Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SEDIMENTASI TERHADAP KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI MUARA SUNGAI BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK (The effects of sedimentation on macrozoobenthos abundance in Betahlawang Estuary of Demak) Agung Pamuji; Max Rudolf Muskananfola; Churun A’in
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.028 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.2.129-135

Abstract

 ABSTRAK   Muara merupakan daerah pertemuan antara air tawar yang berasal dari daratan dengan air laut. Wilayah ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan laut maupun perairan air tawar. Bercampurnya kedua jenis air tersebut dipengaruhi pasang surut yang berlangsung secara berkala dan membawa partikel-partikel sedimen yang berasal dari daratan. Dengan adanya masukan air tawar yang membawa partikel sedimen dari daratan yang terjadi secara terus menerus, dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di daerah muara sungai. Adanya peningkatan sedimentasi tersebut dapat berpengaruh terhadap keberadaan hewan Makrozoobentos di daerah muara sungai. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2014 di Muara Sungai Betahwalang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan nilai laju sedimentasi serta mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap kelimpahan Makrozoobentos di muara Sungai Betahwalang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan di 5 (lima) stasiun dengan interval waktu 2 minggu. Karakteristik sedimentasi di muara Sungai Betahwalang adalah berupa liat dengan ukuran butiran fraksi tanah <0,002 mm  kandungan bahan organik termasuk dalam harkat sedang sebesar 14%, laju sedimentasi tergolong kategori sangat berat dengan rata-rata 0,34 kg/m2/hari. Kelimpahan Makrozoobentos di muara Sungai Betahwalang termasuk kategori yang tinggi berkisar antara 154-1.026 ind/m3. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar (r=0,69) menandakan bahwa adanya korelasi yang kuat antara fraksi clay dengan kelimpahan Makrozoobentos. Sedangkan antara laju sedimentasi dengan kelimpahan Makrozoobentos diperoleh nilai koefisien korelasi (r=0,98) menandakan bahwa adanya korelasi yang sangat tinggi dan kuat antara keduanya.   Kata kunci : Sedimentasi, Makrozoobenthos, Betahwalang  Estuary is a transition area between freshwater from mainland and sea water. This area has different characteristic with neither ocean nor fresh water. The waters are influenced by tides which periodically also carry nutrient and sediment particles from mainland. Fresh water inflows carrying sediment particles from the mainland can increase both quantity and quality of sediments furthermore may affect the existence of macrozoobenthos in estuaries. This study was conducted on November to December 2014 in Betahlawang Estuary. The objectives of this study was to know characteristic of sediments and rate of sedimentation in Betahlawang Estuary, also to know the effect of sediment on the structure of macrozoobenthos community in Betahlawang Estuary. This was is a descriptive research used the purposive random sampling technique in collecting samples. The samples were collected from five stations per two. Sediments in the Betahwalang Estuary were  in the form of clay with a diameter of soil fraction <0,002 mm, organic matters were in medium class or 14%, and the rate of sedimentation was categorized as a very heavy with an average of 0.34 kg/m2/day. Abundance of macrozoobenthos in the Betahwalang Estuary was in the category of high or ranging around 154-1.026 ind/m3. There was a strong correlation (r=0,69) between clay fraction and the abundance of macrozoobenthos. While the high correlation coefficient was found also between the rate of sedimentation and abundance of macrozoobenthos (r=0,98), that indicated that their correlation was strong. Keywords : Sedimentation, Macrozoobenthos, Betahlawang  
SEBARAN SPASIO TEMPORAL KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN UJUNG KARTINI JEPARA (Spatial and Temporal Distribution Abundance of Phytoplankton and Chlorophyll-a in Ujung Kartini Waters Jepara) Muchtar Yulianto; Max Rudolf Muskananfola; Arif Rahman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.767 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.1.1-7

