Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah Sawaludin Sawaludin; Muhammad Mabrur Haslan; Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.941

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal yang di anut oleh masyarakat Sade memiliki kekhasan tersendiri dibanding dari masyarakat adat lainnya, ini bisa dilihat dari cara mempertahankan bentuk rumah, adat istiadat/kebiasaan sehari-hari, cara bertenun dan lainnya. Sehingga inilah yang menjadi tolak ukur nilai-nilai keraifan lokal masih terjaga dengan baik walaupun dilanda dengan arus modernisasi. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan dan menggambarkan kearifan lokal masyarakat Sade; (2) mengidentifikasi nilai-nilai filosofis kearifan lokal; (3) mengetahui peran elit dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat adat dusun sade di tengah arus modernisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Sade, baik yang berwujud nyata (Tangible) maupun yang tidak berwujud nyata (Intangible). Adapun yang Tangible digambarkan dalam tiga bentuk yaitu tektual (takepan), bangunan/arsitektur (bale, alang dan berugak), benda cagar budaya (gendang beleq, seni tari (tari presean, tari gendang beleq, tari tempenges, tari petuk, tari kayak, dan tari oncer), seni suara (tandak mare, tandak gawah, tandak tengak malem, tandak mataq, dan tandak najuk), menenun/nyensek (motif ragi genap, tapuk kemalu, kediri, beaq belating, beak sebie, batang empat, selutut, klungkung, banyu mas dan kembang komaq), senjata-senjata tradisional (keris, kelewang (pedang), candekan (tombak), tombak mamas (ter), dan lading kuning)). Sedangkan yang Intangible digambarkan melalui lima bentuk yaitu: awiq-awiq, sesenggak, lelakaq, kayaq, dan wewaran. Sekaitan dengan nilai-nilai filosofis yang terkandung dari berbagai kearifan lokal tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut (1) nilai kerohanian (nilai kebaikan dan nilai religius), (2) nilai etis (etika), (3) nilai toleransi (4) nilai estetik. Dalam hal inipun tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda sama-sama berperan dalam mempertahankan, melestraikam dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal yang ada kepada generasi selanjutnya, dalam setiap kegiatan para tokoh selalu memberikan pengarahan serta sosialisasi kepada elit muda yang ada untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Budayawan, Pejabat serta berbagai instansi terkait seperti  DISPARBUD, Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan pusat agar kearifan lokal yang ada di Sade terus terjaga kelestariannya.
Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Pembentukan Moral Siswa di Madrasah Aliyah Negeri Dompu Supriati Supriati; Muh. Mabrur Haslan; Edy Kurniawansyah; Baqdawansyah Alqadri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.974

Abstract

Ekstrakurikuler pramuka merupakan sutau kegiatan tambahan yang diselenggaran diluar jam pelaran bertujuan untuk memantapkan keperibadian siswa. moral merupakan tata cara, adat istiadat, kebiasaan, akhlak, kelakuan yang sesuai dengan nilai masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Pembentukan Moral Siswa di Madrasah Aliyah Negeri Dompu dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan esktrakurikuler pramuka dalam pembentukan moral siswa. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Dompu selama satu bulan, subjek penelitian ini adalah pembina pramuka dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di laksanakan melalui tiga tahap yaitu, pembukaan, kegiatan inti, penutup selain itu terdapat faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam pembentukan moral siswa.
Bentuk Marginalisasi Hak-Hak Masyarakat Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan (Kajian Sistem Pengelolaan Sumberdaya Hutan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat) Muhammad Mabrur Haslan; Muhammad Ilyas
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i2.12795

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan bentuk marginalisasi hak-hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumberdaya hutan di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pulau Lombok. Penentuan informan dengan menggunakan snowball sampling. Metode pengumpulan data yaitu: depth interview, observation dan documentation. Hasil penelitian ini telah dianalisis maka didapatkan: bentuk marginalisasi hak-hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumberdaya hutan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat sebagai berikut: kurangnya akses masyarakat lokal terhadap sumberdaya hutan, pemerintah tidak mengakui pengetehauan unggul masyarakat lokal, adanya stigma terhadap masyarakat lokal sebagai perambah hutan dan masyarakat lokal tidak dilibatkan dalam penentuan tata batas kawasan.the study aims (1) to describe marginalition form the rights of local community in management forest resources in Lombok Island West Nusa Tenggara Provinci. The method used in his research is a qualitative approach. The research location was carried out in Lombok island. Determination of informant using snowball sampling. Data collection methods are depth interview, observation, dan documentation. The Research result have been analyzed so that it is obtained: marginalition form the right local community in Lombok Island such as: less accesd local community to forest resources, government was not regocnized local community superior knowledge, there ara stigma to local community to be browser forest, and local community is not involved at determined forest area boundaries
Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah Sawaludin Sawaludin; Muhammad Mabrur Haslan; Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.941

