Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPAS tentang Bagaimana Kita Hidup dan Bertumbuh pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Kalirancang Mumayizah Mumayizah; Muhamad Chamdani
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 3 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i3.99981

Abstract

Pendidikan yang efektif membutuhkan perencanaan dan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN 3 Kalirancang melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan tiga siklus, dengan melibatkan guru dan siswa kelas V SDN 3 Kalirancang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes, dengan validitas menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan penerapan model PjBL oleh guru dari 70,37% pada siklus I menjadi 88,89% pada siklus III, serta oleh siswa dari 68,51% menjadi 87,96%. Kreativitas siswa meningkat dari 69,83% pada siklus I menjadi 87,22% pada siklus III. Ketuntasan hasil belajar IPAS juga mengalami peningkatan, dari 65,21% pada siklus I menjadi 86,95% pada siklus III. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar dalam pembelajaran IPAS tentang bagaimana kita hidup dan bertumbuh pada siswa kelas V SDN 3 Kalirancang.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan Media Flashcard untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila tentang Perilaku dan Sikap Menjaga Lingkungan pada Siswa Kelas II SD Negeri 2 Bumirejo Bibit Ni'maturrohmah; Muhamad Chamdani; Wahyono Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.91057

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila tentang perilaku dan sikap menjaga lingkungan pada siswa kelas II melalui penerapan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan media flashcard. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian guru dan siswa kelas II. Data yang digunakan data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan tes dan non tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan Teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data da penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar pada siswa meningkat pada siklus I yaitu 77,58% meningkat pada pada siklus II meningkat menjadi 85% dan siklus III meningkat menjadi 89,65%. Hasil pengamatan dari penerapan model kooperatif tipe STAD dengan media flashcard terhadap guru dan siswa selalu mengalami peningkatan yaitu pada siklus I mencapai 80,92%, siklus II mencapai 86,89% dan siklus III mencapai 90,28%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan media flashcard dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila tentang perilaku dan sikap menjaga lingkungan pada siswa kelas II SD Negeri 2 Bumirejo tahun ajaran 2023/2024.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Mahasiswa PGSD Wahyudi Wahyudi; Kartika Chrysti Suryandari; Muhamad Chamdani; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Murwani Dewi Wijayanti; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107478

Abstract

One of the life skills in 21st century skills is critical thinking and problem solving. For this reason, innovative learning strategies are needed by developing problem-based teaching materials. The purpose of this study is to analyze the need for problem-based Geometry and Social Arithmetic teaching materials to improve the critical thinking skills of PGSD students. This qualitative design study involved 121 PGSD students of FKIP UNS Kebumen Campus in 2025. The instruments used were observation sheets, questionnaires, and document analysis. Data analysis used qualitative data analysis which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the need for Geometry and Social Arithmetic teaching materials included: (a) flat geometry, (b) transformation geometry, (c) spatial geometry, (d) measurement, (e) social arithmetic, (f) mathematical problem solving. The conclusion of this study is that the analysis of teaching material needs is very necessary in the development of problem-based teaching materials. The results of this study can be used as recommendations for developing other types of teaching materials.Salah satu kecakapan hidup pada keterampilan abad 21 adalah critical thinking and problem solving. Untuk itu diperlukan strategi pembelajaran inovatif dengan mengembangkan bahan ajar berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Penelitian ini desain kualitatif melibatkan 121 mahasiswa PGSD FKIP UNS Kampus Kebumen tahun 2025.  Instrumen yang digunakanadalah lembar observasi, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial meliputi: (a) geometri datar, (b) geometri tranformasi, (c) geometri ruang, (d) pengukuran,  (e) aritmetika sosial, (f) pemecahan masalah matematika. Simpulan penelitian ini adalah analisis kebutuhan bahan ajar sangat diperlukan dalam pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendai untuk mengembangkan jenis bahan ajar lainnya.
Pengaruh Guru Pendamping Khusus terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif Muhamad Chamdani; Wahyudi Wahyudi; Kartika Chrysti Suryandari; Diteana Rahmadani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107376