Abstract

Perairan Ujung Kartini merupakan perairan yang menjadi muara dari Sungai Wiso dan Sungai Kanal yang terletak di sisi barat Kabupaten Jepara. Di sekitar Perairan Ujung Kartini terdapat kegiatan manusia yang dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan kualitas air terutama kandungan unsur hara. Perubahan kandungan unsur di perairan akan berdampak terhadap persebaran dan kelimpahan fitoplankton serta konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan dan hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi klorofil-a. Penelitian dilakukan pada bulan November dan Desember 2017. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analisis deskriptif dan penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dan fitoplankton dilakukan di tiga stasiun yang ditentukan berdasarkan tinggi rendahnya kegiatan manusia. Pengambilan sampel tersebut dilakukan pada saat kondisi pasang dan surut dengan dua kali pengulangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa kelimpahan fitoplankton pada saat pasang dan surut berkisar antara 6.375 – 13.725 sel/l dan konsentrasi klorofil-a pada saat pasang dan surut berkisar antara 0,126 – 1,392 mg/m3. Nilai diatom quotient sebesar 1,533 yang berarti perairan yang diteliti termasuk ke dalam kategori perairan eutrofik. Kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a pada saat pasang lebih tinggi daripada saat surut. Keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Ujung Kartini Waters is part of the estuary of the Wiso River and Kanal River which are located on the west side of Jepara Regency. In the surrounding area, there are human activities that are feared to cause changes in water quality, especially nutrient content. Changes in nutrients content in the waters will have impact on the distribution and abundance of phytoplankton and concentration of chlorophyll-a.  This study aims to determine the level of aquatic productivity and the relationship between phytoplankton abundance with chlorophyll-a concentration. The study was conducted from November to December 2017. This research includes descriptive analysis and determination of sampling location using purposive sampling method. Samples of water and phytoplankton were collected at three stations based on the level of human activity. Sampling was carried out during high tide and low tide with two repetitions. Based on the results of the research, the abundance of phytoplankton at high and low tides ranged between 6.375 - 13.725 cells/l and chlorophyll-a concentrations at high and low tides ranged between 0,126 – 1,392 mg/m3. The value of diatom quotient is 1,533 which means that the waters of study area belong to the eutrophic category. The abundance of phytoplankton and concentrations of chlorophyll-a at high tide is higher than at low tide. Both show a high level relationship.
ANALISIS LAJU SEDIMENTASI PADA MANGROVE JENIS Rhizophora sp. DAN Avicennia sp. DI PERAIRAN BEDONO, DEMAK(Sedimentation Rate Analysis of Mangrove Rhizophora sp. and Avicennia sp. at Bedono, Demak) Nur Kharimah; Max Rudolf Muskananfola; Oktavianto Eko Jati
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.543 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.2.124-128

