Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Moral Transvaluation of Nationality of Community Organizations in Indonesia (A Critical Study of Nahdlatul Ulama's National Morals: Pancasila Perspective and the 1945 Constitution) Najamudin, Najamudin
Jurnal Review Politik Vol. 14 No. 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2024.14.1.47-87

Abstract

The offer of the ideal form of the state continues to be championed by various community organizations in Indonesia, radically and clandesti­nely. This study explores the moral transvaluation of the Nationality of community organizations through in-depth research of community organizations' interpretations of Pancasila and the 1945 Constitution. The author argues that community organizations have and are carrying out moral transvaluations that utilize state power to realize the ideology of community organizations. This normative legal research uses a statutory approach to answer research questions and uses Pancasila and the 1945 Constitution to assess the moral transvaluation of the Nationality of community organizations. Based on the study's results, the moral transvaluation of community organizations is caused by first-past defeats due to global and national political inferiority. Second, community organizations seize various government positions for the sake of ideologization. The community needs to know the moral transva­lu­ation of the Nationality of com­munity organizations to strengthen the values of unity, justice, and even humanity in the nation, state, and religion.
Bahasa Lokal Sumbawa sebagai Identitas Budaya dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal: kajian sosiolinguistik Najamudin, Najamudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4300

Abstract

Penggunaan bahasa lokal dalam pemanduan wisata, penamaan destinasi, pertunjukan budaya, narasi sejarah lokal, dan interaksi sosial dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budayanya sendiri. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dalam banyak kegiatan pariwisata, bahasa lokal sering kali terpinggirkan oleh penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Pertimbangan kepraktisan, komersialisasi, dan orientasi pasar global sering dijadikan alasan utama. Akibatnya, bahasa lokal tidak memperoleh ruang yang memadai dalam ranah pariwisata, padahal ranah ini memiliki potensi besar sebagai media revitalisasi dan pemertahanan bahasa daerah. Kajian yang mengintegrasikan bahasa lokal, identitas budaya, dan pariwisata dalam perspektif sosiolinguistik masih relatif terbatas. Padahal, pendekatan sosiolinguistik memungkinkan analisis yang lebih komprehensif mengenai fungsi sosial bahasa, sikap bahasa masyarakat, serta relasi antara bahasa, budaya, dan kekuasaan dalam ranah pariwisata. Oleh sebab itu, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bahasa lokal Sumbawa sebagai identitas budaya masyarakat. Menganalisis bentuk dan fungsi penggunaan bahasa lokal Sumbawa dalam kegiatan pariwisata berbasis kearifan lokal. Kemudian selanjutnya mengkaji sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap penggunaan bahasa lokal Sumbawa dalam engembangan pariwisata. Metode Penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu dengan teknik mereduksi, display data dan verifikasi data. Hasil analisis menunjukan bahwa Bahasa Lokal Sumbawa merupakan identitas budaya. Bahasa Sumbawa memiliki fungsi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap Bahasa Sumbawa cenderung positif, namun belum sepenuhnya terimplementasi dalam praktik pariwisata. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah Bahasa Sumbawa berperan strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal karena mampu menghadirkan autentisitas dan menjadi media representasi budaya daerah kepada wisatawan. Meskipun demikian, sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap penggunaan Bahasa Sumbawa pada umumnya bersifat positif, penerapannya dalam praktik pariwisata masih belum optimal.