Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Pasien Mengenai Informed Consent (Persetujuan Tindakan Kedokteran) Tentang Tindakan Pembedahan Oleh Dokter Musdalifa, Musdalifa; J, Reeny Purnamasari; Jafar, Muh. Alfian; Kartika, Andy Visi; Arifin, Arina Fathiyyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9969

Abstract

Latar belakang : Informed consent (persetujuan tindakan kedokteran) terdiri dari dua kata yaitu informed yang berarti telah mendapat informasi dan consent berarti persetujuan berarti memberi persetujuan dan mengizinkan. Dengan demikian informed consent berarti suatu persetujuan setelah didapatkanya informasi. Informed consent juga adalah proses yang dilakukan oleh dokter dan pasien atau keluarga yang memungkinkan pasien atau keluarga yang akan membuat keputusan terbaik terkait perawatan. Formulir informed consent digunakan untuk menjadi bukti dokumenter dari percakapan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, yang juga saat ini telah menjadi kebutuhan medikolegal. Tujuan : untuk mengetahui tentang bagaimana gambaran mengenai tingkat kepuasan pasien terhadap informed consent (persetujuan tindakan kedokteran) terhadap tindakan pembedahan oleh dokter di Rumah Sakit Ibnu Sina YW - UMI Kota Makassar. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil dan kesimpulan : Gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap penjelasan diagnosis, penjelasan prosedur pembedahan, penjelasan komplikasi, dan penjelasan prognosis yang dijelaskan oleh dokter pada saat dilakukan informed consent di Rumah sakit Ibnu sina YW - Umi Kota Makassar adalah puas dengan rata rata presentase 100%.
Potensi Makanan Fermentasi Tradisional Khas Indonesia Penghasil Bakteri Asam Laktat Padang, Febriani Kapu’; Nurfadillah, Nurfadillah; Musdalifa, Musdalifa; Ismail, Ismail
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v4i1.832

