Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Solidaritas Masyarakat Dalam Pelaksanaan Tradisi Pesta Ponan Di Desa Poto Kabupaten Sumbawa: Kajian Antropologi Sastra Najamudin, Najamudin; Ardiansyah, M. July; Sukarismanti, Sukarismanti
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5494

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan solidaritas masyarakat dalam pelaksanaan tradisi pesta ponan di desa Poto kabupaten Sumbawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kulalitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu dengan teknik mereduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil analisis menunjukan bahwa ada dua jenis solidaritas masyarakat dalam pelaksanaan tradisi pesta ponan di desa poto kabupaten Sumbawa yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. 
Strategi Inovasi Kepala Sekolah dalam Perencanaan Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmawati, Desi; Umar, Umar; Najamudin, Najamudin
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 4 No. 3 (2023): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v4i3.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas permasalahan Implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menyiapkan beberapa instrument penelitian, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa strategi inovasi kepala sekolah sebagi penggerak dan pengambil kebijakan terangkum dalam tujuh uraian; (a) Menyusun program kerja kepala sekolah, meliputi program kerja harian, mingguan, bulanan, satu semester, dan satu tahun, semua itu tertulis, dibuat dalam model besar dan dipajang pada dinding ruang kepala sekolah; (b) Menyiapkan visi misi sekolah, secara tertulis, dipajang pada bagian depan pintu masuk ruang sekolah. Visi misi ini wajib disosialisasikan ke guru, TU, dan siswa bahkan ke orangtua siswa; (c) Mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang; (d) Melakukan pendekatan terhadap seluruh anggota sekolah terutama guru-guru yang mendapat tugas sebagai wakil kepala sekolah (e) Menjaga komonikasi dengan baik terhadap seluruh komponen yang ada dalam sekolah; (f) Saling menyambangi, silaturrahim ke ruang guru, ruang TU, dan ruang  BK; (g) Melibatkan guru dalam hal kebutuhan guru saat KBM sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran, serta berusaha transparasi dalam hal pendanaan.
URGENSI PENANAMAN NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN PADA SISWA DALAM MENGHADAPI PROBLEMATIKA PASCA PENDIDIKAN MENENGAH Latif, Ikhwan Rahmatika; Arta, Karuni Humairah; Najamudin, Najamudin; Kesha, Cut Nabilla; Muharrir, Muharrir; Ridha, Arrazy Elba
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32455

Abstract

Pendidikan bukan hanya tentang penguasaan materi pelajaran, tetapi juga tentang membentuk karakter dan sikap yang akan membawa siswa meraih keberhasilan di masa depan. Kepemimpinan adalah salah satu nilai yang harus ditanamkan dalam proses pendidikan agar para siswa dapat menjadi individu yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus dari tingkat pendidikan menengah. Atas dasar tersebut pelaksanaan pengabdian untuk menindaklanjuti itu dilakukan oleh tim pengabdi dengan menggunakan metode sosialisasi dengan menggunakan kuesioner sebagai uji tingkat pemahaman dan pengaplikasian nilai kepemimpinan pada siswa kelas XII di Sekolah MAN 2 Aceh Barat. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian tersebut, mayoritas siswa kelas XII baik dari jurusan IPA dan IPS telah memahami materi dan mampu menyelesaikan contoh-contoh kasus problematika yang disajikan dalam kuesioner ketika di akhir pemaparan materi. Hal ini menjadi modal penting bagi para siswa MAN 2 Aceh Barat untuk dapat memimpin dirinya sendiri dan mampu menghadapi berbagai probelmatika yang akan mereka hadapi secara nyata pasca menyelesaikan studinya di sekolah menengah atas.
Moral Transvaluation of Nationality of Community Organizations in Indonesia (A Critical Study of Nahdlatul Ulama's National Morals: Pancasila Perspective and the 1945 Constitution) Najamudin, Najamudin
Jurnal Review Politik Vol. 14 No. 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2024.14.1.47-87

Abstract

The offer of the ideal form of the state continues to be championed by various community organizations in Indonesia, radically and clandesti­nely. This study explores the moral transvaluation of the Nationality of community organizations through in-depth research of community organizations' interpretations of Pancasila and the 1945 Constitution. The author argues that community organizations have and are carrying out moral transvaluations that utilize state power to realize the ideology of community organizations. This normative legal research uses a statutory approach to answer research questions and uses Pancasila and the 1945 Constitution to assess the moral transvaluation of the Nationality of community organizations. Based on the study's results, the moral transvaluation of community organizations is caused by first-past defeats due to global and national political inferiority. Second, community organizations seize various government positions for the sake of ideologization. The community needs to know the moral transva­lu­ation of the Nationality of com­munity organizations to strengthen the values of unity, justice, and even humanity in the nation, state, and religion.
Bahasa Lokal Sumbawa sebagai Identitas Budaya dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal: kajian sosiolinguistik Najamudin, Najamudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4300

