Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII-F SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA SATRIAWAN, RODY; WIBOWO, JANU ARLIN; ABDULLAH; HIRZI, RISTU HAIBAN; WARDI, ZAOTUL
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 1 No. 3 (2023): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v1i3.248

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pembelajaran model discovery learning guna meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning tcrbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII.F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hal terscbut nampak dari peningkatan yang teridentifikasi pada akhir siklus I. Kondisi awal, siswa yang bermotivasi sangat tinggi hanya dan masih ada bermotivasi cukup. Sedangkan akhir Siklus I terdapat peningkatan yang menunjukan 25,81 % siswa bcrmotivasi sangat tinggi, hanya 6,45% bermotivasi cukup, dan sisanya bermotivasi tinggi. Namun target untuk meningkatkan motivasi Siswa belum tercapai yaİtu 40% siswa bermotivasi sangat tinggi dan 60% tinggi. Hal terscbut disinyalir karena pembelajaran ada siklus I masih kurang memancing siswa unluk aktif. Pada siklus II dilakukan perbaikan proses pembelajaran dengan mcngadakan suatu langkah pembelajaran yang mengharuskan siswa praktikum. Dengan praktikum siswa menjadi lebih aktif, imbasnya adalah kebermaknaan dan pemahaman konsep siswa meningkat. Akhir siklus II menunjukkan hasil yang lebih positif, pcningkatan motivasi siswa melebihi target yang telah dipatok, yaitu 48,39% siswa masuk kategori motivasi tinggi dan siswa bermotivasi tinggi.
Workshop pembelajaran dan asesmen kurikulum merdeka bagi guru di SMPN Satu Atap Kecamatan Suela Fahrurrozi; Wardi, Zoatul; Hayati, Nila; Endriana, Neny; Supiyati, Sri; Ahmad Rasidi; Satriawan, Rody
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v1i1.88

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan peningkatan pemahaman dan keterampilan kepada para guru di SMPN Satu Atap di Kecamatan suela terkait implementasi Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran dan asesmen. Materi yang disampaikan mencakup strategi pembelajaran aktif, pengembangan proyek pembelajaran, penilaian berbasis kompetensi holistik, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran. Selain itu, dalam workshop juga diberikan contoh kasus dan studi kasus untuk membantu para guru memahami implementasi kurikulum ini secara praktis. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para guru mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Para guru merespons positif pendekatan inovatif dalam pembelajaran dan asesmen ini, dan merasa lebih siap untuk membimbing siswa dalam mengembangkan kompetensi holistik mereka. Selain itu, workshop ini juga membangun kolaborasi yang erat antara para guru, membentuk komunitas pembelajaran yang saling mendukung. Para guru merasa termotivasi untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan menginspirasi, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Peningkatan kompetensi guru-guru bimbingan konseling SMP melalui bimbingan penulisan dan publikasi artikel ilmiah Rody Satriawan; Fahrurrozi; Sri Supiyati; Nila Hayati; Neny Endriana; Zoatul Wardi; Abdullah; Ahmad Rasidi
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v1i2.114

