Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Religius dalam Novel KKN di Desa Penari Karya Simpleman dan Implikasinya Sebagai Bahan Ajar di SMA Wijayanti, Puji Lestari; Muryati, Sri
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i1.1697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai religius yang terkandung dalam novel "KKN di Desa Penari" karya Simleman dan implikasinya sebagai bahan ajar di SMA. Novel ini menceritakan tentang perjuangan sekelompok siswa yang ditugaskan untuk menjalankan program Kerja Nyata di desa terpencil dimana tarian tradisional masih diadakan. Melalui analisis tokoh dan konflik yang dihadapi, penelitian ini menemukan bahwa novel tersebut mengandung beragam nilai religius seperti toleransi, kasih sayang, dan menghormati orang lain. Nilai-nilai ini dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar yang berharga untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai religius.
Campur Kode sebagai Cerminan Multikulturalisme dalam Podcast Warung Kopi Putri Febryanti, Keysha Elia; Astuti, Dewi; Ambarwati , Esti; Muryati, Sri; Saptomo, Sri Wahono
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode sebagai cerminan multikulturalisme dalam podcast Warung Kopi, pada episode yang menghadirkan Bayu Skak. Sumber data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode dari episode podcast yang diunduh melalui kanal YouTube HAS Creative. Data berbentuk kata, frasa, dan kalimat yang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, serta istilah asing. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak bebas libat cakap dan catat, di mana peneliti berperan sebagai pengamat tanpa interaksi langsung dengan objek penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi fungsi dan makna campur kode dalam konteks komunikasi multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode ke dalam, berupa penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, mencerminkan kebanggaan budaya lokal, mempererat kedekatan emosional dengan audiens, dan melestarikan identitas budaya di tengah modernisasi. Sementara itu, campur kode ke luar, berupa istilah atau frasa asing, menggambarkan keterhubungan dengan trenglobal, modernitas, dan profesionalitas. Campur kode juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan humor, memperkaya interaksi lintas budaya, dan memperjelas pesan. Sebagai media digital, podcast menciptakan ruang dialog yang inklusif dan santai, memungkinkan pengungkapan identitas budaya yang dinamis dan multikultural. Penelitian ini menegaskan bahwa campur kode merupakan elemen penting dalam komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam media digital. Campur kode tidak hanya memperkaya interaksi sosial, tetapi juga merepresentasikan adaptasi terhadap perubahan global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya lokal.
MENGUATKAN GERAKAN MEMBACA BERSAMA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BACA TULIS DI SEKOLAH Nurjanah, Ifah; Kusumaningsih, Dewi; Muryati, Sri; Purwaningsih, Endang
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.34-43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan gerakan literasi sekolah di SMA Negeri 1 Tawangsari (2) mendeskripsikan hambatan serta solusi yang digunakan dalam mengatasi hambatan penerapan gerakan literasi baca tulis di SMA Negeri 01 Tawangsari. Metode penelitian yang digunakan berbentuk deksriptif kualitatif. Data berupa kata kalimat yang diperoleh dari hasil wawancara dan kartu literasi siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah kegiatan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Tawangsari.Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa kegiatan GLS di SMA Negeri 1 Tawangsari dilakukan setiap hari selama 15 menit sebelum KBM berlangsung kemudian dilanjutkan dengan kegiatan menulis dari teks bacaan siswa, pelaksanaan kegiatan literasi yang telah dilakukan di XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Tawangsari yakni, tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran.
Alternatif Pilihan Teknik Penilaian di Masa Pandemi Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menjelaskan problematik teknik penilaian unjuk kerja; 2) memberikan gambaran rekomendasi teknik penilaian unjuk kerja di masa pandemi. Strategi metode penelitian melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui analisis kritis dokumen hasil penelitian. Data penelitian ini diperoleh dari kajian kritis artikel-artikel hasil penelitian tentang teknik penilaian di masa pandemi. Teknik Analisis data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) problematik teknik penilaian unjuk kerja di masa pandemi ini terdapat berbagai permasalahan. Mulai dari kurangnya materi yang diberikan oleh guru sehingga siswa harus mencarinya secara mandiri, kurangnya kesadaran siswa dalam menyelesaikan tugas, dan kurangnya penguasaaan teknologi terbarukan. 2) teknik penilaian unjuk kerja mendorong anak didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran berbasis praktik. Praktik yang didasarkan pada nilai-nilai karakter religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong,dan integritas. Dapat ditarik simpulan bahwa implementasi teknik penilaian unjuk keja dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui demonstrasi penampilan siswa. Selain itu, Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan melalui teman sejawat dengan mengacu pada pedoman penilaian yang ada. Sistem pelaporan akhir melalui Teknik penilaian unjuk kerja hendaknya lebih disederhanakan, tidak terlalu rumit, dan tidak terlalu banyak komponen penilaiannya.
Desain Model Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri; Supianto, Supianto; Septiari, Wahyu Dini; Darmayanti, Rani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8241

