Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Membangun Demokrasi Sehat dalam Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Yayuk Hidayah; Risti Aulia Ulfah; Nufikha Ulfah
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.4813

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara. Metode dalam penulisan artikel ini adalah library research. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia telah banyak mengalami pasang surut sejak era kemerdekaan hingga reformasi kini. Pelaksanaan demokrasi dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Pancasila merupakan tantangan pelaksanaan demokasi bagi Indonesia kini. Setelah melakukan kajian, peneliti dapat mengatakan bahwa Pancasila merupakan tawaran solusi mutlak dalam membangun demokrasi “sehat”.
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian tentang Pancasila Pasca Terbentuknya BPIP (2019-2023): Suatu Pendekatan Pendidikan Yayuk Hidayah; Hastangka Hastangka
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 2023: VOLUME 3 ISSUE 2, OCTOBER 2023
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v3i2.152

Abstract

Pancasila menjadi wacana yang menarik dalam catatan memori kolektif generasi muda paska reformasi. Pancasila tidak hanya menjadi produk pemikiran dan intelektual para pendiri bangsa tetapi juga menjadi produk politik dari berbagai ragam rezim yang telah memimpin negeri ini sepanjang negara Indonesia berdiri. Isu penting dalam wacana Pancasila sejak paska reformasi ialah persoalan kehadiran Pancasila apakah diakui keberadaan di kalangan generasi muda atau dianggap absen dari pemikiran, memori, dan imajinasi mereka dalam berbangsa dan bernegara. Generasi yang lahir sejak paska reformasi periode tahun 2000 menjadi generasi yang memiliki imajinasi tentang Pancasila yang cukup berbeda dengan generasi pada periode sebelumnya. Penelitian ini akan menggali dan mengeksplorasi apa yang diimajinasikan dan dipikirkan generasi muda tentang Pancasila. Terbentuknya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada tahun 2018 ikut mewarnai dalam proses pembentukan wacana dan memori generasi muda dalam memahami Pancasila. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat sampai sejauh mana persepsi Generasi Muda terhadap Pancasila pasca terbentuknya BPIP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode bibliometrik (bibliometrics). Data sekunder diperoleh melalui kajian pustaka dari hasil laporan, kajian, dan penelitian berkaitan dengan tema Pancasila dan kepemudaan. Analisis data menggunakan pendekatan interpretasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tren penelitian tentang Pancasila sejak terbentuknya BPIP terjadi peningkatan cukup signifikan. Isu yang diangkat pada periode 2019 sampai dengan 2023 mengarahkan pada tren penelitian tentang Pendidikan, Kurikulum dan Pedagogi, Filsafat dan Studi Keagamaan
Educational Interaction Patterns of Students in Blended Learning during Covid 19 Lisa Retnasari; Yayuk HIdayah; Tia Widyaningrum; Anif Istianah; Meiwatizal Trihastuti
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i2.11893

Abstract

Abstract: The Covid 19 pandemic requires teachers to apply blended learning. This raises several patterns of interaction between teachers and students and various potentials that support and hinder them. This study aims to understand the patterns of educational interaction in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya during the pandemic as well as the obstacles and support in interaction patterns. This research method is descriptive qualitative. Data were obtained from school principals and teachers. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data display and data verification. The results of this study indicate that there are three types of interaction patterns in blended learning at SDN 210/X Bandar Jaya, namely one-way interaction that occurs when the teacher uses the lecture method, two-way interaction that occurs when the teacher uses the combined lecture method with question and answer, and interaction three directions that occur when the teacher uses the discussion method. The supporting factors for educational interaction patterns consist of teachers, facilities and infrastructure, and educational staff, while the inhibiting factors for educational interactions consist of teachers, internet networks, and passive students.Keywords: Educative Interaction, Blended learning, Covid 19 Pandemic  Abstrak: Pandemi Covid 19 mengharuskan guru menerapkan pembelajaran blended learning. Hal ini memunculkan beberapa pola interaksi antara guru dan peserta didik dan berbagai potensi yang mendukung dan menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola interaksi edukatif dalam pembelajara blended learning di SDN 210/X Bandar Jaya pada masa pandemi serta hambatan dan dukungan dalam pola interaksi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data didapatkan dari kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola interaksi dalam pembelajaran blended learning di SDN 210/X  Bandar Jaya yaitu interaksi satu arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode ceramah, interaksi dua arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode gabungan ceramah dengan tanya jawab, dan interaksi tiga arah yang terjadi ketika guru menggunakan metode diskusi. Faktor pendukung pola interaksi edukatif terdiri dari guru, sarana dan prasarana, dan tenaga kependidikan, sedangkan faktor penghambat interaksi edukatif terdiri dari guru, jaringan internet, dan pasifnya peserta didik.Kata kunci: Interaksi Edukatif, Blended learning, Pandemi Covid 19
Internalisasi Nilai Pancasila dalam Menghadapi Echo Chamber Digital pada Mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta Salsabila Nur Aisyah; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4282

Abstract

Mahasiswa Generasi Z tumbuh dalam ekosistem digital yang cair, cepat, dan cenderung anonim. Dalam konteks ini, kecakapan teknis yang dimiliki belum sepenuhnya sejalan dengan internalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh dan integratif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses internalisasi nilai Pancasila dalam menghadapi fenomena echo chamber dan filter bubble pada mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diinterpretasikan menggunakan kerangka moral Lickona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi pengetahuan moral mahasiswa telah berkembang secara cukup kuat. Namun, terjadi fragmentasi pada dimensi perasaan moral dan tindakan moral akibat isolasi algoritmik yang mempersempit perspektif. Kondisi ini berdampak pada melemahnya empati virtual dan mengancam keutuhan Pancasila sebagai sistem nilai. Oleh karena itu, pendidikan karakter perlu dirancang secara adaptif dan kontekstual agar internalisasi nilai melampaui ranah kognitif menuju praksis nyata.
Pendidikan Antikorupsi sebagai Pedagogi Kewargaan Kritis : Kajian Kesenjangan antara Kebijakan Kurikulum dan Realitas Implementasi di Indonesia Auliya Lathifatul Wadi’ah; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4291

