Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KEEFEKTIFAN MODEL SSCS DITINJAU DARI PENALARAN MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah; Basirun, Basirun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9209

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model. The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of mathematical reasoning and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of mathematical reasoning and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes penalaran matematis dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis, dan motivasi belajar siswa.
Eksplorasi Konsep Matematika dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Bretes Pada Masyarakat Suku Sasak di Lomok Tengah Halimatussa'diyah Halimatussa'diyah; Lalu Muhammad Fauzi; Rody Satriawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi bretes pada masyarakat suku Sasak di Lombok Tengah. Bretes dalam bahasa Sasak artinya putus, masyarakat Sasak mengaplikasikan tradisi bretes dalam bentuk selamatan (rowah). Kegiatan bretes dilakukan pada malam Jum’at, pada usia kehamilan tujuh bulan dan pada anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk memahami secara mendalam bagaimana konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui observasi langsung, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengidentifikasi konsep matematika yang terdapat pada alat-alat yang digunakan.  Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat unsur matematika yaitu konsep geometri bangun datar seperti persegi, lingkaran, dan persegi panjang. Dan konsep geometri bangun ruang seperti bola, setengah bola dan tabung. Adapun nilai pendidikan diantaranya, religius, disiplin, gotong royong, gemar membaca, dan jujur. Tradisi bretes tidak hanya berperan sebagai bentuk tradisi yang diyakini secara turun temurun, tetapi juga sebagai media yang efektif untuk mengajarkan dan mengenalkan keterampilan matematika dasar, memperkuat kerjasama sosial, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara tradisi lokal dan pendidikan matematika, serta menawarkan kontribusi terhadap pemahaman mengenai pendidikan berbasis budaya dalam konteks masyarakat adat.
PENGARUH TINGKAT KEHADIRAN, TINGKAT PARTISIPASI, DAN MAHASISWA TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA SMA Rody Satriawan; Abdullah Abdullah; Basirun Basirun
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.11332

