Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN DIMASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI SMPN 11 MATARAM) Melina Oliasari; Bagdawansyah Alqadri; Mabrur Haslan; Edy Herianto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v8i1.7018

Abstract

Kesulitan belajar yang dialami siswa pada masa pandemi covid-19 merupakan hal yang terjadi di SMPN 11 Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) apa saja kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19, 2) faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19 di SMPN 11 Mataram, 3) Upaya untuk mengatasi penyebab timbulnya kesulitan belajar siswa kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus . Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa yang dimasud adalah kesulitan saat mengikuti proses pembelajaran, kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan, dan kesulitan untuk menyelesaikan tugas dan latihan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19 diantaranya faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dimaksud adalah faktor fisiologi dan psikologi, sedangkan faktor eksternal yang dimaksud adalah faktor sosial dan non sosial. Adapun upaya untuk mengatasi penyebab timbulnya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di masa pandemi covid-19 adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, peningkatan kenyamanan iklim belajar, memberikan fasilitas yang memadai, menyediakan sumber belajar yang variatif, dan menentukan media pembelajaran yang mudah diakses.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Berbasis Video Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VII Di SMPN 10 Mataram M. Mabrur Haslan; Ismul Hadi; L. Kasip; Tapaul Rozi; Muhammad Muhsinin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.3880

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu interaksi antara dua orang atau lebih. Dalam proses pembelajaran guru harus dapat mengatur pelaksanaan dalam belajar interaksi antar guru dan siswa. Keaktifan belajar merupakan salah satu unsur dasar yang paling penting diterapkan dalam proses pembelajaran. Guru dituntut agar memiliki kemampuan dalam mengelola pola pengajaran yang menerapkan model Two Stay Two Stray. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray dalam pembelajaran PPKn di SMPN 10 Mataram, Untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaraan PPKn setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray di SMPN 10 Mataram.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK di DESA DANGER KECAMATAN MASBAGIK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Hurofat Robby; Muhammad Mabrur Haslan; Bagdawansyah Alqadri; Mohamad Mustari
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Edisi Juni 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i1.5238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui peran penting orang tua kepada anak di Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.2) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi karakter anak di Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Penelitian   ini   menggunakan pendekatan  kualitatif dengan  jenis  penelitian  deskriptif.  Subjek  pada  penelitian  ini  yaitu Orang Tua dan Anak dari masing – masing keluarda di Desa Danger  dan  yang  menjadi  informanya  yatitu  Orang Tua Dari masing – masing anak.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  teknik  Observasi,  dokumentasi  dan wawancara.  Adapun  analisis  data  dilakukan  dengan  reduksi  data  dan penyajian  data. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat 4 peran penting orang tua dalam membentuk karakter anak di Desa Danger Kecamatan Mabagik Kbupaten Lombok Timur meliputi Sebagai Modelling,  Mentoring, Organizing dan Teaching. Selanjutnya faktor yang mempengaruhi karakter anak meliputi 2 elemem yaitu Internal dan Eksternal
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Kekerasan Fisik: Studi di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram Muhammad Irfan S Hakim; Rispawati Rispawati; Muh Mabrur Haslan; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik (2) Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik ditingkat pelaporan dengan upaya penerimaan laporan, pendataan kasus, dan mendapatkan advokasi. Ditingkat penyidikan dengan upaya merahasiakan identitas anak korban, mendampingi anak korban dalam membuat laporan, dan mendapat pelayanan medis/psikologis. Ditingkat penuntutan dengan upaya penyidik menyerahkan berkas perkara dan advokat memberikan laporan-laporan terkait kasus. Ditingkat sidang pengadilan dengan upaya mendapatkan hak dari penyidik dan penuntut umum, mendapatkan hak sebagai saksi dalam memberikan keterangan, dan hak mendapatkan informasi mengenai putusan pengadilan. (2) Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram adalah faktor sumber daya manusia yang masih minim yang membuat kinerja tersebut kurang maksimal. Sarana dan prasarana kurang memadai untuk menunjang pekerjaan administrasi. Faktor keluarga korban masih tergantung secara ekonomi, anak korban malu untuk melaporkan kepihak berwajib, anak korban dihantui oleh intimidasi. Faktor masyarakat, penyadaran masyarakat tentang pemenuhan hak anak. Faktor kerjasama dengan aparat penegak hukum, Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram pro aktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak lain. Kata kunci: perlindungan hukum, anak korban, kekerasan fisik   Abstract   This study aims to determine (1) the form of legal protection provided by the Mataram City Child Protection Agency to children who are victims of criminal acts of physical violence (2) Factors that influence legal protection for children who are victims of physical violence crimes at the Mataram City Child Protection Agency. This research uses a qualitative research type with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that (1) The form of legal protection provided by the Mataram City Child Protection Agency for children who are victims of crimes of physical violence at the reporting level is by receiving reports, collecting case data, and getting advocacy. At the investigation level, efforts to keep the identity of the victim's child secret, accompanying the victim's child in making reports, and receiving medical/psychological services. At the prosecution level, investigators submit case files and advocates provide reports related to cases. At the court trial level, efforts to obtain rights from investigators and public prosecutors, gain rights as witnesses in providing information, and rights to obtain information regarding court decisions. (2) The factors that influence the legal protection of children who are victims of physical violence at the Mataram City Child Protection Agency are the factors of human resources that are still minimal which makes the performance less than optimal. Inadequate facilities and infrastructure to support administrative work. The victim's family is still economically dependent, the victim's child is embarrassed to report to the authorities, the victim's child is haunted by intimidation. Community factors, public awareness about the fulfillment of children's rights. The factor of cooperation with law enforcement officers, the Mataram City Child Protection Agency is pro-active in collaborating with other parties. Keywords: legal protection, child victims, physical violence
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa (Pendampingan Pada Guru PPKN di SMPN 21 Mataram) Yuliatin Yuliatin; Rispawati Rispawati; Muhammad Mabrur Haslan
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.74 KB) | DOI: 10.29303/jpimi.v2i1.2093