Abstract

GPK play a key role in the learning process for inclusive education, but some inclusive schools do not yet meet the need for special education teachers. The purpose of this study is to determine the influence of special education teachers on the implementation of inclusive education. This study uses a quantitative correlation method with data collection techniques through questionnaires, observations, and interviews. The population of this study consists of special education teachers in inclusive schools across Kebumen Regency, and the sample was selected using purposive sampling. Data analysis techniques employed Pearson's correlation with the assistance of SPSS. The results of the study indicate that the correlation coefficient at a significance level of 0.01 indicates a strong correlation between special education teachers and the implementation of inclusive education. This strong relationship should be considered to ensure that teachers are evenly distributed across all inclusive schools, enabling education for children with special needs to proceed smoothly and equitably. The conclusion of this study is that GPK have a positive influence on the implementation of inclusive education.GPK dalam proses pembelajaran untuk pendidikan inklusif menjadi bagian yang utama tetapi ada beberapa sekolah inklusi yang belum memenuhi kebutuhan akan guru pendamping khusus. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh guru pendamping khusus terhadap implementasi pendidikan inklusif. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan wawancara. Populasi dari penelitian ini yaitu guru pendamping khusus di sekolah inklusi se-Kebupaten Kebumen dan sampel diambil menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi pearson dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil korelasi pada signifikasi sebesar 0,01 yang menyatakan bahwa hubungan antara guru pendamping khusus dengan implementasi pendidikan inklusif berkorelasi kuat. Hubungan yang kuat dapat menjadi perhatian untuk meratakan guru di setiap sekolah inklusi sehingga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat berjalan dengan baik dan seimbang. Simpulan penelitian ini yaitu GPK berpengaruh positif terhadap implementasi pendidikan inklusif.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Google Sites Husni Marhaini; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Muhamad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107272

Abstract

The development of information technology innovation using interactive learning media in the implementation of the learning process to facilitate teachers and students in improving student interest, and learning outcomes. This study aims to analyze the need for interactive learning media based on Google Sites on the material of natural phenomena in grade III of elementary school. The method used is descriptive qualitative with interview techniques with students and teachers at SDN 3 Kalirancang as research subjects. The data analysis technique uses the flow of Miles and Hubermen (1992), namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that learning is still conventional and does not support students' understanding of abstract material. Students show a high interest in visual and digital media, such as images, videos, and interactive maps available on Google Sites. Teachers also recognize the need for website-based learning media to facilitate the delivery of material. Google Sites is considered capable of increasing student interest, engagement, and learning outcomes because of its flexible, attractive, and easily accessible nature. Therefore, the development of Google Sites-based learning media is a potential solution in improving the quality of science learning.Perkembangan inovasi teknologi informasi menggunakan media pembelajaran interaktif pada pelaksanaan proses pembelajaran untuk memudahkan guru dan siswa dalam meningkatkan minat siswa, serta hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites pada materi kenampakan alam di kelas III sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara terhadap siswa dan guru di SDN 3 Kalirancang sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan alur dari Miles dan Hubermen (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran masih bersifat konvensional dan kurang mendukung pemahaman siswa terhadap materi abstrak. Siswa menunjukkan minat tinggi terhadap media visual dan digital, seperti gambar, video, dan peta interaktif yang tersedia di Google Sites. Guru juga mengakui perlunya media pembelajaran berbasis website untuk memudahkan penyampaian materi. Google Sites dinilai mampu meningkatkan minat, keterlibatan, dan hasil belajar siswa karena sifatnya yang fleksibel, menarik, dan mudah diakses. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis Google Sites menjadi solusi potensial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berdiferensiasi untuk Meningatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Dewi Indrapangastuti; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti; Wahyudi Wahyudi; Muhamad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107549

