Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT DURIAN MENJADI PUPUK ORGANIK YANG MEMILIKI NILAI EKONOMI TINGGI BERMANFAAT UNTUK MENYUBURKAN TANAMAN Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Usman, Usman; Suryadi, Suryadi; Maheran Mulyadi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1911

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit durian sebagai pupuk organik guna mendukung pertanian berkelanjutan. PKM ini melibatkan beberapa dosen dari Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu serta masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan konsep dan manfaat pengomposan kulit durian, termasuk aspek lingkungan dan ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat. Sementara itu, pelatihan dan implementasi dilakukan dengan memberikan penjelasan teknis serta praktik langsung pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kulit durian. Bahan yang digunakan dalam proses ini meliputi limbah kulit durian, pupuk kandang kambing matang, dedak atau bekatul, Effective Microorganisms (EM) 21, molases, dan air. Proses pengomposan melibatkan teknik pencacahan, pencampuran bahan, fermentasi, serta pemantauan kondisi selama periode dekomposisi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat yang tinggi terhadap inovasi ini karena dapat mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dengan cara yang ramah lingkungan. Selain itu, penerapan teknik pengomposan ini berpotensi meningkatkan kemandirian petani dalam penyediaan pupuk dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal. Dengan adanya pendampingan dan pelatihan secara berkala, diharapkan metode ini dapat diterapkan secara luas dalam praktik pertanian lokal, memberikan manfaat ekonomi serta ekologis bagi masyarakat Desa Lubuk Unen. Kata Kunci: Limbah Kulit Durian, Pengomposan, Pupuk Organik, Pendapatan Petani
PROSES (Waste Alms Program) As an Alternative Innovation for Household Waste Management Febriawati, Henni; Angraini, Wulan; Suryani, Iis; Kosvianti, Emi; Afriyanto, Afriyanto; Wati, Nopia; Jafrizal, Jafrizal; Yusmaniarti, Yusmaniarti
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3050

Abstract

Bengkulu Province annual waste accumulation reaches 38,417.16 tons/year, and the volume of waste in Bengkulu City is increasing every day. The total waste entering the Landfills is 648.85 M3, and the condition of the TPA which has been operating for 32 years is expected to decline over the next year. Careless waste disposal will cause water to clog, which further leads to flood. Based on the 2020 Indonesian Disaster Risk Index, Bengkulu province is at the second highest risk for flood after West Sulawesi. This condition will even get worse if the water flow is blocked by waste. Simple action can turn waste into useful objects through waste donation. This study aims to implement waste donation program as an alternative innovation in managing household waste. This was a community-based study with a cross-sectional research design carried out in June and July 2023. The population involved family households in Bengkulu City in 2021. The study samples were selected using a simple random sampling technique which found 542 households. This study has obtained a certificate of ethical approval from the Bengkulu Health Polytechnic Number No. KEPK.BKL/416/06/2023 dated June 30, 2023. Data were analyzed through univariate analysis and analysis of interview results. Most households in Bengkulu City were aged 29-58 years, married, had less than a high school education, unemployed, and had poor levels of  knowledge, attitude, and behavior regarding household waste management. There is a need for commitment from the Environmental Service, District, Village, Head of Neighborhood Units (RT), LPM and Community Figures regarding the implementation of the Waste donation Program. The support of the smallest community unit, namely the Chairman of the Neighborhood Unit, is the key to the success of household waste management among households, especially in sorting organic and inorganic waste. Such practice will help make the waste donation program a success. Waste donation can be an alternative for households in worship and also help reduce the accumulation of waste in Landfills. It is recommended cooperation between the Village Community Empowerment Institution and the Waste Bank in providing routine assistance to the Waste donation Program.
Teknologi Tepat guna pengolahan limbah kulit pisang menjadi Vinegar dalam meningkatan Nilai Ekonomi Pisang Kelompok Tani Mawar di Desa Perbo Hayati, Rita; Jafrizal; Kesumawati, Neti; Efrita, Edi; Mulyadi, Maheran; Ade Saputra, Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan komoditi hortikultura terbesar di Desa Perbo Kabupaten Rejang Lebong  Propinsi Bengkulu yang dikenal dengan Pisang Ambon Curup. Ketersediaan pisang yang melimpah dengan rata-rata produksi 69.088,30 kwintal/tahun pada tahun 2023  potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal seperti limbah kulit pisang yang masih terbuang selama ini dianggap sebagai limbah yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan berupa sampah yang tidak mempunyai nilai ekonomi, padahal kulit pisang memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki potensi kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kesehatan. Hal ini sangat diperlukan pengolahan kulit buah pisang menjadi Vinegar Perlu pengabdian kepada masyarakat dengan teknologi tepat guna untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi pisang dan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi lebih bernilai dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan pengabdian adalah untuk mengatasi permasalahan nilai ekonomi rendah pada kulit pisang ambon melalui Teknologi tepat guna dengan memanfaatkan kulit pisang menjadi Vinegar (Cuka kulit Pisang). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi kulit pisang, pelatihan  teknologi fermentasi menjadi Vinegar dengan starter, pendampingan proses produksi hingga analisis sederhana kualitas produk akhir. Hasil pengabdian menunjukkan Kelompok Tani Mawar mampu menguasai teknologi pembuatan vinegar kulit pisang dengan baik. Produk Vinegar yang dihasilkan menunjukkan karakteristik organoleptik yang dapat diterima dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan nilai ekonomi pisang ambon pada  bagian limbahnya menjadikan peluang usaha baru dan mengurangi limbah organik, dengan teknologi tepat guna ini kelompok tani Mawar memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha yang memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan.
TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI DAN PUPUK ORGANIK BAGI PETANI PETERNAK DESA BUKIT PENINJAUAN I KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Hayati, Rita; Jafrizal, Jafrizal; Muchlis, Rita Zurina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9087

