Claim Missing Document
Check
Articles

The Value of Education in Kaba Siti Kalasun by Syamsuddin ST. Radjo Endah Finasti, Anugrah Anggun; Nursaid, Nursaid; Suhaili, Samsudin; Ningsih, Ayu Gustia; Noveria, Ena
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v6i1.5527

Abstract

This research aims to describe the educational values ​​of the Siti Kalasun kaba using a sociological study of literature. The educational values ​​in question are the values ​​of faith and piety, aesthetic values, and the value of living together. The data source was obtained directly from Kaba Siti Kalasun herself. The type of research used is qualitative research with descriptive research methods. This research promotes understanding of the empirical interactions between the concepts being researched. This research reveals the educational values ​​in Kaba Siti Kalasun: as individuals, they demonstrate qualities such as love, patience, gentleness, and a life-oriented mindset; as members of society, they are characterized by their relationships with the environment and other people, along with a marked concern for the well-being of the environment and other people.
Tindak Tutur Ekspresif dan Strategi Bertutur Guru dalam Pembelajaran Teks Ulasan di Kelas VIII SMP Negeri 7 Padang Hafiz, Hafiz; Noveria, Ena
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dan strategi bertutur guru dalam pembelajaran teks ulasan di kelas VIII SMP Negeri 7 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan guru yang diperoleh melalui teknik simak libat cakap (SLBC) dengan instrumen utama peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 tuturan ekspresif yang meliputi: 2 tuturan mengucapkan selamat, 4 berterima kasih, 6 mengeluh, 2 menyalahkan, 14 memuji, 4 menyindir, 1 meminta maaf, dan 7 mengkritik. Bentuk tindak tutur yang paling dominan adalah memuji. Selain itu, ditemukan 39 strategi bertutur yang terdiri dari 11 strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, 9 strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, 9 strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, dan 10 strategi samar-samar. Strategi bertutur yang paling dominan adalah terus terang tanpa basa-basi.
Tindak Tutur Direktif Guru Dalam Interaksi Belajar Mengajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 3 Bukittinggi Putri Yuli Yani, Ayu; Noveria, Ena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13197

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak tutur direktif guru di kelas X SMA Negeri 3 Bukittinggi, strategi bertutur yang digunakan guru dalam pembelajaran di kelas X SMA Negeri 3 Bukittinggi, dan tindak tutur direktif yang dominan digunakan oleh guru di kelas X SMA Negeri 3 Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri. Data penelitian ini dikumpulkan melalui Teknik simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, dan catat. Peneliti hanya merekam saat proses pembelajaran untuk mendapatkan data tuturan direktif yang digunakan guru dalam pembelaj aran. Hasil penelitian ini ada dua. Pertama, ditemukan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan guru bahasa Indonesia dalam proses belajar di kelas X SMA Negri 3 Bukittinggi yaitu, tindak tutur direktif bertanya, menyuruh, memohon, menyarankan, menuntut, dan menantang. Kedua, Strategi bertutur yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar di kelas X SMA Negeri Bukittinggi yaitu, bertutur terus terang tanpa basa-basi, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, bertutur samar-samar, dan bertutur dalam hati.
Tindak Tutur Direktif Dan Strategi Bertutur Guru dalam Pembelajaran Teks Deskripsi Kelas VII SMP Negeri 5 Kerinci Anggun Finasti, Anugrah; Noveria, Ena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.14951

