Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO DAN POC AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L) Ahmad Supardi, Bimo; Usman; Armadi, Yukiman; Jafrizal; Habiburahman
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cucumber (Cucumis sativus L.) is a widely utilized plant in daily life, serving as a fresh vegetable, a base for pickles, juice, and even cosmetics. However, cucumber production in Indonesia has experienced a significant decline, partly due to the suboptimal availability of nutrients in the cultivation land. This study aims to explore the effects of guano organic fertilizer and rice wash water liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of cucumber plants. The research was conducted in Bentiring Village, Bengkulu City, using a two-factor Randomized Block Design (RBD). The first factor was guano fertilizer with doses G0 (control), G1 (100 g/plant), G2 (200 g/plant), and G3 (300 g/plant), while the second factor was rice wash water POC with concentrations P0 (control), P1 (25 ml/L), P2 (50 ml/L), and P3 (75 ml/L). The analysis of variance revealed a significant interaction between guano fertilizer and rice wash water POC on various cucumber growth parameters, such as tendril length, number of leaves, number of fruits, fruit length, as well as fruit weight per plant and per plot. The best results were obtained from the combination of 300 g/plant of guano fertilizer and 75 ml/L of rice wash water POC, which produced a plot fruit weight of 2.01 kg. This study demonstrates that both types of fertilizers can improve the quality and quantity of cucumber yield, with rice wash water POC enhancing soil structure and increasing nutrient availability. Keywords: Cucumber, Guano fertilizer, Rice wash water POC
Pemanfaatan Limbah Tanaman dan Ternak untuk Mendukung Pertanian Bioindustri Berbasis Integrasi Novitri Kurniati; Jafrizal; Heri Dwi Putranto; Elni Muthmainah; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Dwi Fitriani
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i3.9053

Abstract

Penerapan integrasi tanaman dan ternak telah dilaksanakan petani padi yang juga memelihara sapi di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang lebong Bengkulu. Permasalahan yang dihadapi petani padi adalah banyak jerami sisa panen padi belum dimanfaatkan dan hanya ditumpuk saja di lahan sawah bekas panen. Begitu juga dengan limbah sapi berupa feces dan urine hanya dibiarkan saja untuk pupuk kandang tanpa pengolahan yang baik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang pertanian integrasi tanaman dan ternak, pelatihan pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak, pembuatan pupuk kompos dari feces sapi dan pembuatan biourine dari urine sapi. Peserta kegiatan adalah petani padi sekaligus juga sebagai peternak sapi sebanyak 30 orang. Petani belum mengolah jerami sebagai pakan sapi dan belum mengolah limbah sapi sebagai pupuk kompos dan biourine. Hasil pelatihan menunjukkan 90% peserta menyatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat dan 10% menyatakan tidak tahu serta 80% peserta menyatakan memahami materi pelatihan. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas pakan, memperbaiki kualitas pupuk dan meningkatkan produksi padi.
Optimization of Growth and Yield of Several Varieties of Green Beans (Vigna Radiata L) Using Solid Oil Palm Waste on Red Yellow Podzolic Soil in Bengkulu Rita Hayati; Jafrizal; Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Usman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11559

