, Balita, Gizi, responsive feeding, stunting Abstract Stunting is a condition in which a child’s height/length-for-age (HFA/LFA) is below -2 Standard Deviations (SD). One of the causes of stunting is malnutrition; therefore, efforts to improve nutrition through responsive feeding are needed. Responsive feeding is influenced by various factors, including employment status, caregiving variation, and social support. This study aimed to determine the factors associated with responsive feeding practices among stunted toddlers in the working area of the Dadok Tunggul Hitam Community Health Center. This study was a quantitative study using a cross-sectional approach. The sample consisted of 71 mothers with stunted toddlers selected using a consecutive sampling technique. Data were collected using questionnaires, while data analysis was performed using the chi-square test and logistic regression. The results of the chi-square test showed significant relationships between employment status (p-value = 0.000), caregiving variation (p-value = 0.001), and social support (p-value = 0.000) with responsive feeding practices. The most dominant factor was employment status with an OR value of 6.997. In conclusion, employment status was the most dominant factor associated with responsive feeding among stunted toddlers. It is recommended that community health centers provide education to parents regarding employment considerations and responsive feeding practices to support optimal child growth and development. Keywords: Intake, Toddlers, Nutrition, Responsive feeding, Stunting
Hubungan Parenting Stress Dengan Perkembangan Anak Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Christina Desbella B. Putriani; Rinang Mariko; Rini Gusya Liza; Afdal Afdal; Yuniar Lestari; Netti Suharti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59172

Abstract

Usia 6–59 bulan merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan psikososial keluarga. Parenting stress merupakan faktor pascakelahiran yang dapat dimodifikasi dan berperan penting terhadap kualitas perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan parenting stress. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran dengan pendekatan kuantitatif (cross sectional) dan kualitatif (wawancara mendalam). Penelitian ini menggunakan two stage sampling (proportional random sampling untuk pemilihan posyandu dan konsekutif sampling untuk mendapatkan 206 pasangan ibu-anak usia 6-59 bulan). Data dikumpulkan melalui instrumen Denver II dan wawancara dengan kuesioner. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan kepada 11 informan. Uji kuantitatif menggunakan chi-square dan uji kualitatif menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan stres pengasuhan dengan perkembangan anak diperoleh nilai p<0,05. Dalam penelitian ini, parenting stress memiliki peluang 2,234 kali lebih besar untuk mengalami perkembangan tidak sesuai. Hasil kualitatif dari faktor dominan menghasilkan tiga tema utama, yaitu gangguan interaksi akibat stres pengasuhan, persepsi beban dalam pengasuhan anak serta dampak yang terlihat pada perilaku dan perkembangan anak. Temuan ini memperkuat bahwa stres pengasuhan mempengaruhi kualitas interaksi dan praktik pengasuhan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara stres pengasuhan dengan perkembangan anak usia 6-59 bulan secara kuantitatif dan kualitatif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang fokus pada dukungan psikososial ibu dan optimalisasi praktik pengasuhan. Kata Kunci: Stres Pengasuhan; Stimulasi Anak; Perkembangan balita; penelitian campuran
Analysis of Factors Related to Nutritional Status of Toddlers Aged 12-59 Months Rizkiyah Novianti; Rinang Mariko; Yantri Maputra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1630

Abstract

The nutritional status of toddlers is influenced by factors such as immunization history, exclusive breastfeeding history, maternal knowledge, socioeconomic status, and parenting patterns. This study aims to identify risk factors associated with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months in the working area of the Padang Pasir Community Health Center. This is an observational analytical study with a cross-sectional design. This study aims to determine the relationship between the history of exclusive breastfeeding, maternal knowledge, socioeconomic status, and parenting patterns with nutritional status in toddlers in the Padang Pasir Community Health Center work area.  The sample consisted of 351 mothers with toddlers aged 12-59 months, selected using proportional sampling. Data collection used a questionnaire. Data were analyzed using chi-square analysis, logistic regression multinomial. The results of the quantitative research using chi-square test showed a relationship between exclusive breastfeeding (p=0.032), maternal knowledge (p=0.010), parental income (p=0.003), feeding parenting patterns (p=0.008) with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months. The most dominant factor was feeding parenting patterns (OR=1.302). The study concluded that parenting and feeding patterns were the most closely related factor to the nutritional status of toddlers aged 12-59 months. Community health centers are expected to improve parenting through routine counseling, information media, and direct information on the importance and negative impacts of inadequate parenting and feeding patterns on children's nutritional status.