Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh aditif hidrokoloid terhadap kohesivitas dan volume pengembangan serta skor penerimaan donat melalui singkong bebas gluten Rita Rita Hayati Hayati; Jafrizal Jafrizal; Edi Efrita; Neti Kesumawati; Rita Feni; Yukiman Armadi
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v8i1.15220

Abstract

ABSTRAKDonat berbasis singkong bebas gluten merupakan produk sehat terutama bagi penderita Seliak dan sensitif gluten. Singkong merupakan sumber karbohidrat alternatif yang banyak tersedia dan belum dimanfaatkan dengan baik. Kendala tepung singkong dalam produk bakeri seperti donat adalah kurangnya kemampuan membentuk kohesivitas atau daya lekat merupakan sifat fisik tekstur dan volume pengembangan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan jenis dan konsentrasi hidrokoloid terhadap kohesivitas volume pengembangan dan skor penerimaan bakeri donat singkong bebas gluten. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor, penelitian ini menguji empat jenis hidrokoloid Xanthan Gum/XG, Guar Gum/GG, Hydroxypropyl Methylcellulose/HPMC, dan Carboxymethyl Cellulose/CMC) pada lima tingkat konsentrasi (0%, 0.5%, 1.0%, 1.5%, dan 2.0%) dengan tiga ulangan per perlakuan (total 60 unit percobaan). Parameter yang diukur meliputi kohesivitas (rasio Texture Profile Analyzer (TPA), volume pengembangan spesifik (cm³/g), dan skor penerimaan keseluruhan (skala hedonik 1-7). Hasil menunjukkan bahwa CMC menghasilkan kohesivitas tertinggi (0.675 pada konsentrasi 2.0%) dan volume pengembangan terbaik (3.62 cm³/g pada 2.0%), diikuti oleh GG dan HPMC. Skor penerimaan keseluruhan tertinggi diperoleh pada HPMC 1.5% (7.49) dan CMC 1.5% (7.37), menunjukkan bahwa konsentrasi Hidrokoloid tinggi (1.0-1.5%) memberikan keseimbangan optimal antara Kohesivitas dan penerimaan konsumen. XG menunjukkan peningkatan kohesivitas yang lebih lambat dan volume pengembangan yang lebih rendah dibandingkan hidrokoloid lainnya. Temuan ini memberikan panduan praktis dalam formulasi donat singkong bebas gluten mengenai  kohesivitas dan volume pengembangan serta penerimaan konsumen yang optimal, serta berkontribusi pada pengembangan produk Donat bebas gluten berbasis singkong yang lebih berkualitas.
Effect Of Growing Medium Composition And Composting Duration Of Sea Casuarina Leaf Waste On The Growth And Yield Of Red Lettuce (Latuca sativa L. var. Red Rapid) Tegar D. Saputra; Usman; Jafrizal; Rita Hayati; Habiburahman
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.7.1.139-154

Abstract

This study aimed to determine the interaction and effects of growing media composition and composting duration of Australian pine (Casuarina equisetifolia L.) leaf waste on the growth and yield of red lettuce (Lactuca sativa L. var. Red Rapid), as well as to evaluate the potential use of Australian pine leaf waste as an alternative compost material. The experiment was arranged in a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: growing media composition (K0 = 2:1:0, K1 = 2:1:1, K2 = 2:1:2, and K3 = 2:1:3) and composting duration (L1 = 14 days, L2 = 28 days, and L3 = 42 days). A total of 12 treatment combinations were replicated three times, resulting in 36 experimental units. The results showed that there was no significant interaction between the two factors, and the growing media composition had no significant effect on any of the observed parameters. In contrast, composting duration had significant to highly significant effects on plant height, number of leaves, canopy width, fresh weight, and yield per experimental unit. The 42-day composting treatment produced the highest fresh weight (72.05 g) and yield per experimental unit (215.83 g). In conclusion, composting duration played a more important role than growing media composition. A longer composting period produced more mature compost with greater nutrient availability, thereby enhancing the growth and yield of red lettuce.