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman terutama dibidang kulinernya. Memiliki banyak jenis makanan bahkan hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki karakteristik dan cita rasa makanan yang berbeda. Metode yang digunakan dalam review artikel ini yaitu studi literasi dari berbagai artikel jurnal yang dieksplorasi dari PubMeb, Google Scholar dan sumber jurnal lainnya di internet yang membahas terkait berbagai macam makanan fermentasi tradisional khas daerah di Indonesia yang berpotensi sebagai penghasil Bakteri Asam Laktat (BAL). Pada setiap jurnal hanya mengambil hasil yang sesuai dengan tujuan review. Hasil studi literatur terkait makanan fermentasi tradisional khas Indonesia menunjukkan bahwa BAL yang paling banyak ditemukan dalam fermentasi makanan terdiri dari genus Lactobacillus 76,92%, Streptococcus 30,76%, Lactococcus 23,07%, Pediococcus 23,07%, Leuconostoc 15,38 %, Enterococcus 15,38%, Weissela confusa 7,6%, Bifidiobacterium 7,6%. Bakteri tersebut memiliki potensi sebagai probiotik.Indonesia is known as a country rich in diversity, especially in the culinary field. Even the entire Indonesian archipelago has different characteristics and flavors of food. The method used in this article review is a literacy study of various journal articles explored from PubMeb, Google Scholar, and other journal sources on the internet that discuss various traditional fermented foods typical of regions in Indonesia that have the potential to produce lactic acid bacteria. Each journal only takes results that are in accordance with the purpose of the review. The results of the literature study on traditional fermented foods typical of Indonesia showed that the most LAB found in fermented foods consisted of the genus Lactobacillus (76.92%), Streptococcus (30.76%), Lactococcus (24.07%), Pediococcus (24.07%), Leuconostoc (15.38%), Enterococcus (15.38%), Weissela confusa (7.6%), and Bifidiobacterium (7.6%). These bacteria have potential as probiotics.
Penerapan Manajemen Kesiswaan Dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Pada Peserta Didik Sman 1 Madapangga Di Kabupaten Bima Rahmansyah, Arif; Musdalifa, Musdalifa; Narro, Wahyuddin
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 18 No. 2 (2020): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai “Penerapan Manajemen Kesiswaan dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang pada Peserta Didik SMAN 1 Madapangga di Kabupaten Bima” dengan fokus permasalahan : Pertama, Bagaimana penerapan manajemen kesiswaan dalam mengatasi perilaku menyimpang peserta didik SMAN 1 Madapangga. Kedua, Bagaimana upaya menanggulangi perilaku menyimpang peserta didik di Sekolah SMAN 1 Madapangga. Dan ketiga, Faktor apa saja yang menyebabkan perilaku menyimpang pada peserta didik SMAN 1 Madapangga. Penelitian ini adalah studi kasus dengan desaian kualitatif, yang berlokasi lokasi di sekolah SMAN 1 Madapangga Kabupaten Bima. Adapun yang membantu dan mengarah keilmuan yakni pendekatan kualitatif. Kemudian metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan manajemen kesiswaan dalam mengatasi perilaku menyimpang yang dilakukan oleh peserta didik. Adapun gambaran penelitian adalah pendidik/guru di sekolah untuk mengatasi perilaku menyimpang yaitu memberikan pengarahan atau nasehat, menanamkan akhlak budi pekerti kepada peserta didik dan menetapkan beberapa aturan sekolah berupa tata tertib sekolah. Implikasi dari penelitian ini adalah berbagai bentuk penerapan manajemen kesiswaan dalam mengatasi perilaku menyimpang sudah banyak dilakukan dengan cara-cara yang positif. Perlu meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dengan cara memberikan pengenalan dan pemahaman kepada peserta didik tentang pemanfaatan dan dampaknya serta dibekali dengan nilai-nilai ajaran Islam untuk menyaring setiap apa yang dilihat dan dialaminya demi masa depan mereka. Dilingkungan keluarga terutama orang tua, untuk selalu memberikan pembiasaan akhlak yang terpuji serta menanamkan kesadaran yang mandiri terhadap anaknya. Bagi seluruh lembaga pendidikan agar dalam setiap perkembangan anak harus diarahkan dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan serta memberikan akhlak terpuji dan suri teladan.
The ANALISIS FINANSIAL USAHA TANI MELON DI P4S LASKAR PELANGI DESA SALO DUA KECAMATAN MAIWA Padapi, Astrini; Musdalifa, Musdalifa; Aisyah, Aisyah; Khamila, Khamila; Reni, Reni; Salman, Faris
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1686

Abstract

As a village development facilitator, P4S Laskar Pelangi plays an active role in advancing and developing agriculture in the region. The demand for melons continues to increase as melons are a popular fruit and often consumed by the community. In addition, the climate and soil conditions suitable for melon growth allow farmers to produce melons of good quality. The success of previous melon farming has also encouraged farmers to continue to develop this business. Melon farming is important because melons have high economic value and stable demand, both in the domestic and international markets. The activity method used in this activity is a case study method with Focus Discussion Group and quantitative analysis in the form of Business Feasibility Analysis. The results of Okasa melon cultivation business use production costs which are the sum of all fixed and variable costs from Okasa melon cultivation, which is Rp. 47,350,683. The income of Okasa melon farmers is Rp 480,000,000/Year. Business income is Rp 432,649,317/Year. The BC ratio value is obtained 9, BEP is 9 which means that by reaching the production amount of 802 units, this agribusiness can return capital and ROI 216.5%. In conclusion, P4S Laskar Pelangi has succeeded in increasing farmer productivity and income through the cultivation of Okasa Japanese melons which are feasible to develop further.
Analisis Tinjauan Pustaka Keterkaitan Stres Kerja, WorkLife Balance, dan Kinerja Karyawan di Era Hybrid Working Syam, Selvira; Nurhidayah, Nurhidayah; Musdalifa, Musdalifa; Syam, Selvina; Idris, Hariany
Annusfy : Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2025): November 2025 , Annusfy
Publisher : Jaanur Elbarik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65065/4d9q6w62

