Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (G-MPL): Program Penanaman Pohon di Buttu Cipping Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Gafur, Abdul; Pertiwi, Nurlita; Dirawan, Gufran Darma; Apriyanti, Eka; Andayani, Dyah Darma
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.78353

Abstract

Abstrak. Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (G-MPL) merupakan program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk mengatasi degradasi lahan di kawasan Buttu Cipping, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Program ini menggabungkan pendekatan edukasi, pelatihan teknis, dan aksi nyata penanaman 500 bibit pohon. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan penanaman, dan aksi penanaman massal yang melibatkan 75 partisipan. Evaluasi keberhasilan program menggunakan kuesioner pra dan pasca kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan motivasi masyarakat. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua aspek yang diukur. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 2.3 menjadi 4.36, sikap dari 3.12 menjadi 4.64, dan motivasi dari 3.22 menjadi 4.68 (dalam skala 1-5). Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan integratif tidak hanya berhasil merehabilitasi lahan secara fisik tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan komitmen jangka panjang masyarakat. Program G-MPL berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi untuk konservasi lingkungan di daerah lainnya. Kata Kunci: gerakan, masyarakat, peduli lingkungan, penanaman pohon
Santri Bijak Sampah: Edukasi dan Implementasi Sistem Bank Sampah di Pesantren Syekh Hasan Yamani Dirawan, Gufran Darma; Taufieq, Nur Anny S.; Gafur, Abdul; Apriyanti, Eka; Andayani, Dyah Darma
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.80702

Abstract

Abstrak. Pesantren sebagai komunitas residensial berpotensi menjadi sumber timbulan sampah yang signifikan. Permasalahan utama di Pesantren Syekh Hasan Yamani adalah rendahnya kesadaran lingkungan dan belum adanya sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, sehingga sampah hanya dikumpulkan dan dibakar tanpa pemilahan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri dalam pengelolaan sampah melalui edukasi dan implementasi sistem bank sampah, serta menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan motivasi santri pasca-intervensi. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) selama 3 bulan, meliputi tahap: (1) observasi dan koordinasi; (2) edukasi melalui ceramah interaktif, FGD, dan demonstrasi; (3) implementasi bank sampah dengan pembentukan struktur organisasi dan penyediaan sarana; serta (4) pendampingan dan monitoring. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test pada 50 responden santri.  Model intervensi yang mengintegrasikan pendekatan edukasi konvensional dengan nilai-nilai keislaman dan implementasi sistem bank sampah  terbukti efektif dalam membentuk perilaku pro-lingkungan dan menciptakan tata kelolasampah yang berkelanjutan di pesantren. Program ini berhasil menciptakan environmental citizenship pada santri yang selaras dengan karakter religius. Replikasi model ini direkomendasikan untuk pesantren lain dengan adaptasi konteks lokal. Kata Kunci: bank sampah, pesantren, edukasi lingkungan, participatory action research, perilaku pro-lingkungan
DEEP LEARNING: SEBUAH STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM KURIKULUM NASIONAL Fatria, Erian; Apriyanti, Eka; Priadi, Agus
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.1.1-17

Abstract

Improving the quality of 21st century education needs to implement various innovative learning strategies that adapt to the development of the industrial era and digitalization. Deep learning comes as a resolution in answering 21st century learning challenges by integrating the use of technology (ICT), artificial intelligence and big data in the learning process. The purpose of this study is to explain the concept and framework of deep learning and identify learning models that can be applied through this approach. The method used in this study is Literature Review (LR). The study results obtained through this study are that in the context of implementing 21st century education, the deep learning approach can help transform the learning process and learning outcomes of students so that students are especially interested in developing critical thinking, communication, collaboration and creativity skills. It is concluded that the deep learning approach based on joyful learning, mindful learning, and meaningful learning can be considered for use in the context of implementing the National Curriculum but it is suggested that collaboration and training are needed to improve the understanding of teachers or educators to implement these approaches and models in accordance with the objectives of the National Curriculum
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT MENJADI CEMILAN SEHAT “SEASWEET” BAGI MASYARAKAT PESISIR JENEPONTO Eka Apriyanti; Gafur, Abdul; Hartini, Hartini; Riswan R, Muh.; Istiqomah, Istiqomah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan masyarakat pesisir Jeneponto, namun selama ini sebagian besar hanya dimanfaatkan dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan sederhana kepada masyarakat pesisir dalam mengolah rumput laut Eucheuma cottonii menjadi produk manisan sehat bernama “Seasweet”. Metode kegiatan meliputi edukasi nilai gizi rumput laut, pelatihan pengolahan manisan rumput laut dengan peralatan rumah tangga, pendampingan pengemasan sederhana, serta uji pasar awal terhadap 10 responden remaja dan ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mempraktikkan seluruh tahapan produksi dengan baik dan menghasilkan manisan dengan tekstur kenyal, rasa manis, dan aroma segar. Produk dikemas dalam standing pouch transparan dengan label sederhana sehingga memiliki nilai jual awal. Uji pasar menunjukkan rata-rata skor positif: rasa (4,5), aroma (4,0), tekstur (4,3), kemasan (4,1), harga (3,8), dan niat beli ulang (4,6). Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat untuk mengembangkan Seasweet sebagai usaha skala rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan rumput laut sebagai manisan sehat dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan peluang ekonomi masyarakat pesisir secara sederhana dan berkelanjutan.
The Role Of Community In Education On Prevention Of Sexually Transmitted Diseases Abdul Gafur; Apriyanti, Eka; S Mandra, Mohammad Ahsan
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 6 No. 1 (2026): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v6i1.1178

Abstract

Sexually transmitted diseases (STDs), particularly HIV/AIDS, continue to pose a major public health challenge among at-risk populations such as men who have sex with men (MSM) and transgender individuals (TG). These groups experience heightened vulnerability due to social stigma, discrimination, and limited access to inclusive health education, which often undermines prevention efforts. Population education plays a strategic role in addressing these barriers by improving knowledge, shaping attitudes, and encouraging preventive behaviors through participatory and community-based approaches. This study aims to analyze the role of population education in enhancing awareness and strengthening sexually transmitted infection (STI) prevention among at-risk groups in Parepare City, Indonesia. This study employed a qualitative descriptive design to explore participants’ experiences and community dynamics. Data were collected through participant observation, thematic dialogues, group discussions, and documentation of educational activities. The findings reveal that population education delivered through interactive strategies such as community dialogues, educational drama, public campaigns, and integration with local health services successfully increased community participation and engagement. These approaches contributed to improved awareness of HIV/AIDS prevention, greater utilization of information and communication technology for health information, and the internalization of anti-stigma and non-discriminatory values. However, implementation challenges were identified, particularly weather-related factors that affected participant attendance and activity scheduling. Overall, the study concludes that community-based population education represents an effective promotive and preventive strategy for STI prevention among at-risk populations and has strong potential to support inclusive and sustainable public health interventions at the local level.