Abstract

Designing a project-based evaluation model for Indonesian language learning as a Compulsory Curriculum Subject (MKWK) in Higher Education that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students is the objective of this research. The research method used is research and development (R&D), with stages of needs analysis and literature review, model design, expert validation, and model trials on students, and model finalization. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and student critical thinking tests. Data analysis techniques used were carried out with two approaches. Qualitative data were analyzed through Miles and Huberman's interactive analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Meanwhile, quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including the calculation of the mean, percentage, and model effectiveness testing using the t-test and N-Gain to determine the improvement of students' critical thinking skills. The Indonesian language learning evaluation model developed integrates project-based formative and summative assessments as well as critical reflection on lecture materials, especially in writing scientific articles. The conclusion of this study confirms that the developed evaluation model design is effective in facilitating the strengthening of students' critical thinking skills through contextual and reflection-based learning. This will increase the University Performance Index (IKU) of higher education institutions. Research results indicate that implementing this model can increase student engagement in the learning process and strengthen students' analytical, synthetic, and critical reasoning skills. The implications of this research emphasize the importance of learning evaluation that focuses not only on final results but also on students' in-depth thinking processes. Abstrak Merancang model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan dan literature review, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba model pada mahasiswa, serta finalisasi model. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes berpikir kritis mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan dua pendekatan. Data kualitatif dianalisis melalui teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi perhitungan rerata, persentase, dan uji efektivitas model menggunakan uji-t dan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan mengintegrasikan asesmen formatif dan sumatif berbasis proyek serta refleksi kritis terhadap materi perkuliahan, khususnya dalam menulis artikel ilmiah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain model evaluasi yang dikembangkan efektif dalam memfasilitasi penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis refleksi. Hal inilah yang akan menaikkan Indeks Kinerja Universitas (IKU) Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analisis, sintesis, serta penalaran kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.
Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Indonesia Inklusif Berbasis Aplikasi AI Bagi Siswa Disleksia di SMA Sukarno, Sukarno; Kusumaningsih, Dewi; Nurlina, Laily; Arifah, Irma; Muryati, Sri; Naimah, Myatun
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8378

Abstract

The development of inclusive Indonesia learning needs special attention. The purpose of this study is to describe an in-depth understanding of the inclusive Indonesia learning model in high school for people with dyslexia. This research is a descriptive qualitative research. The source of data is obtained from information and documentation. Inclusive learning research design. The data collection technique uses interview analysis, observation, and documentation. The data analysis technique uses the Milles and Huberman interactive model, which includes three main stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The data validity test used in this study is the method triangulation technique and source triangulation. Based on dyslexic research, applying multimedia learning theory developed by Richard E. Mayer. This research focuses on how students learn more effectively through the combination of text, images, sound, and other multimedia elements. AI technology that supports students with dyslexia is in the form of Text-to-Speech (TTS), Grammar Deep Check, Lexia and Nessy, and OrCam Learn. The integration of model and strategy development in Indonesia learning with AI requires inclusive attention so that students do not lose their identity as outstanding students and are equal to other students. Abstrak Pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia yang inklusif perlu perhatian yang khusus. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pemahaman mendalam tentang model pembelajaran Bahasa Indonesia secara inklusif di SMA bagi penyandang disleksia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari informasi dan dokumentasi. Desain penelitian pembelajaran inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan utama reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian disleksia menerapkan teori multimedia learning yang dikembangkan oleh Richard E. Mayer. Penelitian ini berfokus pada cara siswa belajar lebih efektif melalui gabungan teks, gambar, suara, dan elemen multimedia lainnya. Teknologi AI yang mendukung siswa penyandang disleksia berupa Text-to-Speech (TTS), Grammar Deep Check, Lexia dan Nessy, dan OrCam Learn. Integrasi pengembangan model dan strategi pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan AI diperlukan perhatian yang inklusif supaya peserta didik tidak kehilangan jati dirinya sebagai siswa yang berprestasi dan setara dengan siswa lainnya.
Ketrampilan Bahasa Jepang Bagi Karyawan PT. Java Agritech Semarang Muryati, Sri; Astuti, Bekti Setio
IZUMI Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.12.1.42-49