Abstract

Kawasan pesisir merupakan daerah yang rawan terkena erosi. Mangrove menjadi ekosistem pesisir yang berpengaruh terhadap laju sedimentasi. Keberadaan hutan mangrove dapat membantu menangani erosi di wilayah pesisir. Adanya bentuk perakaran mangrove yang bervariasi dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap laju sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju sedimentasi antara mangrove jenis Rhizophora sp. dengan  Avicennia sp.,  serta untuk mengetahui pengaruh perbedaan bentuk akar mangrove terhadap laju sedimentasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 April – 30 Juli 2018 di kawasan Hutan Mangrove Bedono, Demak. Kegiatan penelitian meliputi penentuan lokasi sampling melalui metode survei, pengukuran laju sedimentasi menggunakan sediment trap , pengukuran parameter fisika kimia dan analisis tekstur sedimen. Lokasi terdiri dari tiga stasiun, masing – masing stasiun terdapat enam titik. Tiga sediment trap diletakkan pada mangrove jenis Rhizophora sp. dan tiga lainnya pada mangrove jenis Avicennia sp. sehingga terdapat delapan belas titik. Laju sedimentasi Rhizophora sp. sebesar 13,01 mg//hari lebih rendah  dari pada Avicennia sp. yaitu sebesar 16,78 mg/cm²/hari. Jenis substrat yang diperoleh berupa liat. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa nilai p value = 0,015 . Kesimpulan yang diperoleh adalah bentuk akar tidak mempengaruhi jenis sedimen yang ditangkap dan jumlah hasil tangkapan sedimen Coastal areas were disturbed by abration. Mangrove influence the sedimentation rate and prevent abration coastal. The varied forms of mangrove root caused different effects with the sedimentation rate. The purpose of this research were to find out ratio and effect of the mangrove root differences of Rhizophora sp. and Avicennia sp. to sedimentation rate. The study was conducted in April 7th - July 30th, 2018 in Bedono. The methods of the research were sampling, measuring the sedimentation rate sediment trap, measuring  temperature, pH, salinity, and current velocity, and analyzing sediment texture. There were 3 stations with its station had 6 points. Three sediment traps were placed on Rhizophora sp. and the others 3 are in the Avicennia sp. Sedimentation rate of Rhizophora sp. amounting to 13,01 mg /  / day lower than Avicennia sp. that is equal to 16,78 mg / / day. ANOVA test showed that p value = 0,015. The type of substrate obtained is clay. The conclusion said that root shape does not affect the type of sediment obtained and amount of sediment catched.
POTENSI PENCEMARAN TIMBAL (Pb) DAN KADIUM (Cd) BERDASARKAN ANALISIS FAKTOR PENGKAYAAN DAN FAKTOR KONTAMINASI DI PERAIRAN TELUK JEPARA Mulia Delvi, Betlin Indriani; Muskananfola, Max Rudolf; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.28238

Abstract

Logam berat Pb dan Cd di sepanjang pesisir Teluk Jepara, Jawa Tengah bersumber dari limbah domestik dan industri yang ada di sekitarnya. Logam berat yang larut ke dalam badan perairan akan berasosiasi dengan bahan tersuspensi dan mengendap di dasar perairan. Masuknya pencemar ke badan perairan dapat menyebabkan kualitas perairan mengalami degradasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi cemaran logam berat berdasarkan faktor pengkayaan dan faktor kontaminasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019 di perairan Teluk Jepara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan meliputi uji komparasi dengan One-way Anova dan uji regresi linear. Analisis kandungan logam berat pada sampel menggunakan Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS) sesuai SNI. Hasil penelitian menunjukkan nilai logam berat di air telah tercemar oleh timbal (Pb) berdasarkan baku mutu KepMen LH tahun 2014. Untuk logam berat Cd masih berada pada kategori normal. Pada sedimen nilai logam berat tinggi namun masih berada di bawah baku mutu menurut ketetapan Australian and New Zealand Environment and Conservation Council(ANZECC) tahun 2000. Tidak adanya input antropogenik, namun mengindikasikan adanya kontaminasi tingkat rendah yang dapat memicu resiko ekologis terhadap lingkungan.
Isolasi dan Karakterisasi Jamur dari Sedimen Mangrove Tapak, Semarang Millatia, Zulfa; Sabdaningsih, Aninditia; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.48286

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang dinamis karena dipengaruhi oleh pasang surut, mendapatkan resapan air tawar dari daratan, tempat akumulasi mineral dan terdapat aktivitas makro dan mikroorganisme. Mikroorgansime di dalam sedimen mangrove terbagi menjadi bakteri, jamur dan aktinomisetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi jamur yang terdapat dalam sedimen mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Januari 2022 dengan metode eksploratif dimana penelitian ini bertujuan untuk menggali data dan informasi mengenai jamur yang hidup dalam sedimen mangrove. Metode penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama isolasi dan purifikasi isolat jamur dari sampel sedimen. Tahap kedua yaitu karakterisasi isolat jamur yang didapatkan berdasarkan pengamatan secara makroskopik. Hasil yang didapatkan dari isolasi dan purifikasi isolat jamur dari sampel sedimen mangrove sebanyak 13 isolat jamur dimana 11 isolat diduga golongan kapang dan 2 isolat golongan khamir.
Analisis Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Teripang (Stichopus horrens) Berdasarkan Hasil Tangkapan Nelayan di Perairan Karimunjawa Lestari, Abid; Muskananfola, Max Rudolf; Hartoko, Agus; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61055

