Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

KINERJA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA INKLUSIF DI SDN GUGUS I KOPANG Husniati Husniati; Lalu Hamdian Affandi; Heri Hadi Saputra; Muhammad Makki
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memetakan kinerja guru dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa inklusif di SDN Gugus I Kopang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan pembelajaran sebagian besar guru hanya membuat RPP bagi siswa regular saja, dan merasa kesulitan dalam menyusun PPI (Program Pembelajaran Individual) yang berorientasi literasi numerasi bagi siswa inklusif. Pada pelaksanaan pembelajaran guru sudah mampu menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang relative bervariasi dan dapat mengakomodir kebutuhan siswa inklusif. Selama pembelajaran siswa regulrer terlihat bekerja sama, berdiskusi, dan membantu siswa inklsif untuk memahami materi yang disampaikan guru. Guru juga memberikan pendampingan dan atau bimmbingan khusus secara individual bagi siswa inklusif baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan untuk peenilaian pembelajaran, guru juga sudah berusaha menyusun instrument dan butir soal yang berbeda untuk siswa regular dengan siswa inklusif.
PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LITERASI NUMERASI PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SDN DAREK LOMBOK TENGAH Awal Nur Kholifatur Rosyidah; Husniati Husniati; Arif Widodo; Baiq Niswatul Khair
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu dampak penerapan model pembelajaran jarak jauh di era pandemi adalah menurunnya kualitas pembelajaran. Indikator penurunan kualitas pembelajaran di era pandemi dapat dilihat dari rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah dasar. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa, salah satunya adalah kegiatan literasi dan numerasi yang wajib dilakukan sebelum pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan program, oleh karena itu perlu diadakan penelitian terkait dengan persepsi guru terhadap pembelajaran dengan pendekatan Teaching at the Right Level di era pandemi. Lokasi penelitian di SDN Darek, Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain penelitian survei. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru sekolah dasar. Hasil peneltian menemukan bahwa persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran literasi dan numerasi dengan menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level cukup baik. Guru merasa sangat terbantu dengan adanya pendekatan baru dalam pembelajaran literasi dan numerasi terutama dalam mengatasi keragaman kemampuan siswa. Guru memiliki komitmen yang baik untuk terus melanjutkan kegiatan pembelajaran literasi dan numerasi yang menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level
PROFIL GAYA BERPIKIR MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMAHAMI MASALAH MATEMATIKA Husniati Husniati; Asri Fauzi; Dyah Indraswati; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 6 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya berpikir merupakan cara untuk mengatur dan mengelola informasi yang diperoleh dari proses belajar yang diterima oleh setiap individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola gaya berpikir yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGSD Universitas Mataram sebanyak 32 mahasiswa. Intrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya berpikir yang dibuat menggunakan googleform yang terdiri dari 15 butir pernyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola gaya berpikir yang paling banyak dimiliki oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar ketika memahami masalah matematika adalah pola gaya berpikir Sekuensial Konkret (SK) dan Acak Abstrak (AA) yaitu masing-masing sebanyak 11 mahasiswa. Sedangkan gaya berpikir lainnya yaitu Sekunsial Abstrak (SA) sebanyak 9 mahasiswa, dan terdapat 1 mahasiswa yang memiliki pola gaya berpikir Acak Konkret (AK). Hasil tes matematika, mahasiswa yang memperoleh nilai pada kategori rendah sebanyak 9 mahasiswa, kategori sedang 18 mahasiswa, dan kategori tinggi 5 mahasiswa. Kemudian hasil belajar matematika tidak dipengaruhi oleh gaya berpikir mahasiswa, namun gaya berpikir mahasiswa mempengaruhi cara menyelesaikan masalah matematika.