Abstract

Kecamatan Sukaraja adalah pusat pertanian, perkebunan, dan peternakan Kabupaten Seluma. Masyarakat tidak hanya mengembangkan tanaman pangan (padi sawah dan palawija), tanaman perkebunan (karet, kakao, kelapa sawit, dan kakao), tetapi juga secara aktif mengembangkan bisnis ternak, khususnya sapi potong. Rata-rata keluarga petani memelihara dua ekor sapi, tetapi ada yang memelihara lebih dari 100 ekor. Semua orang tahu bahwa populasi ternak telah meningkatkan pendapatan masyarakat petani, tetapi kemajuan petani peternak juga menghadapi beberapa hambatan. Dalam hal produksi, ketersediaan pakan yang memadai selama musim panen dan ketersediaan yang sangat rendah selama musim tanam dan musim hujan. Limbah padat, juga dikenal sebagai feses ternak, adalah masalah lain dalam pengelolaan lingkungan. Saat ini, limbah ini hanya ditumpuk dan memerlukan waktu yang lama untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pertanian dan perkebunan. sementara limbah cair, juga dikenal sebagai urine ternak, tidak digunakan sama sekali dan mencemari lingkungan. Tim pengusul dan kelompok tani Harapan Baru Desa Bukit Peninjauan I, mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat, memutuskan untuk memulai program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan menerapkan teknologi fermentasi untuk membuat pakan ternak, pupuk organik cair dan padat. Kegiatan pakan ternak fermentasi (PKM), pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna dalam pembuatan pakan ternak fermentasi, pupuk organik kompos, dan pupuk organik cair (POC) biourine adalah bentuk dan langkah-langkah yang sudah dilakukan. PKM dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan pakan ternak fermentasi, pupuk organik kompos, dan POC biourine melalui kegiatan PKM yang sudah dilakukan.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT PETANI DALAM PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH KULIT KOPI DI DESA BARAT WETAN KEPAHIANG Jafrizal, Jef; Fitriani, D; Hayati, R
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana pada umumnya di Kecamatan Kabawetan, para petani di Desa Barat Wetandalammenjalankanusahataninyamasih menerapkansistemkonvensionalterutamapemanfaatanpupukdan pestida anorganik.  Hal ini ditenggarai telah menyebabkan penurunan produktifitas lahan karena tanahcendrungmenjadimasam, padat, sertamenggangguaktifitasmikroorganismetanah, dan terjadinyapencemaranlingkungan.Dampak lainnya berupa ketergantunganpetaniakanproduk pupukkomersial pabrikdanmematikankearifanlokaldalamsistemusahatani yang pernahada.  Dalamberusahatani,limbahpertaniansepertidedak kulit kopi dan limbah sayuran, belumdimanfaatkansebagaibahankompos, akantetapidibuangkeluarlahanataudibakar.  Hal inidilakukanpetanikarenamerekamenganggaplimbahpertaniantersebut adalahsampahyang  jikadibiarkanberada di lahanakanmenjadisaranghamasepertitikus.     Sementaradisisi lain merekakesulitandalammendapatkanpupukbagikeberlanjutanusahatanamanpertaniannya  Denganmemperhatikanmasukandarimasyarakat petani makadisepakatisuatusolusiyang sekaligus menjadi tema program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitupemanfaatkanlimbahpertanian berupa kulit kopi dan limbah lainnyamenjadipupuk organik kompos.Solusiinidipilihdenganpertimbanganmemilikinilaitambah, murahdanlebihramahterhadaplingkungan.Limbahkulit kopi bersama limbah pertanian lainnya difermentasimenjadipupukorganikkompos.  BentukkegiatanPkM yang dilakukandiantaranya: pendidikandanpenyuluhantentangpertanianramahlingkungan dan praktek/pelatihandalampembuatanpupuk organik kompos.  Kegiatanpengabdian yang telah dilakukandapatmeningkatkanpenerapan ipteks di masyarakat khususnya tetnologi tepat guna pembuatan pupuk organik kompos, disamping itu juga meningkatkan wawasanpetanidalampertanianorganik yang ramahlingkungan, mengurangiketergantunganpetanipadapupukanorganik, menghidupkankembalikearifanlokaldalamberusaha tani.  Luaran yang dicapai diantaranya publikasi pada jurnal ilmiah ber-ISSN dan menghasilkan produk pupuk organik kompos. Kata Kunci:Limbah Kulit Kopi, Fermentasi, dan Kompos
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO DAN POC AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L) Ahmad Supardi, Bimo; Usman; Armadi, Yukiman; Jafrizal; Habiburahman
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cucumber (Cucumis sativus L.) is a widely utilized plant in daily life, serving as a fresh vegetable, a base for pickles, juice, and even cosmetics. However, cucumber production in Indonesia has experienced a significant decline, partly due to the suboptimal availability of nutrients in the cultivation land. This study aims to explore the effects of guano organic fertilizer and rice wash water liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of cucumber plants. The research was conducted in Bentiring Village, Bengkulu City, using a two-factor Randomized Block Design (RBD). The first factor was guano fertilizer with doses G0 (control), G1 (100 g/plant), G2 (200 g/plant), and G3 (300 g/plant), while the second factor was rice wash water POC with concentrations P0 (control), P1 (25 ml/L), P2 (50 ml/L), and P3 (75 ml/L). The analysis of variance revealed a significant interaction between guano fertilizer and rice wash water POC on various cucumber growth parameters, such as tendril length, number of leaves, number of fruits, fruit length, as well as fruit weight per plant and per plot. The best results were obtained from the combination of 300 g/plant of guano fertilizer and 75 ml/L of rice wash water POC, which produced a plot fruit weight of 2.01 kg. This study demonstrates that both types of fertilizers can improve the quality and quantity of cucumber yield, with rice wash water POC enhancing soil structure and increasing nutrient availability. Keywords: Cucumber, Guano fertilizer, Rice wash water POC
Pemanfaatan Limbah Tanaman dan Ternak untuk Mendukung Pertanian Bioindustri Berbasis Integrasi Novitri Kurniati; Jafrizal; Heri Dwi Putranto; Elni Muthmainah; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Dwi Fitriani
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i3.9053

