Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Eksplorasi Konsep Matematika dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tradisi Bretes Pada Masyarakat Suku Sasak di Lomok Tengah Halimatussa'diyah, Halimatussa'diyah; Fauzi, Lalu Muhammad; Satriawan, Rody
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi bretes pada masyarakat suku Sasak di Lombok Tengah. Bretes dalam bahasa Sasak artinya putus, masyarakat Sasak mengaplikasikan tradisi bretes dalam bentuk selamatan (rowah). Kegiatan bretes dilakukan pada malam Jum’at, pada usia kehamilan tujuh bulan dan pada anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk memahami secara mendalam bagaimana konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui observasi langsung, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengidentifikasi konsep matematika yang terdapat pada alat-alat yang digunakan.  Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat unsur matematika yaitu konsep geometri bangun datar seperti persegi, lingkaran, dan persegi panjang. Dan konsep geometri bangun ruang seperti bola, setengah bola dan tabung. Adapun nilai pendidikan diantaranya, religius, disiplin, gotong royong, gemar membaca, dan jujur. Tradisi bretes tidak hanya berperan sebagai bentuk tradisi yang diyakini secara turun temurun, tetapi juga sebagai media yang efektif untuk mengajarkan dan mengenalkan keterampilan matematika dasar, memperkuat kerjasama sosial, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara tradisi lokal dan pendidikan matematika, serta menawarkan kontribusi terhadap pemahaman mengenai pendidikan berbasis budaya dalam konteks masyarakat adat.
Ethnomathematics study and educational values in fundamental activities at the langgar pusaka of sapit village Fauzi, Lalu Muhammad; Satriawan, Rody; Hayati, Nila
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v11i1.25097

Abstract

Sebagian besar orang memandang bahwa matematika tidak berhubungan dengan kehidupan nyata atau bebas budaya. Namun pandangan ini merupakan pandangan yang keliru karena matematika merupakan produk dari aktivitas manusia. Dalam hal ini terdapat jalan yang menghubungkan antara matematika dengan budaya yang disebut dengan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etnomatematika dan nilai-nilai pendidikan pada aktivitas fundamental di rumah adat Langgar Pusaka, Desa Sapit, Lombok Timur. Rumah adat ini tidak hanya memiliki fungsi budaya dan spiritual tetapi juga memuat berbagai aspek matematika dalam arsitektur, konstruksi, dan aktivitas ritualnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fundamental yang terdapat pada rumah adat Langgar Pusaka mencerminkan konsep-konsep matematika seperti geometri baik pada struktur bangunan dan alat-alat ritual yang digunakan pada prosesi adat, pengukuran, simetri, serta pola bilangan dalam tradisi ritual. Selain itu, aktivitas fundamental yang dilakukan di rumah adat Langgar Pusaka mengandung nilai-nilai pendidikan seperti kerja sama atau gotong royong yang disebut dengan berikuk tinjal, saling menghargai sesama (tindih), tidak berlebihan (semaik), dan bersifat irit (itiq). Kajian ini memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar matematika dan dapat menjadi referensi dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan pembelajaran matematika yang kontekstual di sekolah