Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Manajemen Pengemasan Seni AUD St. Nur Almaidah Rs.; Joko Pamungkas; Prayitno Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1216

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan pada jenjang yang membantu anak berkembang secara optimal pada seluruh aspek perkembangan. Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk diperhatikan adalah aspek perkembangan seni yang berkontribusi pada kemampuan ekspresi dan kreativitas anak yang harus dikemas dengan baik. Pengemasan seni yang baik memerlukan manajemen yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pebelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan manajemen pengemasan kegiatan seni pada anak usia dini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu  reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan seni yang efektif memerlukan perencanaan terstruktur, pemanfaatan bahan lokal, pendekatan tematik dan keterlibatan orang tua sangat penting sebagai mitra pembelajaran Studi ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan rumah dalam menumbuhkan potensi seni anak sejak dini
Analisis Guru dalam Penilaian Capaian Pembelajaran Anak Usia Dini SIti Balqis Syafitri; Harun Harun; Prayitno Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1233

Abstract

Penilaian perkembangan anak usia dini memegang peran penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal dan pengelolaan pembelajaran yang efektif di PAUD. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru PAUD dalam melaksanakan penilaian perkembangan peserta didik dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan instrumen wawancara dan survei, melibatkan tujuh guru. Data dianalisis menggunakan triangulasi untuk memperoleh gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas guru masih mengandalkan penilaian manual yang kurang melibatkan orang tua secara optimal dan menghadapi kendala dalam akurasi serta efisiensi. Implikasi hasil menekankan kebutuhan pengembangan media penilaian digital dan pelatihan guru untuk meningkatkan kualitas dan kolaborasi penilaian secara efektif di PAUD
Analysis of Fine Art Learning to Stimulate Creativity in Kindergarten Widya Dwi Hardiyanti; Prayitno Prayitno; Joko Pamungkas
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1259

Abstract

Creativity is an important skill in the 21st century. One of the activities to develop creativity is through the fine arts. This study aims to describe the process of fine art learning in early childhood to develop creativity. This research is a case study approach. The subjects consist of children and teachers at Aisyiyah XI and Nurul Hidayah Kindergarten Surakarta. Analysis data using the Miles, Huberman, and Saldana Models. The results of the study show that the art learning activities carried out include drawing and colouring, painting, mosaics, montage, and collaborative work using blocks and lego. Art learning methods can promote free expression, demonstration, and collaboration. The most effective method to stimulate a child's creativity is to allow the child to express their thoughts and feelings freely. The artworks of free expression-based learning are more varied because they align with the creativity of early childhood.
Survei Pengetahuan dan Kebutuhan Guru Terhadap Penerapan Pembelajaran Literasi Budaya Anak Usia Dini Fitri Annisa; Rina Wulandari; Prayitno Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kebutuhan guru TK terhadap literasi budaya anak usia dini. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey, data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap literasi budaya berada pada ketegori tinggi, terutama dalam aspek konseptual dan urgensinya, namun terdapat kesenjangan antara pemahaman dan penerapan di kelas. Guru juga menghadapi kendala dalam kurangnya  pelatihan serta minimnya dukungan dari dinas pendidikan kebudayaan. Di sisi lain, mayoritas guru menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap media pembelajaran berbasis budaya lokal yang menarik perhatian dan aplikatif, seperti pop-up book dan media digital berbasis budaya. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa pengetahuan konseptual guru belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik pembelajaran karena terbatasnya pelatihan kontekstual dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, penguatan literasi budaya anak usia dini perlu diupayakan melalui pengembangan strategi, kebijakan, dan media yang berbasis nilai budaya lokal agar dapat menumbuhkan identitas budaya dan karakter anak sejak dini.
From Free Flow to Structured Lines: Comparing Kindergarten Children’s Drawings Prayitno Prayitno; Nurul Arifiyanti; Oktaviana Maharani; Rini Agustiningsih; Muhammad Ghufron Eka Saputra
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 17 No. 2 (2025): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v17i2.8128

Abstract

This study examines the differences in drawing patterns of kindergarten children during free drawing and guided drawing, using educational video stimuli. The research aims to describe the characteristics of children’s drawings in both contexts and analyze changes that occur after receiving visual guidance. Employing a descriptive quantitative approach with a one-group pretest–posttest design, the study involved 25 children aged 5–6 years selected through purposive sampling. Data were collected using observation sheets that assessed eight indicators of early childhood drawing development, including clarity and detail of form, balance of size and layout, and purposeful use of color. Pretest activities consisted of a 20-minute free drawing session, followed by a posttest after participants watched a 5–7-minute educational video about bees. Descriptive analysis showed an increase in the overall mean score from 2.5 (pretest) to 3 (posttest), indicating notable improvement across all indicators. Children’s posttest drawings displayed clearer and more detailed bee forms, more balanced composition, and purposeful color application. These findings suggest that structured visual media effectively support children’s perceptual-motor and visual-spatial skills, and can be used as a practical strategy to enhance artistic and cognitive development in early childhood classrooms.
Technology Learning Integration in Kindergarten: From Play to Programming with ScratchJr Widya Dwi Hardiyanti; Prayitno Prayitno
Teknodika Vol 24, No 1 (2026): Teknodika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/teknodika.v24i1.110986