Abstract

Nilai-nilai kearifan lokal yang di anut oleh masyarakat Sade memiliki kekhasan tersendiri dibanding dari masyarakat adat lainnya, ini bisa dilihat dari cara mempertahankan bentuk rumah, adat istiadat/kebiasaan sehari-hari, cara bertenun dan lainnya. Sehingga inilah yang menjadi tolak ukur nilai-nilai keraifan lokal masih terjaga dengan baik walaupun dilanda dengan arus modernisasi. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan dan menggambarkan kearifan lokal masyarakat Sade; (2) mengidentifikasi nilai-nilai filosofis kearifan lokal; (3) mengetahui peran elit dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat adat dusun sade di tengah arus modernisasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan langkah-langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Sade, baik yang berwujud nyata (Tangible) maupun yang tidak berwujud nyata (Intangible). Adapun yang Tangible digambarkan dalam tiga bentuk yaitu tektual (takepan), bangunan/arsitektur (bale, alang dan berugak), benda cagar budaya (gendang beleq, seni tari (tari presean, tari gendang beleq, tari tempenges, tari petuk, tari kayak, dan tari oncer), seni suara (tandak mare, tandak gawah, tandak tengak malem, tandak mataq, dan tandak najuk), menenun/nyensek (motif ragi genap, tapuk kemalu, kediri, beaq belating, beak sebie, batang empat, selutut, klungkung, banyu mas dan kembang komaq), senjata-senjata tradisional (keris, kelewang (pedang), candekan (tombak), tombak mamas (ter), dan lading kuning)). Sedangkan yang Intangible digambarkan melalui lima bentuk yaitu: awiq-awiq, sesenggak, lelakaq, kayaq, dan wewaran. Sekaitan dengan nilai-nilai filosofis yang terkandung dari berbagai kearifan lokal tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut (1) nilai kerohanian (nilai kebaikan dan nilai religius), (2) nilai etis (etika), (3) nilai toleransi (4) nilai estetik. Dalam hal inipun tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda sama-sama berperan dalam mempertahankan, melestraikam dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal yang ada kepada generasi selanjutnya, dalam setiap kegiatan para tokoh selalu memberikan pengarahan serta sosialisasi kepada elit muda yang ada untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Budayawan, Pejabat serta berbagai instansi terkait seperti  DISPARBUD, Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan pusat agar kearifan lokal yang ada di Sade terus terjaga kelestariannya.
Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah Sawaludin Sawaludin; Muhammad Mabrur Haslan; Basariah Basariah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1164

Abstract

Kajian civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat secara luas akan pentingnya menjaga budaya dan mampu mempertahankan budaya tersebut dalam masyarakat itu sendiri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah  (1) mendeskripsikan kearifan local dan mengidentifikasi civic cultur yang terkandung di dalamnya, (2) mengidentifikasi cara pelestarian kearifan lokal di masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sade memiliki banyak kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik, dan di dalam kearifan lokal yang dimaksud memiliki kadungan civic culture atau budaya kewarganegaraan. Adapun kearifan lokal yang dimaksud adalah takepan, bangunan rumah, karya seni, awiq-awiq, sesenggak, lelakak/pantun, dan wewaran. Kearifan lokal ini memiliki nilai-nilai yang luhur dan ditandai dengan adanya sikap warga negara yang mencerminkan civic culture, seperti nilai religius yang berupa nilai ke-Tuhanan, kekeluargaan, tanggung jawab, saling menghormati, kepedulian sosial, demokratis, gotong royong, partisipasi, solidaritas dan peduli lingkungan. Berkaitan dengan upaya masyarakat Sade dalam proses pelestarian kearifan lokalnya dapat dilihat ketika mereka melakukan upacara adat, penyambutan tamu, pemberian sanksi bagi pelanggaran awiq-awiq dan lain-lainnya. Selain itu masyarakat Sade juga menanamkan kearifan lokal sejak dini pada generasi mudanya dengan cara mengikutsertakan dalam semua kegiatan adat, memberikan kepercayaan penuh pada mereka untuk mengelola dan mengembangkan diri serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam rangka pelestarian kearifan lokal tersebut.
Dampak Negatif Tayangan Kekerasan Terhadap Perilaku Siswa dalam Perspektif Kriminologis dan Yuridis di SMP Negeri 16 Mataram M. Mabrur Haslan; I Gede Putu Suryana; Elvina Amelia Safitri; Mandalia Sartiana Ningsih
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.2910