Abstract

Teripang (Stichopus horrens) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Stichopus horrens merupakan teripang dengan peminat besar di industri konsumsi dan produksi sehingga berpengaruh terhadap aspek biologisnya. Ketersediaan data panjang berat dan faktor kondisi dapat menjadi informasi penting untuk pengelolaan sumber daya teripang di kemudian hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi teripang Stichopus horrens. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 di perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengambilan sampel dengan teknik sensus sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyelaman langsung pada kedalaman 10 – 20m dengan waktu penyelaman dua jam. Data yang diambil adalah data panjang (cm) dan berat (gr). Analisis data dilakukan menggunakan software Microsoft Excel. Total sampel yang didapatkan sejumlah sepuluh ekor, hasil analisis didapatkan sifat pertumbuhan teripang allometrik negatif, yaitu pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya.
KEMAMPUAN MANGROVE Avicennia sp., DAN Rhizophora sp. DALAM FITOREMEDIASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb), TEMBAGA (Cu) DAN KADMIUM (Cd) DI KAWASAN MANGROVE, TRIMULYO, GENUK, SEMARANG Dharmaningtyas, Nimas; Muskananfola, Max Rudolf; Taufani, Wiwiet Teguh
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.54066

Abstract

Fitoremediasi merupakan upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannnya untuk dekontaminasi limbah pencemaran logam berat yang berasal dari lingkungannya, seperti timbal (Pb), tembaga (Cu), dan kadmium (Cd), dimana salah satu tanaman yang digunakan adalah mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan fitoremediasi pada mangrove jenis Avicennia sp. dan Rhizophora sp. Terhadap timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd). Penelitian dilakukan pada Juli - Oktober 2020. Metode penelitian menggunakan metode survei yaitu metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana. Sampel yang diambil yaitu sedimen, akar dan daun mangrove. Sampel kemudian dianalisa dengan menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Nilai temperatur pada stasiun I dan II masing-masing yaitu 28,85º C dan 29,83º C. Nilai pH 7,0 dan 7,1 Do 8,9 dan 8,7 dan nilai salinitas 7,6 ppt dan 32,0 ppt. Nilai BCF spesies Avicennia sp. pada pada logam Pb, Cu, dan Cd masing-masing 0,669; 0,414 hasil TCF spesies Avicennia sp. 0,879; 0,900; dan 0. Hasil perhitungan BCF spesies Rhizophora sp. pada pada logam Pb, Cu, dan Cd masing-masing 1,650; 0,060 dan 0, hasil perhitungan TCF spesies Rhizophora sp. masing-masing 0,373; 0,400 dan 0 . Berdasarkan hasil nilai BCF dan TCF didapatkan bahwa kedua spesies mampu melakukan fitoremediasi terhadap logam berat.
Kesuburan Perairan Berdasarkan Kandungan Nutrien Pada Ekosistem Mangrove Di Kawasan Hutan Mangrove Pasar Banggi, Rembang - Jawa Tengah Romadhony, Muchammad Yusuf; Hartoko, Agus; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.52274