Abstract

Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bimbingan penulisan dan bimbingan publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional kepada guru-guru bimbingan kosneling (BK) SMP, sehingga kompetensi dalam aspek penulisan dan publikasi artikel ilmiah dapat meningkat. Prosedur pelaksanaan kegiatan, yaitu: (1) persiapan; (2) Pelaksanaan; dan (3) evaluasi. Indikator keberhasilan kegiatan, yaitu kegiatan pembimbingan penulisan artikel dan publikasi jurnal dikatakan dapat meningkatkan kompetensi guru-guru bimbingan konseling (BK) SMP, jika melalui kegiatan ini dapat dihasilkan artikel ilmiah yang terpublikasi pada jurnal nasional. Hasil dari kegiatan ini, yaitu: (1) pelaksanaan kegiatan penulisan artikel ilmiah penelitian PTK dan publikasi pada jurnal ilmiah telah melalui alur kegiatan: (a) menyusun proposal PTK; (b) melaksanakan penelitian PTK; (c) menyusun laporan PTK; (d) menyusun artikel ilmiah; dan (e) publikasi artikel pada jurnal nasional; dan (2) kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini dapat meningkatkan kompetensi penulisan artikel ilmiah PTK dan publikasi pada jurnal nasional guru-guru bimbingan konseling SMP, hal ini didukung oleh adanya artikel ilmiah yang telah terpublikasi pada jurnal nasional.
Pengaruh model MURDER (mood, understand, recall, digest, expland, review) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Dewi, Nurul Hardianti; Lalu Muhammad Fauzi; Rody Satriawan
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v2i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran MURDER (mood, understand, recall, digest, expland, review) terhadap kemampuan berpikir kritis mtematis siswa. Pada sub materi persamaan kuadrat. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimen dengan design one shot case study. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas X IPA dan sampel penelitian ini kelas X IPA 3 sebanyak 34 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian dan angket persepsi siswa. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dengan liliefors, uji linearitas data dengan uji-F. Hasil uji Hipotesis di peroleh dari uji t dengan nilai thitung = 4,330 ttabel = 1,692 karena thitung > ttabel pada taraf signifikan 5%, maka disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan penggunaan model pembelajaran MURDER (mood, understand, recall, digest, expland, review) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Adapun nilai determinasi korelasi sebesar 0,612 termasuk kedalam kategori kuat. Pengaruh model pembelajaran MURDER (mood, understand, recall, digest, expland, review) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 37,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Investigation of mathematical and educational values in the Bedeyé tradition within the traditional trading system of the Sasak tribal community Fauzi, Lalu Muhammad; Hayati, Nila; Satriawan, Rody; Ali, Muhamad; Juaini, Muhamad; Yazid, Muh
Journal of Honai Math Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v7i1.527

Abstract

Indonesia boasts a rich and diverse traditional culture, shaped by its historical context, geographic conditions, religious influences, values, and the varied experiences of its people. The distinctiveness and variety of these traditional cultures offer valuable insights and serve as resources for learning mathematics and economics. Common perceptions often dissociate mathematics from everyday activities such as farming, trading, and other practical tasks. This research aims to investigate the mathematical principles embedded in the Bedeyé activities within the traditional economic and trade practices of the Sasak tribe. Employing a qualitative research approach with ethnographic methods, data were gathered through observation, literature review, and interviews with cultural practitioners, traditional traders, community leaders, and cultural experts. The research findings reveal that Bedeyé activities exemplify traditional barter-based trading practices, where goods are exchanged for other goods. The mathematical concepts identified in the Bedeyé tradition include comparative mathematics, set theory, and volume estimation. Moreover, the educational values inherent in Bedeyé activities encompass itiq, saling redaq, semaiq, and saling saduq. These mathematical principles observed in the traditional trading systems of the Sasak tribe, as demonstrated through Bedeyé activities, can be leveraged as educational tools and foundational elements for teaching mathematics.
Workshop Desain Media Pembelajaran Berbasis Android dalam Menghadapi Implementasi Kurikulum Merdeka Fauzi, Lalu Muhammad; Gazali, Muhammad; Hayati, Nila; Satriawan, Rody; Rahmawati, B. Fitri; Dewi, Gustianti
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v3i2.14385

Abstract

The use of technology in the world of education is a must where digital technology is currently an important part in supporting teaching and learning activities. Professional teachers have the obligation to plan learning, carry out quality learning processes, as well as assess and evaluate learning outcomes, so to carry out these obligations the first step a teacher must take is to design all learning tools. To improve this, it is considered important to provide workshops or training on Android-based learning media design. The workshop was carried out for one full day with details of the provision of materials, practice of making electronic applications and mentoring of participants after the workshop activities were completed. With the aim of increasing teacher competence in designing and utilizing android-based learning media in the learning process in the classroom. The workshop will be held on Saturday, August 6, 2022 at SMAN 2 Selong. The results of the workshop illustrate that participants have been able to create android-based learning media applications.
Pendampingan Persiapan Akreditasi Sekolah di SDN 3 Suralaga Fauzi, Lalu Muhammad; Gazali, Muhammad; Hayati, Nila; Satriawan, Rody; Wardi, Zaotul; Ibrahim, Malik; Fadilah, Dina; Ahmad, Syukron
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v4i1.16688