Abstract

Penerapan integrasi tanaman dan ternak telah dilaksanakan petani padi yang juga memelihara sapi di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang lebong Bengkulu. Permasalahan yang dihadapi petani padi adalah banyak jerami sisa panen padi belum dimanfaatkan dan hanya ditumpuk saja di lahan sawah bekas panen. Begitu juga dengan limbah sapi berupa feces dan urine hanya dibiarkan saja untuk pupuk kandang tanpa pengolahan yang baik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang pertanian integrasi tanaman dan ternak, pelatihan pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak, pembuatan pupuk kompos dari feces sapi dan pembuatan biourine dari urine sapi. Peserta kegiatan adalah petani padi sekaligus juga sebagai peternak sapi sebanyak 30 orang. Petani belum mengolah jerami sebagai pakan sapi dan belum mengolah limbah sapi sebagai pupuk kompos dan biourine. Hasil pelatihan menunjukkan 90% peserta menyatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat dan 10% menyatakan tidak tahu serta 80% peserta menyatakan memahami materi pelatihan. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas pakan, memperbaiki kualitas pupuk dan meningkatkan produksi padi.
Optimization of Growth and Yield of Several Varieties of Green Beans (Vigna Radiata L) Using Solid Oil Palm Waste on Red Yellow Podzolic Soil in Bengkulu Rita Hayati; Jafrizal; Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Usman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11559

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of solid oil palm waste application and mung bean (Vigna radiata L.) varietal differences on growth and yield performance in red-yellow podzolic soils in Bengkulu, Indonesia. A factorial experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with three replications. The two factors tested were four levels of solid waste application (0, 10, 15, and 20 tons/ha) and three mung bean varieties (Vima 2, Vima 4, and Vima 5). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that solid waste application significantly improved plant height, number of pods per plant, pod weight, and seed weight per plant. Variety also had a significant effect on plant height at 56 days after planting. No significant interaction was observed between the two factors. Overall, the application of 20 tons/ha of solid waste resulted in the highest improvements in agronomic parameters. Among the tested varieties, Vima 5 demonstrated the best overall performance. These findings suggest that using solid oil palm waste at an optimal dose can enhance mung bean productivity in red-yellow podzolic soils, supporting sustainable agricultural practices.