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of solid oil palm waste application and mung bean (Vigna radiata L.) varietal differences on growth and yield performance in red-yellow podzolic soils in Bengkulu, Indonesia. A factorial experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with three replications. The two factors tested were four levels of solid waste application (0, 10, 15, and 20 tons/ha) and three mung bean varieties (Vima 2, Vima 4, and Vima 5). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that solid waste application significantly improved plant height, number of pods per plant, pod weight, and seed weight per plant. Variety also had a significant effect on plant height at 56 days after planting. No significant interaction was observed between the two factors. Overall, the application of 20 tons/ha of solid waste resulted in the highest improvements in agronomic parameters. Among the tested varieties, Vima 5 demonstrated the best overall performance. These findings suggest that using solid oil palm waste at an optimal dose can enhance mung bean productivity in red-yellow podzolic soils, supporting sustainable agricultural practices.
KREATIVITAS DAN INOVASI BISNIS DALAM KEWIRAUSAHAAN jafrizal jafrizal
Majalah Ilmiah Manajemen STIE Aprin Palembang Vol 13 No 1 (2024): MAJALAH ILMIAH MANAJEMEN STIE APRIN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Aprin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a literature review journal which aims to produce new and innovative ideas that can change the game, lead trends, create added value for customers, and introduce or develop new things in entrepreneurship. A literature review is carried out by collecting various literature sources that discuss the same topic, starting from books, journals, magazines that are relevant and the latest (state of art) and in accordance with those contained in the reference literature. The method used in this research is a qualitative literature review method which refers to literature review studies. The results of this research show that the role of innovation in entrepreneurship is very important to improve company performance and profits. Innovation can help companies find new ways to increase productivity, reduce costs, and improve the quality of products or services offered. In the management context, the role of creativity functions is also discussed in this research. This research can provide knowledge about innovation in the entrepreneurial process for generating new ideas that result in improvements that are highly effective and efficient in a system. So the important aspects in creativity are process and people. This research will also be related to entrepreneurial motivation in conditions that encourage, move and direct an individual's desire to carry out entrepreneurial activities, independently, believe in themselves so they can be oriented towards the future, dare to take risks, be creative and value the desire for innovation highly.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT PETANI DALAM PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH KULIT KOPI DI DESA BARAT WETAN KEPAHIANG Jef Jafrizal; D Fitriani; R Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana pada umumnya di Kecamatan Kabawetan, para petani di Desa Barat Wetandalammenjalankanusahataninyamasih menerapkansistemkonvensionalterutamapemanfaatanpupukdan pestida anorganik.  Hal ini ditenggarai telah menyebabkan penurunan produktifitas lahan karena tanahcendrungmenjadimasam, padat, sertamenggangguaktifitasmikroorganismetanah, dan terjadinyapencemaranlingkungan.Dampak lainnya berupa ketergantunganpetaniakanproduk pupukkomersial pabrikdanmematikankearifanlokaldalamsistemusahatani yang pernahada.  Dalamberusahatani,limbahpertaniansepertidedak kulit kopi dan limbah sayuran, belumdimanfaatkansebagaibahankompos, akantetapidibuangkeluarlahanataudibakar.  Hal inidilakukanpetanikarenamerekamenganggaplimbahpertaniantersebut adalahsampahyang  jikadibiarkanberada di lahanakanmenjadisaranghamasepertitikus.     Sementaradisisi lain merekakesulitandalammendapatkanpupukbagikeberlanjutanusahatanamanpertaniannya  Denganmemperhatikanmasukandarimasyarakat petani makadisepakatisuatusolusiyang sekaligus menjadi tema program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitupemanfaatkanlimbahpertanian berupa kulit kopi dan limbah lainnyamenjadipupuk organik kompos.Solusiinidipilihdenganpertimbanganmemilikinilaitambah, murahdanlebihramahterhadaplingkungan.Limbahkulit kopi bersama limbah pertanian lainnya difermentasimenjadipupukorganikkompos.  BentukkegiatanPkM yang dilakukandiantaranya: pendidikandanpenyuluhantentangpertanianramahlingkungan dan praktek/pelatihandalampembuatanpupuk organik kompos.  Kegiatanpengabdian yang telah dilakukandapatmeningkatkanpenerapan ipteks di masyarakat khususnya tetnologi tepat guna pembuatan pupuk organik kompos, disamping itu juga meningkatkan wawasanpetanidalampertanianorganik yang ramahlingkungan, mengurangiketergantunganpetanipadapupukanorganik, menghidupkankembalikearifanlokaldalamberusaha tani.  Luaran yang dicapai diantaranya publikasi pada jurnal ilmiah ber-ISSN dan menghasilkan produk pupuk organik kompos. Kata Kunci:Limbah Kulit Kopi, Fermentasi, dan Kompos
TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK DAN PASCA PANEN BAGI PETANI CABE MERAH DI KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG Rita Hayati; Jafrizal Jafrizal; Islamuddin Islamuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 3 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini, petani cabe merah di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang masih menggunakan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk dan pestisida anorganik, seperti yang dilakukan oleh petani umum. Pemakaian pupuk dan pestisida anorganik yang ditenggarai dan dirasakan oleh petani telah menimbulkan banyak efek negatif, salah satunya adalah penurunan produktifitas lahan dan membuat tanaman cabe merah lebih rentan terhadap penyakit dan hama. Tim pengusul dan kelompok tani Muji Lestari Desa Sukasari, mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat, memutuskan untuk memulai program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan menerapkan teknologi fermentasi untuk membuat pupuk organik padat dan cair. Kegiatan PKM telah dilakukan dalam berbagai bentuk dan tahap. Ini termasuk menyebarkan inisiatif, memberikan pelatihan dan menerapkan teknologi tepat guna dalam pembuatan kompos dan POC biourine, menanam tanaman cabe merah, dan menggunakan teknologi pengolahan cabe merah untuk memperpanjang umur penyimpanan produk olahan cabe merah. PKM dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk kompos dan POC biourine, serta mengaplikasikannya pada tanaman cabe merah dan mengubah cabe merah segar menjadi cabe merah kering.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PAKAN FERMENTASI UNTUK PETERNAK DESA SUKASARI KEPAHIANG Neli Definiati; Jafrizal; Islamuddin; Wusmalinda Rita; Rita Hayati; Afriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat petani di Desa Sukasari Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang pada umumnya selain bertani tanaman pangan, perkebunan kopi dan tanaman sayuran sebagai usaha utama, juga beternak hewan ternak antara lain sapi potong, sapi perah, kambing dan domba sebagai usaha sampingan. Dari diskusi mendalam antara tim pengusul dengan masyarakat peternak di Desa Sukasari, terungkap beberapa permasalahan dalam mengembangkan usaha peternakannya, antara lain. Di bidang produksi, konsistensi ketersediaan pakan dari limbah pertanian (jerami, jagung, dan limbah sayuran) yang melimpah pada musim panen dan banyak berkurang pada musim tanam menjelang panen, serta musim hujan yang menghambat petani dalam mencari hijauan segar. Di bidang lingkungan hidup (pengolahan limbah), limbah padat (feses) yang volumenya semakin lama semakin meningkat, saat ini hanya menumpuk dan tentunya membutuhkan waktu yang lama untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memproduksi pakan fermentasi.Kata Kunci: TT, Pakan Fermentasi
Teknologi Tepat guna pengolahan limbah kulit pisang menjadi Vinegar dalam meningkatan Nilai Ekonomi Pisang Kelompok Tani Mawar di Desa Perbo Rita Hayati; Jafrizal; Neti Kesumawati; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Surya Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan komoditi hortikultura terbesar di Desa Perbo Kabupaten Rejang Lebong  Propinsi Bengkulu yang dikenal dengan Pisang Ambon Curup. Ketersediaan pisang yang melimpah dengan rata-rata produksi 69.088,30 kwintal/tahun pada tahun 2023  potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal seperti limbah kulit pisang yang masih terbuang selama ini dianggap sebagai limbah yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan berupa sampah yang tidak mempunyai nilai ekonomi, padahal kulit pisang memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki potensi kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kesehatan. Hal ini sangat diperlukan pengolahan kulit buah pisang menjadi Vinegar Perlu pengabdian kepada masyarakat dengan teknologi tepat guna untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi pisang dan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi lebih bernilai dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan pengabdian adalah untuk mengatasi permasalahan nilai ekonomi rendah pada kulit pisang ambon melalui Teknologi tepat guna dengan memanfaatkan kulit pisang menjadi Vinegar (Cuka kulit Pisang). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi kulit pisang, pelatihan  teknologi fermentasi menjadi Vinegar dengan starter, pendampingan proses produksi hingga analisis sederhana kualitas produk akhir. Hasil pengabdian menunjukkan Kelompok Tani Mawar mampu menguasai teknologi pembuatan vinegar kulit pisang dengan baik. Produk Vinegar yang dihasilkan menunjukkan karakteristik organoleptik yang dapat diterima dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan nilai ekonomi pisang ambon pada  bagian limbahnya menjadikan peluang usaha baru dan mengurangi limbah organik, dengan teknologi tepat guna ini kelompok tani Mawar memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha yang memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan.
TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI DAN PUPUK ORGANIK BAGI PETANI PETERNAK DESA BUKIT PENINJAUAN I KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Rita Hayati; Jafrizal Jafrizal; Rita Zurina Muchlis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9087

