Ixsir Eliya
Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERTEMA KONSERVASI LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X TKJ SMK NEGERI 6 KOTA BENGKULU Aprilia Intan Asmara; Heny Friantary; Ixsir Eliya
Wacana: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 19, No 2 (2021): Wacana, Vol. 19 No. 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jwacana.v19i2.16940

Abstract

Pendidikan merupakan sarana yang digunakan untuk memperoleh suatu proses pembelajaran yang berguna untuk mengembangkan kemampuan peserta didik serta sebagai usaha untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penggunaan media gambar bertema konservasi lingkungan pada pembelajaran menulis puisi. (2) mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung penerapan media gambar bertema konservasi lingkungan dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X TKJ SMK Negeri 6 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan beberapa temuan mengenai implementasi penggunaan media gambar bertema konservasi lingkungan pada pembelajaran menulis puisi siswa kelas X TKJ SMK Negeri 6 Kota Bengkulu yaitu: (1) perencanaan yang dilakukan oleh guru dan siswa sebelum pembelajaran Bahasa Indonesia dalam implementasi penggunaan media gambar bertema konservasi lingkungan (2) pelaksanaan  implementasi penggunaan media gambar bertema konservasi lingkungan dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas X TKJ (3) evaluasi implementasi penggunaan media gambar bertema konservasi lingkungan pada pembelajaran menulis puisi hanya dilakukan di akhir pembelajaran berupa hasil menulis puisi.
VARIASI BAHASA PADA MASYARAKAT TUTUR KAWIN CAMPUR (SERAWAI-JAWA) DI DESA TENANGAN KABUPATEN SELUMA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Riswanto Riswanto; Lisa Afriyani; Ixsir Eliya
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Number 1 July 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v5i1.2809

Abstract

Masyarakat tutur kawin campur (Serawai-Jawa) menghasilkan berbagai variasi bahasa dalam berkomunikasi sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi dan faktor yang mempengaruhi bahasa yang terdapat pada masyarakat tutur kawin camapur (Serawai-Jawa) di Desa Tenangan Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cendrung menggunakan analisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam penelitian terdapat fungsi bahasa pada masyarakat tutur kawin campur yaitu fungsi emotif, konatif, referensial, puitik, fatik dan fungsi metalingual. Bahasa yang digunakan masyarakat tutur yaitu bahasa Serawai dialek Seluma dan bahasa Jawa dialek Yogyakarta, Kebumen, Ngapak, dan dialek Solo. Dan faktor yang melatarbelakngi variasi bahasa ialah faktor trasmigrasi, lingkungan dan faktor keluarga kawin campur
MULTILITERACY LEARNING MODEL THROUGH SYNERGY BETWEEN THE NEEDS OF THE WORKPLACE AND LEARNING LANGUAGE SKILLS COURSES Heny Friantary; Ixsir Eliya
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v16i2.24177

Abstract

The research objective of this research is to develop a multiliteracy learning model for the course of Keterampilan Berbahasa. The research procedure applied the development model by Borg and Gall, which consisted of the following stages: needs analysis, product design, product development, validity test, product revision, small field test, and evaluation.  The research subjects were divided into three categories: need analysis participants, expert participants, and user participants. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews. The data analysis employed qualitative analysis and descriptive statistics methods. Based on the need analysis of the students and lecturers, can be implied that the multiliteracy learning model needs to be developed to be implemented on the course of Keterampilan Berbahasa by building a synergy between the needs of the workplace and the learning system. The learning model development product consists of 3 parts, namely introduction, content, and closing. Based on the results of the validation test by the content expert has very decent qualification with a percentage value of 84%. The result of the validity test by media expert has a decent qualification with a percentage value of 80%. Language validity has a decent qualification with a score percentage of 76%. The validity tests above show that the product can go on the next process, namely testing on students.  The product designed in this development study is supported by systematic and appropriate syntax, making the product feasible for use in the course of Keterampilan Berbahasa at a tertiary level in effective and efficient ways.
Implementasi Model Pembelajaran Bauran pada Pembelajaran Tematik Tema 6 Merawat Tumbuhan dan Hewan Putri, Yuni Atika; Asiyah, Asiyah; Eliya, Ixsir
AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v5i2.3355

Abstract

the process of implementing the mixed learning model in thematic learning theme 6 caring for plants and animals at SDN 76 Bengkulu City in class II C, and to find out what are the inhibiting and supporting factors in the process of implementing the mixed learning model in thematic learning theme 6 caring for plants. And animals. The type of research descriptive qualitative approach. The process of implementing the mixed learning model has been carried out well, namely the learning process is carried out through two stages, namely face-to-face and online, there is collaboration between the two learning models, namely the collaboration stage of sharing the syntax of the mixed learning model, the assessment between the two learning models, and the support from various parties, planning, and syntax. There are also in hibiting and supporting factors in implementing thei mplementation of the mixed learning model at SDN 76 Bengkulu City, in hibiting factors such as lack of attention from parents, students who are not ready when learning, and economic factors. While the supporting factors are the support of fellow teachers, in frastructure such as wifi, and health protocol tools.
Intertekstualitas dalam Novel “Hati Suhita” Karya Khilma Anis Eliya, Ixsir; Lida, Ulfah Mey; Nurpadillah, Veni; Rachman, Anita Kurnia; Nuthihar, Rahmad
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.5522