Abstract

  Tujuan dari penelitian ini ada tiga. Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif guru yang digunakan dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMPN 5 Kerinci. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur guru yang digunakan dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMPN 5 Kerinci. Ketiga, mendeskripsikan tindak tutur direktif yang dominan digunakan guru dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMP Negeri 5 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik SBLC, rekam, dan catat. Hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, bentuk tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMP Negeri 5 Kerinci ada lima, (1) tindak tutur direktif menyuruh, (2) tindak tutur direktif memohon, (3) tindak tutur direktif menuntut, (4) tindak tutur direktif menyarankan, dan (5) tindak tutur direktif menantang. Kedua, strategi bertutur guru dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMP Negeri 5 Kerinci ada empat, (1) strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, (2) strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, (3) strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, (4) strategi bertutur samar-samar. Ketiga, bentuk tindak tutur direktif yang dominan digunakan guru adalah tindak tutur direktif menyuruh. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMP Negeri 5 Kerinci. Tindak tutur yang sering digunakan guru adalah tindak tutur direktif menyuruh, ditemukan sebanyak 69 data. Terdapat empat strategi bertutur guru dalam pembelajaran teks deskripsi kelas VII SMP Negeri 5 Kerinci, dan yang paling sering digunakan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, ditemukan sebanyak 78 data.
Tindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia dalam Proses Pembelajaran Teks Rekon Kelas X SMAN 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Rukmana Novrizal, Silvianti; Noveria, Ena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif guru bahasa indonesia dalam proses pembelajaran teks rekon kelas X SMAN 1 Nan Sabaris. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur guru bahasa indonesia dalam proses pembelajaran teks rekon kelas X SMAN 1 Nan Sabaris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat yang dikomunikasikan oleh guru Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran kelas X SMAN 1 Nan Sabaris. Sumber data penelitian ini adalah tuturan guru bahasa indonesia, yakni ibu Nofa Putri, S.Pd. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLBC, catat dan rekam. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, informasi dan wawasan tentang bagaimana penggunaan tindak tutur ekspresif guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif mengkritik sering digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi bertutur yang paling dominan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi.
Tindak Tutur Direktif Dan Strategi Bertutur Guru Bahasa Indonesia Dalam Pembelajaran Teks Puisi Di Kelas X SMA Negeri 4 Padang Urrahma, Shifa; Noveria, Ena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ada dua. Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif guru pada pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 4 Padang. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 4 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tindak tutur direktif guru dan strategi bertutur guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 4 Padang. Sumber data pada penelitian ini adalah seorang guru bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 4 Padang. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libas cakap (SBLC), rekam, dan catat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 4 Padang, dan juga terdapat empat strategi bertutur guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks puisi di kelas X SMA Negeri 4 Padang.
Tindak Tutur Direktif Dan Strategi Bertutur Guru Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Teks Biografi Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah 3 Padang Hannisya, Hannisya; Noveria, Ena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ada dua. Pertama,mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di kelas X Muhammadiyah 3 Padang. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur guru bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar di kelas X Muhammadiyah 3 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tindak tutur direktif guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X Muhammadiyah 3 Padang. Sumber data pada penelitian ini adalah satu orang guru mata pelajaran bahasa Indonesia di Kelas X Muhammadiyah 3 Padang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi pasif. Teknik pengabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks biografi di kelas X Muhammadiyah 3 Padang, dan juga terdapat empat strategi bertutur guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks biografi di kelas X Muhammadiyah 3 Padang.
Tindak Tutur Ekspresif Dan Strategi Bertutur Guru Bahasa Indonesia Dalam Proses Pembelajaran Teks Prosedur Kelas VII SMP Negeri 28 Padang Ramadani Putri, Meysi; Noveria, Ena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dan strategi bertutur yang digunakan oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur kelas VII SMP Negeri 28 Padang. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat yang dikomunikasikan oleh guru Bahasa Indonesia dalam preoses pembelajaran Kelas VII SMPN 28 Padang. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLBC, catat dan rekam. Hasil penelitian ini ada dua. Pertama, lima bentuk tindak tutur ekspresif guru Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran teks prosedur siswa kelas VII SMPN 28 Padang, (1) tindak tutur ekspresif mengkritik sebanyak 30 tuturan, (2) tindak tutur ekspresif memuji ditemukan sebanyak 28 tuturan, (3) tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih ditemukan sebanyak 9 tuturan, (4) tinfdak tutur meminta maaf ditemukan sebanyak 7 tuturan, (5) tindak tutur menyalahkan ditemukan sebanyak 3 tuturan. Kedua, empat strategi bertutur guru Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran teks prosedur kelas VII SMPN 28 Padang , (1) bertutur terus terang tanpa basa-basi sebanyak 34 tuturan, (2) bertutur dengan kesantunan positif sebanyak 23 tuturan, (3) bertutur dengan kesantunan negatif sebanyak 19 tuturan, (4) bertutur samar-samar sebanyak 1 tuturan. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan, informasi dan wawasan tentang bagaimana penggunaan tindak tutur ekspresif guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif mengkritik sering digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi bertutur yang paling dominan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi.
SOSIALISASI DAN STRATEGI JITU PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS DI SEKOLAH DASAR NAGARI 19 KOTO BARU Noveria, Ena; Zulhafendi, Redy Williantama; Fadillah, Muhammad; Hariman, Subhan Nuredi; Hadi, Irfan Surya; Nadiroha, Widia
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i1.5419

Abstract

Promiscuity is an increasingly worrying social phenomenon, including among elementary school children. The socialisation of promiscuity prevention at the elementary school level is crucial for building a strong character foundation from an early age. This study aims to improve students' understanding of promiscuity and identify effective strategies for preventing promiscuity in elementary school children. The qualitative research method involved all students at SDN 19 Koto Baru. Data was collected through observation and questioning and analysed using thematic and meta-review methods. The results showed that the majority of students had gained basic knowledge about the dangers of promiscuity, although there were still concerns about peer pressure. These findings provide an important insight for strengthening character education programmes in schools and supporting the role of the family in preventing deviant behaviour from an early age. Therefore, this study recommends that teachers optimise interactive teaching methods, parents increase dialogue and supervision at home, and schools routinely organise socialisation programmes to create a positive social environment conducive to forming strong moral values.
Tindak Tutur Direktif dan Strategi Bertutur Guru dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Teks Biografi Siswa Kelas X MAN 1 Agam Sri Wahyuni; Noveria, Ena
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dan strategi  bertutur guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada teks biografi siswa kelas X MAN 1 Agam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan guru yang diperoleh melalui teknik simak libat cakap (SLBC) dengan instrumen utama peneliti sendiri (human instrument). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 123 tuturan direktif yang meliputi: 30 tindak tutur direktif menyuruh, 5 tindak tutur direktif memohon, 26 tindak tutur direktif menuntut, 24 tindak tutur menuntut, dan 38 tindak tutur menantang. Bentuk tindak tutur yang paling dominan adalah menantang. Selain itu, ditemukan 123 strategi bertutur yang terdiri dari 64 strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, 50 strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, dan9 strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif. Strategi bertutur yang paling dominan adalah terus terang tanpa basa-basi.