Abstract

There are still many elementary school teachers who are not yet able to develop digital LKPD so that learning is less interesting for students.This community service aims to: (1) improve the skills of elementary school teachers in developing digital differentiated Student Worksheet and (2) improve the critical thinking skills of elementary school students through the development of differentiated Student Worksheets. This community service was carried out at Kebakalan Elementary School, Karanggayam, Kebumen, starting with a needs analysis to obtain information and problems experienced by teachers and students. After an agreement was reached between the teachers, principals and the P2M team, workshops, training, guidance and mentoring were carried out in making differentiated digital Student Worksheets. To determine the development and success of achieving the target of at least 85% of teachers skilled in making differentiated digital Student Worksheets, monitoring and evaluation were carried out. The outputs of this community service consist of mandatory outputs in the form of: community service articles in ISSN journals, community service activity articles in print or online media, and community service activity videos. The additional outputs are in the form of Differentiated Digital Student Worksheets. Masih banyak guru SD yang belum mampu mengembangkan LKPD digital sehingga pembelajaran kurang menarik peserta didik. Pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan guru SD dalam pengembangan LKPD digital berdiferensiasi dan (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SD melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdiferensiasi. Pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri Kebakalan, Karanggayam, Kebumen dengan diawali analisis kebutuhan untuk mendapatkan informasi dan permasalahan yang dialami para guru dan peserta didiknya. Setelah terjadi kesepakatan antara para guru, kepala sekolah dan tim P2M kemudian dilakukan kegiatan workshop, pelatihan, pembimbingan, pendampingan pembuatan LKPD digital berdiferensiasi. Untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan mencapai target  minimal 85 % guru terampil membuat LKPD digital berdiferensiasi, maka dilakukan monitoring dan evaluasi. Luaran pengabdian ini terdiri dari luaran wajib berupa: artikel pengabdian di jurnal ber-ISSN, artikel kegiatan pengabdian di media cetak atau online, dan video kegiatan pengabdian. Adapun luaran tambahan berupa LKPD Digital Berdiferensiasi.
Meningkatkan Kualitas Guru untuk Menjawab Tantangan Abad 21 Afiq Naufal Faliki; Alfiana Tri Nurkhasanah; Endah Soraya; Muhamad Chamdani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107199

Abstract

Teacher quality is a key factor in the success of education, especially in facing the challenges of 21st-century learning, which demands digital literacy, critical thinking, creativity, collaboration, and effective communication. This study aims to systematically review the literature related to improving teacher quality within this context. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) of ten selected articles published between 2018 and 2023, sourced from Google Scholar based on scientific credibility and relevance. The review findings indicate that improving teacher quality involves mastery of educational technology, pedagogical competence, reflective thinking skills, and strong professional character. In addition, continuous training, learning communities, and adaptive educational policies also play a significant role in preparing teachers for changing times. Therefore, a comprehensive, sustainable, and needs-based strategy is essential to enhance teacher quality and support educators in adapting and innovating in the teaching and learning process.Kualitas guru merupakan kunci keberhasilan pendidikan, terutama dalam menghadapi tantangan abad ke-21 yang menuntut literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi efektif. Penelitian ini bertujuan menelaah literatur secara sistematis terkait peningkatan kualitas guru dalam konteks tersebut. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel terpilih yang diterbitkan pada 2018–2023 melalui penelusuran Google Scholar berdasarkan kriteria keilmiahan dan relevansi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru mencakup penguasaan teknologi pendidikan, kompetensi pedagogik, kemampuan reflektif, dan karakter profesional. Selain itu, pelatihan berkelanjutan, komunitas belajar, serta kebijakan pendidikan yang adaptif turut mendukung kesiapan guru menghadapi perubahan zaman. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan mutu guru yang menyeluruh, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan guna menciptakan tenaga pendidik yang mampu beradaptasi dan berinovasi dalam proses pembelajaran.
The Project Based Learning Integrated Ethnoscience: A Model of Learning to Enhance Scientific Literacy Among Pre-Service Elementary Teacher Muhamad Chamdani; Kartika Chrysti Suryandari; Murwani Dewi Wijayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.9679

