Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Mutu Pelayanan Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan Di Puskesmas Tandengan Arlini Wulandari Nender; Jilly Toar; Prycilia Pingkan Mamuaja; Anita C.C. Tengker; Christian Bertom Pajung; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1552

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan danmeningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertamamemiliki peran penting dalam memberikan pelayanan rawat jalan bagi peserta BPJS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan rawat jalan berdasarkanlima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap(responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) terhadap kepuasan pasien BPJSKesehatan di Puskesmas Tandengan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2026 denganmelibatkan 50 responden peserta BPJS Kesehatan yang mendapatkan pelayanan rawat jalan diPuskesmas Tandengan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis datameliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas terhadappelayanan yang diberikan, yaitu sebanyak 25 responden (50,0%), cukup puas sebanyak 14responden (28,0%), sangat puas sebanyak 7 responden (14,0%), dan tidak puas sebanyak 4responden (8,0%). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai R sebesar 0,904 dan RSquare sebesar 0,817, yang berarti mutu pelayanan rawat jalan memberikan kontribusi sebesar81,7% terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar214,109 dengan nilai signifikansi 0,000, sedangkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebesar14,632 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Terdapat pengaruh positif dan signifikanantara mutu pelayanan rawat jalan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di PuskesmasTandengan.
Harapan Pasien BPJS Ditinjau dari Dimensi Empati Pelayanan Kesehatan Cicilia Melady Tumilantouw; Prycilia Pingkan Mamuaja; Christian Bertom Pajung; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Bukroanah Amir Makkau; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2221

Abstract

Empati merupakan bagian penting dalam kualitas pelayanan kesehatan karena pasien tidak hanya membutuhkan pelayanan medis, tetapi juga ingin didengar, dipahami, dan diperlakukan secara manusiawi. Penelitian ini bertujuan menggali harapan pasien BPJS terhadap dimensi empati dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Lansot Tomohon. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan 10 informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas lima pasien BPJS dan lima informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipatif, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien BPJS mengharapkan pelayanan yang ramah, sopan, sabar, komunikatif, penuh perhatian, dan tidak diskriminatif. Aspek kognitif relatif telah diterapkan dengan baik melalui kesediaan mendengarkan, memberikan penjelasan, dan menjawab pertanyaan. Namun, aspek afektif dan perilaku belum diterapkan secara konsisten, terutama pada Loket/Administrasi dan Apotek dalam hal sapaan, senyuman, perhatian personal, dan komunikasi yang hangat. Dimensi SERVQUAL lainnya secara umum dinilai cukup baik dan pelayanan diberikan secara setara kepada pasien BPJS maupun pasien umum. Kendala penerapan empati meliputi kemampuan komunikasi individual, kondisi emosional petugas, beban kerja, tugas administratif, jumlah pasien, perilaku pasien, dan belum adanya pelatihan khusus. Pelayanan empatik telah diterapkan, tetapi perlu diperkuat melalui pelatihan komunikasi, pembiasaan senyum, salam, dan sapa, evaluasi perilaku, serta penguatan sistem pengaduan.
Co-Authors . Fredrik Alfrets Makadada Achmad Paturusi Agnesia Ester Wawo Agusteivie Albert Jefta Telew Albertus Billy Titirlolobi Alfrianti Tuti Angella P.Tangkulung Anita Costanci Christine Tengker Arlini Wulandari Nender Augustinus Robin Butarbutar Aviva Tambuwun Beatrix Jetje Podung Bertom Ch. Pajung Bintang Sri Rezeki Panjaitan Britney Saerang Bukroanah Amir Makkau Christian Bertom Pajung Cicilia Melady Tumilantouw Clerys F Barani Cyndi Delimah Y.M. Pasaribu Deitje Adolfien Katuuk Deviana Pratiwi Munthe Fentje Welliam Langitan Freedrik Makadada I Wayan Gede Suarjana Ilham Salam Inka Airin Limpele Jeane Tuilan Jeffry Sony Junus Lengkong Jemita Dodo Bumbungan Jeynikita S. Tongkeles Jilly Toar Jonesius Eden Manopo Kireina G. S. Rumengan Lingkan Rombon Lolowang, Djajty M. Lucyana Leonita Pongoh Lumowa, Silvana Jinny Damaris Mamadoa, Giliant Prisco Margareth Angelina Mangelep Marliana Marliana, Marliana Marnex Berhimpong Marshanda Timbulus Mei Putri Ambat Melky Pangemanan Merdekawati Evangli Weken Mesak A.S.F Rambitan Miranda G Wurangian Monica G. Maliangkay Mumek, Fabiola G. Nadine Chyntiawa Dewi Tambunan Nancy Sylvia Bawiling Novianty Simbolon Pajung, Christian Bertom Palilingan, Richard Andreas Pesik, Natalia Piri, Nofri Iwan Resinta Lenak Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Senduk, Tazya Sioudy Meglen Baginda Tanan, Peni Sampe Teressa G Rumbay Tesalonika J Dien Tesalonika Lavenia T Laoh Theo W. E Mautang Tiara Christin Kayadoe Tirawani Agansi tony pandeleke Vera Diane Tombokan Wenda, Neto Wensi Ronald Lesli Paat Widia Axselya Palungan Yuliana Sattu