Abstract

Accreditation is an acknowledgment from an accreditation body that an institution maintains a certain level of educational standards. Educational accreditation is a quality assurance process by which services and operating institutions, or educational programs are evaluated and verified by an external body to determine whether recognized and accepted standards are being met. If standards are met, accredited status is granted by the appropriate agency. To prepare for this it is considered important to provide assistance to every school that needs it, as was done by SDN 3 Suralaga. Assistance is carried out for 2 months, from April to May 2022. Assistance is carried out through 4 stages, namely 1) presentation of accreditation instrument material, 2) discussion and assistance on school readiness for accreditation, 3) physical evidence assistance, 4) preparation of physical evidence and 5) evaluation of sensitivity. The results of the assistance show that 1) the physical evidence prepared by each teacher who is given the task as the person in charge is ready and complete and 2) the school is ready for visitation.
An Analysis of Frieze Patterns, Crystallographic Patterns, and Philosophical Values on Subahnale Woven Motifs Sukarare Village Fauzi, Lalu Muhammad; Ahyan, Shahibul; Supiyati, Sri; Hayati, Nila; Satriawan, Rody
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.823

Abstract

Budaya dengan keberagaman dan keunikan adat istiadat, kesenian dan kerajinannya, memberikan identitas bagi suatu daerah. Keunikan-keunikan budaya ini dapat dikaji untuk dijadikan sebagai bagian dari sumber belajar. Etnomatematika merupakan jembatan untuk mengeksplorasi matematika yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian penelitian ini berupaya untuk menganalisis pola frieze, pola kristalografi dan nilai-nilai filosofis yang terdapat pada motif kain tenun subahnale Desa Sukarare. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode etnografi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara dengan praktisi budaya, tokoh adat, pengerajin kain tenun dan budayawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif (reragian) kain tenun subahnale terbentuk dengan perpaduan bentuk-bentuk geometri yakni garis, segi tiga, segi empat dan segi enam. Bentuk geometri tersebut tersusun menggunakan model matematika yakni translasi, rotasi da refleksi. Adapun pola-pola yang terbentuk berupa 4 buah pola frieze yaitu pola 3, 4 ,6 dan 7. Selain itu terdapat juga pola Kristalografi yaitu pola p1, pm, dan p4m. Culture, with its diversity and unique customs, arts, and crafts, provides an identity for a region. This cultural uniqueness can be studied as part of learning resources. Ethnomathematics is a bridge to exploring mathematics that develops in society. Thus, this study seeks to analyze the frieze patterns, crystallographic patterns, and philosophical values in the subahnale woven fabric motifs in Sukarare Village. The method used in this research is the ethnographic method. Research data were collected through observation, literature study, and interviews with cultural practitioners, traditional leaders, woven cloth artisans, and humanists. The results showed that the motif (reragian) of the subahnale woven fabric was formed by a combination of geometric shapes: lines, triangles, rectangles, and hexagons. The geometric shapes are arranged using a mathematical model: translation, rotation, and reflection. The patterns formed are 4 frieze patterns, namely patterns 3, 4, 6, and 7. In addition, there are also crystallographic patterns, namely patterns p1, pm, and p4m.
Efektivitas Gamifikasi dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan Mahasiswa di Universitas Hamzanwadi Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss2pp387-394

Abstract

This study examines the effectiveness of gamification in enhancing student motivation and engagement in mathematics learning at Universitas Hamzanwadi. Utilizing a qualitative approach, this research employs a literature review and library research to explore the potential benefits and challenges of incorporating gamified elements into mathematics education. The findings suggest that gamification, through mechanisms such as point systems, challenges, and rewards, significantly boosts students' intrinsic motivation and participation in learning activities. Gamification fosters a competitive yet collaborative environment that encourages active involvement, helping students to stay engaged with the content and improving their learning outcomes. However, the study also identifies challenges such as varying levels of technological readiness and individual preferences among students, which may affect the effectiveness of gamification. Despite these challenges, the literature indicates that when implemented thoughtfully, gamification can be an effective pedagogical tool for increasing student interest and performance in mathematics. The research highlights the importance of adapting gamification techniques to the local context and the specific needs of students to maximize its impact. This study contributes to the growing body of literature on educational gamification and offers insights for educators looking to implement innovative teaching strategies in higher education, particularly in the context of mathematics learning at Universitas Hamzanwadi.
KEEFEKTIFAN MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) DITINJAU DARI PRESTASI DAN MOTIVASI SISWA SMP MUHAMMADIYAH BANGUNTAPAN Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah; Hirzi, Ristu Haiban
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6468

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model.  The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANCOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of student achievement and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of student achievement and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS dan model konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes prestasi dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa.