Claim Missing Document
Check
Articles

Rekayasa Digital Situng KPU untuk Mengantisipasi Kecurangan Elit Parpol (Studi di KPU Kota Bandar Lampung) Narita Hayunanda; Tabah Maryanah; Maulana Mukhlis; Hertanto Hertanto
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1312

Abstract

The formula for the most votes in determining the list of candidates who win seats in each constituency makes all candidates have the same opportunity to be elected. Therefore, it is not uncommon for elite political parties to be unable to compete with external candidates who are recruited just before the election. Political party elites who are not elected have the potential to commit fraud. With the party's infrastructure, the political party elites who are not elected have the potential to change vote acquisition. To anticipate this fraud, the KPU carried out Digital Engineering by implementing the Vote Counting Information System (Situng). Through Sitting, the results of the legislative candidates' votes will be published quickly to the public. That way, the public can participate in exercising control over the recapitulation stages of counting the votes acquired by political parties and their candidates. This study uses a qualitative descriptive research method. Data was obtained and processed to be used as material for conducting interviews with informants related to Sitting. The research location is at KPU Bandar Lampung City. The conclusion of this study is that the Open Proportional System with the most votes has resulted in the failure of a number of political party elites in Bandar Lampung City to sit in parliament. Digital engineering in the form of implementing Situng KPU is an anticipation of the potential for fraud committed by political party elites.
PENGEMBANGAN BUDAYA KONSTITUSI BAGI GENERASI MILENIAL PADA KEGIATAN MASA ORIENTASI SISWA BARU SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG Maulana Mukhlis; Amantoto Dwijono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.394

Abstract

Agar warga sekolah dapat lebih memahami secara mendalam terhadap konstitusinya sendiri yang dilandasi atas dasar konsensus bersama, maka konstitusi harus dapat lebih dibumikan sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap tata perilaku kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman (knowledge) yang kemudian mendorong aksi dengan terbentuknya “Generasi Milenial Peduli Konstitusi” yang tumbuh dari kesadaran dan pengetahun para siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam tema dan tujuan tersebut, dikembangkan dengan melakukan langkah atau metode sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, serta pembinaan selama pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) siswa baru tahun pelajaran 2022/2023 Hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan secara kuantitatif terbukti meningkatkan aspek pemahaman para pelajar sebesar 68% dan 98% pada aspek komitmen untuk berperilaku menjadikan konstitusi UUD NRI 19456 sebagai salah satu pilar utama mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun secara kualitatif adalah telah terbentuknya “Pelajar Peduli Konstitusi” yang tumbuh dari pengetahuan dan kesadaran para pelajar SMA atas pentingnya menjaga masa depan negara melalui pemahaman yang komprehensif tentang isi konstitusi negara.
Studi Kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Lampung Utara Sasmika Dwi Suryanto; Maulana Mukhlis; Syarief Makhya
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 19, No 3 (2023): JPWK Volume 19 No. 3 September 2023
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v19i3.49767

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Utara tertinggal dari kabupaten/kota yang sama-sama merupakan kabupaten/kota awal sejak berdirinya Provinsi Lampung tahun 1964 dan bahkan tertinggal dari kabupaten pemekarannya. Kondisi ini merupakan anomali bila dikaitkan dengan teori neo klasik yang menyatakan bila pembangunan telah berjalan dalam waktu lama maka perbedaan tingkat kemakmuran antar wilayah cenderung menurun (convergen). Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji ketertinggalan pencapaian IPM Kabupaten Lampung Utara dibandingkan dengan kabupaten/kota yang dibentuk bersamaan dengan berdirinya Provinsi Lampung.  Metode penelitian dilakukan melalui analisa kualitatif menggunakan data kuantitatif yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS).  Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dari komponen IPM yang ada, indeks kesehatan dan indeks pengeluaran merupakan komponen yang berkontribusi dalam menyebabkan kesenjangan (ketertinggalan) pencapaian IPM di Kabupaten Lampung Utara. Indeks pengeluaran merupakan indeks yang paling dominan menyebabkan kesenjangan pencapaian IPM Kabupaten Lampung Utara. Pencapaian indeks pendidikan Kabupaten Lampung Utara tertinggi kedua setelah Kota Bandar Lampung di antara kabupaten/kota awal di Provinsi Lampung terutama dikarenakan pencapaian rata-rata lama sekolah (RLS) yang baik.  Untuk mengejar ketertinggalan dalam pencapain IPM, maka Kabupaten Lampung Utara perlu lebih memfokuskan pembangunan ekonomi agar pendapatan per kapita meningkat, di samping program di bidang kesehatan juga perlu ditingkatkan.
Analysis of Local Government Financial Capability and its Implications for the Sustainability of Regional Autonomy: The Perspective of Public Interest Syarief Makhya; Mustofa Usman; Warsono Warsono; Maulana Mukhlis
The Journal of Society and Media Vol. 7 No. 2 (2023): Social Media Use for Decision Making
Publisher : Department of Social Science, Faculty of Social Science &Law, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v7n2.p486-513