Abstract

This study describes the intertextual relationship between the characters and plot of the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis with several characters and plots in the world of wayang (shadow puppetry). The research employs a qualitative descriptive method in relation to text interpretation. Based on the findings, the forms of intertextuality that appear in the novel "Hati Suhita" are in the description of (1) character naming, (2) character traits, (3) character emotions, and (4) suppositions. The intertextuality contained within also serves as evidence that the author uses other works as references in producing her work. The novel "Hati Suhita" is greatly influenced by stories from wayang characters, allowing readers to internalize cultural values and philosophies through the content of the story. Based on this, the novel "Hati Suhita" is not only an interesting novel in terms of its narrative but also serves as a reflection of culture, social criticism, and a literary work rich in moral and spiritual values. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan hubungan intertekstualitas pada karakter dan alur cerita novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis dengan beberapa karakter dan alur cerita dalam dunia pewayangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif  dalam menganalisis hubungannya dengan interpretasi teks. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk intertekstualitas yang muncul dalam novel ”Hati Suhita” adalah dalam deskripsi (1) bentuk penamaan tokoh, (2) karakter tokoh, (3) perasaan tokoh, dan (4) pengandaian. Intertekstualitas yang terkandung juga menjadi bukti bahwa pengarang dalam memproduksi karya menjadikan karya lain sebagai referensinya. Novel “Hati Suhita” banyak dipengaruhi oleh kisah-kisah dalam tokoh pewayangan sehingga pembaca juga dapat menginternalisasi nilai-nilai budaya dan filosofi yang terkandung melalui isi cerita. Berdasarkan hal tersebut, novel “Hati Suhita” tidak hanya menjadi novel yang menarik dari segi cerita, tetapi juga sebagai refleksi budaya, kritik sosial, dan karya sastra yang kaya akan nilai moral dan spiritual.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Mengembangkan Nilai-nilai Pendidikan Karakter Peduli Sosial pada Siswa MIN 2 Kota Bengkulu Purnomo, Ari; Nurniswah, Nurniswah; Eliya, Ixsir
Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpe.v2i2.3700

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih kurangnya nilai-nilai pendidikan karakter (peduli sosial) pada siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua dalam mengembangkan nilai-nilai karakter (peduli sosial), dan faktor penghambat dalam kurangnya rasa kepedulian sosial pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MIN 2 Kota Bengkulu dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian di ketahui bahwa peran guru terhadap pendidikan karakter (peduli sosial) dikelas V G MIN 2 Kota Bengkulu, sudah menanamkan nilai-nilai karakter dengan cukup baik. Hal tersebut dilihat dari perubahan karakter atau sikap pada diri siswa setiap pertemuan kegiatan belajar mengajar di kelas. Berdasarkan hasil analisis data dan observasi, peran guru sebagai pengelola pembelajaran telah menimbulkan karakter mandiri, kreatif dengan memberikan tugas dan memberikan situasi kondusif di dalam kelas kepada siswa.
Pengaruh Kompetensi Guru dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas Tinggi MI Al-Ba’ani Kota Bengkulu Felica, Ica; Asiyah, Asiyah; Eliya, Ixsir
Journal of Primary Education Vol 2, No 1 (2022): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpe.v2i1.3687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa, pengaruh fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa dan pengaruh kompetensi guru dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas tinggi yaitu kelas 4 dan 5 MI Al-Ba’ani Kota Bengkulu. Sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh. Pengumpulan data ini dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan langsung kepada responden sebanyak 33 Responden. Metode statistik menggunakan analisis Regresi Linear Berganda, dengan pengujian hipotesis uji statistik t dan uji statistik F. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh pada variabel Y prestasi belajar yaitu dengan membandingkan nilai signifikan = 0,05 dengan nilai sig pada tabel coefficents pada variabel kompetensi guru (X1) yaitu sebesar 0,008, artinya 0,008 < 0,05 menunjukkan ada pengaruh antara variabel X1 terhadap variabel Y. Begitu juga pada hasil perhitungan yang telah dilakukan pada variabel fasilitas belajar (X2) yaitu, ada pengaruh variabel fasilitas belajar siswa terhadap variabel prestasi siswa kelas tinggi di MI Al-Ba’ani Kota Bengkulu, ini dapat diketahui dengan membandingkan nilai signifikan = 0,05 dengan nilai sig pada tabel coefficents pada variabel fasilitas belajar siswa (X2) yaitu sebesar 0,041, artinya 0,041 < 0,05 menunjukkan ada pengaruh antara fasilitas belajar terhadap variabel Y. Kemudian hasil perhitungan kedua variabel yaitu kompetensi guru dan fasilitas belajar siswa terhadap variabel prestasi belajar siswa kelas tinggi di MI Al-Ba’ani Kota Bengkulu dengan melihat nilai rapor siswa, ini dapat diketahui dengan membandingkan nilai signifikan = 0,05 dengan nilai sig pada tabel Anova (F) pada variabel kompetensi guru (X1) dan variabel fasilitas belajar siswa (X2) sebesar 0,000, artinya 0,000 < 0,05 menunjukkan ada pengaruh antara variabel X1 dan variabel X2 terhadap variabel Y.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Cerpen Berbasis Pendidikan Karakter dengan Teknik Latihan Terbimbing pada Kelas IX MTs Ja-alHaq Kota Bengkulu Pamela, Olsa; Friantary, Heny; Eliya, Ixsir
Jurnal Korpus Vol 5 No 3: Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i3.17342

