Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Destilasi Terhadap Karakteristik Kimia dan Rendemen Asap Cair dari Limbah Batang Tembakau Ramadhani, Hamry Nur; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair dapat dibuat dari limbah pertanian atau perkebunan yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Bahan-bahan ini dibakar dalam mesin yang dilengkapi pendingin untuk membantu mengembunkan uap, yang kemudian berubah menjadi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rendemen dan kimia asap cair grade 1 dari hasil proses destilasi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk memcoba 3 perlakuan proses destilasi asap cair hasil dari proses pirolisis batang tembakau yang terdiri dari: P1 (100oC, 40 menit), P2 (110oC, 30 menit), P3 (120oC, 20 menit). Hasil menunjukkan bahwa suhu 120°C selama 20 menit menghasilkan rendemen tertinggi, yaitu 30,9% untuk Grade 2 dan 16,6% untuk Grade 1, dengan kecenderungan pH lebih rendah, kadar fenol menurun, dan kadar asam meningkat seiring kenaikan suhu, optimasi suhu dan waktu destilasi berperan penting dalam menentukan kualitas asap cair. Asap cair dari limbah tembakau berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami pada industri pangan untuk menggantikan pengawet sintetis.
Pengaruh Penambahan Bubuk Kacang Hijau Terhadap Kualitas Organoleptik dan Kandungan Protein Nugget Ikan Kembung Setiawan, Andi; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi nugget sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi dan memenuhi permintaan konsumen akan makanan sehat. Umumnya nugget berbahan dasar ayam dan kurang variasi terutama varian berbasis ikan, maka penelitian ini untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pemanfaatan hasil perikanan lokal, serta menyediakan alternatif pangan fungsional yang lebih sehat. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kualitas organoleptik dan kadar protein nugget ikan kembung dengan penambahan bubuk kacang hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan terdiri dari 3 formulasi penambahan bubuk kacang hijau. Parameter yang diamati meliputi uji organoleptik dan kadar protein. Uji organoleptik dilakukan oleh panelis kemudian dilakukan uji prosikmat, hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan bubuk kacang hijau 25% memperoleh nilai tertinggi. Analisis kadar protein menunjukkan pada nugget dengan penambahan bubuk kacang hijau 25% yaitu 17,40% sehingga kadar protein pada nugget ikan kembung dengan penambahan bubuk kacang hijau sebesar 25% sudah memenuhi syarat standar nasional. Hasil menunjukkan bahwa penambahan bubuk kacang hijau secara signifikan mempengaruhi karakteristik mutu pada produk. Formulasi 25% memberikan hasil terbaik dalam hal penerimaan panelis dan kandungan gizi. Penambahan bubuk kacang hijau 25% memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik dan kadar protein nugget ikan kembung (p<0,05).
Strategi Pengembangan Agroindustri Bawang Goreng Pada Umkm Sayuni Dengan Metode Swot (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) Dan Ahp (Analytical Heirarchy Process) Saputra, Royhansyah; Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri bawang goreng memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah serta memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama pada produk berbasis lokal yang autentik. Sejak berdiri pada tahun 2021, UMKM Sayuni telah memproduksi bawang goreng dengan kapasitas produksi 1 kuintal per hari, yang dikemas dalam bungkus 30 kg. UMKM Sayuni masih menghadapi sejumlah tantangan serius, di antaranya adalah masalah ketidakpastian pasokan bawang kupas untuk produksi, serta kelangkaan bahan baku yang kerap menghambat kelancaran operasional, promosi yang kurang optimal. Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur, menunjukkan potensi besar dalam produksi komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri bawang goreng di UMKM Sayuni, (2) menentukan strategi alternatif yang dapat diterapkan, dan (3) menetapkan strategi prioritas untuk pengembangan usaha tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, dan strategi alternatif, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner dengan para ahli, pengusaha, dan stakeholder terkait. Hasil analisis SWOT menunjukkan terdapat lima alternatif strategi, yaitu: (1) mengoptimalkan produksi bawang goreng dengan skala besar dengan melakukan kerjasama dengan petani dan pemasok bawang merah, (2) pemasaran berbasis keunggulan lokasi dan keaslian produk lokal, (3) menggunakan keahlian untuk membentuk brand yang kuat Promosi berbasis edukasi kuliner, (4) promosi berbasis edukasi kuliner, dan (5) mengembangkan produk dengan strategi pemasaran berbasis rekomendasi konsumen. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis SWOT dan AHP, dihasilkan bahwa strategi 1 sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan sebagai prioritas utama, karena menawarkan dampak terbesar dalam mendukung keberhasilan operasional dan pencapaian tujuan.
Strategi Peningkatan Efektivitas Dan Efisiensi Manajemen Rantai Pasok Agroindustri Buah Naga: Studi Kasus PT. Oreng Osing Banyuwangi Parsetyo, Lucky Wahyu; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan sentra utama produksi buah naga di Indonesia yang dapat mendukung tumbuhnya berbagai agroindustri berbasis buah naga, salah satunya adalah PT. Oreng Osing. Tetapi, efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok pada industri ini masih menghadapi sejumlah kendala, yaitu belum optimalnya koordinasi antar pelaku rantai pasok, ketidak seimbangan nilai tambah, serta minimnya strategi perbaikan rantai pasok yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan kinerja rantai pasok, menghitung nilai tambah pada setiap pelaku rantai pasok, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok pada PT. Oreng Osing. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk analisis kinerja, metode Hayami untuk perhitungan nilai tambah, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok terdiri dari petani, pengepul, PT. Oreng Osing, retailer, dan konsumen. Kinerja rantai pasok berada pada kategori Sangat baik yaitu dengan bobot 95,09, sementara nilai tambah pada PT. Oreng Osing dari petani didapat dengan rasio nilai 44,73% hal ini dapat dibilang baik. Sedangkan, nilai tambah pada PT. Oreng Osing dari pengepul didapat dengan rasio nilai 46,40% hal ini dapat dibilang baik. Tetapi jika dibandingkan dengan rasio nilai tambah dari pengepul, nilai tambah dari petani lebih sedikit dan dari pengepul lebih banyak. Strategi prioritas yang direkomendasikan mencakup peningkatan koordinasi antar pelaku rantai, optimalisasi sumber daya, dan penguatan sistem logistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis untuk mendorong daya saing agroindustri buah naga secara berkelanjutan.
Uji Organoleptik dan Rendemen Produk Crackers Berbahan Baku Hidrolisat Ikan Tongkol Rita, Asih Imer; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tongkol memiliki kandungan protein tinggi dan ketersediaan melimpah, menjadikannya bahan baku potensial untuk inovasi pangan bergizi. Salah satu bentuk pengolahan bernilai gizi adalah hidrolisat protein ikan tongkol, yang dapat diaplikasikan pada produk seperti crackers. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rendemen dan mutu organoleptik crackers dengan penambahan hidrolisat protein pada konsentrasi berbeda. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, dengan analisis data menggunakan Two Way ANOVA dan Uji Duncan untuk mengetahui perbedaan nyata antar perlakuan. Proses konversi hidrolisat cair menjadi bubuk melalui metode freeze drying menghasilkan rendemen sebesar 16,14% dari volume cair dan efisiensi total 21,44% dari berat fillet awal. Uji organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi 10% merupakan formulasi paling disukai panelis untuk atribut aroma, tekstur, rasa, dan penilaian keseluruhan, sedangkan atribut warna terbaik diperoleh pada konsentrasi 15%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan hidrolisat protein ikan tongkol dapat meningkatkan mutu sensori crackers, dan konsentrasi 10% menjadi formulasi paling optimal secara keseluruhan. Formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis protein ikan yang bernilai tambah.
Penerapan Metode Quality Function Deployment (QFD) Pada Peningkatan Mutu Produk Milk Chocolate Di Wisata Edukasi Doesoen Kakao, Glenmore, Banyuwangi Wardhana, Danu Indra; Ronita, Alda Wata Alim; Setiawan, Andika Putra
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 13 No 4 (2025): Desember
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2025.v13.i04.p05