Abstract

Penggunaan bahasa lokal dalam pemanduan wisata, penamaan destinasi, pertunjukan budaya, narasi sejarah lokal, dan interaksi sosial dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budayanya sendiri. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dalam banyak kegiatan pariwisata, bahasa lokal sering kali terpinggirkan oleh penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Pertimbangan kepraktisan, komersialisasi, dan orientasi pasar global sering dijadikan alasan utama. Akibatnya, bahasa lokal tidak memperoleh ruang yang memadai dalam ranah pariwisata, padahal ranah ini memiliki potensi besar sebagai media revitalisasi dan pemertahanan bahasa daerah. Kajian yang mengintegrasikan bahasa lokal, identitas budaya, dan pariwisata dalam perspektif sosiolinguistik masih relatif terbatas. Padahal, pendekatan sosiolinguistik memungkinkan analisis yang lebih komprehensif mengenai fungsi sosial bahasa, sikap bahasa masyarakat, serta relasi antara bahasa, budaya, dan kekuasaan dalam ranah pariwisata. Oleh sebab itu, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bahasa lokal Sumbawa sebagai identitas budaya masyarakat. Menganalisis bentuk dan fungsi penggunaan bahasa lokal Sumbawa dalam kegiatan pariwisata berbasis kearifan lokal. Kemudian selanjutnya mengkaji sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap penggunaan bahasa lokal Sumbawa dalam engembangan pariwisata. Metode Penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu dengan teknik mereduksi, display data dan verifikasi data. Hasil analisis menunjukan bahwa Bahasa Lokal Sumbawa merupakan identitas budaya. Bahasa Sumbawa memiliki fungsi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap Bahasa Sumbawa cenderung positif, namun belum sepenuhnya terimplementasi dalam praktik pariwisata. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah Bahasa Sumbawa berperan strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal karena mampu menghadirkan autentisitas dan menjadi media representasi budaya daerah kepada wisatawan. Meskipun demikian, sikap masyarakat dan pelaku pariwisata terhadap penggunaan Bahasa Sumbawa pada umumnya bersifat positif, penerapannya dalam praktik pariwisata masih belum optimal.
Internalisasi Karakter Melalui Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an: Metode dan Dampaknya terhadap Anak Najamudin, Najamudin; Sudjana, Dede Dang; Muliati, Dwi; Reza, Ahmad; Hidayat, Surahan
Halaqa: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2026): Halaqa : Journal of Islamic Education
Publisher : PT. Student RIhlah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61630/hjie.v2i1.49

Abstract

The purpose of this study is to analyze various BTA learning methods and examine their impact on children's character development, particularly in aspects of reinforcing monotheism, ethics, and religious moderation. This study uses a qualitative approach through library research methods. Data were obtained from scientific books and reputable journals published between 2020 and 2026, then analyzed using content analysis techniques to identify conceptual patterns, pedagogical relevance, and characterological implications of the BTA methods studied. The research results show that the talaqqi method combined with the approach of understanding meaning (tadabbur) has proven effective in integrating the values of monotheism into children’s consciousness more deeply. This integration contributes to enhanced mental resilience, the development of inner peace (thuma’ninah), as well as fostering tolerant, inclusive attitudes that are oriented toward the values of religious moderation. BTA learning based on the internalization of meaning also strengthens the connection between cognitive, affective, and spiritual aspects in the Islamic education process. The novelty of this research lies in the conceptual formulation that integrates Qur'an literacy with the reinforcement of mental health and the development of a moderate character as a unified pedagogical approach. The policy implications of these findings emphasize the need to reorient the BTA local content curriculum so that it not only focuses on technical reading fluency but also prioritizes the internalization of values, the development of good manners, as well as strengthening the psychosocial and spiritual dimensions of children within the framework of holistic Islamic education.
Pre Understanding, Effective Histori, Fusion Of Horisons Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID NTB) Terhadap Undang-Undang Penyiaran No 32 Tahun 2002 Dan P3SPS Najamudin, Najamudin
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 7 No. 1 (2018): Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre Understanding, Effective Histori, Fusion Of Horisons istilah hermeneutik sebagai dasar untuk memahami. Sedangkan KPID adalah lembaga yang otoritatif pada pengawasan penyiran di daerah yang mengacu pada UU Penyiaran 32 Tahun 2002. Hadirnya lembaga penyiaran di NTB memiliki dampak positive negative, yaitu mampu memenuhi kebutuhan informasi bagi masyrakat NTB, tapi juga menambah permasalahan, seperti perilaku kekerasan oleh anak-anak, Pelecehan seksual oleh anak-anak maupun dewasa, kata-kata kotor oleh anak-anak dan lainnya. Prilaku tersebut diilustrasikan melalui Televisi. Pada tahap implementasi kebijakan dan pemahaman KPID tentang UU Penyiaran dan P3SPS peneliti melihatnya menggunakan teori hermneutika Gadamer dan Ripley “pendekatan kepatuhan dalam impelentasi kebijakan”. Terjadinya ketidakpatuhan tersebut disebabkan oleh kebijakan tersebut hanya berlaku formalitas, atau dalam logika hermeneutika apa yang KPID lakukan baru sebatas pemahaman literal, sehingga perlu diuji dengan Pre Understanding, Effective Histori, Fusion Of Horisons. Keywords: Pre Understanding, Effective Histori, Fusion Of Horisons, UU Penyiaran, P3SPS, KPID, Lembaga, Penyiaran