Abstract

Regional autonomy, or regional financial capacity, is an indicator used to assess the level of regional autonomy as one of the requirements for financing public services and development. The government's function will not be practical unless it receives maximal budget assistance; the government must have adequate local sources of revenue. This research aims to examine the diversity of regional financial capacity levels and their implications for the sustainability of regional autonomy from the perspective of community interests. This research method utilized multivariate statistics, profile analysis, and variance analysis. Data related to locally generated income, total regional income, total routine expenditure, and fund balance during 2013–2017 were analyzed and compared to assess the level of autonomy. In Lampung Province, 14 regional governments showed low levels of fiscal autonomy, routine expenditure index, and regional financial capacity. These regions were highly dependent on central government assistance through intergovernmental transfers. Between 2013 and 2017, only Bandar Lampung City and Metro City saw an increase in Local Government Revenue (PAD). Other regions stagnated, indicating low financial autonomy in the future due to fund transfers. This makes it difficult to meet public satisfaction levels in infrastructure, health, education, and social development due to budget limitations.
PENERAPAN KEBIJAKAN E-GOVERNMENT SISTEM APLIKASI E-KINERJA BERBASIS WEB DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO Alfathan Akbar Artha Ramadhan; Maulana Mukhlis; Pitojo Budiono
Journal Publicuho Vol. 6 No. 4 (2023): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v6i4.253

Abstract

The purpose of this study is to find out how E-Government policy issues through the web-based E-performance application system in the Mukomuko Regency government environment. This research uses qualitative descriptive research and data collection through observation, interviews, and documentation, with the intention of being able to objectively describe facts and phenomena that are research problems. The results showed that the issue of E-Government policy through the implementation of a web-based E-performance application system in the Mukomuko Regency government environment has not been going well. This is because there are still shortcomings in the E-performance application system used and several inhibitory factors found. The limitations of research specifically only address e-government policy issues through the implementation of a web-based E-performance application system in mukomuko regency. This research can be used as a reference for innovation and policy development in the field of E-government through the concept of innovation adaptation.
PERAN KRUSIAL MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI PUBLIK Sukmiridiyanto; Pitojo Budiono; Maulana Mukhlis
Journal Publicuho Vol. 7 No. 3 (2024): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i3.476

Abstract

Strategic management is a crucial process involving the formulation, implementation, and evaluation of decisions to achieve an organization's long-term objectives. This research examines the role of strategic management in improving the performance of public organizations in Indonesia, focusing on a review of various strategic management approaches and practices, as well as the challenges of implementation in the public sector. The method used in this study is a literature review, sourcing from books, academic journals, articles, and other relevant materials related to the research topic. Findings from this literature review indicate that adapting to technology and employing participatory approaches are key to enhancing public organization performance. However, challenges such as bureaucracy and resistance to change remain significant obstacles. With the right approach, public organizations in Indonesia can overcome these challenges and achieve better performance in serving the community.
PRIORITAS STRATEGI PENGHAPUSAN BENTUK-BENTUK PEKERJAAN TERBURUK UNTUK ANAK DI PROVINSI LAMPUNG DALAM PERSPEKTIF TIME MATRIX MANAGEMENT Mukhlis, Maulana
WEDANA: Jurnal Kajian Pemerintahan, Politik dan Birokrasi Vol. 2 No. 2 (2016): (Oktober 2016)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One focus of the twelve categories of children who need attention to be protected is child labor in its various forms. Child labor (according to Law No. 1 of 2000 on the ratification of ILO Convention No. 182 concerning the prohibition and immediate action for the elimination of the worst forms of child) includes children who are physically and economically. Lampung Province has 165 402 child labor (child labor instead of child work) in the 5-17 year age category. The amount is greatly influenced by factors of poverty. The purpose of this study is to provide recommendations (suggestions) policies and strategies for the elimination of the worst forms of child in Lampung province so that the entire classification (forms of) child labor as stipulated in Law No. 1 Year 2000 can be accommodated. By using a rational approach comprehensively in the stages of policy formulation, the results showed that although had been many efforts in the province of Lampung (institutional aspects and programs), but there are still problems in the similarity measures and actions among stakeholders in the handling of child labor and have not effective institutions that have been established. Also a weakness in this aspect of policy substance. Therefore, the policy recommended is (a) data collection and mapping by name by address, (b) campaigns and dissemination of information, (c) assessment and development model of the elimination of the worst forms of child labor, (d) harmonization of the rules of the area, (e ) strengthening institutional capacity, (f) the handling of integration and cooperation, (g) the guidance and protection by sector, namely in the field of education, health, employment, social, cultural, and economic.
Optimasi Keterlibatan Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan di Desa Margosari Muflihah, Lilih; Mukhlis, Maulana; Suryandari, Kris Ari
Wacana Publik Vol. 17 No. 2 (2023): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v17i2.46

