Articles
PENERAPAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN REMAJA TERHADAP PEMILIHAN PERTEMANAN PADA AKSI BALAP LIAR
Haryo Guritno, Rahadyan;
Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.2943-2953
Balap liar adalah aksi yang biasa dilakukan oleh para remaja di kabupaten Tuban di Jawa Timur. Hal ini tentunya disebabkan oleh pergaulan remaja dan pemilihan perteman oleh remaja itu sendiri. Selain itu, dampak yang ditimbulkan dari penerapan pola komunikasi orang tua kepada anaknya sangat relevan jika dikaitkan dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari anak ketika berada di lingkungan sosial. Dalam konteks ini peneliti ingin mengetahui lebih jauh bagaimana pola komunikasi orang tua yang diterapkan pada anaknya dalam memilih perteman dari aksi balap liar di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan wawancara mendalam atau in-depth interview untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang berkaitan. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa terdapat empat jenis komunikasi yang diterapkan sehari-hari, termasuk komunikasi permisif, komunikasi otoriter, komunikasi demokratis, dan komunikasi penelantar. Dalam kaitannya dengan pemilihan pertemanan, peneliti menemukan bahwa komunikasi permisif (kebebasan) berdampak signifikan pada pemilihan pertemanan dari aksi balap liar yang dilakukan oleh para remaja. Hal ini juga didasarkan pada bagaimana peran orang tua dalam melakukan komunikasi sehari-hari dengan anaknya, dengan tidak adanya aturan-aturan khusus ketika memilih lingkup pertemanan dari anak, yang mengakibatkan anak merespon hal tersebut dengan kebebasan yang mereka punya termasuk terjerumus kepada aksi ilegal balap liar.
ANALISIS RESEPSI AUDIENS TERHADAP SUROGASI PADA FILM “DEAR JO: ALMOST IS NEVER ENOUGHâ€
Wahyu Krisnanto, Tito;
Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.214-222
Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis resepsi audiens terhadap pandangan surogasi di dalam film Dear Jo: Almost is Never Enough. Film ini menyajikan perspektif yang unik mengenai isu surogasi, yakni melalui cerita karakter utama yang menghadapi tekanan emosional dalam menjalani peran sebagai ibu pengganti. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis resepsi dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara secara mendalam dengan audiens film dari berbagai latar belakang sosial dan usia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori resepsi Stuart Hall, yang memetakan respon audiens dalam tiga posisi utama yakni: dominan, negoisasi, dan oposisi. Hasil penelitian ini nantinya akan menunjukan bahwa audiens memiliki pandangan yang beragam terhadap isu surogasi dalam film, dimana beberapa melihatnya sebagai tindakan altruistik, sementara audiens lainnya mempertanyakan aspek moral dan dampaknya terhadap hubungan sebuah keluarga.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA AKUN KOMUNITAS @DISCITE. INSTITUTE SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN DIRI (Studi Etnografi Virtual Pada Akun Tiktok Komunitas @Discite.Institute)
Salsabila, Azifa;
Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3320-3329
Platform media sosial kini telah menjadi kebutuhan masyarakat, terlebih masyarakat Indonesia yang berusia sekitar 18-24 tahun dapat menghabiskan waktunya hingga tiga jam 26 menit dalam sehari. Adanya berbagai macam media sosial menjadikan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi kepada pengguna lainnya. Tiktok menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak diunduh, sebanyak 1,4 miliar pengguna aktif yang berusia 18 tahun keatas secara global. Kemudahan yang diberikan TikTok membuat komunitas Discite Institute dapat memanfaatkan TikTok sebagai media pengembangan diri untuk pengikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan akun TikTok komunitas @discite.institute sebagai media pengembangan diri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan etnografi virtual sebagai metodologi penelitian. Penggalian data didapatkan dari penelusuran secara online, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah computer mediated communication. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa unggahan konten-konten yang berada di akun TikTok @discite.institute bertemakan konten edukasi dan fakta-fakta menarik yang berdampak positif pada pengembangan diri para informan. Konten dikemas dengan baik dan mudah dipahami sehingga membuat para informan mampu menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kesehariannya.