Abstract

This study aims to analyze the relationship between job stress, work-life balance (WLB), and employee performance in the context of hybrid working. A descriptive qualitative approach with a literature review method was used, covering 20 publications from 2020 to 2025. The results show that job stress negatively affects employee performance by reducing motivation and productivity, while work-life balance plays an important role in reducing stress and improving performance. Hybrid working supports a better work-life balance when combined with effective communication, empathetic leadership, and technological support. Overall, maintaining a balance between flexibility and employee well-being is essential to enhance performance in the hybrid work era.
Pengendalian Persediaan pada Usaha Bengkel Arman Jaya: Studi Lapangan dan Kegiatan Edukasi Rusly, Riyan; Musdalifa, Musdalifa; Sangkala, Masnawaty; Setiawan, Ricky; Ahmad, Syafar; Fitriani, Fitriani
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 1: July 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

  Pengendalian persediaan merupakan elemen krusial dalam menjaga stabilitas operasional usaha, terutama pada bengkel otomotif yang memerlukan ketersediaan suku cadang untuk memastikan kelancaran pelayanan. Artikel ini membahas hasil studi lapangan dan kegiatan edukasi yang dilakukan pada Bengkel Arman Jaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemilik usaha mengenai pentingnya pengendalian persediaan dan memberikan panduan praktis dalam pengelolaan stok suku cadang. Metode yang digunakan mencakup observasi awal, penyusunan materi edukatif, pelaksanaan penyuluhan langsung, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemilik usaha mengalami peningkatan pemahaman dan mulai menerapkan pencatatan persediaan harian serta sistem pemesanan yang lebih teratur. Edukasi ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis praktik sangat efektif dalam membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan persediaan sederhana di kalangan pelaku UMKM. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan program serupa di sektor usaha bengkel otomotif lainnya.
The Tradition of Postponing Cohabitation until Walimatul ‘Ursy in Cerenti: Durkheim’s solidarity analysis Musdalifa, Musdalifa; Riyadi, Alif Andaru; Rahmayani, Rahmayani; Nisa, Khoirun; Syahid, Abdur Rahman
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i2.36881