Abstract

Bahaya dampak tayangan kekerasan di kalangan remaja sangat besar pengaruhnya terhadap karakter generasi muda, jika sampai semua remaja terjerumus dalam adegan tayangan kekerasan y maka bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mengkhawatirkan khususnya dalam sektor pendidikan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan agar khayalak sasaran, yaitu siswa Smp Negeri 16 Mataram agar memahami dampak negatif tayangan kekerasan dan upaya atau solusi untuk mencegah dampak negatif tayangan-tayangan kekerasan yang beredar di media. Target luaran adalah terpolanya pengetahuan dan pemahaman siswa tentang dampak dan solusi dalam mencegah siswa terkena dampak negatif tayangan kekerasan dengan meinjau dari perspektif kriminologis dan yuridis. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan FGD. Metode penyuluhan digunakan untuk memberikan informasi atau pengetahuan dan pemahaman terhadap perilaku siswa tentang dampak negatif tayangan kekerasan bagi siswa SMP Negeri 16 Mataram. Focus Group Disscusion (FGD) digunakan dalam rangka mencari solusi atau upaya untuk mencegah dampak negatif tayangan kekerasan terhadap siswa SMP Negeri 16 Mataram. Kegiatan pengabdian menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut didukung oleh beberapa factor : (1) urgensi materi yang disampaikan oleh tim pengabdi dalam rangka mencegah dampak negatif tayangan kekerasan bagi siswa SMP Negeri 16 Mataram (2) adanya dukungan dari pihak Kepala Sekolah SMP Negeri 16 Mataram , guru pamong dan para khalayak sasaran kegiatan. Sementara faktor penghambat tidak menjadi penghalang namun bisa diatasi oleh tim pengabdian sehingga dapat terlaksana dan mencapai hasil sebagaimana diharapkan.
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Learning tipe Make a Match berbasis PPT pada Siswa Di SMPN 13 Mataram M. Mabrur Haslan; H. Iskandar Junaidi; Ragil Triwibowo; Hofifah Indrasari; Vira Anita
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.3733

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode make a match berbasis media PPT pada siswa SMP Negeri 13 Mataram serta untuk mengetahui Faktor Penghambat, Faktor Pendukung dan solusi dalam penerapan metode make a match. dan upaya atau solusi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Solusinya adalah dengan memberikan metode yang tepat ketika sedang menyampaikan pembelajaran dikelas yaitu salah satumya dengan menerapkan metode make a match. Metode pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi dengan cara ceramah dan diskusi. Metode sosialisasi digunakan untuk memberikan informasi atau pengetahuan dan pemahaman siswa tentang penerapan metode make a match berbasis PPT pada siswa di SMPN 13 Mataram. Diskusi digunakan dalam rangka mencari solusi atau upaya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di SMPN 13 Mataram. Kegiatan sosialisasi di sekolah menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan.Hal tersebut didukung oleh beberapa faktor: (1) urgensi materi yang disampaikan oleh tim pelaksanaan sosialisai dalam rangka pengembangan Metode Pembelajaran Kooperatif Learning tipe Make a Match berbasis PPT pada Siswa Di SMPN 13 Mataram (2) Adanya dukungan dari pihak Kepala SMPN 13 Mataram dan para khalayak sasaran kegiatan. Sementara faktor penghambat tidak menjadi penghalang namun bisa diatasi oleh tim pelaksana pengabdian, sehingga kegiatan pengabdian dapat terlaksana dan mencapai hasil sebagaimana diharapkan.
PEMBELAJARAN PPKn BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK INTERNALISASI NILAI KARAKTER Yuliatin Yuliatin; Mursini Jahiban; Muhammad Mabrur Haslan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.153 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1513

