Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

VERMIKOMPOS SEBAGAI SOLUSI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DI PERUMAHAN PT. PUSRI PALEMBANG Syaifuddin Islami; Dewi Anggraini; Dwi Kornida; Budi Yanti; Hadi Rafindo; Hary Febrianto; Hardinalis Kobal; Yudas Sabaggalet; Rahmat Hidayat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat DEWANTARA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jpmd.v9i1.1328

Abstract

Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan yang krusial di banyak wilayah perkotaan di Indonesia, mengingat sampah organik menyumbang lebih dari 50% dari total timbulan sampah perkotaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengamati dan mengevaluasi penerapan teknologi vermikomposting di Kompleks Perumahan PT. Pusri Palembang dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan observasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Metode pelaksanaan meliputi kunjungan lapangan, diskusi kelompok, serta evaluasi teknis terhadap proses pemilahan sampah, persiapan media kompos, dan penggunaan cacing tanah jenis Eisenia fetida.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 92% peserta mampu menerapkan teknik vermikomposting secara mandiri setelah pendampingan dilakukan. Kompos yang dihasilkan memiliki rasio C/N sebesar 15,8, bertekstur remah, serta tidak berbau menyengat, sehingga memenuhi standar mutu kompos yang baik. Selain memberikan dampak ekologis, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan masyarakat, memperkuat partisipasi lintas generasi, serta membuka potensi ekonomi lokal melalui rencana penjualan kompos yang dihasilkan. Beberapa tantangan yang ditemukan meliputi ketidakkonsistenan dalam pemilahan sampah dan keterbatasan media kompos. Tantangan tersebut diatasi melalui strategi kolaboratif dan sistem pengelolaan secara bergiliran antarwarga. Studi ini menyimpulkan bahwa vermikomposting merupakan solusi pengelolaan sampah yang layak dan dapat dikembangkan secara luas di kawasan permukiman. Teknologi ini juga berpotensi mendukung praktik ekonomi sirkular serta memperkuat tata kelola lingkungan berbasis komunitas. Dukungan lanjutan melalui fasilitasi kelembagaan, integrasi edukasi, dan penyelarasan kebijakan sangat direkomendasikan guna menjamin keberlanjutan jangka panjang.
POLA KEKERASAN DALAM KONFLIK SUMBER DAYA ALAM DI SUMATERA BARAT Dewi Anggraini; Wewen Kusumi Rahayu; Syaifuddin Islami
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1780

Abstract

Natural resource conflicts, especially mining conflicts, are often accompanied by violence committed by the State in collaboration with capital owners. Mining conflicts that lead to violence occur in Indonesia. From KPA data in 2022, there are at least 212 natural resource conflicts in 34 provinces throughout Indonesia with a land area of 1 million hectares. These conflicts involve at least 346,000 affected families. In West Sumatra alone from data released by LBH Padang in 2021, there are around 5,966 hectares of conflict land in several districts, such as West Pasaman, Agam and South Solok. The West Sumatra Civil Society Coalition (KMSS) also recorded that throughout 2018 there were 20 cases of natural resource conflicts on 80,637 hectares of land. Where the forest and land sector contributed the largest number with 8 cases fighting over 49,407 hectares of land, followed by the mining and energy sector with 5 cases with 29,840 hectares of land and finally the conflict of the infrastructure development sector with 7 cases on an area of 1,900 hectares. Two dominant cases that have captured public attention lately are gold mining conflicts in Nagari Simpang Tonang, Pasaman Regency. The conflict occurred between the people of Nagari Simpang Tonang, Duo Koto District, Pasaman Regency and PT. Inexco Jaya Makmur (IJM). Another case of conflict occurred between communities in Salingka Gunung Talang consisting of several nagari in conflict with PT. Hitay Daya Energi in geothermal energy exploration for power plants which also involves the local government of Solok Regency. In both cases, the conflict caused 59 people to experience intimidation and even 54 of them experienced physical violence, some even processed through legal channels