Abstract

Doesoen Kakao experienced a decline caused by a sales strategy that was not optimal, such as the lack of digital and direct product promotion and the lack of following changing consumer trends as well as the emergence of competitors with more attractive products in terms of packaging, price, and taste. Therefore, efforts are needed to improve product quality, one of which is by applying the Quality Function Deployment (QFD) method. This study aims to analyze the level of satisfaction with Milk Chocolate Glen products when compared to competitors and analyze recommendations for improvement of the quality attributes of Milk Chocolate Glen products after the application of the QFD method. The method that can be used in this study is QFD.The selected respondents amounted to 50 people, namely consumers who had consumed Glen Milk Chocolate between the ages of 17-52 years. Based on the results of the research on packaging attributes have the highest improvement ratio, which is 1.43, this shows that companies need to add clarity of information such as expiration dates and the inclusion of halal labels, as well as make packaging designs more attractive. The second attribute is the price with an improvement ratio value of 1.28, the company can offer various price variants according to market segments, such as economical packaging for consumers with lower purchasing power. The third attribute is taste with an improvement ratio value of 1.2, the taste attribute must be improved because it is the main factor that affects consumer satisfaction and loyalty. Doesoen Kakao experienced a decline caused by a sales strategy that was not optimal, such as the lack of digital and direct product promotion and the lack of following changing consumer trends as well as the emergence of competitors with more attractive products in terms of packaging, price, and taste. Therefore, efforts are needed to improve product quality, one of which is by applying the Quality Function Deployment (QFD) method. This study aims to analyze the level of satisfaction with Milk Chocolate Glen products when compared to competitors and analyze recommendations for improvement of the quality attributes of Milk Chocolate Glen products after the application of the QFD method. The method that can be used in this study is QFD.The selected respondents amounted to 50 people, namely consumers who had consumed Glen Milk Chocolate between the ages of 17-52 years. Based on the results of the research on packaging attributes have the highest improvement ratio, which is 1.43, this shows that companies need to add clarity of information such as expiration dates and the inclusion of halal labels, as well as make packaging designs more attractive. The second attribute is the price with an improvement ratio value of 1.28, the company can offer various price variants according to market segments, such as economical packaging for consumers with lower purchasing power. The third attribute is taste with an improvement ratio value of 1.2, the taste attribute must be improved because it is the main factor that affects consumer satisfaction and loyalty.
a Purple Sweet Potato-based Entrepreneurship Training to Build a Creative Economy in Kemiri Panti Village: Purple Sweet Potato-based Entrepreneurship Training to Build a Creative Economy in Kemiri Panti Village Yuliarti, Norita; Azza, Awatiful; Putra Setiawan, Andika; Indra Wardhana, Danu
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): J-Dinamika
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v10i3.6386

Abstract

Penguatan ekonomi keluarga merupakan salah cara untuk mengatasi kemiskinan ekstrem ditengah kondisi ekonomi yang tidak menentu Desa Kemiri merupakan salah satu desa di kabupaten Jember yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa mandiri secara ekonomi, terletak di Kecamatan Panti. Ubi ungu merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak didapatkan di desa Kemiri dengan produksi mencapai 528,53 Ton. Zat gizi yang terkandung di dalam ubi ungu sendiri sangat baik untuk kesehatan terutama ibu hamil. Umumnya ubi ungu di Jember hanya dimanfaatkan sebagai makanan kudapan seperti kolak atau hanya direbus. Es krim berbahan ubi ungu dapat menjadi salah satu solusi bagaimana memanfaatkan produksi pertanian ini menjadi nutrisi yang bernilai gizi tinggi untuk kesehatan ibu hamil dan bernilai ekonomis sebagai usaha rumahan. Kondisi tersebut membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, baik formal maupun informal serta masyarakat. Salah satu diantaranya adalah melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai pemberi layanan kesehatan yang paling dasar dan dekat dengan masyarakat.Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mitra tentang kewirausahaan dan pengembangan ekonomi kreatif, serta pelatihan pembuatan ice ream ubi ungu dan di harapkan kader posyandu desa Kemiri dapat meningkatkan wirausaha pembuatan ice cream ubi ungu yang baik untuk ibu hamil
Pemberdayaan Kader Posyandu sebagai Sumber Informasi Dasar Kesehatan Ibu Hamil Awatiful Azza; Norita Citra Yuliarti; Andika Putra Setiawan; Danu Indra Wardana
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i1.1277

Abstract

Integrated Service Post (Posyandu) cadres are the spearhead of service delivery at the most basic level. They are required to provide services to help pregnant women understand their health issues. This activity aims to analyze the effectiveness of training and health education on cadre knowledge. The research design for this community service activity used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The study was conducted with 18 Posyandu cadres in Kemiri Village. The implementation phase included pre- and post-tests to assess the effectiveness of the training and health education activities. The training, using a participatory and applied approach, provided cadres with information on nutrition for pregnant women, how to identify nutritional disorders, how to assist pregnant women in meeting their nutritional needs, and knowledge about purple sweet potato-based snack foods for pregnant women. The instrument used to measure cadre knowledge was a questionnaire with 20 multiple-choice questions. Data analysis used the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test. The results of the activity showed an average pre-test score for Posyandu cadres of (8.28 ± 0.57) and an average post-test score of (9.39 ± 0.85). Therefore, it can be concluded that there was an increase in the average pre-test and post-test scores for Posyandu cadres. Meanwhile, the analysis of the effectiveness of training and education on maternal nutrition on Posyandu cadres' knowledge showed a P-value of 0.001, thus concluding that training and health education effectively improved cadres' knowledge of maternal nutrition. Cadres, as the most basic service providers, must always receive the latest information to support their duties. Furthermore, the involvement of community leaders and cross-sectoral stakeholders is essential to increase community support and participation.
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA Wardhana, Danu Indra; Nurina Aulia, Anisa; Putra Setiawan, Andika; Wijaya, Insan; Suroso, Bejo; Bagus Mananda, Afan; Syafia, Fina; Wata Alim Ronita, Alda; Dwi Anggraeni, Diana; Setiadi Plaikol, Ryan; Juvitasari
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1678