Abstract

Penelitian ini mengkaji pendidikan antikorupsi di Indonesia melalui kerangka pedagogi kewargaan kritis, dengan fokus pada ketidaksesuaian antara kebijakan kurikulum dan realitas implementasinya. Meski pendidikan antikorupsi telah diintegrasikan secara luas di berbagai jenjang pendidikan sejak 2012, skor indeks persepsi korupsi Indonesia justru menunjukkan tren penurunan, dari 37 pada 2024 menjadi 34 pada 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber akademik dari basis data Scopus dan Google Scholar serta dokumen kebijakan resmi KPK dan Kemendikbudristek. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi masih didominasi oleh pendekatan normatif yang berpusat pada dimensi kognitif dan moral individual, sehingga mengabaikan faktor struktural dan institusional yang menopang praktik korupsi. Selain itu, lemahnya kredibilitas institusi pendidikan turut melemahkan efektivitas pembelajaran nilai integritas di ruang kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi pendidikan antikorupsi menuju pedagogi kewargaan kritis yang menekankan kesadaran reflektif, analisis struktural dan partisipasi sipil aktif merupakan langkah mendesak agar pendidikan antikorupsi tidak berhenti pada tataran retorika kebijakan.
Internalisasi Nilai Pancasila dalam Menghadapi Echo Chamber Digital pada Mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta Ranita Eka Desti Rahmawati; Yayuk Hidayah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4293

Abstract

Penguatan kompetensi kewargaan dalam Profil Lulusan siswa Sekolah Menengah Pertama memerlukan media pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil studi eksploratif sebagai dasar pengembangan Seri Buku Bergambar Nusantara dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian merupakan bagian dari Research and Development model 4D yang dibatasi pada tahap define. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media visual-naratif yang mampu menghubungkan konsep kewargaan abstrak dengan pengalaman konkret melalui tokoh, ilustrasi, konflik, dan refleksi nilai. Keunikan media ini terletak pada pemanfaatan konteks keberagaman budaya, kearifan lokal, dan realitas sosial Indonesia. Media berpotensi mengintegrasikan nilai Pancasila, kompetensi kewargaan, Profil Lulusan, serta orientasi SDGs keempat, sekaligus mendorong civic engagement dan pembentukan civic disposition siswa.
Rekonstruksi Civic Virtue Digital Berbasis Piil Pesenggiri dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia Ahmad Nur'Afief Dwianugraha; Yayuk Hidayah; Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Sumantin Sitorus
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4304

Abstract

Era disrupsi nilai memicu krisis etika berupa disinformasi, polarisasi, dan degradasi moral yang mengancam stabilitas sosial. Tantangan ini diperburuk oleh dominasi perspektif Barat dalam pendidikan kewarganegaraan digital yang kurang menyentuh akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kerja pendidikan kewarganegaraan digital berbasis etnopedagogi Piil Pesenggiri sebagai strategi mitigasi disrupsi nilai di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif studi pustaka, ditemukan bahwa nilai-nilai Juluk Adek, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan dapat direkonstruksi menjadi fondasi civic virtue digital meliputi integritas identitas, etika komunikasi empatis, partisipasi inklusif, dan kolaborasi kolektif yang bertanggung jawab. Hasil kajian menunjukkan internalisasi kearifan lokal Lampung ini berfungsi sebagai "benteng moral" yang menjembatani identitas digital dengan nilai sosial masyarakat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi etnopedagogi ini sangat krusial untuk membangun karakter warga digital yang bertanggung jawab sekaligus membumikan nilai-nilai luhur keindonesiaan dalam ekosistem global yang homogen demi penguatan identitas nasional yang berkelanjutan di masa depan secara komprehensif utuh.
PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN BELA NEGARA BAGI PKK POKJA I KALURAHAN CONDONGCATUR, KAPANEWON DEPOK, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Yayuk Hidayah; Rr. Yudiswara Ayu Permatasari; Amalia Zidatul Ulum
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 6 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v6i1.244

Abstract

This community service program aimed to strengthen the understanding and implementation of Pancasila values and the spirit of state defense among members of PKK Working Group I (Pokja I) in Condongcatur Village, Depok Subdistrict, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The program was initiated based on the strategic role of women, particularly PKK members, as agents of social change who contribute to family development, character building, and community empowerment grounded in national values. In the midst of various challenges facing Indonesian society in the digital era, reinforcing Pancasila values and fostering awareness of state defense have become increasingly important to maintain social cohesion, tolerance, and national resilience.The program was implemented through educational workshops, interactive discussions, and reflective activities designed to enhance participants’ understanding of Pancasila values, their application in daily life, and forms of state defense relevant to the roles of PKK members. A participatory approach was employed to actively engage participants in learning, discussion, and experience sharing. Program evaluation was conducted through observation of participant engagement and feedback regarding the content and implementation of the activities.The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of Pancasila values as a guiding framework for social life, as well as increased awareness of citizens’ strategic roles in supporting state defense through concrete actions within families and communities. Participants demonstrated high enthusiasm throughout the program and expressed their commitment to applying the acquired knowledge and values in PKK activities and broader community programs. This community service initiative contributed positively to strengthening national character, enhancing civic awareness, and promoting a Pancasila-oriented society with a strong commitment to state defense