Abstract

Marriage customs in Malay communities continue to evolve amid shifting social values, yet scholarly attention to how local traditions mediate the relationship between Islamic law and indigenous norms remains limited. Although various studies have examined marriage rituals in Indonesia, no research has specifically analyzed the tradition of postponing cohabitation until the walimatul ‘ursy in Cerenti District, nor how this custom functions as a socio-religious mechanism that maintains communal harmony. This gap highlights the urgency of investigating how the practice negotiates the potential tension between Islamic permissibility for immediate cohabitation and customary restrictions rooted in Malay moral philosophy. Its novelty lies in analyzing Malay marriage traditions through the perspective of social cohesion, demonstrating how local and religious values interact in shaping social order. This study discusses the tradition of postponing cohabitation until walimatul ‘ursy (wedding celebration) in the Malay community in Cerenti District as a socio-religious practice that reflects the balance between Islamic customs and sharia, and functions as a social mechanism that strengthens community cohesion. The purpose of the research is to analyze the social function and religious value of the tradition through Emile Durkheim's theory of social solidarity. The research uses a qualitative approach with field data through in-depth interviews with four indigenous figures, data analysis is carried out descriptive-analytically using Durkheim's concept of mechanical and organic solidarity. The results of the study show that postponing cohabitation serves as a mechanism of self-control, family respect, and guardian of the sanctity of marriage. These findings confirm that the tradition strengthens social unity through the common values and collective norms of the Cerenti community. Practically, this research provides insights applicable to family development and the preservation of customs based on Islamic values. In conclusion, this tradition does not restrict individuals freedom but plays a role in maintaining the moral and social balance of the community. Tradisi pernikahan dalam masyarakat Melayu terus mengalami dinamika seiring perubahan nilai sosial, namun kajian ilmiah mengenai bagaimana adat lokal memediasi hubungan antara hukum Islam dan norma budaya masih terbatas. Meskipun sejumlah penelitian telah membahas ritual pernikahan di Indonesia, belum ada studi yang secara khusus menganalisis tradisi penundaan tinggal bersama hingga pelaksanaan walimatul ‘ursy di Kecamatan Cerenti, maupun bagaimana praktik tersebut berfungsi sebagai mekanisme sosial-keagamaan yang menjaga keharmonisan komunal. Kekosongan kajian ini menunjukkan urgensi untuk menelusuri bagaimana tradisi tersebut merundingkan potensi ketegangan antara kebolehan syariat untuk langsung tinggal bersama dan pembatasan adat yang berakar pada filosofi moral masyarakat Melayu. Kebaruan penelitian terletak pada analisis tradisi pernikahan Melayu melalui perspektif kohesi sosial yang menunjukkan bagaimana nilai lokal dan religius berinteraksi dalam membentuk ketertiban sosial. Penelitian ini membahas tradisi penundaan tinggal bersama hingga walimatul ‘ursy pada masyarakat Melayu di Kecamatan Cerenti sebagai praktik sosial keagamaan yang mencerminkan keseimbangan antara adat dan syariat Islam, serta berfungsi sebagai mekanisme sosial yang memperkuat kohesi masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis fungsi sosial dan nilai religius tradisi tersebut melalui teori solidaritas sosial Emile Durkheim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data lapangan melalui wawancara mendalam dengan empat tokoh adat, analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan konsep solidaritas mekanik dan organik Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan tinggal bersama berfungsi sebagai mekanisme pengendalian diri, penghormatan keluarga, dan penjaga etika kesucian pernikahan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi tersebut memperkuat kesatuan sosial melalui kesamaan nilai dan norma kolektif masyarakat Cerenti. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan yang dapat diterapkan dalam pembinaan keluarga dan pelestarian adat berbasis nilai Islam. Kesimpulannya, tradisi ini tidak membatasi kebebasan individu, tetapi berperan menjaga keseimbangan moral dan sosial dalam komunitas..
Manajemen Sarana Pembelajaran Melalui Kebijakan Penggunaan Alat Elektronik dalam Mendukung Pendidikan Ganda di Pondok Pesantren Mannallah Umi Habibah; Ahmad Syawal; Sedya Santosa; Musdalifa, Musdalifa
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 4 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the management of learning facilities through electronic device restriction policies in supporting dual education at Pondok Pesantren Mannallah. Dual education that integrates diniyah and formal curricula creates complexity in facility needs, especially when pesantren implements strict restrictions on the use of electronic devices. This qualitative research with a case study design involves 29 santri and 5 administrators as research subjects selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman & Saldana model. The research results show: (1) the condition of learning facilities is still conventionally oriented with significant limitations in digital facilities there are no shared computers for santri, internet access is very limited, and the management system is manual-based; (2) the implementation of electronic device restriction policy creates a pedagogical paradox that is effective in maintaining the focus of diniyah learning but hinders the fulfillment of formal education needs; (3) optimization strategies require a controlled digital access model that provides controlled technology facilities without sacrificing pesantren values. The practical implications of this research recommend the provision of digital learning spaces with scheduled access, monitoring systems based on direct supervision, and integration of digital literacy into the pesantren curriculum as solutions to balance value preservation with 21st-century learning technology adaptation.
Pemahaman Makna “Tabarruj” dan Korelasinya dengan Trend Velocity di Tiktok Musdalifa, Musdalifa; Nisa, Khoirun; Ainudzaky, Muhammad; Musyafa'ah, Nur Lailatul
QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : FASYA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/qj.v9i2.11845