Abstract

The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children.  The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement).  The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions.
Added Value Analysis and Development Strategy of Tobacco Stem Waste Treatment Into Briquettes (Case Study at Jember Tobacco Research Center) Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra; Riskiyono, Syahroni
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.6986

Abstract

Tobacco is one of the plantation commodities that has a strategic role in the national economy. Currently, tobacco stem waste is largely underutilized and inadequately managed at the farm level. Tobacco waste is processed into briquettes to achieve high economic value. Currently, tobacco briquettes are still rarely produced by the community; they are still produced by the Jember Tobacco Research Center. The objectives of this study are: (1) Analyzing the amount of added value produced in the processing of tobacco stem waste into briquettes at the Jember Tobacco Research Center. (2) Determine alternative strategies in the development of the briquette agro-industry at the Jember Tobacco Research Center. (3) Determine strategic priorities for the development of the briquette agro-industry at the Jember Tobacco Research Center. The data analysis methods used in this study are the Hayami method, SWOT analysis, and the AHP method. In this study, tools include questionnaires, laptops, cameras, and Microsoft Excel. Based on the Hayami value-added analysis, tobacco stem briquette processing yields an added-value ratio of 59%, indicating a high level of value addition. The results of the SWOT analysis indicate quadrant I, which means that the company is in a very favorable position. In addition to the AHP results, four alternative strategies were identified from the SWOT quadrant, each with four criteria equally connected to it. The results of the managerial implications obtained from the AHP method indicate that the priority of the resulting strategy is to collaborate with tobacco-based companies to ensure briquette products are ready for commercialization to the public, so they are widely known from farmers to entrepreneurs.
Co-Authors Abdoel Djamali Afan Bagus Mananda Agustia Dwi Pamujiati Ahib Assadam Ahib Assadam Alim, Alda Wata Andi Setiawan Anggi Rahmadhanisa, Novita Anisa Nurina Aulia Aprilian Firmansyah Ara Nugrahayu Nalawati Asrori, Muchamad Imam Awatiful Azza awatiful azza, awatiful Ayu Lestari, Shafira Azizah, Syifa Nur Bagus Mananda, Afan Christensen, Dennys Dafit, Mohammad Damayanti, Rofita Eka Danu Indra Wardana Dwi Affandi, Salman Dwi Anggraeni, Diana Erwin Fadilatur Rosyid Eryani, Nanda Putri Firmansyah, Aprilian Firmanto, Hendi Fitriana Dina Rizkina Hasbi Ashshiddiqi Kusuma Heni Pujiastuti Henik Prayuginingsih Hidayat, Muhammad Fareza Indah Ibanah Indrian, Oppy Valencia Isya Lestari Triyudhani Juvitasari K Khofifah, Faik Katherine, Nadila Maosi Kumara Hadi, Danang M. Taufiq Hidayat Mediana Muchtar, Anggi Mochammad Saiful Efendi Muchta, Anggi Mediana Muliasari, Risa Martha Murtianingsih, Hidayah Nasya, Imelita Norita Citra Yuliarti, Norita Citra Nurissta Putri Pandini, Fany Nuriyatul, Mega Saniya Juli Oktarina Oktarina Oktarina Oppy Valencia Oppy Valencia Indrian Oppy Valencia Indrian Parsetyo, Lucky Wahyu Pradana, Dicky Setiadi Prasetyo, Lucky Wahyu Priyandana, Dhiaz Ari Rafiq, Muhammad Ainur Ramadhani, Hamry Nur Ramadhani, Nia Ramadhani, Shinta Artamevia Rasyadan Taufiq Probojati Renandi, Berino Ridwan, Signal Melani Risa Martha Risa Martha Muliasari Riskiyono, Syahroni Rismawati, Rizki Riswa, Gardiva Bintara Rita, Asih Imer Ronita, Alda Wata Alim Rosa, Firlana Rozy, Muhammad Fahrur Sabillah, Jadid Abda Saputra, Andrean Saputra, Royhansyah Satriya Bayu Aji Setiadi Plaikol, Ryan Shinta Artamevia Ramadhani Sri Kumalaningsih Suroso, Bejo Syafia, Fina Triyudhani, Isya Lestari Valencia, Oppy Wardhana, Danu Indra Wata Alim Ronita, Alda Wati, Erlina Dinda Widi Artini Wignyanto Wignyanto Wijaya, Insan Yuliarti, Norita Zaini Zaini