Abstract

This study aims to determine the Japanese language skills needed by employees of PT. Java PT. Java Agritech Semarang. This research is the basis for Japanese language training activities that will be carried out as a form of cooperation between PT. Java Agritech Semarang and Japanese Language Study Program, so that training can run effectively and efficiently. Needs analysis is important to be carried out so that teachers can determine the right material, teaching methods, and references and can answer employee needs. The population of this study were employees of PT JAT Semarang not Japanese language professionals. Survey, questionnaire and interview methods are used to obtain data on employee needs for Japanese which refers to Target Needs and Learning Needs. . The results showed that 92.8% of respondents needed mastery of Japanese. Specifically, the mastery needed is work-related vocabulary, basic grammar and expressions in communicating. This aspect has an important role in four language skills, namely listening, reading, speaking, and writing. Of the four skills, respondents sequentially need speaking skills, listening skills, writing and reading. Speaking and listening skills include the ability to convey and identify greetings, name and point objects, ask and understand questions and simple explanations in Japanese. Reading and writing skills are only needed by 24% of respondents, to read and write emails in Japanese. <a href="https://gb777info.com">gb777</a><a href="https://pajak.blitarkota.go.id/uploads/profile/">gb777</a><a href="https://baak.uika-bogor.ac.id/uploads/">slot gacor</a><a href="https://siadmin.baak.uika-bogor.ac.id/files/images/">gb777</a><a href="https://jdih.dprd-pemalangkab.go.id/">gb777</a><a href="https://disnakertrans.bungokab.go.id/">GB777</a><a href="https://jdih.bungokab.go.id/">GB777</a>slot gacorslot gacor
Adaptasi Komunikasi dan Penggunaan Bahasa Jepang di Tempat Kerja: Studi Pengalaman Mahasiswa Magang Indonesia di Jepang Muryati, Sri; Astuti, Bekti Setio; Trismanto, Trismanto; Pramandhani, Vamelia Aurina; Cahyani, Septa Wiki Dwi
KIRYOKU Vol 10, No 1 (2026): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v10i1.132-145

Abstract

This study aims to analyze the linguistic and sociolinguistic competence as well as language adaptation strategies of Indonesian vocational students participating in internship programs in Japan. The study is theoretically grounded in Intercultural Communicative Competence (Byram, 1997) and Communication Accommodation Theory (Giles, 1991). A qualitative-embedded survey approach was employed, utilizing questionnaire data and thematic analysis from 52 respondents out of a total population of 70 internship students. The findings indicate that while students are generally able to perform basic workplace communication, they experience notable difficulties in using formal Japanese, particularly keigo and industry-specific expressions. Online learning experiences also influence the development of language competence and cultural awareness. The study concludes that Japanese language competence and adaptive communication strategies play an important role in enhancing workplace performance and facilitating intercultural integration. 
Tantangan dan Strategi Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa D3 Bahasa Jepang Selama Magang di Jepang Astuti, Bekti Setio; Muryati, Sri; Trismanto, Trismanto; Cahyani, Septa Wiki Dwi
KIRYOKU Vol 10, No 1 (2026): Kiryoku: Jurnal Studi Kejepangan
Publisher : Vocational College of Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v10i1.315-326

Abstract

This study aims to identify the challenges and intercultural communication strategies of Indonesian vocational students majoring in Japanese during their internship programs in Japan. Despite possessing intermediate Japanese proficiency at the JLPT N3 level, students often experience difficulties in pragmatic communication and cross-cultural interaction in Japanese workplaces. This research employs a mixed-methods approach. Quantitative data were collected through an online questionnaire distributed to 50 students, with 35 valid responses analyzed using descriptive statistics (frequency and percentage). Qualitative data were obtained from open-ended responses and analyzed using thematic coding.  The results indicate that the main challenges include expressing disagreement, responding to criticism, understanding indirect instructions, and interpreting ambiguous expressions characteristic of Japan’s high-context communication style. To cope with these challenges, students adopt several strategies, such as direct clarification, observation and imitation of local communicative behavior, peer consultation, and selective use of digital translation tools. Furthermore, the internship experience contributes significantly to students’ understanding of Japanese work culture, including values of diligence, punctuality, responsibility, and respect for hierarchy. These findings highlight the importance of pre-departure training that integrates linguistic competence with intercultural communication and pragmatic awareness to better prepare vocational students for professional environments in Japan.
EFEKTIVITAS KOMPETENSI MANAJERIAL KETUA PROGRAM KEAHLIAN DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI SMK Muryati, Sri; Ilham Fahmi; Saprialman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46871

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 demands vocational students to possess adaptive technical and soft skills. This study aims to determine the effect of the managerial competence of the Head of the Expertise Program on the success of Field Work Practice (PKL) for students of Automation and Office Management (OTKP) at SMK 2 PGRI Karawang. This research uses a quantitative approach with an explanatory survey method. The study population consisted of 160 students from class XI OTKP, with a sample of 62 students determined through the Slovin formula. Data were collected using questionnaires with a 4-point Likert scale, observations, and documentation. The analytical techniques applied included descriptive statistics, classical assumption tests, and simple linear regression. The findings indicate that the managerial competence of the Head of the Expertise Program, which includes dimensions such as integrity, communication, and decision-making, has a significant influence on the success of PKL. Effective management ensures industrial placement suitability, intensive mentoring, and the achievement of student work competencies. Thus, improving managerial competence is essential to optimizing the link and match between vocational education and industrial needs.