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan merupakan salah satu langkah penting menuju pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan setara. Perempuan memiliki pandangan dan pengalaman terhadap kebutuhan dan prioritas dalam masyarakat Diketahui bahwa indeks keterlibatan perempuan berdasarkan indeks SDG’s Desa tahun 2022 sejumlah 42,86. Namun keterlibatan dalam jumlah belum menjamin kebutuhan dan kepentingan perempuan terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Margosari Kabupaten Lampung Timur dalam optimasi keterlibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berupa studi kasus. Metode ini dipilih untuk mendapatkan data dan informasi. Metode pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari penelitian diolah lalu dinalisis, setelah itu ditarik kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pemerintah desa sudah ada usaha untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan yaitu dengan berkomitmen terhadap kesetaraan gender dengan membuka akses informasi dan fasilitas kepada perempuan serta mendukung kelompok perempuan secara materi maupun non materi.
Rasionalitas Partisipasi Politik Pemilih Pemula (Siswa SMAN Kibang Lampung Timur) Untuk Penguatan Ketahanan Nasional Pasca Pemilu Tahun 2024 Yulianto, Yulianto; Mukhlis, Maulana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JPMI - Desember 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3125

Abstract

Jumlah pemilih pemula pada Pemilu 2024 sebesar 56% dari total jumlah pemilih, namun dalam tiga pemilu terakhir terjadi penurunan tingkat partisipasi pemilih. Oleh karena itu, diperlukan langkah sistematis agar besarnya jumlah pemilih pemula berkorelasi dengan tingkat partisipasinya. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatnya partisipasi politik dalam proses demokratisasi yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan nasional yang tumbuh dari kesadaran dan pengetahuan para siswa SMA sebagai pemilih pemula. Metode yang dipakai adalah sosialisasi, penyuluhan, serta pembinaan sehingga para siswa SMA memiliki pengetahuan komprehensif tentang  konsep demokrasi dan demokratisasi,  partiispasi politik dan partisipasi pemilih,  rasionalitas pilihan politik, serta upaya menguatkan ketahanan nasional di sekolah Pasca Pemilu 2024. Analisis hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait keempat konsep tersebut sebesar 87,8%. Adapun terkait komitmen dan sikap, terjadi peningkatan kapasitas peserta dari 90% menjadi 100%. Siswa SMA sangat yakin memiliki potensi menjadi warga negara potensial yang memiliki pengaruh dan kekuatan dalam mewujudkan ketahanan nasional serta masa depan bangsa dan negara Indonesia di tengah perbedaan pilihan. Hasil pengabdian telah meneguhkan kepercayaan para siswa sebagai pemilih pemula tentang pentingnya peran sekolah sebagai lembaga pendidikan dan episentrum pendidikan politik yang bagi para siswa sebagai kader penerus bangsa melalui perannya demi penguatan ketahanan nasional..
KUALITAS PELAYANAN APARAT KELURAHAN KEDAUNG TERHADAP SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU (SKTM) TAHUN 2022 Nurafni, Ike; Kurnia Drajat, Denden; Mukhlis, Maulana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1576-1594

Abstract

Kantor Kelurahan Kedauang berlokasi di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung yang merupakan lembaga di lingkup pemerintah daerah dengan wewenang untuk memberikan pelayanan public secara administrasi seperti pelayanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Adapun tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis kualitas pelayanan publik pada saat pembuatan SKTM di lingkup Kantor Kelurahan Kedaung. Peneliti menerapkan metode penelitian yang meliputi: wawancara, observasi dan dokumentasi. 5 indikator utama dalam menentukan hasil penelitian, diantaranya: 1) tangibles (bukti fisik), 2) reliability (kehandalan), 3) assurace (jaminan), 4) responsiveness (daya tanggap), dan 5) empathy (empati). Penelitian ini menunjukkan hasil dimana penanganan pelayanan publik dalam pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Kelurahan Kedaung dinilai masih belum berkualitas dalam aspek-aspek tertentu, yaitu: bukti fisik, kehandalan dan empati.