Abstract

This study aims to determine the effect of ethnoscience-based Project-Based Learning (PjBL) on students' science literacy, measure the level of improvement in students' science literacy, and analyze students' science literacy levels in terms of context, competence, and knowledge aspects. The research uses a mixed-method approach with a sequential explanatory design. The quantitative part of the study is conducted using a quasi-experiment, while the qualitative part employs field research. Data analysis techniques include the Mann-Whitney U test for quantitative data and triangulation techniques to validate data. The Miles and Huberman and Saldana model is used for qualitative data analysis.The study found that the use of ethnoscience-based PjBL significantly affects students' science literacy, with a significance value of 0.003 < 0.05. The increase in science literacy in the experimental class is categorized as high, at 0.71, while the control class shows a moderate category, at 0.60. In terms of science literacy levels, the experimental class reached a minimum of level 4, while the control class still had students at level 3. This means that students in the experimental class had better science literacy compared to the control class, particularly in terms of prospective elementary school teachers. Among the three aspects of science literacy, the competence aspect was the highest in both the experimental and control classes compared to the other aspects.
Co-Authors Afifah Fauziah Afiq Naufal Faliki Alfiana Tri Nurkhasanah Anisa Kholifah N Annisa Fauza Hidayah Asis Kainanto Ayu Azimatul Maghfiroh Ayu Ratnaningsih Bagas Riyadi Bibit Ni&#039;maturrohmah Birrotul Muttaqiyah Damarjati Panggalih Deby Amira Dewi Indrapangastuti Dini Istiqomah Diteana Rahmadani Diteana Rahmadani Endah Soraya Eris Wijayanti Fathia Qothrunnada Nurrohima Fatikhaturrohmah Fatikhaturrohmah Febry Amalia Fenika Yulianti Firda Indah Ramadhani Hana Salsabila Hana&#039; Fadiyah Hanifatul Lutfiyah Husni Marhaini Idarotun Musyarofah Ika Rahmawati Iska Ayu Pratiwi Isna Putri Utami Ivo Anggriani Uzi Sabrina Kartika Chrysti Suryandari Khaerus Syahidi Khoirotin Khisan Khoirotunnisa Khoirotunnisa Kurnia Dwi Saputra Laela Nugraheni Laelina Fithrotul ‘Iza Laely Nur Rohmah Lia Anjali Lu&#039;lu&#039; Annisa Salsabila M. Avicena Fatkhurrohman Al Hudri Mar&#039;atu Sholiah Maria Damayanti Iffada Zulfa Marliana Setyaningsih May Linda Putri Azzahra Miftah Parasasmi Moh Salimi Muhammad Dany Nasrullah Mukhlisina Mukhlisina Mumayizah Mumayizah Murwani Dewi Wijayanti Nada Khairunnisa Handoko Nanda Galuh Rania Neelam Cahya Ngatman, Ngatman Nikita &#039;Aina Shulha Nining Setianingsih Nur Isnaeni Nur Khothimatun Fitriyah Nurul Hidayah Almubarokah Putri Oktaviani Rahayu Fitriani Rahayu Fitriyani Ratna Hidayah Restu Utari Ridha Assyifa Nisatulloh Rika Prima Santi Riyadhotul Mukaromah Rizki Isnaeni Putri Rizki Kurnianto Rizki Setiorini Rokhamaniyah Rokhamaniyah Rokhmaniyah Rokhmaniyah, Rokhmaniyah Selfi Fitriana Sheila Yuliantono Putri Siti Fatimah Siti Fatimah Suhartono, Suhartono Sulistyaningsih Sulistyaningsih Syafina Apriningsih Tanti Kusuma Amanningrum Tarisa Nurul Dzakiya Teguh Marwantoro Tita Roliatun Hasanah Tri Saptuti Susiani Umi Mahmudah Vian Tri Hadiat Moko Vida Tri Septyandani Wahyono Wahyono Wahyu Kartikasari Wahyudi Wahyudi Wakhid Sandi Nugroho Wiwit Prihatin Yuli Oktariyanti Yulia Sri Latifah