Abstract

Kecamatan Sukaraja adalah pusat pertanian, perkebunan, dan peternakan Kabupaten Seluma. Masyarakat tidak hanya mengembangkan tanaman pangan (padi sawah dan palawija), tanaman perkebunan (karet, kakao, kelapa sawit, dan kakao), tetapi juga secara aktif mengembangkan bisnis ternak, khususnya sapi potong. Rata-rata keluarga petani memelihara dua ekor sapi, tetapi ada yang memelihara lebih dari 100 ekor. Semua orang tahu bahwa populasi ternak telah meningkatkan pendapatan masyarakat petani, tetapi kemajuan petani peternak juga menghadapi beberapa hambatan. Dalam hal produksi, ketersediaan pakan yang memadai selama musim panen dan ketersediaan yang sangat rendah selama musim tanam dan musim hujan. Limbah padat, juga dikenal sebagai feses ternak, adalah masalah lain dalam pengelolaan lingkungan. Saat ini, limbah ini hanya ditumpuk dan memerlukan waktu yang lama untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pertanian dan perkebunan. sementara limbah cair, juga dikenal sebagai urine ternak, tidak digunakan sama sekali dan mencemari lingkungan. Tim pengusul dan kelompok tani Harapan Baru Desa Bukit Peninjauan I, mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat, memutuskan untuk memulai program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan menerapkan teknologi fermentasi untuk membuat pakan ternak, pupuk organik cair dan padat. Kegiatan pakan ternak fermentasi (PKM), pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna dalam pembuatan pakan ternak fermentasi, pupuk organik kompos, dan pupuk organik cair (POC) biourine adalah bentuk dan langkah-langkah yang sudah dilakukan. PKM dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan pakan ternak fermentasi, pupuk organik kompos, dan POC biourine melalui kegiatan PKM yang sudah dilakukan.
Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Batu Bata Campuran Tanah Diatomae Emi Maulani; Yovi Chandra; Jafrizal Jafrizal
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 6 No. 1 (2022): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Mei 2022
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v6i1.7973

Abstract

Peningkatan produksi sangat diperlukan sebagai bahan pembentuk batu bata alternatif. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya mengganti sebagian material dasar bata campuran tanah diatomei. permsalahan yang dilihat asalah pengujian abu sekam dalam melihat tekanan batu bata utnuk menghasilkan kualits dari bata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh abu sekam terhadap kuat tekan batu bata campuran tanah diatomae. Metode berdasarkan standar SNI untuk pengujian penyerapan air, kerapatan semu, kuat tekan, dan ASTM C373-88 untuk pengujian berat jenis bata. pengujian dilakukan dengan ukuran bata (10x10x10). Tanah diatomae merupakan substitusi 50% tanah lempung, sedangkan tanah diatomae disubstitusikan dengan abu sekam padi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap volume tanah diatomae. Hasil pengujian kuat tekan batu bata  rata-rata menurun dari batu bata 0% abu sekam dengan kuat tekan 5,6 MPa menjadi 5,28 MPa di abu sekam 5 % dan semakin menurun seiring bertambahnya abu sekam padi. sedangkan nilai penyerapan air semakin meningkat sebesar 36 %. selanjtunya Hasil penelitian untuk masing-masing pengujian abu sekam 5% terhadap tanah diatomae menghasilkan sifat mekanis yang paling baik diantara persentase campuran lainnya. Semakin banyak campuran batu bata mengakibatkan terjadinya penurunan kuat tekan dan nilai penyerapan air yang semakin tinggi.