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kebutuhan pengembangan bahan ajar, (2) mengembangkan bahan ajar, (3) mendeskripsikan hasil uji validasi, (4) mendeskripsikan hasil perbaikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) desain pengembangan Borg and Gall level/desain 1. Hasil penelitian, yaitu siswa dan guru menginginkan bahan ajar berisi (1) materi menulis dan menyunting teks cerpen, (2) penyajian materi mengunakan teknik latihan terbimbing, (3) contoh, latihan, dan evaluasi, (4) evaluasi berbentuk uraian, (5) kelengkapan isi modul, (6) mengunakan ilustrasi menarik dan warna mencolok serta (7) modul diintegrasikan dengan 18 nilai-nilai karakter bangsa. Hasil uji validasi dari guru dan ahli, yaitu, (1) aspek materi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,68 dengan kategori sangat valid, (2) aspek bahasa sebesar 4,51 dengan kategori sangat valid, (3) aspek pendidikan karakter sebesar 4,50 dengan kategori sangat valid, dan 4) aspek grafika dengan kategori sebesar 4,53 dengan kategori sangat valid. Perbaikan terhadap bahan ajar, yaitu (1) daftar isi, (2) kesalahan ejaan, (3) penambahan glosarium, (4) langkah-langkah menulis teks cerpen (5) pendidikan karakter yang diintegrasikan pada materi ajar, (6) perbaikan bingkai setiap bab dan (7) pergantian ilustrasi sampul bab tiga.Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, modul, pendidikan karakter, teknik  latihan  terbimbing, menulis, teks cerpen
Unsur Pembangun dalam Sastra Anak Novel Mata di Tanah Melus Karya Okky Madasari: Kajian Strukturalisme Cahyati, Nur; Friantary, Heny; Eliya, Ixsir
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.708 KB) | DOI: 10.29240/estetik.v4i1.2483

Abstract

Children's literature produced in Indonesia it self is not too much and studies are rarely carried out. Therefore, it is important to have an assessment of children's literature, especially novels. The research objective was to describe the building blocks in Okky Madasari's Mata di Tanah Melus novel. The approach used in this research is a structuralism approach. The research method used content analysis method. The data source is the novel Mata di Tanah Melus by Okky Madasari. The research time was carried out for one month. Data collection techniques using library techniques. The data collection instrument was the novel Mata di Tanah Melus by Okky Madasari. The data validity technique uses credibility testing techniques, namely increasing persistence and using reference materials. Data analysis in this study used Miles and Huberman's analysis model, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the building blocks found in the novel Mata di Tanah Melus, namely the facts of the story in the form of a forward plot. The main character is Matara, the supporting character consists of 18 people, the white character consists of 5 people, and the black character is the Hunters. The setting consists of 17 places. The time setting occurs in the morning, noon, and night. The socio-cultural background raises the culture of the Melus Tribe. The theme raised in the novel Mata di Tanah Melus is the theme of humanity. The means of the story are titles and points of view. The title of the novel contains two meanings and experiences semantic distortion. The point of view used is the main actor's first person point of view
Nilai-nilai Eksistensialisme pada Buku Cerita Anak ‘Pelukis Istimewa’ Nuthihar, Rahmad; Syihabuddin; Anshori, Dadang S.; Eliya, Ixsir; Rizki, Azrul
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18526

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan yang berbeda dengan anak normal lainnya. Perbedaan tersebut karena anak berkebutuhan khusus karena nilai eksistensialisme yang terdapat pada diri mereka. Pengarang buku cerita anak berperan dalam menginternalisasi nilai eksistensialisme dalam karangannya agar anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama. Melalui penelitian ini akan dikaji nilai eksistensialisme yang terdapat pada buku cerita anak yang berjudul ‘Pelukis Istimewa’. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pemilihan jenis dan pendekatan tersebut bertujuan menemukan internalisasi nilai eksistensialisme dalam buku cerita anak. Hasil penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai eksistensialisme yang diinternalisasikan pengarang dalam buku cerita anak meliputi kebebasan, keunikan, keautentikan, dan ketidakpastian/tantangan. Pengarang menerapkan nilai-nilai eksistensialisme untuk menghapus stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dan menekankan pada pendidikan inklusif. Bentuk eksistensialisme yang diterapkan berupa kebebasan yang berdampak positif bagi individu maupun kelompok. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama serta bebas menggapai cita-cita sesuai dengan potensi yang dimilikinya.