Abstract

PPKn sebagai salah satu matapelajaran yang dibelajarkan pada jenjang SMP menujukkan peluang penegmbangan bahan ajar berbasis kearifan lokal sebagai upaya penguatan karakter siswa. Peluang tersebut pada kenyataan kurang dipahami oleh guru PPKn SMP, khususnya guru PPKn di SMPN 21 Mataram. Bahan ajar yang digunakan salama ini adalah bahan ajar yang berorientasi pada penguasaan konsep sesuai dengan materi yang ada pada buku teks yang berlaku secara nasional. Hal ini menjadikan pembelajaran PPKn kurang kontekstual serta kurang berkontribusi dalam menyiapkan siswa sebagai bagian dari warga negara yang berkarakter. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan dalam bentuk pendampingan pada guru PPKn di SMPN 21 Mataram untuk mengembangkan bahan ajar PPKn berbasis kearifan lokal sebagai upaya penguatan karakter siswa sangat penting dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn. Metode yang diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Pelaksanaan pengabdian telah menghasilkan luaran sebagaimana yang ditargetkan, yaitu produk bahan ajar berupa RPP dan media visual (Gambar dan kartu), artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN, dan juga pernyataan pemanfaatan hasil pengabdian oleh mitra.
Upaya Mengatasi Marginalisasi Hak-Hak Masyarakat Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan (Kajian Sistem Pengelolaan Sumberdaya Hutan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat) Muhammad Mabrur Haslan; Muhammad Ilyas
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v11i1.16502