ETIKA BICARA REMAJA AWAL SURABAYA TERHADAP PENGGUNAAN DIKSI SARKASME
Radista Akbar Gaeni, Novelia;
Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1811-1817
Remaja awal di indonesia saat ini banyak sekali menggunakan diksi sarkasme sebagai alat komunikasi sehari-hari terutama terhadap teman sebayanya sebagai wujud kedekatan mereka. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk pengaruh media sosial dan faktor lingkungan maupun keluarga. Dibeberapa cafe di surabaya terdapat remaja dibawah umur 18 tahun yang berbicara dengan temannya menggunakan diksi sarkasme seperti “jancok, anjing, babi “. Hal ini membuat terjadi pergesaran cara berkomunikasi yang dipengaruhi oleh banyak faktor. hal ini akan menbentuk “budaya populer†yaitu budaya yang diciptakan dari akibat media. Mayoritas pengguna media sosial adalah anak-anak dibawah umur dimana banyak sekali konten di media sosial menggunakan kata-kata umpatan, kata kasar yang semestinya tidak ber etika, karena jauh dari nilai-nilai kesopanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami identitas diri pada remaja awal dan mengantisipasi agar remaja awal tidak mewajarkan penggunaan diksi sarkasme dalam kehidupan sehari-hari yang akan merusak moral etika berbicara dan menggeser perubahan budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian adalah Remaja Surabaya berumur dibawah 18 tahun yang mempunyai media sosial.Untuk mengkaji tentang pesan dan media maka akan dikaji melalui teori proses komunikasi Wilbur Schram dan teori new media. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa remaja awal di surabaya terbiasa menggunakan diksi sarkasme sebagai alat komunikasi sebagai simbol kedekatan dengan teman ataupun sebagai hinaan untuk orang yang tidak disuka dan media sosial juga faktor lingkungan memberikan kontribusi berupa : penerimaan, kewajaran, peniruan, kurangnya etika berbicara, penghinaan yang dinyatakan oleh informan penelitian.
ANALISIS FRAMING MEDIA CNN INDONESIA TERHADAP KETERLIBATAN PRESIDEN JOKOWI DALAM PILGUB SUMATERA UTARA 2024
Aunillah, Roiisul Ibaad;
Claretta, Dyva
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Hudan Linnaas Vol 6 No. 2, 2025
Publisher : Al-Amien Prenduan University, Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v6i2.2202
The 2024 North Sumatra gubernatorial election has become a political event that draws significant public attention, particularly due to the involvement of President Joko Widodo’s (Jokowi) family, namely Bobby Nasution. In a democratic system, the mass media plays a crucial role as one of the pillars of democracy serving as a watchdog of power, a conveyor of information, and a shaper of public opinion. This study employs a qualitative approach using the framing analysis model developed by Pan and Kosicki, in conjunction with the social construction theory proposed by Peter Berger and Thomas Luckmann. The analysis is based on Pan and Kosicki’s model, which includes four structural elements: syntactic, script, thematic, and rhetorical structures. The research utilizes news articles published by CNN Indonesia between July and November 2024 as the data sample. The findings reveal that CNN Indonesia does not present a fully neutral portrayal of the political reality. The news outlet constructs Bobby Nasution's image as a young figure with strong connections to central power. CNN Indonesia frames the issue in a complex manner, adhering to journalistic principles while still incorporating political narratives that have the potential to shape public opinion on the alleged nepotistic practices of President Jokowi in the 2024 North Sumatra gubernatorial election.
Public Perspectives on The “Lapor Mas Wapres” Program on The Indonesian Lawyers Club YouTube Channel
Bella Putri Nur Habibah;
Dyva Claretta
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2025): PAKIS, September 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/pakis.v5i2.15727
The transformation of information technology has created a new public space in digital media, which also serves as a political discourse arena. The "Lapor Mas Wapres" program, launched by Vice President Gibran Rakabuming Raka, is an interesting phenomenon that has received diverse responses from the public. This study aims to analyze the public's perspective on the program as presented through the Indonesia Lawyers Club (ILC) YouTube channel, specifically regarding the issue of political imagery. Using a qualitative descriptive method, this research explores the perceptions and interpretations of active ILC viewers who commented on the show "Lapor Mas Wapres // Between Appreciation and Imaging" in April-May 2025. Data was collected through observation of audience engagement on the platform and in-depth online interviews with purposefully selected active users. The analysis utilizes Stuart Hall's reception theory to identify dominant, negotiated, and oppositional readings. The results reveal a complex spectrum of public reactions, with the majority of informants in a negotiated position. They acknowledge the program's positive aspects but are skeptical about its consistency and real-world follow-up, often viewing it as a political gimmick rather than substantive public service.