Abstract

Nutrien memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan biota laut. Kandungan nutrien merupakan salah satu indikator terhadap kesuburan sebagai deskripsi kualitatif suatu perairan. Secara alamiah konsentrasi nutrien dalam perairan bervariasi dan dalam kondisi tertentu dapat terjadi keadaan di luar batas optimal bagi organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien Nitrat, Fosfat, Organik Terlarut dan Makrozoobentos dan mengetahui tingkat kesuburan perairan Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pemilihan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kandungan nutrien nitrat pada area penelitian menunjukkan variasi yang cukup besar yaitu antara kurang dari 0.02 - 0.621 mg/L tergolong dalam klasifikasi oligotrofik, Kandungan fosfat masih relatif sama di semua titik pengamatan yaitu kurang dari 0.018 mg/L. Kandungan C-organik bervariasi yaitu kurang dari 0,5 mg/L - 0.67 mg/L tergolong dalam klasifikasi oligotrofik, dan zat organik mencapai 4,74 mg/L - 34.128 mg/L, bentos jenis Terebralia sp dan Telescopium telescopium hidup pada seluruh lokasi pengamatan sementara hanya ditemukan di 3 stasiun pengamatan, bentos jenis Gyraulus  sp memiliki jumlah yang paling banyak ditemukan dan kandungan nutrien perairan tergolong rendah atau termasuk perairan oligotrofik. Sifat hidup makrozoobentos memberikan keuntungan untuk digunakan sebagai indikator biologi diantaranya memiliki habitat hidup yang menetap. Dengan demikian, perubahan-perubahan kualitas air tempat hidupnya akan berpengaruh terhadap komposisi dan kelimpahannya.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN JUVENIL IKAN DI KAWASAN PERAIRAN PANTAI MANGKANG WETAN, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Delahoya, Christian; Solichin, Anhar; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.54117

Abstract

Juvenil ikan termasuk fase kehidupan awal dari pertumbuhan ikan. Pada fase ini perkembangan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna. Distribusi dan kelimpahan juvenil ikan bergantung pada kondisi perairan. Perairan Pantai Mangkang Wetan merupakan perairan yang terhubung langsung ke laut dan dipengaruhi oleh aktivitas daratan serta memiliki ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan juvenil ikan serta hubungannya dengan pasang surut di kawasan Perairan Pantai Mangkang Wetan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Juvenil ikan yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 14 famili, yang terdiri dari famili Carangidae, Engraulidae, Kuhliidae, Mugilidae, Gobiidae, Leiognathidae, Terapontidae, Platycephalidae, Chanidae, Triacanthidae, Scianidae, Sphyranidae, Sillaginidae, dan Siganidae. Juvenil ikan Mugilidae tertangkap paling banyak dari total pengambilan sampel yaitu 597 individu, sedangkan juvenil ikan yang tertangkap paling sedikit dari total pengambilan sampel adalah Terapontidae, Triacanthidae, dan Sillaginidae yaitu  masing-masing 1 individu. Rata-rata kelimpahan juvenil ikan pada saat pasang adalah 145 ind/375m3,sedangkan rata-rata kelimpahan juvenil ikan pada saat surut adalah 221 ind/375m3. Pasang surut berpengaruh terhadap kelimpahan juvenile ikan.
Struktur Komunitas Sumber Daya Teripang di Perairan Tanjung Gelam, Pulau Karimunjawa Pinasthi, Laili Salma; Hartoko, Agus; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60115