Abstract

Perkembangan media sosial khususnya pada aplikasi TikTok melahirkan beragam tren digital yang memengaruhi gaya hidup dan ekspresi diri generasi muda. Salah satu tren populer adalah Velocity, yakni tarian atau gerakan tubuh dengan efek slow motion yang menonjolkan estetika visual. Fenomena ini, meskipun dipandang sebagai hiburan dan kreativitas, menimbulkan perdebatan etis dalam perspektif Islam, terutama terkait konsep tabarruj. Dalam literatur klasik, tabarruj dipahami sebagai perilaku perempuan yang menampakkan perhiasan, lekuk tubuh, atau kecantikan secara berlebihan di ruang publik sehingga memicu daya tarik lawan jenis. Artikel ini menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis studi pustaka untuk menelaah korelasi antara praktik Velocity di TikTok dengan konsep tabarruj. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian konten Velocity, khususnya yang melibatkan pakaian ketat, gerakan sensual, atau interaksi bebas lawan jenis, dapat dikategorikan mendekati tabarruj digital. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kritis dan pemahaman syariat agar umat Islam, terutama generasi muda, dapat menyikapi tren media sosial secara bijak dengan tetap menjaga etika, kehormatan diri, dan nilai keislaman.
Efektivitas Metode Qoidah Nuroniyyah terhadap Ketepatan Makhraj Bacaan Al-Qur’an Anak TPQ Usia Sekolah Dasar Musdalifa, Musdalifa; Mahyani, Aang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Metode Qoidah Nuroniyyah terhadap ketepatan makhraj bacaan Al-Qur’an anak TPQ usia sekolah dasar. Ketepatan makhraj merupakan aspek penting dalam membaca Al-Qur’an karena kesalahan dalam pelafalan huruf hijaiyah dapat memengaruhi makna dan kesempurnaan bacaan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kualitas pelafalan sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui model pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di Rumah Qur’an Ar Royan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan subjek sebanyak 20 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan membaca Al-Qur’an yang difokuskan pada ketepatan makhraj huruf hijaiyah sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara sebelum dan sesudah penerapan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 60 meningkat menjadi 87 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 pada taraf α = 0,05, sehingga p < α dan hipotesis nol ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa Metode Qoidah Nuroniyyah efektif dalam meningkatkan ketepatan makhraj bacaan Al-Qur’an. Metode yang disusun secara bertahap dan menekankan latihan artikulasi terbukti membantu peserta didik melafalkan huruf sesuai kaidah tajwid secara lebih tepat dan konsisten.
Co-Authors - Afrizal A Ifayani Haanurat Adam Nursya Ban, Muh. Agustina , Agustina Ahmad Syarief Iskandar, Ahmad Syarief Ahmad Syawal Ahmad, Syafar Ainudzaky, Muhammad Aisyah Aisyah Akbar, M. Jalaludin Al Ansyori, Shafwan Aminuyati Andi Ahriani Anhar, Chairil Arif Wijaya Arifin, Arina Fathiyyah Bambang Sunatar Bunga, Markus Choirul Fajri Daswati Daswati Elfa Syariati, Namla Evie Awuy Fatimah, Husnul Fitriani Fitriani Ghazali Samad, Ahmad Halimi, Ahmad Hamzah, M. Nasir Hariany Idris Hasbiullah, Hasbiullah Hasniaty, Hasniaty Hasriyati Anies, Siti Hidayat, Irwin Hidayat, Taopan Holyness Nurdin Singadimedja Ismail Ismail J, Reeny Purnamasari Jafar, Muh. Alfian Jannah, Raodahtul Jayawarsa, A.A. Ketut Johanis Panggeso Kahar Kahar, Kahar Karfin, Karfin Kartika, Andy Visi Khaeri, Kasful Khamila, Khamila Khoirun Nisa Lince Bulutoding Maelany, Megawaty mahyani, aang Marsanda, Marsanda Masseni, Masseni Merlyn Kurniawati Muhajirin, H Mustalia, Mustalia Nabir, Muhaemin Narro, Wahyuddin Nasrullah Nasrullah Ningsih, Istiana Nur Intan, Nur Nur Lailatul Musyafa’ah Nur, Makmur Jaya Nurfadillah Nurfadillah Nurhidayah Nurhidayah Nuri, R. Nurhayati Nurrahiya Nursahwal, Nursahwal Padang, Febriani Kapu’ Padapi, Astrini Padli, Herry Putri P, Feby R Nurhayati Nuri Rahmah Sari, Nur Rahman Ambo Masse Rahmansyah, Arif Rahmayani Rahmayani raudatul jannah Reni Reni, Reni Reski Ananda Putri, Andi Reza Pahlevi, Ashraf Ricky Setiawan Rismawati Rismawati Riyadi, Alif Andaru Rusly, Riyan Salbia, Sar Salman, Faris Sangkala, Masnawaty Sedya Santosa Shakinah, Shofiatul Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Syahid, Abdur Rahman Syahruddin Hattab Syahruni, Sri Syam , St.Hajrah Syam, Selvina Syam, Selvira Syarif, Sintia Taqiyah, Yusrah Taqwa, Taqwa Tsabitul Azmi, Rizky Umi Habibah Wibiantari, Dela Putri Wijaya, Riko Wirmie Eka Putra Yonas F Riwu Yulia Andriani, Yulia