PERSEPSI PENGGUNA FACEBOOK TERHADAP IKLAN JUDI ONLINE : STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF
Yusuf, Muchammad;
Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.520-525
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah membawa dampak besar terhadap pola komunikasi masyarakat, termasuk munculnya iklan judi online yang tersebar luas di platform digital seperti Facebook. Iklan judi online kerap dikemas secara persuasif dan menarik, sehingga berpotensi memengaruhi sikap dan perilaku pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna Facebook terhadap iklan judi online di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap pengguna Facebook yang pernah terpapar iklan judi online. Informan dipilih secara purposif berdasarkan kriteria usia dan tingkat penggunaan media sosial. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan meninjau aspek kognitif, afektif, dan konatif dalam membentuk persepsi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna Facebook terhadap iklan judi online cenderung beragam. Sebagian pengguna memandang iklan tersebut sebagai hiburan atau peluang ekonomi, sementara pengguna lainnya menilai iklan judi online sebagai konten yang merugikan dan berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif. Perbedaan persepsi dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, tingkat pengetahuan, dan lingkungan sosial pengguna.
Media Disruption Impact on Journalists' Integrity: A Role Study of Independent Journalists Alliance (AJI) in Maintaining Press Integrity and Freedom
Fauzi, Mahmud Ikhsan;
Abidin A, Zainal;
Claretta, Dyva
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/iijse.v8i3.8448
Digital transformation in the media industry has created structural disruption that has significantly affected the integrity of journalists' work, especially in the dimensions of accuracy, independence and compliance with ethical codes. This research aims to analyze digital media disruption impact on the integrity of journalists in Surabaya, as well as exploring the role of Surabaya Independent Journalist Alliance (AJI) in maintaining the values of journalistic professionalism amidst complex structural pressures. Using a qualitative-descriptive approach and data collection techniques through in-depth interviews and documentation studies, this research highlights Independent Journalist Alliance (AJI)'s four main roles: as an ethical values keeper through membership selection, as a facilitator of professional education, as an internal ethics supervisor, and as an advocate for legal and digital protection for journalists. The discovery shows that Independent Journalist Alliance (AJI) functions as a normative actor capable of intervening in digital disruption through community-based institutional strategies and value solidarity. By referring to Disruptive Innovation theory and Mediatory Theory of the Message, this study concludes that the sustainability of journalism integrity does not only depend on individual agency, but also on the existence of institutions that are able to stabilize value in a media ecosystem driven by algorithmic and market logic.
Komunikasi dan Pemberdayaan: Strategi Komunitas WEPOSE Surabaya dalam Memberdayakan Anak Marginal
Fikrin Najib;
Dyva Claretta
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jtik.v10i1.4711
This study aims to explore the communication strategy implemented by the WEPOSE Community in Surabaya for empowering marginalized children. The analysis refers to Hafied Cangara’s five stages of communication strategy which include research, plan, execute, measure, and report. The research adopts a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews with community organizers. The findings indicate that WEPOSE applies a systematic communication strategy supported by participatory and dialogic communication approaches that actively involve children and the surrounding community in every stage of the program. The empowerment initiatives include educational activities such as regular learning sessions and social programs like parenting support, youth training, free health check-ups, educational tours, and social campaigns. This strategy has proven effective in enhancing children's knowledge, character, and social participation. The study recommends strengthening participatory communication as a key foundation for successful empowerment programs.
Korupsi dan Gaya Satire pada YouTube Meet Nite Live
Wikan Arum Pakerti;
Dyva Claretta
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jtik.v10i1.4741
This study explores how corruption discourse is constructed in the Meet Nite Live talk show broadcasted on Metro TV’s YouTube channel, using Rodney H. Jones’ Digital Discourse Analysis approach. One episode was analyzed through four key elements: text, context, action and interaction, as well as ideology and power. The findings reveal that satire, through irony, humor, and parody, serves as a strategic method to deliver sharp yet engaging political criticism. In the context of digital media, audiences actively respond via comments—expressing support, frustration, or critical reflection. The show also constructs a narrative that normalizes corruption as a systemic issue, while still inviting public awareness through creative and participatory communication strategies.