Abstract

The rapid advancement of 21st-century technology necessitates that young children become not only digital consumers but also develop 5C (Creative thinking, Critical thinking, Communication, Collaboration, and Computational thinking). One innovative approach to fostering these abilities is through early exposure to programming. However, in the context of Surakarta, Indonesia, programming learning has not yet been widely or systematically implemented in kindergarten. This study aims to explore the programming practices of children aged 5–6 using ScratchJr, a visual programming application designed specifically for young learners. A qualitative case study method was employed, involving 20 children from a Kindergarten in Surakarta. Data were gathered through direct observation and documentation of children's project outcomes during individual 30-45-minute sessions. Findings revealed that the majority of children were capable of exploring ScratchJr features and constructing basic programming sequences to create animated story projects. The children exhibited high levels of engagement, curiosity, and creativity throughout the activity. Many demonstrated an understanding of debugging and symbolic thinking. Moreover, ScratchJr served as an effective medium to support artistic expression, indicating the development of creativity and cognitive growth through interactive digital experiences. In conclusion, programming activities facilitated by ScratchJr offer a developmentally appropriate and engaging approach to enhancing computational thinking and creativity. The study recommends increased investment in digital infrastructure and professional development for educators to enable the broader implementation of programming in kindergarten for preparing young learners to thrive in an increasingly digital global world.
Pengembangan Kemampuan Motorik dan Sosial Emosional Anak Usia Dini Menggunakan Permainan Tradisional Sudaryanti Sudaryanti; Prayitno Prayitno; Nurul Arifiyanti; Oktaviana Maharani
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i1.387

Abstract

Kemampuan fisik-motorik dan sosial-emosional adalah kemampuan yang menjadi dasar dan prediktor perkembangan anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional dalam meningkatkan perkembangan fisik-motorik dan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau kepustakaan. Langkah-langkah penelitian meliputi review artikel yang relevan dengan rumusan masalah, analisis hasil penelitian, dan deskripsi hasil untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian literatur menunjukkan bahwa permainan tradisional di berbagai daerah di Indonesia berperan penting dalam mengembangkan fisik-motorik dan sosial-emosional anak usia dini. Hubungan permainan tradisional dengan perkembangan fisik-motorik anak terlihat dari peningkatan kesehatan, kebugaran, dan kemampuan gerak (seperti kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan gerak, koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan). Sementara itu, pengaruhnya terhadap perkembangan sosial-emosional anak terlihat dari interaksi anak dengan teman sebaya, keterampilan membangun hubungan, keterampilan memecahkan masalah, sosialisasi, kerja sama, rasa percaya diri, membantu teman, dan kerja sama dalam kelompok.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Perilaku Peduli Lingkungan Anak Usia Dini di Daerah Istimewa Yogyakarta Anatasya Anatasya; Muthmainah Muthmainah; Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7103

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebutuhan pengembangan perilaku peduli lingkungan pada anak usia dini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan fokus pada identifikasi kesadaran guru dan implementasi praktik ramah lingkungan di PAUD. Metode survei kuantitatif dengan instrumen kuesioner tertutup, dimana data dikumpulkan dari 109 guru PAUD di lima kabupaten/kota, dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 92,7% guru menyadari urgensi penanaman perilaku peduli lingkungan, namun pada implementasinya terkendala oleh keterbatasan pemahaman anak (35,8%), dan kurangnya dukungan orang tua (24,8%). Sebanyak 82,6% guru menilai pendekatan learning by doing (membuang sampah pada tempatnya, berkebun, dan recycle). Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan program pelatihan guru, media pembelajaran kontekstual, dan panduan kegiatan yang mendukung internalisasi nilai lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini memperkaya literasi tentang strategi implementasi pendidikan lingkungan di PAUD sebagai upaya tindak lanjut.
Media Loose Parts Cangkang Kerang dalam Menstimulus Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia 5-6 Tahun Veronika Iryouw; Nelva Rolina; Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7118

Abstract

Berpikir logis merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak, namun pada usia 5–6 tahun, kemampuan ini umumnya masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media cangkang kerang. Kegiatan penelitian dilakukan di PAUD Sesur dan PAUD Mahikay, dengan melibatkan 16 anak dan 4 guru sebagai subjek. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui proses reduksi, penyajian hingga penarikan kesimpulan. Aspek yang diteliti mencakup kemampuan mengelompokkan, membedakan warna, bentuk, dan jenis, menghitung, membentuk pola, menyusun berdasarkan ukuran, serta mengenal angka dan huruf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Loose Parts dari cangkang kerang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun. Temuan baru mengungkapkan bahwa cangkang kerang raksasa dan patahan landak laut raksasa (insur), yang dikenal secara lokal di Biak, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang aman, menarik, dan efektif di wilayah pesisir Papua.   
Perspektif Guru terhadap Bermain Peran sebagai Strategi Pengembangan Empati Anak Usia Dini Meutea Tri Kurniati; Rina Wulandari; Prayitno Prayitno
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1414

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru terhadap kegiatan bermain peran sebagai strategi dalam menumbuhkan empati pada anak usia dini. Masalah empati yang belum berkembang optimal pada sebagian anak, seperti sikap egosentris dan kurangnya  kepekaan terhadap perasaan teman menjadi latar belakang pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Bermain peran menjadi salah satu pendekatan yang diyakini efektif karena memberi ruang bagi anak untuk memahami perasaan, peran sosial, dan cara berinteraksi secara emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek dua orang guru kelas B dari TK Aulia dan TK Mawar Khatulistiwa yang berlokasi di Kota Pontianak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara daring dan di analisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang bermain peran sebagai kegiatan yang efektif dalam menumbuhkan empati, karena anak dapat belajar mengekspresikan emosi, memahami situasi sosial dan menyelesaikan konflik secara damai. Guru juga memfasilitasi refleksi setelah bermain untuk memperkuat pemahaman anak terhadap nilai-nilai empati. Dengan demikian, bermain peran menjadi strategi pembelajaran yang relevan dalam mengembangkan karakter dan keterampilan sosial anak usia dini.