Abstract

Konflik sumberdaya alam, seringkali ditutup-tutupi karena berbagai alasan; dan apabila terjadi konflik, pihak yang kuat selalu mengalahkan yang lemah, dan pihak yang lemah tidak pernah berani melawan yang kuat. Tujuan penelitian untuk menjelaskan upaya yang ditempuh untuk menghindari terjadinya marginalisasi hak-hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumberdaya hutan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumen. Analisis data dilakukan secara intensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  upaya yang ditempuh untuk menghindari terjadinya marginalisasi hak-hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya hutan di Pulau Lombok  Nusa Tenggara Barat sebagai berikut: (1) pemerintah harus merangkul masyarakat lokal. Mereka sangat membutuhkan komunikasi dengan pemerintah. (2) pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumberdaya hutan. Dampak pemberdayaan terhadap partisipasi masyarakat lokal ditunjukkan oleh keterlibatan dan aktivitas masyarakat lokal sekitar hutan dalam bergotong-royong menjaga hutan, dan pengamanan wilayah hutan (3) Memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan dan hak-hak masyarakat hukum ada telah diterima dalam kerangka hukum yang berlaku di Indonesia. UUD 1945 mengatur keberadaan masyarakat hukum adat sebagai subyek hukum yang berbeda dengan subyek hukum lainnya. Natural resource conflicts, often covered up for various reasons; and when there is conflict, the strong side always beats the weak, and the weak never dares to fight the strong. The research objective is to explain the efforts taken to avoid the marginalization of the rights of local communities in the management of forest resources on the island of Lombok, West Nusa Tenggara. The research method used is qualitative research with a case study and descriptive approach. Data collection was carried out using observation, in-depth interviews and documents. Data analysis was carried out intensively. The results of the study show that the efforts taken to avoid the marginalization of the rights of local communities in the management of forest resources on Lombok Island, West Nusa Tenggara are as follows: (1) the government must embrace local communities. They really need communication with the government. (2) empowering local communities in managing forest resources. The impact of empowerment on local community participation is shown by the involvement and activities of local communities around the forest in working together to protect the forest and safeguard forest areas (3) Provide recognition and protection for local communities. This shows that the existence and rights of existing legal communities have been accepted within the legal framework in force in Indonesia. The 1945 Constitution regulates the existence of customary law communities as legal subjects that are different from other legal subjects.
PENGEMBANGAN MATERI DAN PEMBELAJARAN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL DALAM LINGKUP NKRI (Pendampingan Pada Guru PPKn di SMAN 9 Mataram ) Yuliatin; Rispawati; Muhammad Mabrur Haslan; basariah; Yuliatin, Yuliatin; Rispawati, Rispawati; Haslan, Muhammad Mabrur; Basariah, Basariah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.3610

Abstract

Guru PPKn di SMAN 9 Mataram belum mengembangkan materi dan pembelajaran Sisitem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI. Materi dan pembelajaran yang digunakan salama ini adalah materi dan pembelajaran yang berbais pada buku teks yang berlaku secara nasional. Hal ini menjadikan materi dan pembelajaran kurang kontekstual sehingga kurang menarik dan sulit dipahami. Oleh karena itulah kegiatan pengabdian yang diusulkan ini sangat penting dilakukan guna memberikan pendampingan pada guru PPKn di SMAN 9 Mataram untuk mengembangkan materi dan pembelajaran sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI, agar kontekstual dan menarik. Kegiatan pengabdian in akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn, khususnya tentang materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI. Target luaran kegiatan pengabdian ini adalah artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN. Pendekatan/metode yang akan diguanakan adalah pendampingan dengan tahapan kegiatan: (1) penyampaian materi dan diskusi (2) pendampingan, (3) evaluasi. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dengan lancer dan mencapai hasil sebagaimana diharapkan, yaitu tersususunnya materi ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, media pembelajaran, dan LKP.
UPAYA GURU DALAM MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYING DI SMA NEGERI 1 KOTA BIMA AN-NISA FAJRIANI; Mohammad Mustari; M. Samsul Hadi; Muhammad Mabrur Haslan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26807

Abstract

This study aims to describe and analyze teachers' efforts to minimize bullying behavior.bullyingat SMAN1 Kota Bima. The background of the research is based on the high incidence ofbullyingverbal and relational in high school and the urgency of character education to prevent its psychosocial impacts. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman Model data analysis technique, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: Teachers' efforts include structured planning through the integration of Pancasila values, religious teachings, and social-emotional education in the RPP and counseling modules; implementation of learning activities based on case study discussions,role‑play, and anti-projectsbullying; and comprehensive evaluation through observation of attitudes, reflective tasks, and counseling notes. Supporting factors for the success of the intervention are cross-field synergy of teachers, support for school policies, parental involvement, and active student participation. Inhibiting factors include uneven supervision in non-classroom areas, less harmonious family parenting patterns, and the influence of social media that facilitatescyberbullying..