Abstract

This study aimed to determine the effect of attendance level, participation level, and students’ motivation on students’ achievement in the Mathematics for Senior High School course. The study employed a quantitative approach with an ex post facto research design. The population consisted of 22 students enrolled in the Mathematics for Senior High School course, and all population members were selected as the research sample using the total sampling technique. Data were collected through documentation, observation, and questionnaires. The data were analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS for Windows. The results showed that attendance level, participation level, and students’ motivation simultaneously had a significant effect on students’ achievement, with a significance value of 0.001 < 0.05. However, partially, attendance level, participation level, and students’ motivation did not have a significant effect on students’ achievement. The coefficient of determination (R²) was 0.579, indicating that 57.9% of the variation in students’ achievement could be explained by attendance level, participation level, and students’ motivation, while the remaining percentage was influenced by other factors outside the study. Based on the findings, it can be concluded that improving students’ achievement in the Mathematics for Senior High School course is not only influenced by attendance, participation, and motivation individually, but also by the integration of various academic and psychological factors in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa terhadap prestasi mahasiswa pada mata kuliah Matematika SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian terdiri atas 22 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Matematika SMA dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Namun, secara parsial tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa. Hasil analisis juga menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,579 yang berarti bahwa 57,9% variasi prestasi mahasiswa dapat dijelaskan oleh variabel tingkat kehadiran, tingkat partisipasi, dan motivasi mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan prestasi mahasiswa pada mata kuliah Matematika SMA tidak hanya dipengaruhi oleh kehadiran, partisipasi, dan motivasi secara individual, tetapi juga oleh keterpaduan berbagai faktor akademik dan psikologis dalam proses pembelajaran.  
Pengaruh Minat Belajar Matematika dalam Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di Kelas VIII SMP IT Al-Qimmah Rody Satriawan; Neny Endriana; Abdullah Abdullah; Yogi Saputra
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran daring menuntut kesiapan siswa tidak hanya dari aspek kognitif, tetapi juga afektif, salah satunya minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar matematika dalam pembelajaran daring terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP IT Al-Qimmah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 36 siswa, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Data minat belajar matematika dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, sedangkan data hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai evaluasi siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear sederhana, dengan terlebih dahulu memenuhi uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Analisis regresi menghasilkan persamaan ( ). Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar matematika dalam pembelajaran daring berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,250, yang berarti bahwa minat belajar matematika memberikan kontribusi sebesar 25,00% terhadap hasil belajar matematika siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan minat belajar siswa merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran matematika secara daring.
Pengembangan modul ajar berbasis model SSCS guna meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa SMP Rody Satriawan; Sri Supiyati; Abdullah; Ahmad Rasidi
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i2.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar berbasis Search, Solve, Create, and Share (SSCS) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan prestasi serta motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui tahap perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, tes hasil belajar, serta angket motivasi belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata 3,72 dari skala 4,00. Aspek kelayakan isi memperoleh skor 3,80, kebahasaan 3,65, penyajian 3,70, dan kegrafikan 3,73. Tingkat kepraktisan juga sangat tinggi, ditunjukkan oleh respon guru sebesar 88,50% dan respon siswa sebesar 84,20%. Modul terbukti efektif meningkatkan hasil belajar, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 62,40 pada pretest menjadi 83,75 pada posttest dengan nilai N-Gain 0,57 (kategori sedang). Motivasi belajar siswa mencapai 82,90% (kategori tinggi). Dengan demikian, modul ajar berbasis SSCS layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif yang mendukung pembelajaran berpusat pada siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pengembangan modul ajar polinomial dengan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa Rahman Wahyudi Hasani; Rody Satriawan; Fahrurrozi; Sri Supiyati
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i1.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul pembelajaran matematika berbasis Discovery Learning serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Selong. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket respons pengguna, dan tes hasil belajar. Kualitas modul dievaluasi berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan persentase penilaian ahli materi masing-masing sebesar 80% dan 75%, serta ahli media sebesar 80% dan 71%. Tingkat kepraktisan modul tergolong tinggi, ditunjukkan oleh respons guru sebesar 84% dan respons siswa sebesar 74%. Analisis hasil belajar menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 71 pada pretest menjadi 91 pada posttest. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,70 menunjukkan kategori efektivitas sedang hingga tinggi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa modul pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
KEEFEKTIFAN MODEL SSCS DITINJAU DARI PENALARAN MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Rody Satriawan; Abdullah Abdullah; Basirun Basirun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9209

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model. The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of mathematical reasoning and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of mathematical reasoning and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes penalaran matematis dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis, dan motivasi belajar siswa.
Investigation of mathematical and educational values in the Bedeyé tradition within the traditional trading system of the Sasak tribal community Lalu Muhammad Fauzi; Nila Hayati; Rody Satriawan; Muhamad Ali; Muhamad Juaini; Muh Yazid
Journal of Honai Math Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v7i1.527

Abstract

Indonesia boasts a rich and diverse traditional culture, shaped by its historical context, geographic conditions, religious influences, values, and the varied experiences of its people. The distinctiveness and variety of these traditional cultures offer valuable insights and serve as resources for learning mathematics and economics. Common perceptions often dissociate mathematics from everyday activities such as farming, trading, and other practical tasks. This research aims to investigate the mathematical principles embedded in the Bedeyé activities within the traditional economic and trade practices of the Sasak tribe. Employing a qualitative research approach with ethnographic methods, data were gathered through observation, literature review, and interviews with cultural practitioners, traditional traders, community leaders, and cultural experts. The research findings reveal that Bedeyé activities exemplify traditional barter-based trading practices, where goods are exchanged for other goods. The mathematical concepts identified in the Bedeyé tradition include comparative mathematics, set theory, and volume estimation. Moreover, the educational values inherent in Bedeyé activities encompass itiq, saling redaq, semaiq, and saling saduq. These mathematical principles observed in the traditional trading systems of the Sasak tribe, as demonstrated through Bedeyé activities, can be leveraged as educational tools and foundational elements for teaching mathematics.