Abstract

Teripang merupakan salah satu echinodermata yang dapat ditemukan di perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa dan bernilai ekonomis tinggi di pasaran domestik maupun internasional. Perairan Tanjung Gelam memiliki ekosistem terumbu karang yang disukai teripang, namun saat ini terjadi penurunan populasi teripang yang ditunjukkan dari semakin menurunnya jenis teripang karena adanya kegiatan penangkapan secara ekstensif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis teripang yang ada, struktur komunitas sumber daya teripang, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, dan kualitas perairan di Tanjung Gelam, Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada bulan April – November 2023. Pengambilan sampel teripang dilakukan di 2 stasiun perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa pada bulan Agustus 2023. Hasil data struktur komunitas menunjukkan bahwa pada Stasiun-1 (10-15 m) ditemukan 6 jenis teripang dengan kelimpahan tertinggi pada spesies Bohadschia argus dan Stichopus horrens dengan nilai masing-masing sebesar 28,6%, sedangkan nilai terendah terdapat pada spesies Bohadschia subrubra dan Isostichopus badionotus dengan nilai masing-masing sebesar 7,1%. Stasiun-1 memiliki indeks keanekaragaman senilai 1,649 (sedang); indeks keseragaman senilai 0,920 (tinggi); indeks dominansi senilai 0,214 (rendah). Di samping itu, pada Stasiun-2 ditemukan 5 jenis teripang dengan kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada spesies Stichopus horrens dengan nilai 50,0% sedangkan nilai terendah pada spesies Holothuria flavomaculata dan Isostichopus badionotus dengan nilai kelimpahan relatif masing-masing sebesar 8,3%. Stasiun-2 (17-18 m) memiliki indeks keanekaragaman senilai 1,358 (sedang); indeks keseragaman senilai 0,844 (tinggi); indeks dominansi senilai 0,319 (sedang). Kedua stasisun memiliki nilai parameter kualitas air yang tidak berbeda signifikan dimana parameter suhu, salinitas, pH dan substrat tergolong optimal bagi kehidupan teripang.
Co-Authors - Djuwito - Ruswahyuni - Subiyanto - Supriharyono A'in, Churun A’in, Churun Abiyoga, Reinaldi Adira Rizka Andaris, Adira Rizka Afwa, Rainuy Saninzita Agung Pamuji agung Suryanto Agus Hartoko Amalo, Nancy Marcelina Reinatha Amanina, Farha Tsabita Andri Okfan, Andri Anggoro, Sutrsino Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Arif Rahman Arif Rahman Arofah, Rizka Ummi Ayu Istiqomah, Ayu Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Cahyo, Tri Nur Carleone de Prima, Carleone Chrysalina Indrastuti Churun A’in Delahoya, Christian Devi Kristi Purba Dewi Meynita, Dewi Dharmaningtyas, Nimas Diah Ayuningrum, Diah Dominig, Amryta Dwi Yulianto Dyah Prajna Swayati, Dyah Prajna Erzad, Avisha Fauziah Etty Silviana Wahyuningrum, Etty Silviana Eugene Ramarta da Linne Fadhilah Maharani Fajrin, Fadhilah Maharani Fajar Purnama, Muhammad Febbrianna, Vida Febrianto, Sigit Frida Aprilia Loinenak, Frida Aprilia Frida Purwanti Gultom, Christine Rosaline Haeruddin Haeruddin Haikal, Faqilliansi Hapsari, Rania Widia Hikmah, Nur Hikmah Hutami, Ganjar Hesti Indraswari Putri Khaeksi, Indraswari Putri Ittok Rochmad Choirudin Janisa Ferril Indriyastuti Kharisma Aji Winarto Kresnasari, Dewi Lakastri, Lavia Legina Lourenta Siregar Lestari, Abid Luthfieana Mentari, Luthfieana Marhana, Tasya Merlia Purnama Putri Millatia, Zulfa Mohamad Haekal Muchtar Yulianto Muhammad Fajar Purnama Muhammad Zainuri Mulia Delvi, Betlin Indriani Mulyaningsih, Dwi Mustofa Niti Supardjo Niniek Widyorini Nisak, Yuyun Khoirun Norma Afiati Nugroho, Adhi Nur Kharimah Oktaviana, Clarisa Ika Oktavianto Eko Jati Pinasthi, Laili Salma Prabowo, Danar Pratiwi, Galuh Alia Pujiono Wahyu Purnomo Purba, Chris Antoni P Purnama, Muhammad Rella Nur Taqwa Retnoayu Budiasih, Retnoayu Rizal Akbar Hutagalung, Rizal Akbar Rizki Pramuditya Kurniatama, Rizki Pramuditya Romadhony, Muchammad Yusuf Rudhi Pribadi Sahala Hutabarat Sefanya Roswaty Siahaan, Donal Sihombing, Yuni Harvesty Simanjuntak, Siska Lestari Sinulingga, Hiskia Arapenta Siti Rudiyanti Siti Widya Arfiatin Slamet Budi Prayitno Sofiyani, Risna Gina Sri Sedjati Supriharyono Supriharyono Suryanti Taufani, Wiwiet Teguh Viki Darusman Wahyu Permana Aji Wiarta, Rinto Widiyasari, Laurentina Kiki Wiwi Siti Rohmah, Wiwi Siti Yuliana, Eka Yulfa Yusty Amelia Zulistiana Mufaidah, Zulistiana