Abstract

Mata pelajaran PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang brorientasi pada internalisasi nilai karakter. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pembelajaran yang berorientasi untuk itu yang dapat dilakukan dengan mengintegrasikan kearifan lokal. Namun demikian, faktanya menunjukkan bahwa guru PPKn SMP di Lombok Barat masih ada yang belum mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Hal tersebut nampak dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun dan juga media pembelajaran yang digunakan di kelas masih berorientasi pada apa yang ada di buku guru dan buku sisiwa yang berlaku secara nasional sehingga membuat pembelajaran menjadi kurang realistis serta kurang berorientasi pada internalisasi nilai karakter. Oleh karena itulah dilaksanakan kegiatan pengabdian dengan tujuan agar khalayak sasaran, yakni guru PPKn SMP di Lombok Barat dapat mengembangkan pembelajaran PPKn berbasis kearifan lokal untuk internalisasi nilai karakter. Metode yang digunakan adalah pendampingan. Hasil pelaksanaan pengabdian adalah: (1) tersusunnya RPP mata pelajaran PPKn berbasis kearifan lokal untuk kelas VII semester I materi pokok Beragam Norma Dalam Masyarakat,  dan kelas VIII semester I materi pokok Kedudukan dan Fungsi pancasila, (2) tersusunnya media pembelajaran berupa PowerPoint tentang beragam norma dalam masyarakat, berbasis kearifan lokal.
Customary Law as The Basis of Character Education (Study on Indigenous Peoples in Bayan Village, North Lombok) Yuliatin, Yuliatin; Haslan, Muhammad Mabrur; Sawaludin, Sawaludin
Journal of Nonformal Education Vol 9, No 1 (2023): February: Community Empowerment and Equivalency Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v9i1.42720

Abstract

The conditions above illustrate how the Indonesian nation has lost its character as a nation that upholds noble values. However, on the other hand, in a multicultural Indonesian society, some still maintain the existence of noble values inherited by their ancestors. These noble values are guarded and maintained through customary law, which is obeyed with full awareness. Thus, customary law can be the basis for character education, as found in customary law in Bayan Village, North Lombok, and West Nusa Tenggara Province (NTB). The purpose of this study is to describe customary law in Bayan Village, North Lombok, West Nusa Tenggara Province, as a basis for character education. The specific objectives are (1) identification of various types of customary law in Bayan Village as a basis for character education and (2) identification of character values in customary law in Bayan Village. These findings are significant for learning innovations that are contextual and oriented in character strengthening. Data were collected using interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis used qualitative analysis with the stages of data reduction, data presentation, verification, and conclusion. The results of the study show that (1) there are various types of customary law in Bayan Village that can be the basis of character education, namely customary law for forest conservation and spring, as well as customary law of Marriage, (2) character values contained in customary law in Bayan village includes: care for the environment, democracy, hard work, and religious. These values are part of the values developed in character education, so they can be the basis of character education.
Peran Ombudsman Republik Indonesia Dalam Penyelesaian Pengaduan Penggunaan Dana Bantuan Oprasional sekolah di Kabupaten Lombok Timur Muhammad Hamdani; Mabrur Haslan; Ahmad Fauzan; Yuliatin Yuliatin
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 2 (April 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i2.1905

Abstract

Tujuan dari penelitian ini : (1) untuk mengetahui peran Ombudsman Republik Indonesia dalam penyelesaian pengaduan dana bantuan Oprasional Sekolah (2) mengetahui faktor-faktor mempengaruhi peran Ombudsman Republik Indonesia dalam penyelesaian pengaduan dana bantuan Oprasional Sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah  pihak yang berhubungan langsung dengan penyelesaian pengaduan Ombudsman RI perwakilan NTB dalam pelayanan publik bidang pendidikan, pihak yang diberikan kewenangan dalam penyelesaian pengaduan Ombudsman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Peran Ombudsman Republik Indonesia dalam penyelesaian pengaduan penggunaan dana bantuan oprasional sekolah di kabupaten Lombok timur diperoleh Ombudsman tidak melakukan pengawasan BOS secara khusus melainkan pengawasan dilakukan berdasarkan pengaduan pungutan yang dilakukan kepada orang tua siswa untuk biaya tertentu secara khusus pengawasan dilakukan berdasarkan laporan, pengawasan pemberian biaya oprasional sekolah yakni dengan cara menyampaikan sosialisasi dalam penggunaan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis dari kementerian. (2) Faktor yang mempengaruhi peran ombudsman Republik Indonesia perwakilan NTB dalam penyelesaian pengaduan penggunaan dana bantuan oprasional sekolah di Lombok timur ini diperoleh faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelayanan publik bidang pendidikanKata Kunci : Ombudsman, Republik Indonesia, Penyelesaian, Pengaduan, Dana Oprasional